Bella merupakan wanita cantik, pintar dan mandiri. Sukses di usia muda dalam bisnis karena keuletan dan ketekunannya membuatnya jadi rebutan para lelaki di kotanya. Namun Bella berprinsip tak ingin menikah. Karena Bella memiliki pengalaman pahit di dalam hidupnya.
Tak disangka ia mengalami cinta 1 malam dengan seorang pria asing, ketika ia melakukan jamuan pesta di luar negeri. Alhasil di rahimnya hidup makhluk tak berdosa.
Apakah Bella akan menuntut pria asing tersebut untuk bertanggung jawab?
Ataukah Bella menggurkan janinnya?
Mau tahu lebih dalam lagi?
Yuk... baca lebih dalam lagi!
Novel ini, meski hanya khayalan untuk menghibur pembaca. Namun Penulis berharap pembaca dapat mengambil hikmah dari setiap cerita di dalamnya.
Agar novel ini selain bergenre romantis, juga bergenre edukasi bagi remaja di zaman modern khususnya.
Selamat membaca😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haura Kanza Nabilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Menyusun strategi
* Sementara di waktu yang sama, pada tempat yang berbeda. Wajah tampan berbalutkan pakaian formal yang nampak sedap di pandang mata, sedang termenung menatap langit
Mark yang saat ini sedang menunggu informasi dari asistennya, tak sabar ingin segera menemui gadis kecil berusia 4 tahunan, yang belum lama ia temui tadi siang di bandara.
Namun, tak berselang beberapa lama, ponsel Mark pun berdering.
"dreeettt.... dreeettt...." (anggap aja itu bunyi ponsel Mark yang kebetulan selalu ia silent😅)
"Ya... ok... ok..." ucap Mark yang menjawab telepon dari lawan bicaranya itu.
Namun sebelum telepon tersebut di matikan Mark pun memberi perintah kepada lawan bicaranya.
" jangan lupa, kamu atur tiket dan akomodasiku selama di sana!" ucap Mark kemudian " kamu handle semua kerjaan di sini, anggap saja, aku sedang melakukan perjalanan bisnis yang cukup lama untuk memenangkan proyek hati anak ku" ucap Mark sambil tersenyum sumringah.
"Ok, Bos" jawab seseorang dari seberang sana, kemudian Mark pun segera mematikan sambungan teleponnya.
*
Ke esokkan harinya...
Mark yang menggunakan pakaian casual kaos putih, jaket dan levis serta di tambah aksesoris kaca mata hitam segera menuju bandara.
Hampir semua orang yang berada di bandara terpukau melihat ketampanan dan kharismatik Mark. (wajar aja sih, maklum pemeran utama dalam versi Author memang harus "Wah", maklum dunia halu😅)
* Tak berselang lama, pesawat yang di naiki Mark pun segera lepas landas.
Mark pun tiba di negara I , negara dimana wanita satu malam nya berasal.
Mark nampak begitu tergesa-gesa, ia memang sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan buah hatinya "Queen"
Tapi Mark saat ini bukan ingin menuju rumah Queen, melainkan ke hotel tempat Mark singgah ketika ia tinggal di negara I.
Sebab, asisten nya memang telah menginformasikan sebelum nya, bahwa Wanita satu malam yang bernama Bella bukan orang sembarangan.
Bella merupakan seorang Ceo wanita yang terbilang sukses dan mandiri di negara tersebut. Alasan selama beberapa tahun ini ia sulit mencari keberadaan nya, ya karena status Bella tersebut.
" Hmmm.... aku harus merubah strategi. Harus main perlahan namun pasti. " ucap Mark menyemangati dirinya sendiri ketika tiba di kamar hotel.
Namun tak lama kemudian Mark pun tertidur karena ia ingin mengumpulkan energi dan pikirannya, untuk menjalankan rencananya nanti.
Bonus nih, fose Mark ketika tidur😊
* Di sisi lain...
Bella yang sedang sibuk dengan rutinitas pekerjaan nya, karena meski selama ini di handle oleh sekretaris dan asistennya, tetap saja Bella lah yang memegang peranan penting dalam mengambil kebijaksanaan dan menandatangani beberapa berkas yang sempat di pending, karena tidak bisa di wakilkan.
(Bella ketika sedang larut dalam pekerjaannya)
"tok... tok... tok..." terdengar bunyi ketukan pintu.
"Bell.., ude makan siang belum?" tanya Fenny mengingatkan Bella, karena Fenny tahu betul, jika Bella memang workaholic.
Bella pun hanya menggeleng, tanda belum.
"Hmmm.... sudah ku duga." ucap Fenny sambil menyodorkan kotak makan siang yang berisikan makanan kesukaan Bella. "Nih..."
" Trima kasih kakakku yang paling baik hati... " Jawab Bella, langsung menghentikan aktivitas nya dan mengambil makanan tersebut, karena memang dari tadi sudah lapar, ia terburu - buru dan tak sempat sarapan, hanya menyeruput segelas susu hangat yang di siapkan mama Rosa.
" aku berharap kamu segera bertemu dengan papanya Queen..." ucap Fenny spontan
Bella yang mendengar omongan Fenny, tentu saja langsung tersedak ketika ia baru memulai usapan pertamanya.
" ...mi...num... " teriak Bella.
Dengan sigap Fenny, lalu mengambilkan minuman untuk Bella. Bella pun segera meminumnya..
***
Yups... sampai di situ dulu pembaca yang budiman...
Maaf ya sudah beberapa hari ga update, coz lagi ada kegiatan lain di dunia nyata..🙏
Jangan lupa tanda jempol nya, sebagai tanda jejak pembaca dan juga penyemangat bagi Author untuk semangat berkarya.
Terimakasih🙏
aku suka...👍👍👍
mamamu mau kau nikah cpat syngnya ank kesayngnnya di prkosa
maafkan terlambat nemu cerita bagus ini ☺