seandainya suara - suara semangat di ujung Telepon sana, bisa aku tukar dengan kata "Hallo " dari Ibuku,mungkin akulah wanita yang paling berbahagia didetik ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kumala Nainggolan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SAH
Tok...
Tok...
Tok...
Pintu ruangan Meilin diketok dari luar.
Masuk ." sahut Meilin singkat.
Pintu dibuka , dan yang terlihat dibibir pintu itu adalah Robert.
Ibu Meilin bisa keruangan saya ?" pinta pria itu , tentunya dengan ketegasan nya .
Baik Pak ." sahut Meilin.
Wanita itu pun mengikuti Robert keruangannya.
Apakah Ibu Meilin sudah membaca semua Dokument yang saya berikan ?? " tanya Pria berkulit putih mulus ituv, ketika mereka sudah berada pada ruangan pria itu.
Iya Pak , sudah ." jawapnya , sembari meremas remas jari jemarinya.
Baik ." kata Robert lagiv, sibuk dengan beberapa lembar kertas yang berada tepat diatas meja kerjanya.
Ini mohon di isi , tetapi ibu Meilin bisa membacanya terlebih dahulu ." pinta Robert, menyerahkan beberapa lembar kertas.
Okeh , sepertinya akan ada yang buta karena membaca saban hari ." Meilin mengerutu didalam hatinya.
Kemudian Meilin pun membaca semua yang terdapat didalam kertas itu , sesuai perintah Pria tampan yang dihadapannya sekarang , sampai selesai . Lalu berikut nya mengisi titik - titik yang terdapat pada tulisan dikertas tersebut.
Setelah selesai mengisi semuanya , Meilin menyerahkan kembali lembaran kertas itu pada Robert.
Selamat bekerja Bu Meilin ." kata Robert tiba - tiba , dan menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan , menandakan ucapan selamat.
Iya Pak , terima kasih ." jawap Meilin , mengulurkan tangan juga , dengan sedikit rasa gugup.
Ibu Meilin harus tetap berwibawa , dan santai . Sekalipun ada yang Ibu Meilin tidak mengerti , Ibu Meilin harus tetap tenang. Jangan tegang.
Saya pasti akan membantu ibu ." kata Robert lagi , masih tetap tampa senyum , dan tentu dengan suara tegasnya.
Terima kasih banyak Pak ." jawap Meilin.
Selanjutnya Meilin kembali keruangannya dengan pertanyaan yang berkecamuk dibenaknya . Tetapi biar bagaimanapun Meilin akan menikmati perkerjaan barunya tersebut.
Setiap orang pasti menginginkan jabatan itu .
Sedangkan Yuyun sahabatnya itu pun , yang sudah jauh lebih lama bekerja darinya , tetapi masih tetap posisi Weitress di Bartender .
Dan sudah pasti Meilin tidak akan mungkin melewatkan kesempatan besar itu , impian setiap orang .
Meilin kembali mengulang lagi membaca Dokument -Dokument itu , karena belum ada perintah dari Robert apa yang akan ia lakukan untuk selanjutnya.
Kring....
Kring....
Kring...
Telepon diruangan Meilin berbunyi . Wanita itu pun segera menjawap panggilan masuk tersebut.
Namun , dilayar Monitor tersebut sudah tertera tulisan "GENERAL MANAGER" menandakan panggilan tersebut dari ruangan General Managernya .
Hallo Pak ." sapa Meilin.
Ibu Meilin bersiap - siap untuk makan siang ya ?" pinta General Managernya itu.
Baik pak . " sahut Meilin.
Meilin pun segera keluar setelah menutup panggilan dari atasannya itu . Bertepat juga Robert sudah berada di luar pintu ruangannya , dan hendak menutup pintu ruangannya tersebut.
Mari bu Meilin ." pinta Robert.
Baik pak ." sahut Meilin.
Sesampainya diruangan makan itu , mereka langsung memesan beberapa menu makan siang .
Seperti hari - hari sebelumnya ,
menunggu makanan siang itu tiba , Robert dan Meilin berbincang - bincang ringan.
Saya sedikit membaca identitas Ibu Meilin.
Ibunya bu Meilin berkebangsaan korea ya ? " tanya Robert , dengan punggung yang bersandar pada bangku , dan melipat kedua tangannya di Dada , ia terlihat sangat rilex.
Iya benar Pak . " Meilin menjawap pertanyaan Robert , dan kini kembali meremas-remas jari jemari lentiknya.
Apakah beliau berada di Sumatra atau di Korea ? " Tanya Robert lagi.
Seketika Meilin teringat lagi kenangannya bersama Wanita itu.
Ahhh Mami , betapa aku merindukanmu . " desah Meilin tidak sadar , dengan suara yang serasa tercekat dikerongkongannya.
Bu Mel ...." sapa Robert , namun Meilin tetap pada lamunannya .
Bu Mel , apa anda baik - baik saja ? " tanya Robert lagi . Namun wanita yang didepannya tersebut tampak tidak menjawap.
Bu Meilin...Bu Meilin ? " sapa Robert lagi , dengan sedikit mengguncang lengan Meilin .
Ehhh Iya Pak ,
iya iya ,
ada apa Pak ? "Jawap Meilin tersentak dan kaget , karena panggilan Robert itu . Panggilan tersebut seolah - olah memanggilnya dari kejauhan yang sangat jauh.
Ibu baik - baik saja kan ? " tanya Robert lagi , meyakinkan , dan sedikit kuatir.
Iya pak , saya baik- baik saja kok ." jawap Meilin , masih sedikit kaget.
Tidak berapa lama dalam keheningan tersebut , Makan siang pesanan mereka pun tiba . Dengan seketika mereka melahap makan siang tersebut , ditengah ketegangan yang terjadi.
Robert tampak tidak melanjutkan lagi pertanyaannya . Ia terlihat menikmati makan siangnya , dengan sesekali meneguk Tomato Juise kesukaannya.
Selesai makan siang ini , Ibu Meilin bersiap - siap ya ikut dengan saya ?" ucap Robert , sembari masih melahab makanannya.
Baik pak ." sahut Meilin juga , sembari mengunyah makanannya juga.
Sebenernya Meilin ingin bertanya pada Robert , hendak kemana mereka akan pergi .Tetapi wanita itu malu dan sedikit canggung untuk bertanya , nyalinya seakan-akan ciut bila memandang wajah Bos besarnya itu.
Tentunya untuk sementara waktu , hanya bisa untuk nurut saja kemana Ia diajak oleh Pria tersebut .Yang pastinya masih mengenai perihal pekerjaan mereka.