Raga Sebastian Aldevano Buwana siswa paling bermasalah di sekolahnya. SMA GANESHA merupakan tempat ia bertemu dengan siswi paling hiperaktif, lugu, dan super ceria Senja AURORA Sejak ditolong oleh Senja udah jatuh cinta pada Raga, Senja bertekad agar Raga menyukainya
BAGAIMANA KELANJUTAN KISAH MEREKA ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tania22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA BEDA 13
...Bilang sama dia jangan deket-deket Lo udah ada yang Punya yang Punya namanya RAGA BUWANA...
...RAGA BUWANA...
" Seharusnya kamu nggak saya kasih datang ke acara Ulang tahun Celine ! Apa yang kamu perbuat itu bikin malu saya di depan teman-teman Celine
Sandra berdiri di depan Senja. Mereka sudah tiba di rumahnya Senja hanya bisa menunduk
" Maaf, Ma maaf Celine. Senja sama sekali nggak bermaksud menghancurkan ulang tahun Celine ? ujar Senja yang sudah berkeringat dingin
" Orang kayak Lo Pantesanya tidur di emperan bukan di rumah gue !" Celine mendorong bahu Senja " Dasar nggak tahu terima kasih "
Surya tiba di rumahnya Pria Paruh baya baru itu menarik Senja mendekati membuat Senja mengikutinya
" Udah kalian jangan marahi Senja terus. Dia kan Udah bilang nggak sengaja " Surya melindungi Senja " kan ulang tahun kamu baik-baik aja setelah kejadian itu. Papa kan udah Pesen kue lagi buat kamu "
" Ya, Tapi kan tetep aja aku malu Pa "
" Ya udah Tapi kamu nggak boleh kasar sama senja. Bagaimana pun dia tetep kakak kamu "
Celine mengindahkan, lalu mengambil tasnya yang ada di atas sofa dan pergi ke kamarnya dengan misah-misuh. Cewek itu menggebrak pintu kamarnya hingga terdengar suara Cukup nyaring di susul Sandra yang masuk ke kamarnya Ayah geleng-geleng kepala melihatnya. Kapan keduanya bisa menerima keberadaan Senja di rumah ini ?
" Udah Senja nggak usah sedih lagi,kan masih ada Ayah. kamu jangan Pikirin Mama sama Celine mereka cuma emosi sesaat, besok juga baikkan, kamu mau makan lagi ? Tadi kan, kamu makan dikit di sana " Surya mengusap rambut senja merasa bersalah padanya
" Nggak Yah Senja mau tidur aja " Senja mengambil tas selempang nya dengan wajah murung
" Besok Ayah libur. Mau jalan-jalan nggak
" Libur ? Senja menaikan sebelah alisnya bingung " Kok tiba-tiba Ayah libur kan belum waktunya libur besok kan Senja Juga sekolah "
" iya habis Pulang sekolah aja, kamu mau kan ? Surya berjalan di samping Senja
" Bener "
" Iya "
" MAUUUU " Senja tersenyum. senyum yang membuat Surya rela Pulang untuk melihatnya Cinta,masa lalu dan Juga Cerita Surya sejak dulu masih ada senyum Senja. Nia istri pertamanya masih melekat di pikirannya
" Bersihin badan kamu dulu habis itu tidur jangan di Pikirin kejadian tadi ya ?
" Ayah "
" Hmmm "
" Senja sayang banget sama Ayah kalau Ayah nggak dateng dan Ngajak Senja tinggal di sini. mungkin aku kebingungan nggak tahu harus ke mana Semoga Ayah diberikan kesehatan biar Senja bisa deket terus sama Ayah.aku janji aku nggak bakalan kecewain Ayah "
Senja memeluk Surya dan ia menghela nafas lalu mengusap lengan Cewek itu Surya Pernah berjanji pada dirinya sendiri untuk membahagiakan anak pertamanya. jika saja Surya tidak goyah memiliki Nia dulu Semuanya tidak akan pernah seperti ini, Senja Pasti tidak akan jauh darinya selama bertahun-tahun, bahkan sampai di anggap meninggal
" Maafin, Ayah Senja "
...••••...
Semenjak malam kelabu kemarin Raga sekali tidak melihat Senja di sekolahan. SMA GANESHA terasa sepi karena tidak ada lengkingan Cewek itu mengisi kekosonga. Sosoknya seolah lenyap begitu, saja tenggelam dan hilang
Biasanya jam-jam istirahat seperti ini Senja menghampirinya ke kelas. Cewek itu juga tidak mengirim Pesan, chat, surat atau kabar apapun untuknya. Seharusnya ia senang karena tidak ada lagi yang menggangu hari-harinya. Namun kenapa Raga merasa hidupnya hambar ?
" WOI Brader ? Glen merangkul bahu Raga kenapa Lo ? ia duduk di sebelah Raga
kemunculan Bastian dan Bisma di dalam kelas membuat keadaan tambah rusuh karena menggoda Cewek-cewek yang ada di dalam kelas Raga
" Aiihhh ... Tiara Ngapain mejeng di sini ? Nyari Glen ? goda Bisma pada Tiara
" sotoy banget,sih Kak ! Tiara mengambil buku temanya " Udah tau mau ngambil buku temen gue kesini ! Ngapain juga Nyari Glen ?
" Oh,ya Ga Tadi gue liat Senja sama Kak Satria tuh. Bukannya Kak Satria tuh musuh Lo Ga ?
" Di mana ? suara berat Raga keluar menandakan Cowok itu sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ada amarah di suaranya
" kalau nggak salah sih di kawasan kelas dua belas ? ujar Tiara memperhatikan Raga " Ya udah gue mau keluar dulu "
" Eh Tiara besok nge-date yuk ! Glen berteriak kencang
" OGAHHH BANGETT ? Tiara balas teriak membuat Glen Terkekeh
Raga berdiri dari tempat duduknya, melewati Glen dan keempat temannya hingga memandang beda Cowok itu. ingin sekali tahu kabarnya sekarang, tentunya setelah kejadian kemarin Mengetahui Senja dekat dengan Satria membuat darahnya mendidih Dan tidak suka merasakan seperti ini
" Mau ke mana Lo Ga "
" Cabut ! mau cari Cewek gue "
...•••...
" SENJA ! suara Cowok itu membuat Senja yang sedang membawa buku teman-temannya menoleh Senja menemukan Satria menghampirinya " itu, buku-buku siapa Senja ?
" Oh,ini buku temen-temen sekelas, Kak ! tadi di suruh Bu Maya bawa ke kelas, katanya udah di Periksa. kenapa Kak "
" Gue bantu ya "
Retina Satria bila sudah terkena sinar matahari warna birunya semakin kental. Senja tahu Satria blasteran bule sama seperti Raga. tapi negara dari mananya Senja nggak tahu. Rambutnya berwarna Cokelat terang. Senja ingin menjauhi lelaki itu karena Raga tidak suka padanya, namun ia melihat Perlakuannya membuat ia mengurungkan niatnya lagipula Satria tidak macam-macam padanya
" Nggak Usah Kak Ngerepotin Gue bisa sendiri kok "
Dengan gesit Satria mengambil setengah tumpukan yang di bawa Senja. ia ingin melarang tapi alasannya ? Lebih baik Senja diam saja,dan buru-buru sampai di kelas
" kalua ada Orang niat baik nggak boleh di tolak ? Satria berjalan di sebelah Senja Apa Lo takut sama gue " tanya Satria pada Senja tersentak namun ia menahannya
" Nggak kok, Kak eehh .... maksudnya gak gitu jugaa ? Senja meringis Pelan Jujur saja ia canggung saat bersamanya
" Yang kemarin makasih ya, Kak Gue jadi malu nangis depan Lo. hehehehe ... "
" Santai aja kali "
" Udah sampe sini aja Kak nggak enak diliatin terus sama yang lain. Takutnya mereka ngira gue Caper lagi sama kakak kelas "
" Caper ? Satria mengernyit " Nggak Tuh, kan gue Cari perhatian ke elo "
" Lo tenang aja Gak bakalan ada yang berani kalau Lo lagi sama gue " mereka masih ada di lorong kelas dua belas yang ramai
" Nama Lengkap Lo Senja Aurora kan"
" Kok tau "
Satria tertawa mendengarnya, seolah ia melempar lelucon padanya
" Siapa yang nggak tahu Lo di SMA GANESHA ? Pacar Raga. adik kelas paling kurang ajar yang pernah gue kenal " Satria geleng-geleng kepala,masih tertawa sedangkan Senja memasang wajah tak nyaman
" Padahal Lo gak tau Ada Orang yang benar-benar ngarepin Lo sayang, Lo nggak pernah sadar kalau di Perhatiin ? Satria membuat Senja semakin tidak mengerti " Lo gak mau tau nama lengkap gue Atau Lo gak tau "
" Udah tau ,kok siapa yang nggak kenal sama Kak Satria Abimana "
" Pantes aja Raga mau jadi Pacar Lo. Lo bukan anak suka yang melawan. Lo itu lemah jadi gampang di injek-injek ? Pandangannya menatap lurus " kalau jadi Cewek jangan mau diinjek-injek sama Cowok. secinta apapun Lo sama dia ?
Hening ....
" Gue Cuma mau ngasih tau itu aja sama Lo sorry kalau gue terlalu lancang "
" Iya nggak apa-apa "
" WOI "
Satria menoleh dan menemukan Raga menepuk bahunya. Senja terperangah menatapnya yang sudah berada di samping Satria
" Udah Selesai sama Cewek gue "
" Maksud Lo apa "
Raga merebut paksa buku-buku yang di bawa Satria, murid yang sedang berada di sekitar mereka langsung tertuju pada Cowok itu Sementara Senja hanya bergeming di tempat mencoba menetralisir ketakutan melihat keduanya.Takut berkelahi seperti sebelumnya
" Gue udah sering peringati sama Lo jauhi Senja ! Lo itu budek atau nggak bisa bahasa manusia ? Wajah Raga mendekati Satria kilatan matanya penuh ancaman
" Gue nggak bakalan biarin kejadian dulu Keulang lagi jangan pernah Lo ganggu Senja atau keberadaan Lo di sekolah ini nggak bakalan aman sama gue "
" Lo pikir gue takut " Satria membalasnya Kita buktiin aja nanti ! Satria menepuk pundak Raga, namun ia menepis
Entah kenapa Raga mulai dihantui ketakutan setelah mendengar perkataan Satria tadi
...••••...
Senja gelisah setelah keluar dari kelas. Semua Orang di kelasnya menatap keduanya dengan Penasaran. setelah kejadian kemarin tidak ada yang berani blak-blakan Pada keduanya bahkan Naomi sekalipun memilih untuk tidak terlalu ikut campur sifat Raga yang terbilang buruk
" Jelasin ke gue !" Raga melipat tangan dan dikuti sepatunya mengetuk-ngetuk lantai. Senja menoleh ke kanan dan ke kiri berharap ada yang memberi bantuan keduanya sedang berada di depan pintu perpustakaan
" Harus beberapa kali gue bilang sama Lo jangan deket-deket sama Satria ? kapan sih Lo ngertinya "
Senja hanya menunduk menyesali Perbuatannya bertemu dengan Satria
" Ngomong ! Gue nggak butuh Lo diem ! Raga menatap Senja tajam
ia menggigit bibirnya bawahnya berkata Tadi dia bantuin aku bawain buku aja Ga, aku udah tolak , Tapi dia tetep maksa Terus gimana cara aku menolak orang sebaik dia ?
Mendengar Senja memuji Satria didepan membuat emosinya semakin memuncak. Jantungnya bergemuruh hebat lagi-lagi Raga membenci merasakan ini. kenapa sekarang hanya dengan Senja ia merasakan hal seperti ?
" Oh, jadi dia baik di mata Lo ?
" Bu ... bukannya gitu ... " Senja terbata-bata " Iya ... nanti aku jauh-jauh deh, dari dia ! Tapi kamu jangan marah-marah terus ya ?
" Terus kenapa Lo nggak dateng ke kelas gue ? Akhirnya kata-kata itu keluar dengan sendirinya setelah ia mencoba menahan
" Aku pikir kamu masih marah, jadi aku nggak berani nyari kamu Maaf Ga ? Senja berujar Pelan " kamu masih marah karena kejadian kemarin
Raga tidak menjawab, wajahnya datar dan sukar diartikan
" Lo,aja yang kecentilan, makanya Satria deket-deket sama Lo ! Lo sadar nggak Satria itu suka sama Lo ? Pandangannya berhasil menghunus perasaan " Gue yakin Lo juga suka sama dia "
" Ng .. Nggak kok ! Senja menjawab bingung " Kak Satria suka sama aku ? Gak mungkin ! aku kan Pacar kamu, Ga "
" Status Pacar aja nggak ngejamin orang bakalan setia, Senja ? Ucap Raga " Lo itu Pacar gue Nggak ada yang boleh ngerebut Lo dari gue sekalipun dia itu Satria "
keheningan mulai terasa di antara keduanya
" Lo tetep Pacar gue selama belum ada kata Putus di antara kita ?
Raga benar-benar takut yang namanya kehilangan. ia tahu ini egois, hanya mementingkan diri sendiri Tapi tidak dengan Perasaan Senja
aku sukaa
agk ribet bacanya🙏
salken,kak
Salken kak Tania..
Aq mampir nih....
g sempat nolak atau keenakan? 😛