Luna seorang gadis remaja yang baru lulus SMA harus bekerja menjadi sorang boysitter yang mengurus tiga cowok super tampan dan harus merasakan jatuh cinta pertamanya pada cowok tampan yang super dingin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
bab 12
Danu POV
Yang terjadi saat makan malam tadi benar-benar diluar dugaan
gue bahkan enggak sadar kalau udah ninggalin begitu banyak bekas gigitan di leher Luna, dan sialnya Dimas sama Dika pake ngebahas itu semua.
Akhirnya gue sampai tersedak saat makan, untungnya Dika cepet ngasih air minum, ngeliat Luna terus di pepet sama omongan Dimas gue enggak mau bantu apapun, gue lebih milih memalingkan muka gue saat Luna melirik ke arah gue. Ya mau gimana lagi gue bingung juga mau ngomong apa, tapi yang lebih parah nya Luna berani ngomong kalau dia bakalan nabok gue pake raket nyamuk kalau gue berani gigit leher dia lagi. Jujur gue marah dengernya pas gue pelototin dia malah dia memilih kabur ke kamarnya, kayak nya Luna bener-bener perlu di kasih sedikit hukuman biar disiplin.
Malam nya saat rumah udah sepi karena adik-adik gue udah pada tidur gue berjalan menuju ke kamar Luna. Gue buka pintunya ternyata enggak di kunci.
"Dasar ceroboh!!"
Gue memasuki kamarnya yang tidak dikunci, gue lihat Luna sudah terbaring di ranjangnya terlelap dengan damai.
Gue duduk di penggiran ranjangnya, gue bergerak untuk mendekati dirinya. Gue usap lembut pipinya.
Perlahan gue mencium bibirnya,rasanya masih sama seperti pertama gue nyium dia 'manis'.
Gue terkejut karena Luna tiba-tiba membuka matnya dan mendorong badan gue.
"mmmas Danu ngapain disini?" tanya luna kaget.
Gue cuman bisa tersenyum miring sama dia karena gue juga bingung mau bilang apa.
"Buat ngasih kamu hukuman" jawab gue
"Hukuman? Maksdnya?" dia bertanya lagi.
"maksudnya ini..." gue langsung menidih tubuh nya dan menciumnya kasar, gue tahu kalau Luna bakalan berusaha meronta, makanya gue berusaha keras untuk bisa terus menahannya.
Awalnya gue cuman mau kasih dia sedikit pelajaran saja, namun gue juga kaget, saat detik berikutnya sudah menyerah dan mengikuti kemauan gue.
Iya....dia 'Luna' orang yang bisa ngerubah hidup gue.
Gue enggak pernah bisa bersikap baik sama cewek manapun kecuali mommu gue. Gue juga enggak pernah ngomong pake 'aku-kamu' kecuali ke adik-adik dan keluarga gue tapi ini juga berlaku ke dia ya... cuman dia, cuman 'Luna'
Gue juga enggak tau kenapa bisa begitu tapi saat gue pake 'gue-elo' ke dia rasanya benar-benar enggak cocok.
Yang jelas bukan karena 'cinta', karena sampai saat ini gue enggak pernah percaya sama yang namanya 'cinta' atau semacamnya.
"Mas Danu, lepassin mas Luna udah sesak nafas." pintanya nafasnya tersengal-sengal dadanya naik turun.
Sial...!!! benar-benar nguji iman gue
gue pandangi mukanya yang cantik, dia benar-benar cantik. Gue benar-benar mengagumi kecantikanya yang tanpa cela.
"Mas Danu kenapa Luna dihukum mas?" tanyanya.
"Biar kamu disiplin" awab gue singkat.
wajah Luna masih terlihat bertanya-tanya, gue cuman bisa tersenyum.
"Luna, aku mau pergi keluar kota besok. Aku cuman pengen bareng kamu malam ini." gue lihat tatapan mata Luna yang seolah mengerti apa yang gue mau tapi dia masih belum yakin.
"Aku enggak bakalan ngapa-ngapain kok cuman pengen peluk kamu ajah." ucup gue ngeyakinin dia.
Mendengar itu Luna mengangguk. Gue tersenyum senang, gue rebahin badan gue disamping Luna masuk kedalam selimutnya, gue peluk dia dengn lembut.
Entah sejak kapan gue ngerasa pengin selalu ada dia dideket gue dan mungkin itu karena ke kaguman gue sama Luna.
Iya 'kagum' hanya kagum enggak lebih.
~~>
halo readers jangan lupa like sama commentnya ya ,biar author makin semangat nulisnya 😄😄
terimakasih shayy
semoga sehat selalu
ditunggu kenakalan Dimas dan bikin Winda panas dingin,hehe
makasih cerita'y menghibur👍💝
Saya suka sama alur ceritanya
Semoga makin sukses mengeluarkan novel yang bagus
Tetap semangat 💪
Love to you ♥️😍😘