Tepat di usia pernikahan yang ke lima, diceraikan oleh suami yang selama ini dicintainya hanya karena tidak bisa hamil. Namun dia tiba-tiba hamil setelah perceraian itu datang...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Angela Hamil
Kring!!! Kring!!! Kring!!!
Suara dari telepon yang terus berdering itu membuat diriku menjadi sangat marah karena hal itu membuat kepalaku menjadi lebih sakit lagi. Semua yang aku inginkan hanyalah untuk berbaring dan melanjutkan tidurku. Karena selama ini aku begitu sulit untuk tidur nyenyak dengan alasan yang aku sendiri tidak tahu kenapa.
Rasa sakit di kepalaku semakin kuat, begitu juga dengan tubuhku yang terasa begitu sakit seolah aku menghabiskan malam dengan melakukan pekerjaan yang sangat berat. Padahal sebenarnya aku tidak mungkin melakukan pekerjaan yang berat mengingat aku yang begitu mabuk semalam.
Tatapan mematikan ku langsung tertuju pada meja di mana suara telepon itu terus berdering dan itu sangat menyebalkan bagiku. Aku berpikir siapa orang yang terus-menerus menelpon untuk mengganggu ku. Apakah ada berita buruk yang akan aku terima?
Apakah aku harus menjawab panggilan telpon itu atau tidak? Aku merasa bimbang dan pada akhirnya aku pun memutuskan untuk menjawab panggilan telepon itu.
Aku berusaha dengan keras menggerakkan jemari ku untuk menggapai telepon yang terus berteriak dengan keras itu di atas meja. Perasaanku yang tengah senang dikacaukan dengan panggilan telpon yang datang pagi-pagi seperti ini dan panggilan itu tidak akan berhenti sebelum aku melempar telepon itu dari jendela karena amarah yang ada di dalam diriku.
Aku perlahan mengusap mataku dan membukanya perlahan saat tidak ada apapun dihadapanku. Tapi suara wanita yang menyapa telingaku dari seberang telepon membuatku membeku.
Apakah ini adalah telepon yang salah sambung atau ada seseorang yang sedang mengerjai aku? Atau jangan-jangan ini merupakan telepon dari seseorang yang diculik dan meminta tebusan kepadaku.
Ya Tuhan, aku harap tidak seperti itu karena aku tidak punya uang untuk diberikan kepada penculik untuk membebaskan seseorang.
"Ya Tuhan, Mas Al, kenapa kau tidak menjawab panggilanku dari tadi? Kemana saja kau sepanjang malam?" Ucap seorang wanita dengan sangat keras dari seberang telepon yang hampir merusak gendang telingaku.
Suara detak jantungku semakin cepat saat aku bisa mengenal dengan jelas bahwa suara itu adalah suara milik dari Angela, wanita simpanan suamiku. Sangat mudah bagiku untuk mengenali bahwa suara itu adalah miliknya. Sejak aku sering mendengar suaranya yang terus menghantui aku, bahkan dalam tidurku sekalipun. Aku bahkan masih mengingat bagaimana dia menyebut aku sebagai wanita jelek.
Jemari ku yang gemetar menekan tombol speaker saat aku memegang telepon itu di depan mataku. Dan kemudian aku menyadari bahwa telepon itu bukanlah milikku, tapi itu adalah milik Mas Al.
Ini adalah suatu kesalahan pertama yang terjadi sejak kami memiliki ponsel yang sama dan ini terjadi karena ringtone kami juga menggunakan nada yang sama.
'Apakah ini artinya Mas Al menghabiskan malam nya bersamaku?' pikirku.
Melihat kondisi tempat tidur dan beberapa bagian tempat tidur yang tampak kusut menandakan bahwa Mas Al pasti tidur di sini semalam.
'Lalu, apakah kejadian yang tadi malam itu bukan hanya sebuah mimpi seperti yang aku pikirkan?'
Aku hampir saja terkena serangan jantung setelah mataku melihat ada seonggok pakaian yang tergeletak di lantai dan dengan begitu mudah, aku bisa mengenali bahwa itu adalah pakaian milik suamiku.
"Sialan kau Mas. Kenapa kau tidak menjawab aku? Apakah kau sudah begitu tuli." Umpat Angela.
"Bajingan kau Mas Al." Teriak Angela lagi yang membuat alis ku mengkerut.
Ucapan Angela itu membuatku hampir saja kehilangan kontrol diriku untuk membalas mengutuk dirinya karena sudah menyumpahi Mas Al. Aku saja yang sebagai istrinya selama 5 tahun tidak pernah sekalipun berkata kasar kepadanya.
"Aku hamil Mas, dan kau adalah ayah dari anak yang ada dalam kandungan ku ini." Ucap Angela lagi.
Ponsel itu langsung terjatuh begitu saja dari tanganku, setelah mendengarkan kenyataan yang diucapkan oleh Angela. Rasanya seperti sebuah bom yang terjatuh tempat di depan wajahku dan membuat aku mematung sesaat.
Aku merasa mati dari dalam.
"Mas.... Halo!!! Apakah kau masih ada disana, Mas Al." Ucap Angela lagi.
Aku tidak bisa mendengar suara teriakan Angela lagi. Karena aku malah mendengar dengan sangat jelas suara detak jantungku yang seperti terjatuh ke lantai dan seolah pecah berkeping-keping di mana hanya aku yang bisa mendengarnya.
Aku tidak tahu bagaimana aku bisa menggunakan pakaianku dan langsung mengambil tas ransel ku dengan waktu yang begitu cepat sebelum aku membuat langkah keluar dari dalam kamar itu dan berjalan ke lorong hotel seperti sesosok zombie.
Rasa sakit di dalam hatiku terasa begitu sangat menyesakkan dada. Aku berjalan dengan begitu cepat sehingga aku sudah berada di dalam taksi, sebelum aku menyadari bahwa aku tidak menggunakan pakaian dalam dari t-shirt yang aku kenakan saat ini. Tapi semua itu tidak masalah lagi. Selama Mas Al sudah tidak ada didalam pandanganku, aku akan baik-baik saja.
Aku mengatakan kepada diriku sendiri untuk tidak menyerah pada suamiku untuk terus bertahan dengan seribu alasan apapun itu. Tapi sekarang aku menyadari bahwa wanita simpanan nya tengah hamil dan hal itu memberikanku satu alasan yang cukup untuk akhirnya menyerah pada kenyataan yang aku hadapi ini.
Aku tidak pernah berpikir bahwa Mas Al dan Angela akhirnya akan seperti ini.
Ini adalah kisah antara Mas Al dan Putri yang sudah berakhir. Takdir yang mempertemukan kami, tapi tidak pernah bermaksud seperti ini. Semua ini sudah cukup sebagai alasan untuk diriku yang pada akhirnya bisa melepaskan Mas Al untuk meraih kebebasan nya.
'Selamat tinggal Mas, aku melepas mu demi kebebasan mu dan demi hidupku agar bisa terlepas dari semua belenggu ini. Aku melepas mu untuk memberikan kebebasan yang selama ini kau inginkan.'
Bersambung....