adult romance ❤
Kecantikan Alya Sanjaya yang membuat kaum adam rela bertekuk lutut,bahkan kecantikannya membuat Daffa Rahardian, suami Alyza Putri Pratama, kembar tidak identik dari Alya, mengejarnya untuk mendapatkannya dan menjadikannya istri dan ibu dari anaknya.
"Aku berharap akulah yang dipilih papa Reza dan mama Emy untuk diasuh mereka, tapi mereka malah memilih Alyza dan membuangku..."*Alya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Pertikaian
“Karena kamulah tulang rusukku yang hilang,
kamulah separuh jiwaku, itulah yang membuat kamu begitu special dimataku. Aku
tidak pernah merasakan ini dengan yang lain. Semesta mengirim dirimu untukku” jawab Daffa penuh perasaan. Cincin yang ia kenakan di jari Alya diciumnya, dan
kemudian Daffa mencium kening Alya dengan mesra.
“Thank you, Daddy Daffa… Loh katanya mau dinner bareng keluarga.. Ini baby Elnya udah ngantuk loh, bentar lagi pasti rewel… “ jelas Alya sambil berusaha membuat baby El tidur sekalian, jadi ga akan rewel.
“Emang mereka mau datang, paling sebentar lagi mereka tiba, nah itu mereka sudah datang…” jawab Daffa sambil menunjuk pintu masuk ruangan, dimana keluarga Pratama termasuk Sean dan istrinya, juga keluarga Rahardian sudah memasuki ruang makan itu.
“Wah ada acara apa nih, Daf? Kok tumben amat ngajak kita keluar makan, mana dicegat di pintu masuk dan suruh nungguin kamu memberi ijin masuk, baru kami boleh masuk.” Berondong Sean yang kelihatan sebel, karena
harus nunggu di ruangan lain sebelum diijinkan masuk tadi.
“Hei… brader… jangan marah marah dong, disuruh nunggu dikit saja gak mau.” Jawab Daffa dengan santai, sambil menyambut mertua dan orang tuanya.
“Bukan begitu Daf…aku bawa Edison, tau sendiri anak kecil kalo disuruh nunggu pasti rewel bukan main.” Gerutu Sean lagi, Sean memandang pemandangan aneh dengan ruangan itu.
“Hei… siapa yang nikahan nih… kok designnya kayak orang nikahan?” Tanya Sean lagi dengan wajah keheranan, sebab hanya ada Daffa, Alya dan baby El yang sekarang berpindah tangan di timang oleh mami Emy.
“Sean, kamu diamlah dahulu, biarlah Daffa menjelaskan maksud nya mengundang kita kemari.” Kata papi Reza sambil memandang Daffa dan Alya bergantian. Sedangkan Alya yang sedang dipandangin oleh papinya hanya bisa menunduk dan diam saja. Alya masih
merasa bahwa dia bukan bagian dari keluarga Pratama. Sedangkan Papa dan Mama
Andi Rahardian hanya terdiam menunggu anak laki laki semata wayangnya berbicara
menjelaskan maksud dan tujuannya mengundang mereka ke tempat ini. Sebenarnya mama Elza sudah bisa menebak apa yang akan Daffa katakan, karena secara tidak sengaja dia melihat cincin berlian yang ada di jari Alya, sebagai kalangan sosialita, dia tahu persis harga cincin itu yang bisa mencapai 9 digit, dia juga tahu apa latar belakang Alya di dalam keluarga Pratama.
“Ehemm… Sebelumnya Daffa mau bicara dulu sama Papa dan Mama…“ ucap Daffa sambil memandang kedua orang tua nya dengan sedikit gugup.
“Kalo kamu cuman mau ngomong sama papa dan mama, kenapa harus mengundang semua orang disini?” Tanya papa Andi dengan wajah datarnya.
“ Sekalian penjelasannya pah…” sahut Daffa dengan cepat.
“Kamu mau bicara apa nak…” Tanya mama Elza dengan lembut sambil menepuk nepuk pundak Daffa seakan ingin memberi kekuatan dan kenyamanan seorang ibu kepada anaknya.
Alya tidak merespon apa apa, dia hanya diam dan menunduk, dia merasa tidak nyaman berada diantara mereka. Trauma penolakan dirinya oleh kedua orang tuanya sejak kecil masih sangat membekas di pikirannya. Sekalipun hubungan Alya dan papi maminya seakan baik baik saja, tapi hati Alya masih sakit ketika mengingat masa lalunya.
“Aku mau melakukan apa yang Papa dan Mama minta…” jawab Daffa dengan nada yakin.
“Ahh, syukurlah kalau akhirnya kamu sadar, nak!” seru Papa Andi sambil menghembuskan nafas lega.
“Emang Daffa mau melakukan apa sih om?” Tanya Sean dengan kepo.
“Daffa sudah om dan tante suruh untuk menikah lagi.” Jawab papa
Andi dengan enteng.
“APAAAA!!!” seru Sean, Papi Reza dan mami Emy bebarengan, Carolyn (istri Sean) hanya diam saja karena dia masih menidurkan Edison yang ternyata sudah ngantuk.
“Alyza belum ada 2 bulan meninggal om… kok Daffa sudah mau nikah lagi.” Protes Sean
dengan nada ketus karena dia merasa tidak terima.
Alya hanya diam dan menghela nafasnya dengan kasar, hatinya begitu sakit, dia tahu betapa Sean, papi dan maminya menyayangi
Alyza ketimbang dirinya. Bahkan setelah Alyza meninggal, mereka masih memikirkan perasaan Alyza daripada dirinya yang masih hidup.
“Seperti kalian tahu, Daffa itu anakku satu satunya. Dia tidak bisa tidak menikah lagi karena kami masih membutuhkan cucu laki laki sebagai keturunan Rahardian.” Jawab papa Andi dengan santai, ini membuat papi
dan mami Pratama sedikit berang, karena keluarga Rahardian dianggap tidak
memaklumi kesedihan yang masih mereka rasakan.
“Ya kami tahu … tapi setidaknya tunggulah sampai 6 bulan, bukankah Elena adalah keturunan kalian juga. “ sergah papi Reza dengan cepat, wajahnya merah menahan amarah.
“Dia hanya menikah… bukankah Alyza juga sudah meninggal? Kenapa harus menunggu lagi…. “ seru papa Andi dengan nada yang lebih tinggi.
Dia menganggap papi Reza egois karena mementingkan Alyza yang sudah meninggal
dan bahkan mau mengorbankan anaknya Daffa yang masih hidup.
”Hanya menunggu 6 bulan, bukan merupakan permintaan yang berat kan?” Tanya papi Reza lagi masih dengan nada ketus.
“ Tidak bisa, bahkan selama ini Elena dan Daffa tinggal di rumah kalian. Mulai malam ini, Elena dan Daffa tidak lagi kuijinkan untuk
tinggal dirumah kalian lagi. Selama ini kami mengalah karena mengingat tali persaudaraan diantara kita. Tapi tak dinyana kalian begitu egois.” Jawab papa
Andi dengan sarkas.
Alya hanya menangkupkan kedua tangannya ke telinga baby El, supaya baby El tidak mendengar pertengkaran dua keluarga yang saling ingin menang sendiri itu. Dan berdiri, berusaha menjauh dari mereka yang sedang
mempertahankan egonya masing masing.
Apalagi posisi baby El sedang akan tertidur, Alya tidak mau kalau baby El sampai kaget, bisa bisa baby El akan rewel semalaman. Daffa melihat reaksi Alya yang ingin melindungi baby El dari suara suara yang akan mengganggu tidurnya. Segera Daffa membawa semua perlengkapan baby El dan
mengajak Alya untuk duduk agak jauh dari pertikaian itu.
“Kalian sudah puas? “ Tanya Daffa sambil menaikkan sebelah alisnya, memandang wajah wajah orang yang tadi diundangnya itu, Daffa masih memasang wajah yang sangat datar. Dia berusaha menekan amarahnya, karena pertemuan ini hasilnya diluar prediksinya.
“Kalau kalian sudah puas, maka ijinkan Daffa sekarang bicara. Memang Daffa berniat menikah lagi dalam waktu dekat. Stop… jangan ada yang memotong pembicaraan ku!” sergah Daffa ketika keluarga Pratama hendak
angkat bicara.
“Daffa akan menikah lagi dalam waktu dekat, dan Elena juga akan ikut dengan ku nanti tinggal di rumahku sendiri yang sudah kupersiapkan saat aku mengambil keputusan untuk menikah lagi, jadi baik papi mami ataupun papa mama tidak boleh protes.’“ Jawab Daffa dengan nada sangat yakin.
“Oke.. sekarang katakan pada papa… apakah kamu sudah ada calonnya atau papa yang akan mencarikannya untukmu?” Tanya papa Andi dengan raut wajah penuh kemenangan memandang keluarga Pratama dengan sinis. Sedangkan mama Elza hanya diam, sambil memandang Alya dari kejauhan yang sedang
menidurkan baby El di baby strollernya.
“Daffa sudah memiliki calon yang Daffa pilih sendiri. Oleh karena itu, Daffa mengundang kalian disini untuk meminta ijin untuk menikah lagi.” Jawab Daffa dengan raut wajah tenang.
.
.
.
.
TBC
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
feeling good lakasud...
like like nya ditunggu
koment juga ditunggu
#pengemislikedanvote
😅😅
mudah banget muve on...bedalah sama perempuan suka mikir 2x
mksih byk
maap
:)