NovelToon NovelToon
Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:399.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Wenty Oktaria

inilah ujian terberat dalam hidupku, Mas Rayhan suamiku yang aku cintai berselingkuh dengan mantan muridnya. Setelah aku tau perselingkuhan itu, Mas Rayhan bilang ia akan bertaubat dan tidak akan mengulanginya lagi. Tapi Mas Rayhan bohong, ia masih berhubungan dan bahkan malah menghamilinya.

Akankah aku bisa mempertahankan rumah tangga ini atau memilih bercerai?


ig author : wentyoktaria

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wenty Oktaria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbongkar Sudah

"Assalamualaikum, Bu..." Aku menelepon Ibuku dikampung.

"Waalaikumsalam, Ndok gimana kabarmu?"

Aku tak dapat menahan kesedihanku, aku menangis terisak.

"Lho, kamu kenapa?"

"Ga apa-apa, Bu..."

"Sedang ada masalah sama Rayhan?"

"A...a...aku cuma kangen sama Ibu dan Bapak." Lagi-lagi aku hanya bisa menutupi masalahku.

"Ya sudah, nanti Ibu main ya ke Jakarta. Sudah kamu jangan sedih lagi."

"Iya, Bu... Ibu dan Bapak sehat kan disana?"

"Alhamdulillah sehat. Jaga diri kamu dan janin dalam kandunganmu ya, semoga sehat selalu."

"Iya, Bu..."

"Rayhan dan Syafiq gimana kabarnya?"

"Alhamdulillah sehat."

"Salam buat mereka berdua."

"Iya, Bu. Salam juga buat Bapak ya..."

"Iya, nanti Ibu sampaikan..."

"Nanti kabari aku ya kalau Ibu mau ke Jakarta.

"Iya, Ndok."

"Ya udah, Bu. Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Aku belum bisa menceritakan masalahku padamu, Bu. Maafkan aku.

Lamunanku terbuyarkan dengan terdengarnya suara mobil Mas Rayhan yang memasuki garasi rumah, dengan mata yang masih sembab karena menangis sedari tadi, aku menunggunya didalam kamar.

"Mana Syafiq?" Tanyanya begitu ia masuk kamar.

"Main diluar."

Ia berlalu keruang makan, "Kok meja makan kosong? Kamu ga masak?"

"Nggak..."

"Aku laper, terus aku makan apa?"

"Makan aja nasi, adanya cuma nasi putih."

"Nih, belikan aku lauk diwarteg depan jalan." Ia menyodori uang lima puluh ribu kepadaku.

"Kamu beli aja sendiri, sana!"

"Kok kamu begitu sih? Aku ini laper, pulang kerja bukannya sediain makanan, kamu malah rebahan aja."

Aku berusaha bangkit dari tempat tidur, "Kamu tega Mas, tega kamu!" Ucapku sambil mendorong-dorong tubuhnya.

"Kamu kenapa sih?"

"Selama ini dugaanku benar kan, kamu masih berhubungan dengan Zidny dan ia sekarang hamil. Kamu kan yang menghamilinya?"

Ia hanya menatapku.

"Jawab Mas, jawab!"

"Dari mana kamu tau masalah itu?"

"Tadi Ibunya kesini, Mas. Ibunya bilang, anaknya hamil dan kamu yang menghamilinya. Benar kan?"

"Kenapa kamu diam? Jawab!"

"Iya, aku ayah dari anak yang ia kandung."

Plakkk...

Tamparan keras mendarat dipipi Mas Rayhan, ya aku menamparnya. Tak peduli kalau ia adalah suamiku. Hatiku benar-benar sakit dibuatnya. Aku tak sanggup harus berkata apa. Rasanya ingin kubunuh saja orang yang ada dihadapanku ini, selama hampir sembilan tahun aku menjalani biduk rumah tangga bersamanya, ternyata ia tak lain hanya seorang laki-laki bejat, aku benci laki-laki ini.

"Ceraikan aku Mas, ceraikan aku!" Teriakku.

"Hei kamu itu lagi hamil. Memangnya kamu bisa hidup tanpa aku? Kamu bisa menghidupi Syafiq dan anak yang nanti akan lahir, sendirian?"

Aku pukul tubuhnya berkali-kali dengan tanganku, "Aku benci kamu Mas. Aku benci."

"Sudah Lingga, cukup!" Suara itu membuatku berhenti memukuli Mas Rayhan. Ibu mertuaku langsung melerai kami, disusul Bapak yang juga datang.

"Ibu sudah tau semua, tadi Ibunya Zidny juga datang kerumah Ibu dan menceritakan semuanya. Ibu dan Bapak sangat kecewa denganmu Rayhan. Sangat-sangat kecewa." Ucap Ibu sambil menangis.

"Kita bicara disini saja." Ucap Bapak yang mengajak kami bicara diruang tamu.

"Lingga, sebelumnya Bapak minta maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan Rayhan yang ternyata diluar dugaan. Bapak dan Ibu juga sangat kecewa begitu tau tentang hal ini. Tapi ini semua sudah terjadi. Dan... Bapak, juga Ibu sudah memutuskan untuk menikahi Rayhan dengan Zidny."

Perkataan Bapak benar-benar membuatku marah, sangat marah. "Apa, Pak? Bapak dan Ibu mau menikahi Mas Rayhan dengan wanita itu?"

"Maafkan kami Lingga. Kami tau hatimu pasti hancur. Tapi Rayhan harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya itu."

"Percuma, percuma kamu selama enam tahun dipondok pesantren untuk menuntut ilmu, lalu kamu meneruskan kuliah di Kairo, Mesir. Ilmu agamamu bagus, tapi ternyata kamu cuma jadi seorang pezina." Ujarku dengan penuh kebencian.

"Lingga, ga seharusnya kamu mengatakan seperti itu kepada suamimu!" Ucap Ibu dengan tegas.

"Aku ga akan mau dimadu, aku ga akan pernah rela mas Rayhan menikahi wanita itu."

"Tapi kondisinya sudah terlanjur seperti ini, Bapak mohon kamu mengerti, Lingga!"

Aku masih tersulut emosi, sulit bagiku untuk menerima semua ini. Menerima Mas Rayhan berbagi kasih dengan wanita lain, menerima Zidny sebagai adik maduku, semua ini tidak pernah ada dibenakku sebelumnya.

"Gimana Rayhan, kamu setuju kan untuk menikahi Zidny? Kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu itu!" Ujar Bapak.

Mas Rayhan menatapku, kulihat ada bulir-bulir mengumpul dimatanya, lalu ia mendekat kepadaku.

"Maafkan aku, ya!" Ucapnya sambil berusaha menggenggam tanganku.

Aku yang masih menangis sesunggukan, menarik tanganku kembali.

"Aku benci kamu, aku benci, aku benciiii...." Aku kembali memukul-mukul badannya sambil berteriak.

"Sudah Lingga, sudah, cukup!" Ujar Bapak.

"Gimana Rayhan, kamu mau menikahi wanita itu?" Tanya Ibu.

lalu Mas Rayhan menganggukkan kepala, pertanda bahwa ia setuju untuk menikahinya.

Aku tak sanggup, aku tak kuat berada disini lagi. Kondisi seperti ini biasanya hanya aku tonton di televisi, di channel ikan terbang yang biasa aku setel, namun kali ini aku benar-benar mengalaminya.

"Aku ingin pisah saja denganmu, Mas! Aku ingin kita cerai!"

"Lingga, kamu tuh lagi hamil, ingat ada janin yang sedang tumbuh didalam rahimmu." Bapak melarangku bercerai.

"Kamu jangan khawatir Lingga, tanah kami luas, kontrakan kami banyak, tiga pintu akan Ibu berikan kepada Rayhan, ia masih sanggup menghidupi dua istri, termasuk anak-anak kalian nanti."

"Iya Lingga, aku ga akan menceraikan kamu. Kamu dan Syafiq tetap tinggal disini ya." Ujar Mas Rayhan sambil berusaha menggapai tanganku, namun langsung kutepis.

"Aku udah jijik sama kamu, Mas. Aku jijik! Aku mau pulang kampung sekarang." Teriakku sambil berlalu kekamar untuk mengambil koper besar dan memasukkan baju-bajuku kedalamnya.

"Kamu yakin mau pulang kampung?" Tanya Mas Rayhan yang masih meragukanku.

"Iya."

Ibu dan Bapak hanya menyaksikan aku yang sedang memindahkan pakaianku kedalam koper.

Tiba-tiba kepalaku terasa berat, pusing, rasanya aku tak sanggup menopangnya. Akhirnya kurebahkan tubuhku diatas kasur. Aku ingin pergi sekarang, tapi mengingat kondisiku seperti ini sepertinya belum bisa. Ya Allah kenapa aku ini?

💞💞💞

Semenjak perselingkuhan Mas Rayhan terbongkar, aku sudah tak punya semangat menjalani hari-hariku. Aku belum bisa memerima kenyataan ini, kenyataan terpahit dalam hidupku, berharap setelah ini aku akan bahagia, entah itu masih dengan Mas Rayhan ataupun tidak.

Aku harus pergi dari sini, aku harus meninggalkan rumah ini. Kulihat saldo direkeningku, jumlahnya tinggal sedikit karena waktu itu dipinjam oleh Mas Rayhan untuk membayar hutangnya. Sepertinya tidak mungkin aku keluar dari rumah ini sekarang, aku harus mencari uang untuk kebutuhan hidupku bersama Syafiq dan anak yang ada dalam kandunganku ini. Tapi kondisi sedang hamil seperti ini dimana aku harus mencari pekerjaan.

"Abi kok belum pulang, Ma?" Tanya Syafiq.

"Mama ga tau, Sayang."

"Biasanya Mama selalu telepon Abi, kalau Abi belum pulang. Kok sekarang nggak?"

Kamu belum mengerti apa yang Mama rasakan. Kelak kamu akan mengerti, kataku dalam hati. Lalu kucium rambut anakku ini.

Terdengar suara pintu pagar terbuka, diikuti suara mobil memasuki garasi, "Itu Abi pulang, Ma. Aku mau bukain pintu ya."

"Abiii...." Syafiq langsung berlari membukakan pintu.

"Mama, Abi udah pulang."

"Iya..."

"Kok Mama sama Abi masih diem-dieman, masih marahan ya?"

Aku dan Mas Rayhan hanya saling melirik.

"Mas, aku minta uang aku yang pernah kamu pinjem."

"Aku belum ada uang."

"Bohong kamu, mana sini kembalikan uang aku!"

"Tadi kan aku udah bilang, aku belum ada uang."

"Pokoknya secepatnya kamu harus ganti uang tabunganku."

"Mama, Abi... udah jangan berantem terus." Syafiq menengahi kami.

"Sini-sini, Sayang." Kupeluk Syafiq.

"Nanti kamu ikut Mama ya, kita pergi dari sini."

"Mau kemana kamu?" Tanya Mas Rayhan.

"Keluar dari rumah ini."

"Kamu mau tinggal dimana? Lalu nanti gimana dengan anak kita yang sekarang kamu kandung?"

"Aku mau pulang kerumah orang tuaku, anak ini biar aku sendiri yang urus."

"Pokoknya secepatnya kamu harus ganti uang tabunganku!"

"Nggak akan, kalau memang tujuan kamu mau pergi dari sini, ga akan aku ganti."

"Nyebelin banget kamu, Mas. Sebentar lagi kamu akan menikahi wanita itu, aku ga sanggup kalau masih ada disini."

"Maafkan aku Lingga, aku mohon. Aku harus bertanggung jawab, tapi aku juga ga mau kehilangan Syafiq dan bayi yang ada dalam kandungan kamu."

"Kalau memang kamu ga mau kehilangan anak-anakmu, kenapa kamu berbuat seperti itu?"

"Aku juga menyesal, sangat menyesal."

"Aku tidak tahu lagi, dimana letak hatimu Mas. Dulu kamu bilang, tidak akan pernah berselingkuh lagi dan sekarang nyatanya, kamu telah menghamili wanita itu, laki-laki bejat, kamu! Aku benci kamu, Mas. Aku benci!"

1
Mamah Ales
ini mah kaya sinetron ku menangis di Indosiar . Thor tolong bikin lingga pergi dari rumah dan ketemu laki laki yg menghargai perempuan
Mamah Ales
lingga emang bodoh jangan di buat perempuan bodoh mau ajah di madu . Thor jangan gini ceritanya ini mah bikin nyesek di dada
Agnes Geraldo
lama banget up nya pdhl udh ganti tahun kok masih ga jelas ceritanya🤦‍♀️
Tri Soen
Ditunggu Up selanjutnya ya....
Tri Soen
Iya nich slalu ngarep Up nya bolak-balik dilihat akhir nya kecewa padahal suka cerita nya ....
Denita Septyawati
ceritanya bagus thor....

ki ga dilanjut
Atik Hadiyahati
blm tah ya
Sunarmi
kapan up lagi
kutunggu kelanjutannya
Eka Setiawati
kapan nie upnya lama kali
Eka Setiawati
ko gini sekarang noveltoon . up trs
Putri Dwi Utari
Lanjut Thor Sampe Tamat Selalu Up Setiap Hari
Ceu Amy Dani
karya2nya bagus2 mbak
Indri Gustirani Gtr
lama banget ya ga up2... authornya masih ada ga ya...
Suparti Fadhil
mana lanjutannya Thor di lanjut g ini novel
Emmi R Sf
ini cerita baguss bngt,tp kok lamaa gk up y,moga author sehat sll ,semangat!!
Suparti Fadhil
hadeehh ini up-nya brp bln sekali sih Thor
Aruby Yati
lanjut thorrrr
Ade Safitri
Syafiq kok gak dikasih tau ortu kandung yg sebenarnya sih?
Ade Safitri
Rayhan kan lulusan pesantren ya? kok bisa sih selingkuh / zinah sama mantan muridnya?
Marifah
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!