Loco, sebutan halus untuk orang gila. Dita Audrey Sihombing, gadis Batak yang keras kepala dan berkemauan keras yang memiliki kehidupan ganda. Di muka publik dia adalah seorang gadis biasa yang tomboy dan tidak punya apa-apa, tetapi di sisi lain dia adalah putri seorang konglomerat dari tanah Batak. Identitasnya disembunyikan, dia menjalani hidup biasa sampai dia jatuh hati pada seorang pria berengsek yang mengkhianati dirinya dan berselingkuh dengan sahabatnya. Seluruh alur hidupnya berubah.
"Mama!" satu kata yang tidak pernah dia bayangkan akan dia dengar dari mulut bayi kecil yang dia temukan di depan apartmentnya. Hidupnya mengalami porak-poranda, berubah total setelah bertemu dengan bayi laki-laki itu! akankah dia merawat bayi malang itu? atau justru membuangnya?
ikuti kisahnya dan orang-orang di sekitarnya, petualangan menarik Dita akan menghibur hari harimu yang membosankan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harsie Alive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13: Loco : Evil
Dita terkejut mendengar suara pria itu. Tidak dia sangka dia akan bertemu dengan Benny dan Caca di tempat umum sepeti ini. Segera perdebatannya dengan Asher terhenti karena kedatangan mereka berdua.
Nyatanya sejak melihat Dita di rumah sakit, keduanya malah bolak balik rumah sakit setelah menyelesaikan konsultasi mereka untuk program hamil. Padahal bayi itu sudah dua hari dirawat.
Mereka mencoba mencari berbagai celah Dita untuk segera menyebarkannya ke forum komunitas perusahaan dan membuat buruk nama Dita di muka umum.
“ Ayo pergi!” ucap Dita yang spontan menarik tangan Asher untuk segera pergi dari tempat itu menuju tempat bayi mereka.
“ Tcihh dasar jal4ng, kau memang sangat terhina, kau mengatakan kami berselingkuh padahal jelas kami sudah menikah, dan lihat siapa yang berselingkuh sekarang dan kau punya seorang anak rahasia? Wahhh kau hebat ya Dita?” ucap Caca sambil tersenyum merendahkan Dita.
Gadis itu terdiam masih dalam posisi membelakangi mereka dengan menggenggam tangan Asher dia berdiri dengan rahang mengeras. Tidak pernah terpikirkan olehnya kalau sahabatnya justru jadi orang paling terdepan yang melukainya berkali kali.
Dita memang tidak terlihat sedih atau terpukul karena dia menutupinya dengan baik. Tetapi asher yang juga mengalami hal yang sama menyakitkannya. Dia juga tahu rasanya dikhianati dan ditinggalkan orang yang dia sayangi tepat ketika sangat mencintainya.
Asher merangkul bahu gadis itu,” Ayo sayang, jangan ladeni mereka, sampah seperti mereka tidak pantas di ajak bicara,” ucap Asher sambil menatap mereka dengan tatapan merendahkan.
“ si.. sial ka.. kau .. beraninya kau keparat Miskin!” teriak Benny kesal.
Asher hanya melenggang membawa Dita bersamanya sambil mengangkat jari tengahnya pada mereka berdua,” sampah ya sampah, sana kembali ke tempat sampah dasar limbah masyarakat!” ketus Asher.
Dita terkejut, dia menatap Asher. Gadis itu memang tidak peduli dengan keduanya, karena baginya sekali merkea berkhianat dan jelas melakukannya di depan mata gadis itu maka nilai mereka tak ada lagi di mata Dita.
“sialan, gadis sialan itu arrkhhh!” Caca menggeram kesal.
“ sayang apa kau kenal pria itu? “ tanya Caca.
“ Caca sayang apa kau tidak kenal dia? Pria itu adalah satpam di perusahaan tempat kita bekerja, dia hanya seorang Satpam yang bergabung dengan pegawai rendah seperti Dita, Dia satpam di perusahaan pusat, kau pasti pernah melihatnya saat ada meeting di perusahaan pusat, bukankah mereka sangat cocok?” tanya Benny.
Caca terkejut, karena tidak menganggap satpam sebagai manusia, dia tidak memperhatikan kalau pria itu adalah satpam tinggi yang biasa wara wiri di perusahaan tempat mereka bekerja.
“ Wahh sekalian saja, kita buat bajingan itu kehilangan pekerjaannya!” ucap Caca.
“ Nah itu dia, makanya kita harus segera menemukan file itu sebelum benar benar menghancurkan Dita dan pria berengsek itu!”
“ kau juga sih, bisa bisanya menyerahkan file sepenting itu paa Dita, apa kau tidak takut? Isinya kan trans...hempkkhh” Caca berhenti bicara saat Benny menutup mulutnya dnegan tangan pria itu sedikit.
“ Sstthhhh jangan keras keras, sebaiknya kita bicarakan ini dan rencana selanjutnya di rumah. File itu sangat penting, jika sampai ketahuan kita bisa habis Ca, makanya kau harus cepat hamil agar papa dan mama mendukung kita untuk mendirikan perusahaan kita sendiri,” ucap Benny.
Caca mengangguk,” aku paham, itu artinya malam ini juga kita harus melakukannya bukan?” ucap caca sambil mengedipkan sebelah matanya yang membuat Benny terkekeh sambil memeluk perempuan yang sudah jadi istrinya itu.
Mereka berjalan keluar dari gedung rumah sakti itu. Pulang menuju rumah mereka yang mewah.
File berisi transaksi gelap antar perusahaan tempat mereka bekerja dengan rival mereka. Benny adalah kepala bagian produksi. Beberapa kali dia melakukan penyelundupan barang masuk ke perusahaan dan menjualnya ke perusahaan lain yang memberikan tawaran harga yang tinggi lalu mengganti bahan bakunya dengan bahan murahan.
Selain itu beberapa program tim produksi dia bocorkan ke perusahaan lain untuk mendapatkan pembayaran yang tinggi. Dan lebih kejamnya lagi Benny berusaha untuk menjatuhkan perusahaan itu, dia memang cerdas dan hebat dalam pekerjaannya tetapi karena cinta uang dan hidup hedon, dia menghancurkan segalanya.
Dia mengkhianati perusahaan tempat dia bekerja, mengkhianati Dita yang tidak bisa dai sentuh untuk segera mendapatkan anak karena itu syarat utama dari orangtuanya agar dia menerima harta warisan mereka. Lalu, berniat membangun perusahaannya sendiri dengan menggunakan ide dari perusahaan di mana dia bekerja.
Jahat!
Dia memanfaatkan semuanya, termasuk Caca untuk mengkhianati perusahaan dan mempertaruhkan karirnya.
Setelah kepergian mereka, Dita tampak duduk merenung di depan inkubator bayi tampannya. Dia lalu berdiri dan menatap bayi itu dengan mata berkaca-kaca. Hatinya begitu hancur, bukannya menyesal dengan perbuatan mereka, keduanya malah semakin menekan Dita bahkan mengusik kehidupan gadis itu sesuka hati mereka.
Asher menatapnya, dia paham rasa sakit itu meski tidak seluruhnya. Berjalan mendekati gadis itu dan menepuk bahunya.
" Heh mak Lampir kenapa melamun nanti kesurupan!" celetuk Asher sambil menepuk bahu Dita yang sedang melamun.
Gadis itu masih diam, dia tak berbicara, tidak cerewet bahkan tidak membalas ucapan Asher seperti basanya, hanya diam melamun menatap bayi laki laki itu.
" Dita? mak lamp? Ayolah apa hanya karena dua orang tadi kau terdiam begini? ahhh kau kalah.." ucap Asher mencoba menggoda gadis itu sambil menyenggol lengannya.
Tiba tiba dita terduduk dan memeluk kedua kakinya, gadis itu menangis sesenggukan tapi menahan agar suaranya tidak terdengar.
"Hiks hiks hiks... mereka jahat... mereka sangat jahat!" ucapnya dengan air mata yang akhirnya tumpah setelah di tahan sekian lama.
Sesak rasanya, sakit dadanya, perih hatinya. Sungguh sebuah momen mengerikan yang tidak ingin dia ulang di hidupnya.
Gadis itu terisak isak, akhirnya punggung yang berusaha untuk terus bertahan dan tetap terlihat kuat itu, jiwa yang pura pura bahagia itu menunjukkan aslinya.
Dita tertawa di luar, membuat bahagia rang di sekitarnya, terlihat sangat kuat dan cuek tetapi kenyataannya dia hancur di dalam. hancur lebur karena perbuatan bejat pria yang sangat dia cintai dan sahabat yang sangat dia sayangi.
Gadis itu menangis sesenggukan, dia duduk memeluk dirinya sendiri, sangat lelah dan menyedihkan.
Asher menghela nafas,d ia berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan gadis itu dan menatapnya," Menangis pun tak ada gunanya, dasar cengeng!"
Dita menatap pria itu dengan mata sembabnya sambil cemberut," dasar dungu! bukannya di tenangkan malah di ejek, pria batu! pria dingin!" ketus Dita sambil menangis semakin histeris.
Asher menatapnya, dia menghela nafas," haihh... sini, menangislah di sini,"ucapnya sambil menarik gadis itu ke dalam pelukannya.
" terkadang menangis di pelukan orang yang tidak tahu apa apa tentang dirimu lebih baik dan lebih puas, menghilang tak apa," ucap Asher sambil membawa gadis itu berdiri.
Asher memeluk Dita dan menepuk nepuk punggung gadis malang itu.
Dita melampiaskan kesedihannya dan menangis sesenggukan di pelukan orang asing. Dia sangat tersiksa dengan rasa sesak di dadanya, rasa sakit di hatinya.
" Memang berat, dikhianati orang yang sangat kita cintai, sangat berat, tapi kejadian ini membuatmu sadar bahwa bukan dia orang yang tepat untukmu mak lampir" ucap Asher.
" Terkadang Tuhan menghancurkan hati kita sampai sehancur hancurnya untuk membuka mata kita bahwa orang yang sangat kita cintai ternyata bukan orang yang tepat untuk kita,"
" Bisa saja orang itu malah membawa kita meninggalkan Tuhan kita, menghancurkan hidup kita lebih dari apa yang terjadi saat ini, satu satunya yang bisa kau lakukan adalah menjadi lebih baik dari mereka, balas dengan cara yang elegan," ucap Asher masih menepuk nepuk punggung gadis itu.
Dita tidak merespon, di saat yang sama, Asher mendengar suara dengkuran halus dari gadis itu, tangannya jatuh ke bawah dan terlelap dalam pelukan Asher.
" hahhaha.. dasar kerbau air, dia tidur ternyata," Asher tertawa melihat dita yang malah terlelap begitu cepat .
" Terimakasih Asher," gumam Dita.
Sementara itu di luar pintu ada tuyul jembatan Layang yang sedang mengintip dari balik pintu," Wadaw momen langka, momen langka harus di abadikan dan kirim ke tante, hihihi mampus kau Asher..." Ryan tertawa cekikan sambil memotret Asher dan Dita.
.
.
.
Like, vote dan komen