Menceritakan kisah seorang gadis berumur 15 tahun yang di usir dari keluarga yang telah membesarkan nya sejak kecil. Ia pergi ke negara lain dan berjuang sendiri melawan kejamnya dunia demi melanjutkan kehidupan nya. Dan berakhir membawa nya ke dunia mafia yang sangat kejam dan menuntut nya untuk terus kuat
Ia berusaha mencari orang tua kandung nya, susah payah ia lakukan demi menemukan kedua orang tua kandung nya. Sampai akhirnya ia menemukan mereka, tapi sayang ia harus menerima rasa sakit terlebih dahulu dari mereka
Kisah cinta gadis tersebut? banyak yang menginginkan gadis itu untuk di jadikan pasangan mereka. Tapi sepertinya hati nya masih tertutup untuk menerima seorang lelaki dalam hidup nya. Namun seorang lelaki misterius telah mengecap nya sebagai 'GADIS KU'
Bagaimana kisah nya?
Jawaban nya ada, jika membaca cerit
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ~Beach Breeze~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terlambat
Disebuah ruangan dengan disain modern, berwarna serba hitam dan putih. Duduklah seorang gadis yang sedang memejamkan matanya di kursi CEO perusahaan RIV COMPANY. Bukan hal mudah untuk bisa meraih semua itu, bahkan ia merelakan masa remajanya untuk bekerja dan bekerja dengan keras.
Bel ruangan tersebut dipencet, membuat tangan Queen bergerak memencet tombol. Tak lama kemudian dua pintu raksasa ruangannya terbuka dengan otomatis, menampakkan dua manusia berpakaian serba hitam yang membawa map hitam dan flashdisk.
"Taruh saja di atas meja, saya masih banyak pekerjaan" ucap Queen tanpa membuka kelopak matanya.
"Baik Queen"
"Oh ya, terus pantau si brengs*k itu, pastikan jika Nyonya Eileen baik-baik saja" ~Queen.
"Yes Queen, anda tidak perlu khawatir, kami akan terus memantau keluarga Dixon"
"Hem" ~Queen.
Setelah menyelesaikan urusan nya di ruangan tersebut, dua orang tersebut langsung pergi. Mata indah milik Queen terbuka sempurna, lirikan matanya tertuju kepada map hitam dan flashdisk itu.
Pertama-tama Queen membuka topeng hitam nya, lalu mengambil map tersebut, membacanya dengan serius dan teliti. Setelah selesai ia menyambungkan flashdisk itu pada leptop nya, dan menekan tombol play untuk menonton vidio.
Sebuah senyuman devil tercipta, suasana di ruangan tersebut pun berubah menjadi mencengkam dan sangat menakutkan.
"Ahahahaha... dasar pria brengs*k! bisa-bisa nya dulu gue cuma diem. Tapi gak buat sekarang, jangan pikir gue bakal diem aja dengan apa yang udah Lo lakuin Tuan. Aku bersumpah akan membawa Mamah bersama ku dan menemukan Kakak-kakak ku yang kau buang. Dan pastinya membuat mu menyesal udah ngelakuin ini semua" ucap Queen penuh dendam.
"AAAAGHHH... MATI SAJA KAU BRENGS*K, ANJI*G, BANGS*T. DASAR MANUSIA BERMUKA DUA!!!!" teriak Queen, sambil mengobrak-abrik meja kerja nya.
"Ah gak-gak, gue harus kasih hadiah dulu kan atas semua perbuatannya, tapi pake apa ya, pisau, katana, double stick, pinstol, besi panas? ah kayaknya banyak hadiah yang bakal gue kasih deh" ~Queen.
Selama ini Askary terlihat sangat menyayangi keluarga nya, tapi itu hanya di depan umum saja. Yang sebenarnya, Askary selalu berbuat kasar pada Queen, tapi saat itu Queen hanya bisa diam menerima semua perbuatan Askary dan tak berani melaporkan pada siapapun.
Saat Queen telah keluar dari rumah itu, aksi gila nya dimulai. Ia membuang kedua anak kandung nya entah kemana. Dan ia juga akhir-akhir ini menyuruh seseorang untuk menyampurkan racun pada makanan dan minuman istri nya itu. Sampai kondisi sang istri memburuk dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Sungguh dia pandai menyimpan kebusukan, ia mengkambing hitamkan orang suruhannya itu sebagai penyebab penyakit yang diderita Eileen.
°•°•°•°
HARI SELANJUTNYA
Melihat sang adik turun dari tangga, Niki langsung menghampiri nya dan menyerbu dengan berbagai pertanyaan.
"Queen, kemaren Lo kemana sih, kok gak masuk sekolah? gue sampe di telfon sama wali kelas Lo tau. Lagian nih ya kamu tuh murid baru, harus jaga sikap, lah ini malah bolos haduh nanti kalo Lo di keluarin gimana?" Niki berceramah.
"Tinggal pindah" jawab Queen datar.
"Lo mau kemana? sarapan dulu!" ~Niki.
"Gak ah Bang, dah jam 7" ~Queen.
"Apa jam 7!!! akh sial. Tu anak telat kan, gue juga telat dong anj*r" ~Niki. Ia langsung bergegas menyelesaikan sarapan nya dan berangkat ke kantor.
"Sabar-sabar. Queen, Abang pengin liat Lo yang dulu hadir lagi. Katanya Lo mudah senyum dan ramah walaupun sebenernya Lo tersiksa. Abang janji bakal buat Lo bahagia dan ndukung Lo apapun yang terjadi" gumam Niki sambil menyetir.
Queen selalu mengendarai mobil dengan cepat, tapi dia masih memperhatikan keselamatan nya dan orang lain juga. Walaupun di sudah mengebut, ia tetap terlambat bahkan gerbang hampir tertutup sempurna. Tanpa berpikir lagi ia langsung saja menerobos gerbang tersebut.
"Siapa nama mu?" tanya seorang anggota OSIS bagian kedisiplinan.
Baru saja Queen turun dari mobil mewahnya, ia sudah mendapatkan pertanyaan yang membuat mood nya hancur.
"Liqueena" jawab Queen datar.
"Kelas?"
"Hais 11A" ~Queen.
"Sebentar" mengecek data siswa "Oh murid baru ternyata. Kemarin juga bolos kan? astaga kamu ini, baru juga masuk sekolah sudah mbolos dan sekarang berangkat telat, niat tidak sih sekolah nya?"
"Sudahlah, apa hukuman nya?" potong Queen malas mendengar ceramahan anggota OSIS itu.
"Hem... semua peraturan di sekolah ini berlaku bagi semuanya, walaupun kau dari keluarga kaya ataupun pejabat. Jika terlambat maka konsekuensinya adalah berdiri hormat kepada tiang bendera"
Queen langsung pergi menuju lapangan tengah sekolah. Disana terlihat seorang perempuan tengah hormat pada bendera, tanpa takut jika sinar matahari membuat kulitnya hitam.
Bukan nya berdiri hormat kepada bendera, Queen malahan duduk di bawah pohon rindang dan memainkan hp nya. Perempuan tadi melihat Queen duduk bukannya melakukan seperti apa yang ia lakukan, pun menghampiri nya.
"Hey Lo anak baru kelas 11A kan?" tanya nya.
"Why?" tanya Queen, melirik nya sekilas lalu kembali fokus ke layar hp.
"Nothing, just ask. Nama Lo Queen, Liqueena?"
"Hem, Lo?" ~Queen.
"Gue Alice Whitman, kelas 11A juga" ~Alice.
"Oh" ~Queen.
"Ternyata Lo orang nya dingin datar gitu ya, but it's okey i like it. Apalagi kemaren pas Lo mbantah Cindy dkk, Lo tau gak, gak ada yang berani mbantah Cindy kecuali Bara sama Lo doang, pada takut ahaha. Gue gak takut si tapi males aja nyari masalah sama mereka" ~Cindy.
"Menurut gue hal yang paling menakutkan itu diri sendiri" ~Queen.
"Sama, gue setuju. Em... boleh gak gue jadi temen Lo?" ~Alice.
"Buktiin kalo Lo pantes jadi temen gue" ~Queen pergi meninggalkan Alice sendiri.
"Okeee... thanks, eh Lo mau kemana? gue ikut..." ~Alice, pergi menyusul Queen.
Thank you...
See you in the next episode♡
Kayak gantungan kunci.
Tolong dilanjutin Thor,
saya penasaran banget sama kelanjutannya.
sekalian mahu promo doktor Vs Kapten by Nurul Najah
selamat membaca...