NovelToon NovelToon
PESAN KEMATIAN

PESAN KEMATIAN

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Rumahhantu / Thriller / Roh Supernatural / Hantu / Iblis / Horor / Tamat
Popularitas:129k
Nilai: 5
Nama Author: Novi putri ang

Juara 2 Lomba Novel Horor 2023.

Season 1 Desa rawa belatung.
Season 2 Penelusuran gaib rania.
Season 3 Tumbal panti jompo.

Berawal dari ditemukannya buku catatan di sebuah kamar kost. Kamar yang dulunya di tempati oleh seorang gadis lugu. Ia merantau dari desa untuk bekerja di pabrik garment. Sejak ia ditemukan tewas di bangunan kosong yang tak jauh dari kostnya, banyak kejadian misterius yang terjadi di kost itu. Satu persatu teman-teman satu kost nya mendapatkan pesan misterius, yang berisi peringatan atau semacam ancaman. Pesan yang berupa selembar surat ataupun pesan singkat melalui ponsel, tiba-tiba dikirimkan untuk mereka.

Jika mereka tak melakukan apa yang dituliskan di pesan tersebut, maka mereka akan celaka dalam waktu yang sudah ditentukan di pesan tersebut. Sebuah pesan kematian yang akan mengantar mereka yang mendapatkannya bertemu dengan malaikat maut.

Tak ada yang tau siapa pengirim pesan kematian tersebut. Mungkinkah roh gadis itu gentayangan untuk membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi putri ang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 MENYINGGUNG HATI.

"Sepertinya pak polisi sangat mengenal jurnalis itu, apa ada hal yang spesial darinya?"

Adit menyunggingkan senyum, lalu mengatakan banyak hal baik mengenai orang yang sangat spesial baginya.

"Karena dia memang spesial buat saya bu." Adit cengengesan dengan wajah yang memerah.

"Apakah yang akan mewawancarai nanti pacarnya mas Adit?" Putri menatap dengan serius, membuat Adit semakin malu.

"Mas Adit?" Harto melontarkan kata-kata yang mengandung tanda tanya besar, sementara Melati ikut penasaran dan menatap Putri ataupun polisi yang ada di depannya.

"Ah maaf... Kalau membuat kalian bingung. Putri ini kerabat jauh saya, jadi dia bicara non formal kayak gitu."

"Loh benarkah Put? Kok gak bilang sejak awal to Put, kami berdua jadi kaget dengernya!" Melati menyunggingkan senyum.

"Ibu dan bapak gak usah kaget, karena kami berdua juga baru tau tadi. Sebelumnya kami sama-sama gak tau, jadi wajar kalau Putri gak bilang ke kalian."

Putri menarik tangan Adit, membuatnya terperanjat karena mendadak ia ditarik begitu saja. Diluar ruangan ia memberitahu Adit, jika ia tak boleh mengatakan apapun mengenai keluarganya. Karena Putri tak ingin ada orang lain yang tau mengenai jati dirinya dan semua keluarganya sebelum ia mengungkap misteri kematian kakaknya. Adit hanya menganggukkan kepala menyetujui permintaan sepupunya itu. Tak lama keduanya kembali ke dalam, nampak raut wajah sepasang suami istri itu seakan penuh tanya.

"Maaf pak, bu tadi ada telepon dari orang tua Putri. Mereka mau memastikan kalau saya benar-benar keponakannya atau bukan." Jelas Adit tak mengatakan yang sebenarnya.

Tok tok tok...

Suara ketukan pintu mengakhiri pembicaraan itu. Adit membuka pintu, lalu mempersilahkan seorang wanita masuk ke dalam.

"Perkenalkan ini Rania, dia adalah jurnalis yang akan mewawancarai kalian."

Baik Putri, Melati ataupun Harto bergantian bersalaman seraya memperkenalkan diri mereka masing-masing. Terlihat Rania sempat tercekat ketika bersalaman dengan salah satu dari mereka. Ia memejamkan kedua mata, untuk melihat sesuatu melalui batinnya. Dari kejauhan nampak sesosok jiwa tanpa raga dengan leher berdarah-darah mengintai ketiganya. Setelah Rania berjabat tangan, ia terang-terangan bertanya apakah di sekitar mereka baru saja ada orang yang meninggal.

Mendengar pertanyaan Rania, ketiganya saling menatap penuh kebingungan. Melati mewakili keduanya menjelaskan mengenai pertanyaan itu. Adit pun langsung mengatakan hal yang sama.

"Itu kasus yang sedang aku tangani, kau tanya-tanya sendiri. Korban memang meninggal dengan leher tergorok alat pemotong rumput. Emangnya apa yang kau lihat Ran?"

"Hmm gak apa-apa kok mas. Ya udah aku liputan dulu ya, jangan lupa tepati janjimu buat nemenin aku nanti!"

Adit mengacungkan ibu jari pertanda setuju dengan permintaan Rania. Nampak Rania sudah mengeluarkan semua peralatan nya, mikrofon dan kamera sudah standby. Banyak pertanyaan yang di ajukan mengenai kasus pak Sardi. Namun ada sesuatu yang dikatakan Putri, hingga membuat semua orang yang ada disana terkejut Karena Putri mengaku melihat bayangan hitam yang terbang ke arah pak Sardi. Lalu tiba-tiba alat pemotong rumput itu rusak, baut-baut nya terlepas sehingga pisau pemotong rumput itu terbang melesat ke arah korban.

"Sebenarnya saya gak yakin dengan apa yang saya lihat, karena setelah melihat korban tergeletak dengan leher bersimbah darah saya gak lihat ke arah pak Sardi lagi. Jadi saya gak bisa memastikan apakah bayangan hitam itu beneran nyata atau tidak. Apalagi setelah itu situasi jadi kacau, pak Sardi langsung gemetaran sampai jatuh lemas." Jelas Putri di depan kamera.

"Lalu apa kau yakin jika yang kau lihat itu nyata? Karena pasti gak akan ada yang percaya dengan penjelasan mu ini. Bayangan hitam identik dengan hal gaib, apa kau sering mengalami sesuatu seperti itu?" Tanya Rania dijawab gelengan kepala Putri.

"Baiklah sekian dulu wawancaranya untuk sesi ini. Mungkin lain kali kita akan bertemu kembali, karena saya keperluan lain. Jadi saya gak bisa lama-lama. Sekarang giliran ibunya yang saya wawancarai ya?" Rania mengarahkan kamera dan mikrofon ke arah Melati.

Pertanyaan yang berbeda dilontarkan Rania pada pemilik kost itu. Ia kembali menyinggung mengenai kasus mantan penghuni kost nya yang ditemukan gantung diri di gedung kosong tak jauh dari tempat kostnya.

"Saya mendapatkan informasi, jika korban yang berinisial M ini mempunyai masalah dengan korban meninggal dunia yang berinisial A. Apakah sebelumnya mereka memang ada masalah, seperti berita yang beredar di sosial msdia? Banyak media menginfokan, kalau keduanya terlibat percekcokan di tempat kost. Apa ibu sebagai pemilik kost tak mengetahui masalah yang sebenarnya?" Pertanyaan Rania membuat Melati bingung. Ia menelan ludah kasar seraya menatap wajah suaminya.

Nampak Harto menyunggingkan senyum lalu menganggukkan kepala. Dengan mantap Melati memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan jurnalis itu.

"Saya memang pernah mendengar jika ada keributan antar sesama anak kost. Banyak yang bilang kalau si A genit sama pacar salah satu anak kost yang ada disana. Tapi sekarang anak itu udah pindah, yang masih ngekost di tempat saya hanya sahabat-sahabatnya. Ya salah satunya si M itu, yang kemarin meninggal terkena alat pemotong rumput. Saya pun gak bisa membenarkan iya atau tidak, kalau si A seperti yang dikatakan anak-anak lainnya karena saya gak lihat sendiri kejadiannya. Tapi yang saya tau si A itu anak yang baik dan sopan. Gak pernah neko-neko selama tinggal di tempat saya. Sangat disayangkan kalau dia sampai nekat gantung diri, padahal hanya masalah sepele dan bisa dibicarakan." Pungkas Melati dengan menghembuskan nafas panjang.

Nampak raut wajah Putri berubah sendu. Nafasnya terasa berat, dan tangan nya mengepal menahan amarah. Namun ia berusaha menahan diri, ia tak mau semua orang curiga jika melihatnya seperti itu. Kembali terdengar pertanyaan dari sang jurnalis yang membuat semua orang terdiam.

"Bagaimana kalau kematian si A tidak seperti yang diberitakan media? Lalu kecelakaan yang menimpa si M juga bukan sepenuhnya kecelakaan?"

"Maksudnya ada yang sengaja melakukan itu pada mereka?" Ucap Melati dengan mengaitkan kedua alis mata.

"Saya gak bermaksud berkata begitu, ini hanya andai kata saja. Apa mungkin ada yang sengaja menyebarkan informasi itu, supaya berita yang beredar di publik sesuai dengan pandangan masyarakat sekarang. Bisa aja kan ada hal lain yang terjadi, tapi beritanya gak naik ke media. Bagaimana pendapat ibu kalau kasus si A di usut ulang, supaya kasus si M ini juga bisa berjalan lancar?" Kata Rania dengan tersenyum miring.

Melati tak langsung menjawab pertanyaan itu, ia menatap wajah Rania seraya mengepalkan kedua tangannya. Tak berselang lama Harto langsung menggenggam tangan istrinya, lalu memberi kode dengan gestur tubuh supaya ia menjawab pertanyaan yang diajukan jurnalis.

Whuuuss...

Tiba-tiba hawa dingin melewati belakang tubuh Putri. Ia mengusap belakang tengkuknya seraya bergidik. Rania yang memiliki penglihatan gaib menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Ia mendongakkan kepala dan menyunggingkan senyumnya, lalu ia memejamkan kedua mata seakan sedang melakukan aktivitas lain yang tak terlihat oleh mata orang pada umumnya.

1
Sri Wiludjeng
pendek banget cerita nya ...
tapi tetep keren dan bagus kok ceritanya /Smile/ /Good/
Farrah Rah Zarrah
Luar biasa
Else Widiawati
smangatttttt
Else Widiawati
kapan cerita selanjutnya ini kak novi....sekian purnama blm nongol juga
Salwaapilia Nuraeni
Kira" apa yah yang terjadi di kamar kost bekas ayu apakah ada yang aneh /Slight/
🥀princes_novel❤️🥀
akhirnya Rania muncul seneng banget lw ada Rania ,Adit dan mbak ayu🤭🤭🤭
Ridho Widodo
cerita yg membosankan..ending g jelas dan pemeran sok detektiv tp goblok..
Leo: yaudah si/Shy/
total 3 replies
Ridho Widodo
goblok putri
kok gue curiga sama bapaknya.
Kasih ibu sepanjang masa.
Dewintan New
bguss
ashieeechan
/Smile//Smile//Smile/
ashieeechan
/Panic//Panic//Panic//Panic/
Levha
mampir👣👣
Sisca Yakub
😭
FiaNasa
makin gak suka sama sikap putri nih,,udah gak pernah melaksanakan ibadah nya,,hanya penasaran terus yg ada untuk membongkar misteri kematian kakaknya,,trus klau makan apa gak baca bismillah dulu ya,,makanya gampang terkena pengaruh mereka
FiaNasa
mungkin Bu melati yg bikin putri slalu lalal dlm.ibadahnya,,mungkin kena mantra saat makan bersama Bu melati itu,,bukankah roh ayu sudah mengatakan jgn makan apapun ditempat Bu melati tp putri gak menuriut
FiaNasa
bodohnya si putri,,knp gak menuruti pesan ayahnya..
ㅤㅤ
see you kak..
ku tunggu novel baru.ny tentang wati..
XoffeLatte
apa mawar ini anak bapak nya putri sama bu melati 🥲
Woro Setiyani: iya spertinya..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!