NovelToon NovelToon
Dendam Sang Pelakor

Dendam Sang Pelakor

Status: tamat
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Cintapertama / Tamat
Popularitas:57k
Nilai: 5
Nama Author: Clara Dasella

Seorang gadis yang pernah terpuruk karena masa lalunya, kini datang kembali untuk membalaskan dendamnya.
Ia tidak akan menyerah sampai tujuannya itu belum tercapai.
Dengan tekatnya, ia akan berusaha merebut dan menghancurkan hubungan dari sosok yang pernah dengan begitu jahat menggoreskan luka dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Dasella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

Tidak tinggal diam, Melly yang melihat suaminya itu terluka lantas berlari dan menarik jauh Reiner dari hadapan Nara. "Lepaskan dia, kau sama sekali tidak berhak menyentuhnya karena dia adalah suamiku."

Nara terdiam, karena meski ia tidak ingin menjauh dari Reiner tapi ucapan Melly memang lah benar. Ya, Reiner adalah suami sah dari Melly dan meski Nara bersikukuh untuk melakukan apapun, itu hanya akan mempermalukan dirinya saja dikantor.

Akhirnya Nara pun memilih untuk mundur selangkah memberikan jalan bagi Melly yang sedang menuntun pria itu keluar dari ruang kerjanya.

Karena kepalanya Reiner yang terluka, Melly pun akhirnya membawa Reiner kerumah sakit lantaran takut akan terjadi hal buruk pada suaminya itu.

Dan tak lama setelah itu sampailah keduanya dirumah sakit. Reiner mulai diobati disana dengan Melly yang juga ada didalam ruangan dimana Reiner sedang ditangani oleh dokter.

"Bagaimana lukanya, dok? Apa ada hal yang sangat serius?" Tanya Melly pada dokter. Jujur saja Melly sangat mengkhawatirkan kondisi Reiner akibat perbuatannya yang salah karena tadinya ingin melukai Nara tapi hal itu justru berbalik pada Reiner sendiri.

"Ada luka sobek sedikit pada bagian kepalanya, tapi hal itu tidak menjadi masalah besar karena luka sudah dijahir dan diperban, Nyonya." Jawab dokter itu.

Reiner kemudian duduk dengan memegangi kepalanya yang sedikit terasa nyeri. Dengan cepat Melly mendekat dan memegang perlahan bagian kepala pria itu. "Rein, maafkan aku. Sungguh aku tidak bermaksud untuk--"

"Aku ingin bercerai." Kata Reiner memotong ucapan Melly.

Melly langsung terdiam menatap Reiner dengan tidak percaya. Gadis itu kemudian menggelengkan kepalanya dan tersenyum mencoba mengabaikan apa yang baru saja diucapkan oleh suaminya tersebut.

"Ayo, sayang. Turunlah pelan-pelan aku akan membantumu." Ucap Melly yang mencoba mengalihkan apa yang baru saja Reiner.

Reiner menepis tangan Melly kemudian beranjak turun dan berdiri dihadapan istrinya tersebut. Pria itu lalu menatap wajah Melly penuh harap sembari memegang kedua tangannya.

"Maafkan aku, Melly. Aku benar-benar sudah tidak bisa melanjutkan hubungan penuh kebohongan ini lagi. Mari kita bercerai dan--"

Ucapan Reiner terhenti saat dengan cepat Melly menghempas genggaman tangan dari suaminya itu. "Aku rasa, aku tidak perlu mendengarka omong kosongmu itu, Rein. Sampai kapan pun kita tidak akan bercerai dan sampai kapan pun kau hanya akan menjadi milikku. Ya, milikku dan itu untuk selamanya."

"Apa kau yakin akan bertahan dengan hubungan yang tidak baik ini?" Tanya Reiner dan kemudian Melly menjawabnya dengan anggukan kepala seraya melontarkan senyum palsu dibibirnya.

"Baiklah, jika kau tetap bersikukuh untuk terus melanjutkan hubungan rumah tangga yang tidak ada sedikitpun rasa cinta ini, maka terserah lah. Tapi jangan pernah menghalangiku untuk memiliki hubungan lain diluar sana." Kata Reiner. Pria itu pun kemudian melangkah pergi dari hadapan Melly dan  meninggalkan rumah sakit tersebut.

Dan Melly sendiri, gadis itu benar-benar tidak bisa untuk menahan diri. Ia pergi untuk menemui Nara, wanita yang sudah dianggapkan sebagai dalang hancurnya hubungan rumah tangganya bersama Reiner.

Sedangkan di sisi lain masih diperusahaan Reiner. Nampak terlihat diruangannya Nara yang begitu khawatir dengan keadaan Reiner saat ini. Ya, sebenci apapun dirinya pada sosok pria yang sudah menakitinya itu namun tetap saja, rasa khawatir tidak bisa di elakkan saat ia melihat Reiner yang terluka hanya untuk melindunginya.

Ia terus mondar-mandir kesana kemari sembari melihat ponselnya sesekali. Ingin sekali ia menelfon Reiner dan bertanya bagaimana keadaannya saat ini tapi hal itu tidak lah mungkin dilakukannya. Karena sudah pasti Melly sedang bersamanya saat ini.

"Apa kau sedang mengkhawatirkanku, Nara?"

Suara Reiner yang terdengar dengan jelas ditelinganya dan kedua tangan kekar yang begitu hangat memeluknya dari belakang itu sontak membuat Nara langsung memutar tubuhnya memastikan jika pemilik suara itu adalah Reiner.

"Hah, Rein. Kau tidak apa-apa?" Tanya Nara dengan wajah dipenuhi kekhawatiran. Gadis itu memegang kedua pipi Reiner dan membolak balikkan kepalanya untuk melihat letak dari luka Reiner.

"Nara, aku baik-baik saja." Kata Reiner. Ia memegang kedua tangan Nara dan menatap gadis itu dengan tatapan penuh cinta yang sudah tidak bisa lagi diungkapkan.

"Maaf, Rein. Jika bukan karenaku mungkin hal ini tidak akan terjadi dan melu--"

"Ssssttt..." Reiner menutup bibir Nara dengan satu jari telunjuknya menghentikan ucapan gadis itu.

"Aku sudah katakan jika aku sangat mencintaimu, maka aku tidak akan membiarkanmu terluka sedikit pun, Nara." Ucap Reiner. Pria itu mulai membelai wajah cantik Nara dan perlahan wajah keduanya saling dekat dan hampir menempel.

"Bolehkah aku menciumnya?" Tanya Reiner lirih. Nara mengangguk senyum dan tanpa menunggu lama ciuman hangat pun mendarat dengan sempurna dibibirnya.

Seolah lupa dengan rasa sakit yang Reiner rasakan dikepalanya, kini ciuman keduanya terlihat semakin memuncak dan nampak menggairahkan.

Reiner yang tidak bisa menahan dirinya saat berdekatan dengan Nara, kemudian membopong tubuh gadis itu membawanya kekamar pribadinya yang juga terdapat dalam satu ruangan kerjanya.

Ceklek

Ia masuk kekamar itu lalu mengunci pintu tersebut. Nara yang tidak menyangka jika Reiner akan membawanya kekamar lantas bergegas turun dari gendongan Reiner.

"Rein, kenapa kita kesini?" Tanya Nara yang kemudian membenahi pakaiannya yang sedikit berantakan itu.

"Kenapa, Nara? Apa kau tidak merindukanku?" Tanya balik Reiner.

Nara menggelengkan kepalanya lalu mencoba membuka pintu kamar namun dengan cepat kunci itu diambil oleh Reiner dan dilemparkannya kesembarang tempat.

"Reiner, apa yang kau lakukan! Pekik Nara. Dengan cepat kemudian ia mencari kunci yang baru saja dilempar oleh Reiner namun sama sekali tidak ditemukannya.

"Rein, kemana kau melemparnya tadi?!" Tanya Nara dengan nada kesalnya.

"Disini, sayang." Ujar Reiner.

Nara melihat kearah yang ditunjukan Reiner namun gadis itu tidak mengerti dimana sebenarnya ia menunjuk kunci itu.

"Mana?" Tanya Nara lagi.

"Mendekatlah akan ku beri tau." Kata Reiner.

Karena tidak ingin berada di satu kamar bersama Reiner, lantas Nara pun menuruti apa yang dikatakan oleh pria itu. Gadis itu kemudian mendekat lagi pada Reiner dan menatapnya.

"Ambilah disini." Reiner menundukkan pandangannya yang diikuti oleh tatapan Nara.

Sungguh menyebalkan, lagi-lagi Reiner hanya ingin mempermainkan Nara lagi kali ini. Pasalnya pria itu ternyata meletakkan kunci itu di bagian celana depan miliknya yang tentu hal itu membuat Nara tidak akan mau mengambilnya.

"Kau jangan bercanda, Rein. Ambil dan berikan padaku sekarang." Kata Nara.

Reiner tersenyum dengan licik lalu meraih tangan satu tangan Nara dan menggenggamnya. "Kalau tanganmu ini enggan untuk mengambilnya, maka sampai besok kita akan berada disini berdua saja."

"Ck!" Nara berdecak kesal seraya menghempas genggaman Reiner. "Bukankah kau mencintaiku? Lalu kenapa kau sekarang mempermainkanku lagi?"

"Aku yang seharusnya bertanya hal itu, Nara. Bukankah kau juga mencintaiku? Lantas kenapa kau tidak ingin membawaku pergi menemui putraku lalu kita menikah?"

Pertanyaan Reiner seketika saja membuat Nara terdiam. Ia melangkah menjauh dari hadapan Reiner lalu duduk ditepi tempat tidur.

1
Neny Putri utami
happy ending..
Wiek Soen
ikut tegang baca di bagian tengahnya
Wiek Soen
akhirnya Kania menikah dg David
Wiek Soen
antara cinta dan benci beda tipis Nara
Wiek Soen
lanjut thor
Wiek Soen
🤣🤣🤣🤣🤣 Melly dipakai mainan Nara
Wiek Soen
ternyata Melly blm pernah di sodok sama rain kasihan...basi tuh tempe dianggurin🤣🤣🤣🤣
Wiek Soen
ternyata di bantu zivs
aira aira
,seneng bngt pnya temen kyk ziva dan kania
aira aira
,seneng bngt pnya temen kyk ziva dan kania
Yokebeth Ida R.
Plot nya pendek, jadi ga bertele2, ada beberapa part yang bikin readers bingung, misal, seorang ART tiba2 ke London, terkesan di skip dan readers paham sendiri aja geto, terus Reiner yang uda koma berminggu2 jadi sadar ya masa langsung pake jas lengkap, kan musti diceritain prosesnyalah biar natural. Geto aja seh, sory to say kurang greget, untung hepi end 👍
Winsulistyowati
Tamat Thor say..Sehat n Sukses dlm Brkarya Y Thor..🖐️👍💪😍
Winsulistyowati: Ok...💪👍🖐️😍
total 2 replies
Desilia Chisfia Lina
ah akhirnya happy ending senangnya 🥰🥰
Winsulistyowati
Asiik ♥️🥰
Lanjut Thor say..💪💪🖐️
Desilia Chisfia Lina
cie cie 😙
Winsulistyowati
Lanjut Thor..yg Byk Upnya ya..aku tunggu
Winsulistyowati
Apakah msih Ada Bab Selanjutnya Thor..Blum Tamat y Thor..????Smangat Up y Thor say...👍💪🖐️😍
Clara Dasella: Iya kak, thank u
total 3 replies
Winsulistyowati
Waduhh..Trus Thor..
Desilia Chisfia Lina
oh ternyata David menikah dengan karina kirain 🤣🤣 udah sekalian aja pemberkatan nikahnya
Desilia Chisfia Lina
maksutnya
Clara Dasella: Nanti ketemu maksudnya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!