NovelToon NovelToon
Angel!!

Angel!!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:141.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Persahabatan yang dibumbui rasa cemburu! Apakah itu cinta atau hanya suatu rasa karena terbiasa bersama?!

Ndis, Jo, dan Fajar, ketiga manusia yang dipertemukan dari kecil, menjadi teman dari SD sampai beranjak dewasa mereka selalu bersama.

Hingga perasaan aneh itu muncul diantara ketiganya saat salah satu diantara mereka memutuskan untuk bersolo karir! Hah?? Apa??

Simak kelanjutan kisah mereka di sini! Angel!!

❤️KARYA INI DICIPTAKAN OLEH DFE, DILARANG PLAGIAT, MARI KITA BERKARYA BERSAMA, MENGHIBUR DAN MEMBAGIKAN KEBAHAGIAAN BERSAMA DI SINI! SALAM MENGSAD😌 ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Bertemu Lagi

"Ndis kamu bisa enggak jangan muncul tiba-tiba kayak Lampir gitu!" Menggerutu. Itulah yang dilakukan Jo untuk menutupi kegugupannya.

"Enggak usah pura-pura. Aku dari tadi ada di sini tapi kelian enggak nyadar? Malah sibuk main drama bucin. Kok pengen muntah dengernya, untung masih bisa aku tahan agar enggak muntahin kelian!" Cuek. Malah sibuk ngupil.

"Joroknya ya Allah. Jangan deket-deket aku Ndis, bisa kena biri-biri aku nanti kalau kena upilmu." Jo agak menjauh jaga jarak.

"Biri-biri? Kamu termasuk dalam spesies kambing Jo?" Lintang sudah tertawa karena kekonyolan kakaknya dan Jo.

"Itu lho, yang kekurangan vitamin B. Apa itu namanya?"

"Oowh itu black berry!" Ucap Ndis asal. Jo manyun. Lintang ngakak makin kencang.

"Lin, kamu mau sama dia?" Menunjuk ke arah Jo. Lintang tersenyum. Makin manis aja deh bocah satu ini.

"Enggak usah dijawab Lin, aku belum siap krek sekarang." Jo menunduk sok menderita.

"Aku enggak tahu mbak, aku belum pernah pacaran. Belum kepikiran buat pacaran juga, kenapa mbak?" Lintang balik bertanya.

"Ya Allah ditolak di depan mata itu pedih, akhiri sakit ini ya Allah..." Drama ikan teri terjadi di sini.

Sekali lagi, mereka hanya tertawa mendengar ucapan Jo. Akhirnya obrolan ringan terjadi, tanpa membahas lagi acara tembak-menembak yang baru saja terjadi.

"Lin, aku mau ke rumah tante Indah. Kamu ikut enggak?" Lintang berpikir sejenak, akhirnya mengangguk.

"Lah.. Aku gimana? Masa aku ditinggal?" Jo belum rela berpisah dari Lintang.

"Mas Jo ikut aja, lagian mas Jo kan juga udah biasa ke rumah tanteku." Ajak Lintang.

Ndis menatap dengan sorot mata tajam ke arah Jo. Iya tahuuu... aku enggak ikut iyaa. Jo tahu dia harus apa dengan sorot mata Ndis yang seperti itu tertuju padanya.

"Enggak lah Lin, aku mau pulang aja. Hmm soal tadi enggak usah dipikirin ya. Ndis bapak di dalem? Ibu juga? Aku mau pamit pulang." Jo berjalan ke dalam rumah Ndis. Tanpa menunggu jawaban Ndis maupun Lintang.

"Bapak? Ibu? Makin ngaco aja tuh orang." Ndis menggelengkan kepala. Lintang hanya tersenyum aja tanpa berkomentar apa dia pun bingung.

Setelah ijin kepada bapak Parto dan ibu Shela, Ndis berkendara dengan Lintang menuju rumah tante Indahnya. Jo sudah terlebih dahulu meninggalkan kediaman mereka setelah berpamitan kepada orang tua Ndis tadi.

"Lin.." Panggil Ndis pada adiknya saat mereka sudah ada di jalan.

"Dalem. Iya mbak." Membuka penutup helmnya agar lebih jelas mendengar apa yang kakaknya sampaikan.

"Sekolah yang bener." Hanya tiga kata itu saja yang keluar dari bibir Ndis.

Lintang ber'iya-iya saja. Lagi pula, tanpa mbak nya cakap seperti itu, dia juga belum memikirkan tentang pacaran. Ya, Lintang tahu kemana arah pembicaraan kakaknya. Pasti dia belum memperbolehkan Lintang berpacaran, meski dengan Jo sekalipun yang sudah sangat akrab dengannya.

Bukan karena dia takut didului adiknya, tapi Ndis memikirkan pendidikan Lintang. Jika nanti Lintang punya pacar, secara otomatis pendidikannya terganggu dengan acara bucin-bucinan setiap hari. Males belajar, sudah pasti. Memang tidak setiap hubungan memberi dampak buruk tapi, Ndis tidak mau adiknya menomer duakan sekolahnya hanya karena status baru menjadi pacar Jo.

"Lin, beli buah dulu ya. Tante kan suka banget sama mangga." Ajak Ndis yang lalu menghentikan motornya di kios buah pinggir jalan.

"Mbak aja yang beli ya, aku mau beli es. Haus banget." Berucap demikian setelah turun dari motor. Lintang berjalan menuju penjual es kelapa muda di dekat kios buah tempat Ndis akan membeli buah tangan untuk tantenya.

Segera Ndis memilih buah mangga yang akan dia berikan untuk tante kesayangan setelah tiba di kios buah, seseorang mengagetkan Ndis. Masih dengan tangan memegang mangga, Ndis mencari asal suara tersebut berasal. Tepat di belakangnya. Seseorang itu tersenyum saat Ndis menoleh ke arahnya.

"Ketemu lagi, apa mungkin ini yang namanya jodoh?" Dewa memulai percakapan.

Jodoh? Yang benar saja. Mau melawak pak guru?

Ndis terdiam tanpa menanggapi omongan Dewa.

"Kamu mau beli mangga?" Pantang menyerah. Masih berusaha membuka obrolan.

"Iya." Ndis menanggapi singkat saja, dia lebih fokus pada buah yang dia pilih untuk tantenya.

"Apa semua orang kamu cueki seperti ini? Aku ingat terakhir kali kita ketemu kamu setuju untuk menjadikanku temanmu. Kenapa berbincang dengan teman saja kamu bisa secuek ini mbak Gendis?"

"Panggil Ndis aja pak guru. Aku enggak suka basa-basi. Lagipula ini bukan waktu yang tepat untuk mengobrol, terus terang aku buru-buru."

"Ndis? Oke, aku mau panggil kamu Ndis aja. Dan aku minta, kamu enggak usah panggil aku pak guru. Kamu bukan murid ku, dan lagi kita sedang di luar area sekolah. Panggil mas aja, aku lebih tua dari kamu. Enggak sopan kalau kamu manggil aku cuma nama aja." Wah wah wah... Dewa langsung melakukan manuver untuk mengambil hati Ndis.

Ndis yang awalnya malas meladeni pria berbadan tinggi, berkulit putih bersih ini jadi langsung mengalihkan pandangannya pada Dewa.

"Mas?" Ndis mengulang kata mas, panggilan yang Dewa usulkan untuknya.

"Dalem dek," Dewa berhasil membuat Ndis tersenyum dengan caranya.

"Aku bukan lagi manggil kamu.." Ucap Ndis agak sungkan. Belum pernah dia memanggil mas kepada siapapun.

"Enggak apa-apa. Latihan aja dulu. Enggak usah buru-buru. Nanti juga terbiasa." Dewa tersenyum sambil menyerahkan uang dua ratus ribu kepada pemilik kios buah.

"Belanjaan dia, aku yang bayar bulek. Kembaliannya kasih adek manis ini aja." Ucap Dewa kepada si pedagang buah.

"Eh.. Kok gitu, enggak usah pak.. maksudku.. mas, aku bisa bayar sendiri kok." Ndis bingung sendiri jadinya.

Tapi, Dewa hanya tersenyum saja menjawab omongan Ndis. Sambil memakai helmnya lagi, dia tunggangi motor deye miliknya.

"Anggap saja itu traktiran pertamaku untuk kamu.. teman baruku! Jangan lupa pesanku tadi. Biasakan manggil aku mas, karena setelah ini kita pasti akan sering ketemu. Assalamualaikum"

Bersamaan dengan itu, motor Kawasaki hijau milik Dewa melesat membelah jalanan. Meninggalkan Ndis yang menjawab salamnya pelan nyaris tanpa suara.

"Waalaikumsalam."

1
Erni Sasa
oh GOSH kenapa smw kata"nya si ulet keket kaya gua bangeet sih pas mau di tinggalin sma DIA😫😫
Dfe: Sabar... mungkin cuma kebetulan
total 1 replies
Triana Oktafiani
terus berkarya kak 👍
Diandra Kirana
sebentar ya thor...aku cariin tabung oksigen buat napasmu....Ben legaaaa oksigennya buanyak...kalo dah lega gek ndang nulis lagi ( definisi readers akhlakless )
Diandra Kirana
Akhirnya aaa Haka Tarub bisa menaklukan sailor moon...eh bidadarinya...duh bahagianya, mo ikutan Bagas minta PJ tapi takut Jo jatuh kere gak bisa beli jeans baru yang udah robek sedengkul- dengkul sampe kek pameran tulang dinosaurus gitu
Diandra Kirana
duh si suster kek jailangkung datang tak diundang...tunggu undangan dong...
Susi Susanti
wajah e bule Kabeh Thor,,,tp bosone jowo
piyol🤸🤸
kak otor aku mampir lagi 😁😁
salie
lada lede=santuy..🙄😂😂😂 owalaahh
salie
visualnya dewa tukeran lah sama fajar 😌
salie
aduh aduhh pak gurune lintang itu keny austin ,, jodohnya siapa yak kira2
salie
kok ada ya cwe modelan netaa,,ya ampuuunnn fajarr nasibmu piyeee🤦🤣
salie
galfok sama noda neraka🤣🤣
salie
mana visual jo jatmiko ma gendhis nih😍
salie
diieh bapakmu ndiss wes tua tapi masih romatiss aja🤭.. ndis yang bar2 gimana ya kalau jadi guru paud? jadi penasaran😂😂
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
mulutnya bukan gendis/Facepalm/
palupi
maturnuwun, sudah dibikin menghappy dengan karyanya 🙏💕💐
Dfe: sami2 nggeh
total 1 replies
palupi
Luar biasa
novita setya
laaah tenan tow..pokomen sing bau2 firasat kui wes apal q
novita setya
koq ky berbau firasat2 ngunu yaaa..gek2 nganuuu...🤔
novita setya
romantis ora..masuk angin iyaaa..durung meneh ngewel katisen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!