Di dunia ini, kenapa selalu wanita yang di anggap mandul jika tak kunjung memiliki anak. Apakah laki-laki tak bisa mandul?
" Cantik saja tak cukup kalau tidak bisa memberikan keturunan!"
" Percuma cantik kalau kenyataannya Mandul!"
Begitu banyak Makian yang sering Ayyara Nisaka terima hanya karena ia tak kunjung hamil di usia pernikahannya yang menginjak empat tahun. Usia pernikahan yang tak terbilang lama atau sebentar.
Selama empat tahun menikah, begitu banyak luka yang Ayyara dapatkan, tetapi Ia selalu berusaha untuk mempertahankannya. Ayyara juga terus berusaha melakukan banyak cara agar bisa hamil. Namun, ketika berhasil hamil ia justru mengalami keguguran akibat pertengkaran bersama suaminya.
Bagaimana kisah kehidupan pernikahan Ayyara Nisaka selanjutnya?
Follow ig Author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 : Kecewa
Dikarenakan Ayyara menginginkan Argi untuk pergi serta tak ingin ada keributan lagi, Pak Gading langsung menyeret menantunya itu untuk keluar dari ruangan putrinya. Sementara Pak Dermawan dan Bu Atmariani pun ikut keluar.
Bu Atmariani berjalan menghampiri putranya dengan tatapan tajam penuh amarah yang membuncah. Amarah yang berasal dari kekecewaannya setelah mendengar Ayyara mengatakan bahwa pertengkaran mereka berawal dari sebuah perselingkuhan yang dilakukan oleh Argi. Meski Argi putranya sendiri, tapi ia tak membenarkan hal seperti ini terjadi dalam sebuah rumah tangga. Apalagi sampai membuat mereka kehilangan seseorang yang telah di nanti-nantikan selama ini.
Plak
Sebuah tamparan keras mendadat di pipi Argi.
Argi terlihat tercengang serta memegang pipinya yang memanas akibat tamparan dari ibunya.
" Ibu kecewa sama kamu, Gi!" ucap bu Atmariani.
Argi menoleh ke arah Ibunya. " Bu, Argi tidak selingkuh. Ayyara hanya salah paham karena___"
" Karena apa?" tantang bu Atmariani.
Argi tiba-tiba bingung harus mengatakannya apa tidak, pasalnya bukti noda lipstik itu memang ada. Tapi, Ia benar-benar sudah berusaha untuk menjauh dari Bila semenjak tragedi panas itu.
Namun, sebagai atasan yang baik masak ia tega melihat bawahannya pulang malam sendirian setelan ikut bekerja lembur. Di tambah lagi dia adalah seorang wanita, jadi Argi terpaksa untuk mengantarnya. Sebelum keluar dari mobil, Bila memang sempat mendekatinya untuk mengucapkan terimakasih dan perpisahan, tapi siapa sangka jika gadis itu meninggalkan bekas lipstik di pakaiannya.
" Kenapa Kamu diam? Tiba-tiba bingung mau cari alasan apalagi, begitu?" tandas Bu Atmariani dengan nada yang cukup tinggi.
" Buk, sudah. Jangan marah-marah, nanti tensi ibu naik lo." Pak Dermawan mencoba menenangkan istrinya yang tengah panas.
Bu Atmariani mencoba melepaskan tangan suaminya." Bela saja terus! Ini nih, kalau sifat bapak di turunkan ke anak, jadi begini!" kesal bu Atmariani yang tiba-tiba kembali membahas kesalahan pak Dermawan di masa lalu.
" Loh, kok jadi bapak yang kena," protes Pak Dermawan yang tak terima di bawa-bawa.
" Ya emang kenyataan! "tandas bu Atmariani seraya bergegas pergi meninggalkan suami dan putranya. Akibat tak tidur semalaman karena menjaga Ayyara, serta mengetahui putranya yanb berselingkuh membuat kepalanya berdenyut.
Jadi, wanita paruh baya itu memutuskan pergi untuk mencari udara segar karena kalau tidak, tensi darahnya akan benar-benar naik.
...***...
Keesokan paginya, Argi sudah kembali masuk ke kantor. Seperti biasanya, para bawahannya akan menyapanya tagkala melihat ia datang.
" Pagi, Pak Argi," sapa Rio.
" Pagi, Pak. Bagaimana keadaan istri bapak?" sapa Nita sebagai basa basi.
" Sudah lebih baik," jawab Argi dingin.
" Pagi Pak Argi," sapa Bila dengan tersenyum lebar.
" Pagi," jawab Argi dingin tanpa menatap ke arah Bila. Entah kenapa Argi tiba-tiba males saja menatap wajah gadis itu.
Menyadari sikap Argi yang berubah seratus delapan puluh derajat padanya, membuat Bila bingung. Apa yang sebenarnya telah terjadi?
" Mas Argi kenapa? Apa aku membuat kesalahan?" gumam Bila dalam hati.
Sementara yang lainnya terlihat sudah kembali ke meja masing-masing untuk memulai pekerjaan hari ini.
Selama bekerja, pikiran Argi sama sekali tak bisa fokus. Entah kenapa tatapan penuh kebencian serta kekecewaan dari Ayyara dan Ibunya seakan terngiang-ngilang dalam benaknya.
" Apa sebenci itu Ayyara padaku? Aku memang salah dan tak seharusnya mendorong Ayyara sampai___" tenggorokan Argi seakan tercekat jika mengingat kembali sebuah kenyataan bahwa ia telah kehilangan calon bayinya. Dan hal itu terjadi karena dirinya sendiri yang tak bisa mengontrol emosi.
Tiba-tiba, Argi sangat benci dengan dirinya sendiri yang temperamental dan mudah emosi jika hati dan pikiran sedang kalut.
Jika di pikirkan kembali, apakah kejadian ini hanya salahnya seorang? Pasalnya, Ayyara juga seharusnya tau sikon jika ia dalam keadaan penat dan lelah habis bekerja sampai larut. Jadi, ketika pulang dan langsung di tuduh habis pergi bersama selingkuhannua hanya karena ada noda lipstik di baju. Tentu saja emosi karena itu bukanlah yang terjadi.
" Ahh...!" pekik Argi seraya mengacak - acak rambutnya. Netranya tiba-tiba menatap kearah pigura foto yang berisi fotonya bersama Ayyara.
Di foto itu, pernikahan mereka masih sangat harmonis, penuh rasa cinta dan kebahagiaan. Argi mengambil foto itu, dan menatapnya begitu dalam hingga membuatnya masuk kedalam kenangan masa lalu.
" Mas, kita foto dulu ya," ajak Ayyara.
" Gak usah lah, sayang. Malu," tolak Argi yang memang tak hobi berfoto.
" Kok malu sih, Mas malu ya punya istri kayak aku?" rajuk Ayyara yang tiba-tiba merasa minder karena Argi tak mau berfoto dengannya.
Argi pun tersenyum, lalu menangkup pipk istrinya yang sudah mengembang pertanda bahwa ia mengambek.
" Nggak lah, Masak punya istri secantik ini malu sih. Yang ada, Mas itu beruntung karena kamu mau memilih Mas menjadi suamimu daripada pria lainnya yang datang melamar," terang Argi.
Meski sebelumnya mereka sudah berpacaran selama dua tahun, tapi masih saja banyak pria mapan yang datang untuk melamar Ayyara. Dari juragan kambing, juragan cabe, juragan lele, dan masih banyak lagi. Kebanyakan dari mereka memang para laki-laki yang menginginkan seorang istri yang baik, pintar masak, mudah diatur, penurut, intinya pintar mengurus rumah tangga, tidak menye-menye. Sedangkan Argi saat itu masih menjadi seorang karyawan biasa, tetapi ibunya saja yang terus memaksanya untuk segera menikahi Ayyara sebelum keduluan orang lain. Lagipula, rezeki setelah menikah itu jauh lebih banyak dan hal itu terjadi padanya. Dimana, karirnya terus menanjak selama menikah dengan Ayyara sampai sekarang sudah menjadi seorang manager.
Di saat Argi masih berlarut dalam kenangan masa lalu, tiba-tiba sebuah ketukan pintu terdengar dari luar.
" Siapa? ," jawab Argi seraya mengusap matanya yang sudah mengembun serta meletakkan foto itu kembali pada tempatnya.
Melihat Bila yang datang, membuat Argi menghela nafas lebar.
" Bila, Pak."
" Ada apa? "
"Saya mau meminta tanda tangan untuk laporan magang saya," terang Bila. Setelahnya, Argi pun mempersilahkan Bila untuk masuk.
Argi mengambil dokumen itu dari Bila dengan sikap yang masih terlihat dingin.
" Mas," lirih Bila yang sudah merubah panggilannya.
" Bila, kita sedang berada di kantor jadi saya harap kamu harus memperhatikan peraturan di sini. Dimana, saya adalah atasan kamu jadi tolong lebih sopan," terang Argi.
" Maaf, Pak."
" Kamu bisa keluar saja dulu, nanti jika saya sudah mengecek dan menandatanganinya akan saya beri tahu. "
Bila mengangguk.
Baru saja berjalan satu langkah, Bila sudah kembali berbalik karen sangat penasaran dengan sikap Argi yang begitu dingin padanya.
" Pak Argi. " Bila kembali memanggil.
" Ada apa? "
" Apa saya melakukan kesalahan? "tanya Bila yang memicu gerak tangan Argi untuk berhenti beraktivitas.
" Apa Kamu merasa berbuat salah? "Argi justru kembali bertanya membuat Bila jadi bingung mau menjawab apa.
" Sudah lah, kamu keluar saja," usir Argi yang masih malas membahas soal ini. Pasalnya, ia masih dalam keadaan sedih, bingung, penat, marah dan lain sebagainya. Jadi, Argi takut jika nantinya tak bisa mengontrol emosi, apalagi ia sekarang sedang berada di kantor. Dimana tempat yang bisa membuat namanya akan tercemar jika salah sedikit saja. .
...****************...