NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan

Status: tamat
Genre:Berondong / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:27.4k
Nilai: 5
Nama Author: Azellea Rensima

Kanaya Allea Yuna,harus menerima kenyataan bahwa ia kehilangan karier yang selama ini ia peroleh dengan susah payah hanya karena sifat pendendamnya.
Kejadian itu bermula saat Allea tak sengaja bertemu dengan seorang pria galak yang memarahinya karena sebuah kesalahan yang sama sekali tidak dibuat olehnya.

Akibat kejadian itu,Allea menyimpan dendam kesumat pada pria itu dan berjanji akan membalas jika kelak mereka bertemu.
Dan seperti sebuah takdir,Allea benar-benar di pertemukan lagi dengan pria itu dan pembalasan dendam pun tak terelakkan.

Namun sayangnya,dendam yang akhirnya terbalas itu membuahkan karma yang tak main-main.
Allea terjebak dalam bencana,ternyata pria yang ia benci tadi adalah anak dari majikan tempatnya bekerja saat ini. Dan sialnya lagi akibat kejadian itu,Allea kehilangan pekerjaannya dan terpaksa harus menjadi pembantu di rumah pria arogan tersebut.
Bagaimanakah nasib Allea setelahnya,akankah ia mampu bertahan dengan nasib buruknya? Ikuti kisah ini....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azellea Rensima, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musibah Terbesar

Tetesan air dingin yang terasa membasahi wajahnya membuat seorang gadis cantik yang semalaman ini menjalani hukumannya hingga tertidur akhirnya kembali harus di paksa membuka kelopak matanya yang masih terasa sangat berat untuk di buka.

"Euggh.." Lenguhnya sambil mengusapi wajahnya yang basah.

"Apa atap kontrakan bocor??" Gumamnya dengan suara serak.

"Byur..."

Kini bukan hanya tetesan lagi,tapi gilanya guyuran deras terasa membasahi wajah Allea membuat nyawa gadis itu seketika di bawa paksa untuk masuk kembali ke raganya.

"A..apa yang terjadi??" Pekiknya sambil bangun dari posisi tidur duduknya itu.

"Hah,akhirnya kau bangun juga. Ku pikir tadi kau sudah mati. Tidur dengan posisi telungkup dan tak merespon sedikitpun saat aku mengguncang badanmu. Hampir saja tadi ku panggilkan orang untuk menggali kuburmu di belakang rumahku."

Mata gadis itu seketika membulat sinis disertai tatapan tajam. "Apa katanya? Menggali kuburku? Apa dia ini psikopat? Dia pikir siapa dia hah? Bisa-bisanya berencana melenyapkan nyawa manusia secantik diriku. Dasar!!"

Batin Allea tak bisa menahan dirinya untuk tidak mengumpati Arrel yang menurunya kelewat kurang ajar itu.

Buru-buru Allea berdiri dari posisinya kemudian melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangannya.

"Pukul tujuh lewat sembilan belas menit." Batin Allea.

"Aku harus segera keluar dari rumah setan ini." Batinnya lagi sembari mengambil ancang-ancang untuk pergi tanpa pamit.

Dan detik berikutnya,Allea berjalan menerobos tubuh Arrel hingga pria itu sedikit mundur beberapa langkah ke belakang.

"Hei,mau kemana kau?" Teriak Arrel dengan nada tinggi sembari mengejar Allea dan menghadang langkah gadis itu dengan cepat menggunakan tubuhnya yang tegap dan tinggi.

"Bruk.." Karena tidak bisa mengerem larinya,Allea akhirnya menabrak tubuh besar Arrel membuat tubuh mungilnya hampir terjengkang. Untung refleks Arrel bagus,buru-buru pria itu menangkap tubuh mungil Allea dan merapatkannya dengan cepat ke dadanya.

Tindakan Arrel sukses membuat Allea ingin pingsan lagi.

"Kurang ajar!! Berani-beraninya dia membuat jantungku ini berdebar kencang! Dasar titisan buaya rawa!" Umpat Allea dalam hati.

"Mau kemana sih?" Suara Arrel terdengar seperti meledek di telinga Allea membuat gadis itu mengangkat kepalanya dan menatap Arrel dengan tatapan berkaca-kaca dan memelas.

"T..tuan,ampuni saya. Saya benar-benar harus pulang. Siang nanti saya akan mencari pekerjaan lagi. Bisa habis uang tabungan saya kalau saya tidak segera bergerak mencari kerja."

Arrel menatap sinis gadis yang tingginya di bawahnya itu.

"Mencari kerja katamu? Memang kau pikir masih ada tempat yang mau menerima mu bekerja? Kau lupa kalau hampir di seluruh tempat namamu sudah di blacklist jadi tidak akan ada lagi tempat yang mau memberi lowongan kerja padamu."

"Lagipula setelah ku pikir-pikir,daripada kau mencari kerja di tempat lain lebih baik kau menjadi babuku saja di sini. Bagaimana menurutmu? Bukankah itu lebih baik? Ya setidaknya selain mendapatkan tempat tinggal yang bagus,kau juga berkesempatan untuk bertemu ku setiap hari. Bukankah itu anugerah?"

Mulut Allea menganga tanpa bisa dikontrol mendengar ucapan kurang ajar yang baru saja keluar dari bibir Arrel itu.

"Anugerah katamu?? Tuan asal kau tau,dari awal bertemu denganmu itu adalah awal musibah terbesar yang pernah aku alami dalam hidupku!!"

"Apa katamu??"

Giliran Arrel yang menganga tak percaya dengan ucapan Allea barusan. "Sial! Apa katamu tadi? Bertemu denganku adalah musibah?"

"Iya!!" Allea menjawab dengan lantang dan berani.

"Kau,adalah MUSIBAH terbesar yang pernah aku temui. Masih kurang jelas? Apa perlu ku ulangi lagi?"

Kini Allea mengangkat satu tanyannya dan bersiap menuding tubuh tinggi itu dengan tangannya. Bertengkar dengan Arrel membuat ia kehilangan kewarasannya.

"Kau..!!"

"Cukup Allea! Kau pikir siapa dirimu hah?"

Arrel menahan tangan Allea sekaligus mencengkram pergelangannya membuat Allea meringis kecil.

"Katamu bertemu dengan ku adalah musibah terbesarmu,iya kan?"

Allea masih mengangguk dengan sisa-sisa nyalinya.

"Iya..,mem..."

"Akan ku tunjukkan padamu apa itu MUSIBAH yang sebenarnya!!"

Arrel berkata sambil mempererar cengkeramnya di tangan Allea dan membawanya keluar dari perpustakaan pribadi tempat ia mengerjai Alles tadi malam.

"Tuan lepaskan aku..,kau mau bawa aku kemana?" Tanya gadis itu takut.

Arrel tak menjawab,rahang pria itu mengeras. Ia terus menyeret Allea hingga sampai ke depan pintu keluar.

Baru saja hendak memutar handle pintu,seseorang dari depan tiba-tiba saja mendahului pergerakan Arrel.

"Ceklek.." Pintu terbuka bersamaan dengan munculnya wajah Diana dan William yang kini menatap heran ke arah Arrel dan Allea.

"Ma..mama?" Arrel terdiam kaku seketika dan tanpa sadar melonggarkan cengkeramannya dari tangan Allea namun tidak benar-benar melepaskannya.

"Mau kemana?" William terlebih dahulu membuka suaranya saat melihat Arrel yang kini masih menggenggam pergelangan tangan Allea.

"E..,itu. Arrel mau.."

"Ibu tolong,saya mau di mutilasi sama tuan Arrel."

Mata Arrel seketika membulat,ia menolehkan kepalanya ke arah Allea dengan tatapan tajam.

"Mana ada!!" Bentaknya tak terima dengan tuduhan Allea barusan.

"Ada..." Allea berkata sembari menggerak-gerakkan tangannya mencoba lepas dari cengkeraman Arrel.

"Arrel.." Sebuah suara lembut namun tajam diiringi capitan di perurnya berhasil membuat Arrel memejamkan matanya seketika."

"Awww.."

"Siapa yang ngajarin kamu ngasarin perempuan??"

♡♡♡

Lima menit kemudian...

Arrel duduk di sofa ruang tamu rumahnya itu dengan mulut komat-kamit.

Sementara itu,di hadapannya ada kedua orangtuanya yang tengah fokus mendengar cerita Allea yang dibuat menye-menye.

Sesekali Arrel menyeletuk geram saat mendengar Allea melebih-lebihkan cerita terutama tentang Arrel yang mengerjainya.

"Dasar cepu! Cih mainnya aduan. Cih generasi cepu. Cepu sejak dini!" Umpat Arrel dalam hati sembari menatap tajam ke arah Allea yang masih terus bercerita dengan sesekali pura-pura menjatuhkan air mata seolah Arrel benar-benar menganiayanya semalam. Padahal memang iya sih,sedikit.

"Ekhmm." Deheman Diana seketika membuat Arrel yang tadi masih mengawasi Allea dengan mata elangnya,mengalihkan pandangannya ke arah sang mama dan menatap mamanya heran.

"Kenapa ma? Tenggorokannya kering? Perlu Arrel ambilin minum?" Tanyanya memastikan.

Diana menggeleng. "Gak makasih. Mama mau bicara serius sama kamu di sini."

"Hah? Perihal apa?" Tanya Arrel heran.

Dalam hati ia membatin. "Curiga nih,jangan-jangan.."

"Mulai besok pagi Allea kerja di toko kue mama. Berhubung di dekat rumah kamu ini ada cabang toko kue mama. Jadi maunya Allea yang pegang tokonya,dan biar gak jauh berangkatnya dia bakalan tinggal di rumah ini. Kamu kalau gak mau serumah sama Allea kamu pindah aja ke apartemen lamanya Zee. Dari sana kan dekat juga ke kantor papa kamu,iyakan?"

Arrel menatap mama dan papannya dengan tatapan tak percaya.

"Yang beneran ajalah!!"

♡♡♡

1
Riawan Fitri
kk dikit baget kak. udah lama nunggu up nya lagi.
Riawan Fitri
ini kok lama bgt gk up sih kak.
Azellea Rensima: lagi review ya kk. sabar menunggu dan terimakasih udah mampir hehe😊🖤
total 1 replies
Riawan Fitri
up lagi kak.
Riawan Fitri
lanjut kak.
Winda Utami
Kak author semangat!! jangan lupa istirahat dan liat yang seger-seger biar ga pusing nulis next bab!
Azellea Rensima: keysip. Mksh kak♡♡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!