Saundara kembarnya yang menjadi penguasa di negara lain menemuinya dengan kondisinya yang kini menggunakan kursi roda . Saudaranya terluka parah dan harus melakukan terapi namun di saat bersamaan dia sudah berjanji untuk menikahi kekasihnya.
Stefan datang memberikan kontrak pada saudara kembarnya steven dan menyuruhnya menikahi kekasihnya menggantikan tempatnya sampai dia sembuh. "Kau gila dia kekasihmu?,kenapa aku harus menikahinya"
Kartika gadis cantik ini akhir nya menikah, namun dia merasa suaminya berbeda dari biasanya.
Apakah kartika akan tau yang sebenarnya, apa yang akan terjadi Bagaimana kisah selanjutnya, akankah ada kisah cinta segitiga ,takdir apa yang terjadi pada kisah mereka .
Terus baca dan kalian akan tau akhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Kartika membuka matanya seperti nya sudah pagi lagi, dia seperti nya terlalu lama tertidur entah karena efek obat dokter ataukah karena keadaan tubuhnya.
Kartika merasa sesuatu yang berat tengah menimpa tangannya, Kartika baru sadar ternyata Suaminya berada di sampingnya dengan menggenggam tangannya erat, tanpa sadar bibir Kartika tertarik dia tersenyum air matanya perlahan mengalir di pipinya air mata bahagia, karena bagaimanapun setelah menikah Kartika kehilangan rasanya di manjakan oleh suaminya "Rasanya ingin waktu berhenti di sini" Ucap Kartika menatap wajah suaminya yang tengah terlelap. "Terimakasih" Kartika mengusap pucuk kepala suaminya yang sedang tertidur itu namun tiba-tiba tangannya di pegang erat dan suaminya terbangun. "Auu" Rintih Kartika membuat Steven yang baru bangun langsung menatap Kartika.
Steven segera melepaskan tangan Kartika untung saja dia belum sempat memuntir tangan Kartika kalau itu sudah terjadi tangan Kartika dalam bahaya. "Apa yang kau lakukan? " Menatap Kartika tajam.
Senyuman di wajah Kartika sirna suaminya kembali bersikap dingin, Kartika pikir suaminya sudah kembali seperti dulu tapi ternyata itu hanya angan Kartika semata, Kartika mencoba untuk tidak menangis karena jika air matanya jatuh kali ini bukan air mata bahagia namun air mata kesedihan dan kecewa. "Maaf" Kartika tidak ingin lagi berdebat Kartika mencoba untuk menerima semua sifat suaminya itu termasuk sikap dinginnya terhadapnya.
"Untuk apa kau minta maaf" Steven merasa Kartika begitu tidak suka berbicara dengan nya berbeda saat Kartika sedang bercengkrama dengan Ravi.
"Terimakasih" Kartika hanya mengucapkan sepatah kata saja, dia sebenarnya masih belum bisa menangani sifat suaminya yang seperti berubah kepribadian.
Steven memilih untuk bangun dan pergi tanpa berkata apapun, Kartika tiba-tiba berbicara "Stefan, Apakah aku boleh bertanya? " Ucapan Kartika itu membuat Steven berhenti namun dia tidak langsung berhenti karena dia hampir lupa kalau Stefan itu adalah identitas nya sekarang.
Steven membalikkan tubuhnya dan menatap Kartika "Apa yang ingin kau katakan? " Tanya Steven yang menatap lekat Kartika membuat Kartika ragu untuk mengatakan apa yang ada di pikirannya.
"Kau mau kemana? " Kartika tersenyum terpaksa sejujurnya bukan itu yang ingin dia tanyakan 'Ternyata aku memang belum siap mendengar jawaban mu' Ucap Kartika yang sebenarnya ingin bertanya tentang perasaan suaminya kepadanya sekarang namun kalimat itu tidak bisa begitu mudah terucap dari Kartika.
"Bukan urusan mu" Jawab dingin Steven sembari berjalan meninggalkan Kartika yang hanya bisa menahan sesak dalam dirinya.
Kartika benar-benar tidak bisa bicara begitu bebas dengan suaminya sekarang, dia merasa suaminya bukanlah orang yang dia kenal selama ini. Sebenarnya Kartika bukan hanya ingin tau perasaan suaminya terhadapnya sekarang, dia juga ingin meminta tolong suaminya untuk mencari jawaban dari semua pertanyaan dalam pikiran nya namun melihat sikap suaminya sekarang Kartika merasa takut dan segan karena wajah datar dan tatapan dingin Suaminya itu.
Steven berjalan ke luar, Steven hampir lupa tentang kebiasaan nya karena berperan sebagai saudara kembar nya. "Ravi kau tunggu di sini " Ucap Steven yang mendapat anggukan dari Ravi "Tunggu di sini! " Steven mengulangi ucapannya seperti memberitahukan dengan tegas untuk Ravi tidak masuk ke dalam ruangan Kartika.
"Saya mengerti" Ucap Ravi mengangguk.
Steven berjalan ke area khusus untuk merokok, Steven mengambil rokoknya dan siap menyalakan nya "Hah, aku sampai lupa" Ucap Steven yang sebenarnya tidak pernah bisa lepas dari rokoknya tapi beberapa hari karena berperan sebagai saudara kembarnya yang tidak merokok dia hanya merokok beberapa kali di negara saudaranya itu.
"Huh, melelahkan" Ucap Steven yang tanpa sadar teringat kenangan yang baru saja terjadi dengan nya dan Kartika namun Steven segera menghapus ingatan yang melintas itu "Ada apa denganku" Pertanyaan itu entah sudah berapa kali terucap dari bibir Steven.
Sedangkan seperti pagi biasanya dokter dan perawat mengecek keadaan Kartika sekaligus memberikan obat untuk nya.
"Dokter kapan saya bisa pulang? " Tanya Kartika.
"Kita lihat perkembangan nya dulu, jika kondisi anda tetap stabil seperti ini mungkin besok atau lusa anda sudah bisa pulang" Ucap dokter itu.
"Tidak bisakah sekarang dokter? " Tanya Kartika.
"Nona karena kejadian kemarin saya perlu memantau lagi kondisi anda" Ucap dokter itu lagi.
"Baiklah saya mengerti" Ucap Kartika kecewa doa terlihat sangat bosan bahkan dokter itu tau dan merasa simpati terhadap Kartika.
"Nona tidak bisa pulang tapi anda bisa berjalan-jalan di sekitar taman rumah sakit hari ini" Ucap dokter
"Benarkah dokter"
"Tentu "
Kartika terlihat bersemangat karena ucapan dokter itu "Tapi sebelumnya harus minum obat terlebih dahulu" Ucap dokter itu ramah.
"Baiklah dokter" Ucap Kartika tersenyum.
Dokter itu keluar meninggalkan perawat yang membantu Kartika untuk minum obat, dokter itu merasakan perasaan familiar saat bersama Kartika dokter itu pun merasa aneh dengan itu namun tidak mengambil pusing.
Dokter keluar dari ruangan Kartika, Ravi dengan sigap berdiri dan menghampiri dokter itu "Dokter bagaimana keadaan nya" Tanya Ravi.
"Keadaan nya stabil namun seperti nya nona Kartika merasa bosan, anda bisa membawanya berjalan-jalan di sekitar taman rumah sakit" Setelah mengatakan itu dokter langsung pergi, tak lama setelah itu perawat keluar.
"Tuan saya sudah menyiapkan kursi rodanya" Ucap perawat itu menundukkan kepala kemudian pergi.
Sedangkan Ravi hanya bisa terpaku melihat pintu yang sedikit terbuka itu dia teringat ucapan tuannya yang menekankan dia untuk tetap di tempat nya sekarang "Apakah aku harus masuk, atau tidak, masuk tidak masuk akhhh hhh hhh hhh hhh" Ravi merasa bimbang dia mengacak rambutnya dia seperti nya bingung sendiri.
Namun saat kebingungan melanda Ravi ada suara yang terjatuh dari dalam kamar Kartika membuat Ravi yang sudah di depan pintu tentu mendengar nya karena pintu yang tidak tertutup rapat itu "Nona" Ucap Ravi yang akhirnya masuk dan melihat Kartika yang berada di pinggir tempat tidur ternyata yang terjatuh adalah gelas yang tidak sengaja tersenggol oleh Kartika saat berpegangan ingin berpindah ke kursi roda.
Kartika ingin membereskan pecahan gelas itu tapi Ravi melarang Kartika dan Ravi membereskan sendiri pecahan gelas itu, membuat Kartika merasa tidak enak "Maaf kak" Ucap Kartika lembut.
"Tidak masalah Nona" Ucap Ravi.
"Panggil aku Kartika saja" Ucap Kartika membuat Ravi mengangguk.
"Apa kau ingin jalan-jalan? " Tanya Ravi yang mendapat anggukan Kartika
"Iya, bisakah kak Ravi membawaku pergi jalan-jalan "
"Tentu" Ucap Ravi kemudian membantu Kartika berpindah ke kursi roda, Ravi seperti nya lupa dengan peringatan Steven tadi.
Ravi akhirnya mengajak Kartika ke taman rumah sakit, karena masih pagi tentu udara masih terasa segar.
Ravi dan Kartika masing-masing terdiam sejenak melihat pemandangan taman yang indah di penuhi banyak bunga.
Tiba-tiba Kartika menarik nafasnya dan berkata "Kak Ravi bolehkah aku minta tolong? " Ucapan Kartika itu membuat Ravi melihat ke arah Kartika
lanjutlah thor
Ngk mauuu aku ngk terimaaa.. lanjutinnn pokoknya buat Kartika idup walau di pulau lainnn... yg pting idupppp
Kyak Ayana yg ketemu lagi dan bawa ank nya bt jumpa ayahnya....
goo lakun kan yg sama bt Kartika kembali pada Stevan dan biar clear ending bahagiaaa... okk Thorrrr
nihhh permintaan rederrmu yg paling SETIA😀... tahun ke 5 aku selalu setia bt muu adek kece.. gogogo lanjuttttt semangatttt othorr yuniarrrr✊🏻♥️
Goo kejar. dia STEV.. jgn biarkan Kartika dalam kekecewaan yg mendalam
dan kau stef.. sekarang km bisa melihat sendiri kan akibat ulah mu...
plis jangan meninggal dong lanjut thor 😭😭
Sekarang apa pun yg km bilang hanya kejujuran tp.luka itu kecewa itu,kepercayaan yg Kartika berikan,janji yg Kartika pegang sekarang hancurrr... dan ituh karena ide bodohhhh mu steff... 🙄
Kau harus paham itu stev