Sheryl anandia, seorang gadis berusia 23 tahun yang berparas cantik dan cukup pintar.
di tengan banyak kelebihan yang ia miliki, ia memendam kesedihan tersendiri dalam hidupnya. sampai di satu titik ia begitu lelah dan ingin menyusul ibunya yang lebih dulu di panggil yang kuasa
tapi nyatanya Tuhan berkehendak lain, Tuhan membawanya bertemu dengan seorang pria bernama Mario Kennedy, pria yang belum pernah ia temui ataupun ia tahu, dan tiba-tiba ia di hadap akan sebagai istri orang itu, istri orang asing untuknya
perhatian dan kasih sayang yang di berikan orang itu membuat sheryl begitu nyaman dan bahagia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nerissa ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia miliku
Sheryl melirik jam dinding di kamarnya dan juga mario “mas gak kerja?” Tanya sheryl melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi
padahal biasanya mario akan berangkat pagi-pagi sekali, paling siang dia akan berangkat jam 8 tapi ini sudah melewati jauh batas waktu keberangkatannya. ini sudah jam 10, terlalu siang bukan?
“kerja, tapi panggil mas dengan sebutan sayang dulu” pinta Mario dengan nada manja
“apaan sih mas" keluh sheryl merasa bergidik dengan kelakuan mario yang manja seperti anak-anak itu
Sheryl menutupi wajahnya dengan selimut, akibat mukanya yang sudah memerah bak kepiting rebus dan tak ingin di lihat oleh Mario
Mario membukanya perlahan menatap sheryl sembari menunggu sheryl bersuara dengan apa yang di mintanya “sayang kerja sana” sheryl berucap dengan terpaksa dan buru-buru kembali menutup wajahnya
Mario tersenyum senang melihat sheryl yang menuruti permintaanya. sheryl yang sedang malu setingkat lebih menggemaskan bagi Mario, ingin rasanya kembali mengungkungnya di bawah selimut tapi dia juga punya tanggung jawab lain yang tidak bisa di tinggalkan seenaknya
Mario berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, bersiap untuk berangkat kerja karena ini sudah lewat dari jam kerjanya.
Mario tengah memasang dasi di depan cermin dan itu terlihat jelas di indera penglihatan sheryl, sheryl bergegas bangun dari tempat tidurnya sambil melilitkan tubuhnya dengan selimut, sheryl menghampiri Mario merebut dasinya dan memasangkannya untuk Mario
“bagus” gumam sheryl setelah selesai memasangkan dasi untuk Mario
“bukankah ulang tahunmu rabu depan?” Tanya Mario sambil memakai jasnya
Sheryl mengangguk “iya, kenapa emangnya mas" tanya sheryl
“sore nanti ke kantor ya, kita pilih baju untuk pesta ulang tahunmu” ucap Mario
“pesta?” sheryl mengernyitkan dahinya menatap mario
“mas akan memberikan pesta ulang tahun yang terbaik untukmu ” Mario mengecup kening sheryl meninggalkan istrinya dan bergegas berangkat kerja
Sheryl melihat di depannya sudah tak ada Mario “ngapain juga pakai acara ulang tahun, biasa juga gak pernah bikin acara ulang tahun” gumam sheryl memilih ke kamar mandi untuk membersihkan diri
***
Sheryl memakai mini dress berwarna biru toska dengan outfit cardigan dan sal terpasng di lehernya menuju kantor Mario dengan senyum mengembang
“sore nyonya” sapa pak satpam lobi kantor Mario yang sudah paham betul siapa Sheryl
“sore” balas sheryl dengan ramah
Petugas resepsionis yang melihat sheryl berjalan tanpa pengawalan bergegas berlari untuk mengantarnya tapi sheryl menahan dengan tangannya “lanjut kerja saja, saya bisa sendiri ke kantor suami saya” ucap Sheryl dengan bahasa bibir yang dapat jelas di pahami petugas resepsionis karena letak mereka tidak begitu jauh
Sheryl memasuki lift dan memencet lantai 27 tempat ruangan Mario berada, sheryl langsung memasuki kantor Mario tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu “sayang” panggil sheryl
Sheryl langsung melepas kacamata hitam yang ia pakai dengan kasar saat melihat pemandangan yang begitu mengejutkannya sekarang
saat ini ia melihat Mario, suaminya tengah berpelukan dengan seorang wanita
“siapa dia!” teriak sheryl kesal
posisi wanita itu membelakangi sheryl jadi sheryl tak bisa melihat wajah siapa yang berani memeluk suaminya saat ini
Mario gelagapan melihat kedatangan sheryl dan mendorong wanita yang memeluknya menjauh dengan gerakan kasar, bisa di amuk sang istri kalau begini keadaanya “ini tak seperti yang kamu bayangkan sayang” Mario berlari menghampiri sheryl
Sheryl menatap tajam Mario membuat Mario tak sanggup berkata-kata "mas bisa jelasin ini semua sayang" ucap mario dengan wajah gusar takut istrinya akan marah, bisa tidur di sofa kalau begini ceritanya
wanita yang tadi sempat terdorong, berbalik dan menatap tajam ke arah sheryl dan mario yang sedang bicara “siapa kamu, ganggu saja” ucap wanita yang tadi memeluk Mario
sheryl memicingkan matanya ke arah wanita tersebut "kamu gak bisa ketuk pintu dulu ya" kesal wanita tersebut
Sheryl menatap wanita tersebut lamat-lamat, mengingat-ingat siapa wanita itu karena wajahnya yang serasa tak asing “oh iklan minuman abal-abal” gumam sheryl
sheryl mengingat siapa wanita di hadapannya ini, dia adalah Diandra Rizky, mantan kekasih mario yang tega meninggalkan mario hanya karena pria yang di nikahi diandra di kira memiliki harta lebih banyak dari pada yang di miliki mario
Sheryl menyunggingkan senyumnya setelah mengingat siapa diandra “aku siapa? Kau yang harus bilang siapa!”
bentak sheryl mendorong Mario menjauh agar ia bisa berhadapan dengan diandra secara langsung
“aku” tunjuk diandra pada dirinya
“kekakasihnya” ucap diandra dengan bangga menunjuk Mario
Mario kelabakan dengan ucapan diandra yang mengatakan dirinya kekasih diandra padahal mereka sudah berpisah jauh sebelum diandra menikah kenapa juga diandra main asal ucap begitu saja
“ jangan asal bicara kamu ya, hubungan kita sudah berakhir dan kau yang memilih mengakirinya!” bentak Mario dari jauh
Sheryl menoleh ke belakang dan menatap tajam Mario “diam!” bentak Sheryl mletakan jari telunjuknya di depan bibirnya membuat Mario langsung mengatupkan bibirnya
Sheryl melangkah mendekatkan tubuhnya agar berhadapan langsung dengan diandra dengan jarak 1 jengkal saja
“kekasih?” gumam sheryl terkekeh
“iya" balas diandra dengan gaya angkuhnya
“bukannya 1 indonesia ini tahu ya kalau anda adalah istri reza hartadinata sejak 6 bulan lalu!’ ucap sheryl
lantang
Diandra tergagap, dia melupakan kalau dirinya adalah publik figur jadi kabar pernikahannya pasti tersiar di media masa dan banyak yang tahu siapa suaminya “ini bukan urusanmu, hubunganku dan Mario adalah urusan kami berdua dan itu tak ada sangkut pautnya denganmu ” balas diandra berusaha setenang mungkin
Sheryl berdecih menatap tajam diandra lalu menunjuk dada diandra “tentu saja ini urusanku” sheryl makin mendorong diandra sampai menabrak meja kerja mario “dia itu milikku dan hanya milikku tak ada niat untukku berbagi dengan orang lain!” bentak sheryl menekan diandra sampai tak bisa bergerak lagi
“ciiiih, apa hakmu melarang kami” diandra tak tahu siapa sheryl karena setahunya mario tak menjalani hubungan dengan siapapun, diandra begitu yakin kalau mario hanya mencintai dirinya
dia tidak tahu saja kalau seiisi kantor juga tahu sheryl itu istri mario bahkan saat sebelum mereka resmi menikah
“aku” tunjuk sheryl dengan tangannya yang menunjuk ke arahnya sendiri “aku sheryl anandia istri sah” ucap sheryl penuh penekanan di bagian akhir “istri sah Mario kennedy” ucap sheryl dengan suara lantang agar diandra bisa mendengar secara jelas apa yang di ucapkan sheryl
Mario hanya bisa menelan salivanya kasar takut melihat kemarahan sheryl “salah sendiri cari gara-gara sama singa betina”gumam Mario melihat kasihan diandra, tapi ini bukan urusannya, salah sendiri memancing kemarahan istri cantiknya
Diandra mendorong tubuh sheryl dengan gerakan kasar “ gak usah sok-sokan ngaku jadi istri Mario deh, gak mungkin dia nikah sama orang lain karena dia itu cinta mati sama aku” ucap diandra tak percaya akan ucapan sheryl
Sheryl mengibaskan dadanya yang sehabis di dorong diandra dan menghembuskan nafasnya kasar berbalik menatap tajam Mario seakan meminta jawaban apakah benar mario masih cinta mati pada diandra
“gak sayang itu bohong, mas cuma cinta sama kamu sayang, sheryl anandia, istri mas satu-satunya” ucap Mario dengan lantang
Sheryl yang kesal akan tingkah tidak tahu diri diandra lantas membuka sal yang awalnya ia pakai untuk menutupi lehernya dan juga kardigannya
pakaian yang sheryl pakai adalah mini dres dengan tali tipis yang menunjukan jelas kulit mulus sheryl dan terpampang begitu jelas “kamu lihat baik-baik ini” tunjuk sheryl pada leher dan sebagian dadanya yang tak tertutup pakainnya
Diandra membelalakan matanya lebar “ ini bukti cinta suamiku padaku” ucap sheryl memamerkan tanda kepemelikan yang dibuat oleh Mario semalam, dan tentu saja itu belum hilang