NovelToon NovelToon
Broken Vow

Broken Vow

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Patahhati / Tamat
Popularitas:46.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irish_kookie

Trisha Vioreen seorang wanita yang ekspresif, multi talenta, dan cantik yang membuat pria jatuh hati kepadanya.
Miles Omkara, seorang pria kaya, tampan, seksi, yang kemudian berhasil memenangkan hati Trisha. Mereka akhirnya menjalin hubungan selama bertahun-tahun, sampai pada suatu hari Miles harus menikah karena dijodohkan.
Sampai suatu hari Trisha bertemu dengan Miles dan mereka melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Miles berjanji akan kembali kepada Trisha walaupun sudah menikah, dengan satu syarat, Trisha harus menikah dengan pria lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I'll Marry You

"Trisha Vioreen... ehem...maukah kamu menjadi istriku?" tanya Gege sambil berlutut, dengan boneka beruang memegang kotak cokelat teracung di depan Trisha.

Trisha terkejut, dan sesaat tidak bisa berkata-kata, kemudian dia mengangguk, "Aku mau, Ge. Aku mau menjadi istrimu." sahut Trisha, dan mengambil boneka beruang itu.

Gege berdiri, dan merengkuh Trisha ke dalam pelukannya, "Thank you.... thank you Trisha." sahut Gege. Mereka berjalan memasuki rumah Gege dan bersiap memberikan kabar baik untuk keluarga Gege.

"She said yes...she said yes!!" sahut Gege sambil berlari seolah baru saja berhasil memasukan bola ke dalam gawang, dan di sambut dengan tepuk tangan meriah keluarganya. Ibu Gege memeluk Trisha dengan hangat.

"Mana cincinnya, mama lihat?" tanya ibu Gege. Gege menghampiri Trisha, dan membuka kotak cokelat yang di pegang oleh si boneka beruang, dan mengeluarkan sebuah cincin bermata satu, dan di pasangnya cincin itu di jari tengah kiri Trisha.

"Wow...bagus sekali, Ge." sahut ibu Gege, memeluk anaknya, dan mengecup pipi kanan dan kiri Trisha.

"Ayo kita rayakan ini. Bagaimana kalau besok? Atau minggu depan saja, supaya orang tua Trisha bisa datang, gimana? Trisha?" tanya papa Gege.

"Aku setuju minggu depan, om." jawab Trisha.

"Jangan om lagi dong. Panggil papa, kan sudah sebentar lagi. Ya mah, ya?" sahut papa Gege, meminta persetujuan istrinya.

"Betul itu, nak Trisha. Jangan om tante lagi, panggil papa mama, ya?" jawabnya lembut.

"Iya pah, mah." sahut Trisha malu-malu. Gege menghampirinya dan merangkul pundak Trisha.

Mereka menghabiskan waktu di rumah keluarga Gege. Selain memberikan cinta yang besar untuk Trisha, Gege juga memberikan kenyamanan, bukan hanya darinya tapi dari seluruh keluarganya.

Hanya ada satu orang yang tidak menyukai keadaan seperti ini, Miles.

Malam itu, berbanding terbalik dengan kondisi Trisha yang sedang berbahagia, Miles sedang diliputi kecemburuan yang luar biasa. Dia menghubungi Trisha berkali-kali, namun tidak ada jawaban.

Setelah pesan dari Trisha yang berbunyi, Gege melamarku, dan aku menerimanya. Kami akan bertunangan. S.O.S. Tulis Trisha dalam pesan tersebut.

SOS, kenapa harus SOS? Bukankah dia sedang berbahagia? pikiran kalut Miles memenuhi otaknya. Dia mulai memesan Brandy, dan meracau, "Sudah kubilang, jangan dekat-dekat dengan dia. Dan, lihat sekarang?! Kamu malah bertunangan dengan pria sialan itu!!!"

Praaaannngggg...!!

Miles melemparkan gelas Brandy ke dinding. Semua orang melihatnya. Si bartender yang sudah hapal sekali dengan Miles, menjauhkan sisa Brandy darinya.

Miles menatapnya, "Jangan hubungi wanita itu!!" katanya sambil mabuk, Miles membuat gerakan jari telunjuk ke kanan dan ke kiri.

"Trisha....cari nama Trisha Cintaku..." kemudian Miles menangis dan memeluk bartender itu, "Dia bertunangan, Franz, dia sudah bertunangan, dia meninggalkanku.... TRISHA..... Kenapa, Sha?? Kenapa???" tangisnya.

Franz, nama bartender itu. Dia memeluk dan menenangkan Miles. Franz berusaha merebut ponsel Miles untuk menghubungi seseorang yang bisa menjemputnya, tapi Miles lebih cepat.

"Kamu pasti mau menghubungi istriku yang jelek itu! Tidak boleh!!" Miles memandang ponselnya, dan berbicara dengan benda itu, "Trisha...kemarilah. Temani aku sayang. Kita habiskan malam ini berdua saja, ngga usah ada Gege sialan atau istri jelekku." setelah berbicara sendiri, dia memeluk ponselnya, "Trisha...aku rindu." dan menangis lagi.

Franz si bartender hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dan menunggu Miles tidak sadarkan diri baru dia akan menghubungi entah siapapun yang bisa di hubungi.

Dan pada akhirnya, Miles merubuhkan dirinya ke kursi sofa tempat dia selalu menyerah dengan keadaannya saat itu.

Perlahan-lahan, Franz mengambil ponsel Miles yang masih berada di pelukannya, dan ketika Franz akan menariknya, mata Miles terbuka, "Tolong, hubungi Trisha. Jangan wanitu itu, Franz." kemudian dia tertidur lagi. Airmatanya jatuh, dan mengalir di pipinya.

"Kasihan sekali orang ini, padahal dia kaya dan punya segalanya, tapi sayang dia tidak memiliki kebahagiaan." batin Franz dalam hati.

Franz mencari nama Trisha di ponselnya, dan menghubunginya, "Ha...halo, mba Trisha." jawab Franz ketika ponselnya terangkat.

Trisha saat itu sedang menyetir kendaraannya sendiri dan baru pulang dari rumah Gege.

"Ya, ini siapa?" tanya Trisha dan memastikan bahwa itu benar nomornya Miles, "Miles...halo.." sahutnya lagi.

"Tuan Miles pingsan mba di The NoMad Bar." jawab Franz.

Trisha kaget, "Apa?? Kok bisa sih? Ya udah kirimin aja lokasinya yah, saya on the way kesana." jawab Trisha.

Setelah menerima kiriman lokasi dari si bartender, Trisha melajukan kecepatan mobilnya, dan bergegas ke The NoMad Bar.

Sesampainya disana, Franz sudah menyambutnya, "Mba Trisha yah?" tanya Franz. Trisha mengangguk. Franz menunjukkan dimana Miles pingsan. Trisha menggelengkan kepalanya.

"Miles...bangun Miles." sahut Trisha lembut.

Miles terbangun, dan memicingkan matanya, "Aaarrgghhh, Franz brengsek, jangan Cella!! Jangan Cella lagi!!" sahutnya terisak.

Trisha menenangkan Miles, "Ini aku, Miles. Ini Trisha." sahutnya. Tapi Miles tetap menangis.

Trisha berjalan ke arah bartender, "Boleh aku meminjam dapurmu?" tanya Trisha. Bartender itu ke belakang dan bertanya kepada rekannya, tak lama dia keluar lagi, "silahkan mba." sahutnya.

Trisha kemudian masuk ke area dapur bar tersebut. Dia menyiapkan segalanya sendiri, blender, pisau, sendok, gelas, "Apakah kalian mempunyai 3 buah tomat dan madu?" tanya Trisha. Mereka memberikannya kepada Trisha.

Tak lama, Trisha sudah kembali dengan membawa jus tomat bercampur madu dan air mineral di tangannya. Dia berjalan dan duduk di sebelah Miles yang tertidur. Dia meletakkan bantal di atas kepalanya, kemudian Trisha mengambil sedotan panjang, dan disedotnya air dengan sedotan dengan cara memasukan sedotan ke gelas, sampai air naik ke tengah sedotan, kemudian tutup ujung sedotannya. Setelah itu Trisha membuka mulut Miles, dan meminumkan Miles air dari samping pinggir mulutnya.

Dia melakukannya sampai Miles sadar,

"*Uhuukk...."

"Uhuuuukkk..."

"Uhuuukkk..."

"Uhuukkk*..."

Akhirnya Miles sadar, dan dia berusaha duduk. Trisha memaksanya untuk meminum jus tomat, "Minumlah, habiskan, ini untuk menghilangkan mabukmu." sahut Trisha.

Miles menuruti kemauan Trisha dan menghabiskan jus tomat itu. Setelah habis, Miles bersendawa dan menatap Trisha, "Makasih, Sha udah datang." katanya dan memeluk Trisha.

Trisha menunggu sampai Miles sadar. Beberapa lama kemudian Trisha mengajak Miles pulang, "Panggilkan supir tuan Miles untuk membawa mobilnya. Tuan Miles akan pulang bersamaku." sahut Trisha kepada Franz.

Trisha membantu Miles menaiki mobil, dan membantunya untuk memasang seatbelt. Saat Trisha akan mengambil ujung seatbelt dari kursi Miles, Miles mendekatkan dirinya ke Trisha, dan bibir mereka bertemu.

"Rasa tomat." seru Trisha. Miles tersenyum, dan menarik Trisha lagi ke dalam ciumannya. Ciuman yang memabukkan, yang tidak kalah memabukkannya dengan segelas Brandy. Tangan dan jari-jari Miles mulai bermain di titik sensitif tubuh Trisha, membuat Trisha melenguh,"Mau main disini?" tanya Trisha.

Miles menjawabnya dengan menarik tubuh Trisha ke atas pangkuannya, dan mencium Trisha lagi.

Rumah Miles

Sementara itu, di rumah Miles, Cella memeluk seorang wanita, yang tak lain adalah ibunya sendiri.

"Aku mau pulang, mah." katanya.

Sang ibu terkejut, "Kenapa sayang? Kamu ribut sama Miles?" tanya ibunya.

Cella menggeleng, tapi dia tidak sampai hati menceritakan kepada ibunya tentang apa yang terjadi dengan kehidupan rumah tangganya, "Aku kangen rumah, mah. Aku sama Miles baik-baik saja, bahkan sangat baik." jawab Cella.

"Sekarang Milesnya dimana?" tanya ibunya.

"Oh, emmm, dia ada meeting dadakan tadi, dia info ke aku, pulang agak terlambat, dan bilang aku ngga perlu nunggu dia kalau aku sudah lapar atau mengantuk." jawab Cella.

"Kamu mau mama menginap disini atau kamu yang menginap di rumah?" tanya mama.

"Aku ikut mama pulang saja, yah." jawab Cella. Kemudia dia bersiap dan mengirimkan pesan kepada Miles sebelum dia pergi, "Miles, aku akan ada di rumah mama sampai weekend selesai." tulisnya dalam pesan.

Miles tidak membalasnya, bahkan pesan Cella sama sekali tidak di bacanya.

...----------------...

1
Jade Meamoure
yah mau d bilang apa author punya kuasa hanya kurang puas karena MC wanita parah banget kalo ada d dunia nyata pasti tuh wanita dah d cincang d jadiin bakso 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
kasihan Cella 😫😫😫
Dehan
sudah banyak gift mendarat buat author biar makin up novelnya
Dehan
penjahit cantik mampir thor
Dehan
aku geregetan banget sama kelakuan miles dan trisha ini.. ih sumpah 😏
Dehan
kenapa? hayooo
udah jatuh cinta ya sama gege
Dehan
Heran aku dengan org2 yg suka selingkuh kayak trisha ini.. pdhal udh punya pasangan baik kayak gege
Dehan
karena miles sanggup berbuat sangat gila, tunjukkan ge seberapa kegilaan kamu
Dehan
pinter banget author buat pembaca esmosyi 😂😂
Dehan
kasihan gege di khianati
penjahit cantik mampir
Dehan
aduhhhh hareudang,, hareudangg 😂
Dehan
hadehhh trisha trisha.. segera tentukan pilihan deh jangan bermain dengan 2 hati..
Dehan
wkwkwwk seneng bgt tuh pastinya
Dehan
makin seru
Dani irwandi
mampir juga ya kak klo ada waktu
Dani irwandi
semangat gege
Dani irwandi
semangat terus kak, ini aku gift bunga buat kk
Dani irwandi
aduh, aku masih kecil tapi paham hehe
Dani irwandi
klo ada waktu bisa mampir juga kak
Dani irwandi
mampir nih kak, aku favoritin ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!