NovelToon NovelToon
Love Not Scenario

Love Not Scenario

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Sudah Terbit
Popularitas:12.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: ARyanna

Di usia yang tak dikatakan muda, Amaira Husna selalu didesak untuk segera menikah. Alih-alih berkeluh-kesah kepada sahabatnya, Reynand. Menceritakan kegalauannya tentang bagaimana cara mengambil sikap sebab orangtuanya telah mencarikan jodoh untuknya, justru dia mendapati hal yang tak pernah dia sangka.

Salahnya yang bercerita atau inilah solusi satu-satunya untuk menolak jodoh dari orangtua. Sebab Reynand datang di hari yang sama bertepatan disaat tamu orangtuanya tiba. Reynand datang mengutarakan niat untuk melamarnya.

Akankah Amaira menerima tindakan konyol Reynand, yang notabenenya berstatus sahabat dengan hubungan yang jelas tanpa dilingkupi adanya cinta.

Atau terpaksa menerima dan menganggapnya sebatas solusi yang malah berbuntut frustasi akibat keputusannya?



Tpe-
20-09-2019

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARyanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

Motor pun melaju dengan kecepatan dibawah rata-rata. Empat puluh sampai lima puluh kilometer perjam, sudah dipastikan weekend begini jalanan padat merayap, apa boleh buat keluhku dalam hati.

Sesekali kami berbincang saat berhenti di lampu merah, pastinya untuk menghilangkan kejenuhan berkendara.

Ivan ini ternyata adalah salah satu pengelola di tempat Agrowisata yang baru saja aku kunjungi. Tadi dia mengatakan kebetulan melihatku saat terjadi sedikit accident. Saat aku hendak pergi, dia bergegas memastikan, apa itu memang benar aku atau bukan, katanya begitu.

Sudah sekitar empat puluh lima menit kami duduk di atas jok motor, lumayan melelahkan. Tapi tiba-tiba saja dia menghentikan laju motornya, seketika pula aku bertanya, ada apa gerangan.

Setelah kuamati, arah depan banyak kerumunan orang, ternyata telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan jalur terpaksa ditutup dan tidak bisa dilewati.

Ivan tiba-tiba membelokkan motornya ke seberang kiri jalan dan berhenti. "Ra Turun!" perintahnya padaku setelah dia menoleh ke arahku.

"Apa van? Ini belum sampai Van kenapa mesti turun?" jawabku disertai rasa emosi.

Ivan berdecih, lalu melanjutkan perintahnya lagi, "Turun!"

Apa boleh buat, aku lalu bergegas turun dari jok motor sambil menampilkan wajah cemberut. Aku lihat Ivan menstandarkan motornya lalu dia juga turun. Sekarang dia menuju ke arah kerumunan dan menghampiri seorang bapak-bapak yang berada disana.

Ternyata oh ternyata dia sedang bertanya jalan alternatif yang bisa dilewati, bahkan bapak-bapak tersebut memberitahu nama-nama jalan dan tempat yang aku sendiri tak tahu, Kuihat Ivan hanya manggut-manggut sesekali menjawab serta memperhatikan kode-kode belokan yang dibuat oleh bapak-bapak tadi dengan menggunakan tangan yang sudah pasti itu adalah petunjuk arah.

Usai paham kini Ivan menyalami tangan bapak-bapak tersebut dan mengucapkan terimakasih, begitu pula aku.

Kami pun mulai melanjutkan perjalanan. Selama perjalanan aku berfikir, "Ternyata benar apa yang dikatakan orang-orang bahwa, lelaki itu banyak akalnya. Dia akan mencari solusi dengan logikanya, tapi tak jarang pula lelaki punya banyak akal bulus yakni memanfaatkan ketidakberdayaan wanita. Karena wanita seringnya berpikir dengan perasaan maka jangan heran kalau banyak wanita yang berper-an maupun emosi-an. Ya, salah satu contohnya seperti tadi, saat disuruh turun belum tau sebabnya udah emosi duluan. Jadi malu sendiri, batinku.

Jalan yang dilalui ternyata melewati perkampungan bahkan persawahan, sesekali jalanan bergeronjal. Aku menghela nafas, maklum sebab kepepet.

Setelah kira-kira lima belas menit jalan yang penuh liku terlalui, kini motor sudah melaju di atas aspal yang halus nan mulus. Lampu penerangan di jalananpun mulai menampakkan cahayanya, tetapi kali ini Ivan membelokan motor ke arah POM bensin.

"Kenapa Van, kehabisan bensin?" tanyaku saat Ivan sudah menghentikan laju motornya, tapi Ivan hanya menoleh dan mengkode dengan dagu menyuruhku turun.

"Udah Adzan," katanya datar sambil melepas helm yang dia kenakan.

"Tapi kan, aku buru-buru!" ucapku namun yang diajak bicara hanya melirik tak menghiraukan.

"Ya sudah kalau gitu, aku lanjut pake ojek online saja!" Ucapku sambil merogoh ponsel yang aku taruh di saku jaket.

Saat aku hendak membuka aplikasi ojek online, Ivan justru dengan cepat merebut dan mengambil alih ponselku lalu menaruhnya pada saku miliknya.

"Yak Van!" protesku.

"Sebenarnya urusan apa sih!?" tanya Ivan dengan nada jengkel. "Ini sudah magrib, gak baik berkendara di jalanan. Apalagi tukang ojek juga gak mau menerima orderan di jam segini," lanjutnya.

"tapi—," belum aku selesai berujar Ivan memotong duluan. "Sholat dulu baru lanjut, Ok!" ucapnya memberi kepastian.

"Hari ini aku lagi dapet," cicitku.

"O—" sahutnya canggung sambil garuk kepala. "Ya sudah duduk sini, aku gak lama lima belas menit," sambungnya.

Saat aku sudah benar-benar mendudukkan diri di kursi panjang berbahan kayu yang tersedia di rest area, Ivan kemudian berlalu pergi.

Pikiranku masih tak fokus memikirkan kelanjutan ide gilanya Reynand yang datang melamarku kemarin lusa dan yang sempat terlupakan beberapa saat karna padatnya aktivitas. Aku menghela nafas kasar, ''Dan untuk apa pula keluarganya yang dari Jogja datang kerumah. Mana aku pake acara lupa. Hadeh!'' gumamku pelan.

Kupijit pelipisku dan berfikir, bukankah keluarga Omnya saja sudah cukup, toh acara perkenalan dengan keluarga Om Herlambang juga sudah selesai.

Sesaat kemudian Ivan datang kembali membawa dua botol air mineral, lalu menyodorkan kepadaku. Karena tak kunjung aku ambil, dia meletakkannya ditanganku. Aku hanya mendongak menatapnya dengan wajah lesu tak bersemangat.

Aku yang tak kunjung membukanya tutup botol minumanku, diapun berinisiatif menukar botol yang tengah kupegang dengan botol miliknya yang sudah dia buka. Lalu dia duduk di sampingku dan menegak air mineral miliknya.

"Minum dulu," katanya. "Aku memang gak tau masalah yang tengah kamu hadapi, namun tiap masalah pasti ada solusi," ujarnya sambil menepuk pundakku, akupun menyahutinya dengan mendengus.

Tak lama kemudian tangan kanannya meraup wajahku. Aku yang refleks hanya menampilkan raut makin masam padanya.

"Magrib gak boleh ngelamun! Ya sudah, aku ke mushola dulu," ucapnya kemudian berlalu pergi.

Mataku mulai mengedar, memperhatikan tempat ini dengan seksama. Sepertinya jarak dari sini ke rumah tidak terlalu jauh. Kulirik jam tangan di lengan kiriku sudah mendekati pukul setengah tujuh, itu artinya sekitar satu jam lagi tamunya bakal tiba, kalau diperhitungkan waktunya mungkin pas. Dan aku rasakan tubuhku juga gerah luar biasa dan sudah benar-benar lengket. Akupun menyadari sebab dari pagi hingga petang diriku sudah mengembara dikota orang.

Setelah beberapa menit berlalu, Ivan datang dari arah mushola dan kamipun melanjutkan perjalanan, hingga sampai rumah tepat saat adzan Isya' berkumandang.

"Ivan makasih ya, gak tau gimana kalau hari ini gak ketemu kamu," kataku sambil menyerahkan helm padanya.

"Ya sudah cepetan masuk, Sebelum aku berubah pikiran," jawabnya kemudian.

"Memang kenapa?" tanyaku yang memang tak paham.

"karena kamu berbeda."

"Apa?" Gak jelas, batinku. Karena aku masih berdiri di tempat kini Ivan berseru, "Buruan masuk!"

Sesaat setelah aku berjalan lima langkah aku mengingat akan sesuatu. Akupun berbalik badan lalu melangkah kearahnya dan berujar, "Ponselku?"

Banyak Cogan bertebaran 😚

To be continue

1
Cuneng Bavvel
aku kangeeen 😍
Glorya Raya
Luar biasa
Tini Laesabtini
aku sering bgt tuh ,masak nasi lupa mencet tombol on,udh nunggu lama mau nyiduk msh beras 😁😁
Tini Laesabtini
emang ada semur ayam bumbu kuning ? opor kali ya kalau semur kan item Krn pake kecap 🙏🙏
Kanian June
Luar biasa
Kanian June
mbak Dewi 🥹
Kanian June
gak semua laki-laki bisa begini
Kanian June
mampir Thor /Smile/
Kanian June
padahal si wanita kadang juga ikut kerja /Scream/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
egois banget , gak sesuai umur sifatnya
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
hmm kurang suka sifat ceweknya, semoga ada perubahan:')
Pasikah CwElosbes
aku udah 4x BCA novel ini kangen ma crta nya...knpa GK ada novel Bru lgi AP pindah lapak ya. yg tau bantu jawab dong temen temen
Ayuchan: Kak Aryanna hiatus, soalnya sibuk ngurus dedek bayinya😁
total 2 replies
SeoulganicId
karakter cewe nya nyebelin ya 😭
Cuneng Bavvel: cerita mbak amaira hampir mirip sama kehidupan ku mana sama sifat nya jga gak pekaan kl ada yang suka walaupun udah bilang suka aku tanggepin nya becanda dan ya yang jadi suami aku sekarang juga temen aku dari SMP tapi kita beda sekolah mana temen curhat pulang judul nya sahabat jadi cinta 🤣🤣🤣
total 1 replies
Rana Nana
setelah 4 tahun berlalu...ku baca ulang lagi sekarang😂😂😂😂
Sumaraini Hasanah
dasar koplak
Ini kanya
aku ngakak bacanya thor.. novelmu bagusss /Sob/
Zakia
baca novel ini ke 5x nya, kangen
Bunda Aish
Luar biasa
Wahyu Poenying
luar biass
Imas Hanifah
ga kerasa udh 4 taun aja aku balik lagi ke sini bolak balik ga bosen sma cerita nya mas rey
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!