NovelToon NovelToon
TOUCH YOUR HEART

TOUCH YOUR HEART

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:370.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Rizar Abran Maulana seorang pria tampan dan sholeh sudah jatuh cinta kepada seorang wanita cantik yang dia temui di sebuah pesta tapi wanita itu tidak menyadarinya, hingga suatu saat sahabatnya ingin menjodohkannya dengan adik kandungnya sendiri yang ternyata adalah wanita yang selama ini Rizar cari.


Jihan Addara Puteri seorang wanita cantik yang merupakan seorang artis dan model papan atas, Jihan yang biasa dipanggil Darra tidak menyangka kalau hidupnya sangat menyedihkan, disaat pacar yang dia cintai mengkhianatinya dan selingkuh dengan sahabatnya sendiri, sekarang Darra harus menerima perjodohan dengan pria yang sama sekali tidak dia kenal.

Akankah Rizar bisa membuat Darra jatuh cinta kepadanya dan menerima Rizar sebagai suami seutuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Membuka Hati

✈️

✈️

✈️

✈️

✈️

Mama Wina dan Papa Rahman tidak ada yang berani ke kamar Darra.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

"Nak Rizar."

"Apakabar Ma, Pa."

Rizar mencium punggung tangan mertuanya itu.

"Alhamdulillah kami sehat, kamu sendiri bagaimana?" tanya Papa Rahman.

"Alhamdulillah, Pa. Oh iya, apa Darra pulang kesini Ma, Pa?"

"Iya Nak, dia ada di kamarnya. Maafkan Mama ya Nak."

"Kenapa Mama mesti minta maaf?"

"Soalnya semua ini rencana Mama, Mama ingin Darra itu menerima kamu dan jalan satu-satunya Mama ngelakuin itu, berharap Darra berhenti bersikap cuek dan dingin sama kamu, Nak," sahut Mama Wina dengan raut wajah sendunya.

Rizar tampak menghembuskan napasnya, Rizar tahu kalau ada yang aneh dengan Darra tapi Rizar tidak menyangka kalau Mama mertuanya sendiri yang melakukan itu.

"Sudahlah Ma, semuanya sudah terjadi. Kalau gitu, Rizar ke kamar Darra dulu ya."

"Iya Nak."

Rizar segera berlari menuju kamar Darra yang berada di lantai dua itu.

Tok..tok..tok..

"Ra, maafin Mas. Mas salah, tolong buka pintunya kita bicara baik-baik."

Darra yang saat ini sedang duduk di atas tempat tidur dengan deraian airmata sama sekali tidak berniat menjawab ucapan Rizar.

"Ra, please maafin Mas. Mas janji ga bakalan ngelakuin lagi sampai kamu siap. Mas memang salah, seandainya tadi malam Mas menolak kamu."

Darra malah semakin sesegukkan, bahkan matanya pun sudah sembab. Darra merasa sakit kalau ingat kejadian tadi malam.

Rizar merosot ke lantai, Rizar terduduk dengan bersandar ke pintu. Rizar sangat menyesal, seandainya tadi malam dia bisa menolak dan menahannya mungkin sampai saat ini hubungan dia baik-baik saja dengan istrinya.

"Ra, maafin Mas."

Seharusnya hari ini Rizar punya rencana akan mengajak Darra jalan-jalan karena nanti malam Rizar akan kembali terbang.

"Ya sudah, kalau kamu belum mau bertemu dengan Mas, Mas ngerti. Tapi Mas mohon kamu jangan marah sama Mas, dan Mas juga mau bilang sama kamu kalau malam ini Mas harus pergi lagi ke luar kota jadi Mas harap kamu baik-baik ya di sini."

Darra tersentak mendengar ucapan Rizar yang akan kembali pergi meninggalkannya. Ada rasa takut dan tidak rela Rizar meninggalkannya.

"Apa-apaan, baru saja pulang kemarin sudah mau pergi lagi," gumam Darra dengan deraian airmatanya.

Karena merasa tidak ada jawaban sama sekali dari Darra, Rizar pun berdiri dan dengan langkah gontai Rizar kembali menuruni anak tangga. Rizar menghampiri Mama dan Papa mertuanya yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan kasihan.

"Bagaimana, Nak?" tanya Mama Wina.

Rizar menggelengkan kepalanya lemah membuat keduanya tampak sedih.

"Sini duduk dulu, Nak," ajak Papa Rahman.

Rizar duduk di samping Papa Rahman...

"Nak, Papa mohon kamu harus sabar ya menghadapi sikap puteri Papa, dia memang seperti itu orangnya manja dan terkesan sombong tapi aslinya dia baik kok. Makannya Papa memilih kamu, karena kamu adalah pria yang cocok untuk Darra. Papa yakin, kamu akan bisa merubah Darra dan lama-kelamaan Darra pasti akan menerima kamu, Papa yakin itu."

"Iya Pa. Oh iya, Ma, Pa, nanti malam Rizar ada penerbangan selama empat hari, Rizar titip Darra. Sebenarnya Rizar ingin membujuk Darra lagi tapi kerjaan Rizar tidak bisa di tunda ataupun di wakilkan."

"Tidak apa-apa, Nak. Darra akan baik-baik saja disini kamu jangan khawatir, kamu fokus saja sama kerjaan kamu," sahut Papa Rahman.

Rizar pun tersenyum..

***

Sehabis shalat maghrib, Rizar minta izin kepada mertuanya karena malam ini dia ada penerbangan selama empat hari. Sedangkan Darra dari sejak pagi, belum keluar juga membuat Rizar di landa kekhawatiran.

Tok..tok..tok..

"Ra, Mas berangkat dulu ya. Mas pergi hanya empat hari kok, nanti kalau kamu masih tidak mau melihat wajah Mas, Mas tidak apa-apa kamu boleh tinggal dulu di sini. Jangan lupa makan, Mas tidak mau melihat kamu sampai sakit. Jaga diri kamu baik-baik, Mas sayang sama kamu apapun yang terjadi Mas akan selalu berada di samping kamu. Mas pergi dulu ya, Assalamualaikum."

Lagi-lagi tidak ada jawaban dari Darra, membuat Rizar hanya bisa menghembuskan napasnya secara kasar. Perlahan Rizar pun menuruni anak tangga dan masuk ke dalam taksi online yang sudah dia pesan.

Sedangkan di atas sana, Darra memperhatikan suaminya yang pergi meninggalkan rumah. Ada perasaan bersalah yang menyelimuti hati dan perasaannya.

***

Empat hari sudah, Darra tinggal di rumah orangtuanya. Entah kenapa ada perasaan rindu di hati Darra kepada sosos suaminya itu.

"Awas saja kalau sampai dia berani kabur, aku ga bakalan biarin dia pergi dan ninggalin aku. Enak saja habis ambil bagian berhargaku, dia mau langsung pergi begitu saja," gumam Darra dengan konyolnya.

"Woi, ngapain ngomong sendiri," seru Amel yang tiba-tiba datang mengagetkan Darra.

"Ya ampun, ngagetin aja."

"Kenapa, mikirin Mas Ri ya? bukannya hari ini doi pulang?"

"Iya..."

"Ra, ngemall yuk sudah lama nih kita ga ngemall."

"Ide bagus, yuk berangkat sekarang."

"Yeaaayyyy...."

Siang ini setelah selesai ngampus, Darra dan Amel pun berniat pergi ke Mall. Darra tidak tahu kalau saat ini Rizar sudah pulang dan sampai rumah.

Setelah selesai mandi, Rizar berniat menemui istrinya ke rumah mertuanya tapi kata mertuanya Darra saat ini belum pulang dari kampus.

"Kok belum pulang dari kampus? ini sudah melewati jam kampus, Darra pergi kemana ya?" gumam Rizar.

Darra dan Amel sampai di Mall, kedua wanita cantik itu melakukan hal yang biasa kaum wanita lakukan. Makan, nonton bioskop, dan belanja hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore dan Darra memutuskan untuk pulang.

Di saat pas sampai parkiran, ternyata tiba-tiba hujan turun dengan derasnya membuat Darra dan Amel harus menunggu hujan reda karena mobil Amel di parkir di bagian luar.

"Hujannya gede banget, mana sudah sore ini," seru Darra.

"Tunggu sebentar lagi, mudah-mudahan keburu reda," sahut Amel.

"Kebetulan sekali kita bertemu disini," seru Dion.

Darra dan Amel menoleh...

"Apakabar Darra? kamu makin cantik saja."

"Gombal mulu Bang, gombalannya ga bakalan mempan sama Darra, lebih baik gombalannya berikan kepada Jeslin pasti dia langsung klepek-klepek," sindir Amel.

"Aku sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan Jeslin, jadi kamu tidak usah mengungkitnya lagi," ketus Dion dengan tatapan kesalnya kepada Amel.

Amel hanya mendelikkan matanya kepada Dion.

"Ra, kamu mau pulang? yuk, biar aku anterin kamu."

"Ga usah," ketus Darra.

"Hujan kaya gini bakalan lama, mobil Amel kan di parkir di luar sementara mobilku ada di sini jadi ga perlu hujan-hujanan," bujuk Dion.

"Bodo...sudah sana kalau mau pulang, pulang saja."

"Ra, please maafin aku. Aku akan melakukan apa pun supaya kamu mau maafin aku."

"Serius, kamu mau melakukan apa pun?" tanya Darra.

"Iya Ra, serius aku akan melakukan apa pun yang kamu mau asalkan kamu mau maafin aku dan mau menerima aku lagi," sahut Dion dengan bahagianya.

"Oke, coba sana kamu lompat dari lantai paling atas Mall ini," seru Darra dengan santainya membuat Amel menahan tawanya.

"Apa! aku mati dong, Ra."

"Ya memang itu kemauan aku, supaya kamu ga gangguin aku terus."

"Waktu itu aku pernah lihat kamu di bonceng sama orang yang datang ke acara jumpa pers menggunakan motor, jangan bilang sekarang level kamu berubah turun karena ga ada yang mau sama kamu," sindir Dion.

"Apa!"

Darra menggertakkan giginya, berbeda dengan Amel yang merasa tersenyum karena melihat Rizar turun dari mobilnya dengan menggunakan payung.

Ya, Rizar tadi menghubungi Amel dan menanyakan keberadaan mereka, tentu saja Amel langsung menyuruhnya untuk datang ke Mall dan ternyata tepat waktu.

"Mampus kamu, Dion," batin Amel.

"Ra, lihat siapa yang datang," bisik Amel.

Darra menoleh dan terkejut melihat dari kejauhan Rizar tersenyum manis ke arahnya dengan membawa payung. Darra tampak berpikir, hingga akhirnya ia memutuskan untyk berlari menghampiri Rizar.

"Ra, kok kamu malah nyamperin Mas? bukannya tunggu di situ," seru Rizar.

Darra menatap Rizar, kemudian menarik jaket Rizar membuat Rizar membungkuk.

"Maafkan Darra, Mas."

Darra langsung mencium bibir Rizar membuat Rizar melotot dan tanpa sadar mengeratkan genggaman pada payung yang dia pegang. Begitu pun dengan Dion yang tampak tidak menyangka kalau Darra akan melakukan hal seperti itu.

Dion mengepalkan tangannya dan memilih masuk ke dalam mobilnya dan langsung pergi meninggalkan tempat itu. Berbeda dengan Amel yang senyum-senyum, ia serasa melihat adegan drakor tapi bedanya saat ini ia melihatnya secara langsung.

Perlahan Darra melepaskan pungutannya dan menatap Rizar yang saat ini masih terkejut dengan serangan mendadak itu.

"Maaf, Mas."

"Apa kamu melakukannya karena terpaksa?" tanya Rizar memastikan karena ia tidak mau sampai kesalahannya terulang lagi.

"Tidak, Mas."

Rizar tersenyum, kemudian Rizar menjatuhkan payungnya dan menarik tubuh Darra agar lebih menempel lagi.

"Mas, harap kali ini kamu tidak menyesal," seru Rizar.

Rizar menarik tengkuk Darra dan kemudian mencium Darra kembali. Kali ini bukan hanya sebatas menempel tapi ciuman penuh kasih sayang dan cinta dari Rizar.

Tidak ada penolakkan dari Darra, malah Darra membuka mulutnya membuat Rizar tersenyum dan semakin memperdalam ciumannya di tengah-tengah hujan yang mengguyur tubuh mereka.

🤭🤭🤭

✈️

✈️

✈️

✈️

✈️

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
DC
Luar biasa
☠☀💦Adnda🌽💫
padahal udah pernah baca tapi ttp seru dan LG. ....LG 🤭
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Aaahhhhh....terhura aku😭😭
total 1 replies
☠☀💦Adnda🌽💫
seperti cerita Habibi dan Ainun bayanginnya ,rizar sama dara cintanya begitu murni dan cinta sejati sampai meninggal pun bersama tak terpisahkan 🥹🥹
Maryam Husni Atin
tetep ma mas pilot thor...
Eceu Asnah
lanjutkan season 2 nya Thor
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: otw launching, dengan judul "MR.PILOT" 😊
total 1 replies
Eceu Asnah
aq Mao nya Darra sm Rizar ja thor
Yant08
Luar biasa
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: ditunggu kelanjutannya, ada season 2 segera launching judulnya "MR.PILOT" 🥰
total 1 replies
Patrick Khan
.supir bukan sembarang sopir itu😆✈️
Atiah arini
good
Dede Dengah Rumayar
lanjut lagi thor😊😊😊😊
Wafiqah Aisarah
🤩
Yach Yulianah
cerita yg singkat padat jelas ,seru dan haru ..👍👍
Yach Yulianah
hai kak aku mampir🤗
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: hai juga🥰🥰
total 1 replies
Mira Wahyuni
season 2 yg mana ya 🤔 penasaran dgn kisah cinta pilot tampan 😊
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Belum rilis, belum sempat🙏🙏
total 1 replies
Mira Wahyuni
koq jd sad ending 😭
Mira Wahyuni
kemana kemaren mas....kenapa gak dari kemaren2 kasih ketegasan sama si ulet bulu, sekarang nyesal kan....udah terlambat bos 😏
Mira Wahyuni
yg salahkan kamu, ngapain seenaknya ninggalin laki jalan2...msh Untung laki loe blm ngapa2 sama si ulet bulu 😏
Mama Pesek
😭😭😭😭😭😭😭😭
Mama Pesek
dulu aja ngotot Rizar gak boleh berhenti jadi pilot! tapi itu udah pertanda kali ya?
Mama Pesek
akhirnya.......tapi jadi kasian sama Dokter Zam-Zam, semoga mendapatkan jodoh yang baik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!