Perjuangan seorang CEO dingin dan suka gonta ganti wanita, yang jatuh hati pada wanita cantik beranak satu yang penuh misteri.
penasaran dengan kisah mereka. ayo baca ceritanya.
Jangan lupa like and comment.
kritik dan saran dari pembaca sangat di hargai.
Follow me on :
Instagram @agistawulur
Facebook @Derry Agista Wulur
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Derry Agista Wulur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 13
Saat Felix dan Bunga sedang serius membicarakan tentang sebuah misi, ada sepasang mata yang dari tadi menatap ke arah mereka dengan tatapan yang tajam.
"Honey, kamu lagi ngeliatin apa sih ?"
Maya menggandeng tangan Alex dengan manja dan mencari apa yang sedang Alex tatap dengan seriusnya.
"Bukan apa - apa kok, aku kira tadi aku melihat teman lamaku, tapi ternyata aku salah orang."
Alex menatap maya dan tersenyum.
"Oh,.kalau begitu ayo pergi, aku ada pemotretan pagi ini."
Maya berdiri dari duduknya dan menarik tangan Alex.
"Oh,. oke."
Alex berdiri dari duduknya sambil sesekali dia manatap ke arah Bunga dan Felix. Karena lokasi pemotretan Maya tidak jauh dari caffe tadi, mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai.
Sesampainya di lokasi pemotretan Maya langsung turun dari mobil Alex, dan berjalan masuk ke lokasi pemotretannya. Melihat Maya sudah masuk, Alex langsung pergi menuju ke kantornya, selama perjalanan pikirannya di penuhi pertanyaan siapa laki - laki yang bersama Bunga di caffe tadi, entah kenapa Alex tidak senang melihat Bunfa dekat dengan laki - laki lain.
-Kenapa aku memikirkan Bunga dan laki - laki tadi sih.. aahhkk, Alex kamu sudah gila ya-
Alex berbicara dalam hatinya sambil menggeleng - gelengkan kepalanya agar tidak memikirkan hal itu lagi. Alex akhirnya sampai di kantornya, saat dia berjalan ke ruangannya Arya sudah menunggu Alex di depan ruangannya.
"Pak, pihak JK Companies sudah memberi balasan, dan mereka mengajak bertemu di hotel X karena CEO mereka kebetulan datang ke negara ini."
Arya menjelaskan sambil mengikuti Alex dari belakang memasuki ruangan CEO.
"Kapan pertemuannya ?"
Tanya Alex yang kini sudah duduk di kursinya.
"Dua hari lagi, jam 1 siang pak."
"Baiklah, kamu atur jadwalku di hari itu, dan siapkan semua yang di butuhkan untuk pertemuan nanti."
"Baik pak, saya permisi."
Arya berjalan keluar menuju meja kerjanya untuk mengatur jadwal Alex dan mempersiapkan dokumen dan hal lainnya yang di butuhkan untuk pertemuan mereka dua hari lagi.
----
"Felix, aku pergi dulu. Aku sudah terlambat membuka toko ku."
Bunga berdiri dari duduknya dan bersiap untuk pergi.
"Baik kapten, aku akan kirimkan alamat kami."
"Mmhhmmm."
Jawab Bunga sambil menganggukkan kepalanya dan berjalan pergi meninggalkan Felix.
Sebelum pulang ke rumahnya, Bunga mampir ke perkebunan bunga untuk membeli beberapa bunga segar yang baru di panen karena ada beberapa bunga di tokonya yang sudah kosong dan sudah mau habis. Setelah selesai membeli bunga, Bungapun langsung kembali ke rumahnya dan cepat - cepat membuka tokonya karena jam buka toko sudah terlambat dua jam.
"Selamat datang, mau cari bunga apa bu ?"
Tanya Bunga sopan pada pelanggan paruh baya yang baru saja masuk ke tokonya.
"Tolong bungkuskan bunga lili."
Maya berkata sambil tersenyum hangat pada Bunga.
"Tunggu sebentar bu,. ini silahkan duduk di sini sambil saya mempersiapkan bunganya."
Bunga memberikan kursi pada Maya dan supir Maya yang juga ikut masuk ke dalam.
"Terima kasih."
Maya dan supirnya duduk dan Bunga hanya membalasnya dengan senyum yang ramah.
Maya terus memperhatikan Bunga saat Bunga sedang fokus menyiapkan bunga pesanannya dan sesekali Maya tersenyum. Bunga yang sadar sedang di perhatikan, hanya bisa berpura - pura tidak mengetahuinya karena Bunga tahu Maya tidak memiliki niat jahat saat memperhatikannya.
"Ini bu bunganya."
"Ah., iya, terima kasih banyak." Maya mengambil bunga itu dan memberikan kartu kepada Bunga untuk membayar.
"Ini bu kartunya, terima kasih sudah membeli bunga di sini."
Bunga membungkung sambil mengucapkan terima kasih dan tersenym manis kepada Maya. Maya hanya membalas dengan senyuman dan pergi berjalan keluar dari toko Bunga.