Tak selamanya menikah karena dijodohkan orangtua membuat hidup rumah tangga jadi terasa berat dijalani.
Meski sebelumnya telah memiliki pasangan masing-masing, namun nyatanya menikah adalah bukan hanya tentang kita ingin dengan siapa, namun juga orangtua merestui atau tidak.
Via dan Rifal mungkin salah satunya, yang belajar banyak hal setelah menikah karena perjodohan. Yuk ikuti kisah manisnya... ❤️
visual Rifal & Via diambil dari drakor im not a robbot ya.. 🙏
author bucin dengan pasangan Yo Seung Ho dan Chae So Bin, jadilah menulis ini. Love Seung Ho.. ❤️❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Gadis Impian Bayu
Karena hari ini Pak Dulah merasa kedatangan tamu istimewa, maka acara makan siang mereka dilakukan di lantai atas di mana biasanya digunakan untuk menjemur baju dan juga untuk duduk santai para karyawan setelah pekerjaan selesai.
Mereka menggelar karpet, dan makan lesehan. Menunya hanya menu sederhana saja, sayur asem, ikan yang dipecak sambal, lalapan timun dan kemangi, tempe dan tahu goreng, serta tentu saja keripik tempe produksi dalam negeri.
Pak Dulah dan Bu Siti yang duduk bersebelahan begitu antusias menyambut tamunya, mereka mempersilahkan Via dan Mila untuk mengambil nasinya lebih dahulu.
Via yang duduk sebelah Bayu akhirnya mendahului.
"Sekalian aku ya Vi."
Kata Mila.
"Sepuluh centong kan?" Goda Via, membuat suasana gerr dan Mila tertawa sambil menaboknya.
"Mas Bayu sekalian?"
Via menawari, yang jelas membuat suasana semakin gaduh karena suara berisik Triono, Slamet dan Cipto yang tak henti-hentinya menggoda Bayu.
Bahkan Via duduk bersebelahan dengan Bayu juga karena kelakuan mereka.
Dan dasar Via juga ada bakat iseng, jadilah dia sekalian menawari Bayu untuk diambilkan nasi.
Mereka pun akhirnya menikmati santap siang dengan suasana yang begitu hangat dan kekeluargaan.
Dengan sesekali becanda, terutama menggoda Bayu dan Via yang tampak sekali aslinya saling suka tapi masih malu-malu.
"Pantas saja semua gadis di sini ditolaknya, ternyata hatinya sudah kadung dicuri Mbak Via."
Kata Cipto di sela acara makannya.
"Lha ya wong sudah mencuri hati semanis ini, siapapun juga sudah ngga menarik, ya kan Yu?"
Kali ini Slamet ke arah Bayu yang dijawab anggukan kepala Bayu.
"Hahahaha..."
Semua langsung tertawa, sementara Via jadi tersedak, dan menyembunyikan wajahnya di balik punggung Bayu yang jadi ikut tertawa.
Pak Dulah dan Bu Siti tampak sangat setuju melihat Bayu dengan Via. Mereka jelas akan langsung merestui jika kelak memang Bayu dan Via benar-benar akan jadian hingga menikah.
Setelah acara makan yang penuh drama selesai, akhirnya Via dan Mila membantu Bu Siti mencuci piring lebih dulu.
Bu Siti yang semula tidak mengijinkan akhirnya menyerah karena kedua gadis itu terus memaksa.
"Ciyeee... bener-bener lagu nya Afghan ya."
Goda Mila menyenggol Via di depan tempat cucian piring di dapur rumah Bu Siti.
"Lagu apaan?"
Via pura-pura tidak ngeh. Padahal bagaimana tidak ngeh, Afghan salah satu penyanyi pria favoritnya di Indonesia.
"Jodoh pasti bertemuuuu..."
Mila menyanyikan sepenggal lirik lagu Afghan dengan suara keras, membuat Via mencipratkan air dari keran ke wajah Mila.
"Hahaha... sialan!"
Mila tertawa sambil menghindar.
Selesai mencuci piring, akhirnya Via dan Mila benar-benar pamit.
Bu Siti dan Pak Dulah mengantar hingga teras depan, Bayu juga ikut mengantar.
"Hati-hati Vi."
Kata Bayu saat Via menaiki motornya, Via tersenyum.
"Uhuk uhuk..."
Goda Mila seraya naik ke boncengan.
"Nomornya udah aku save."
Kata Bayu lagi, matanya begitu berbinar-binar. Pak Dulah dan Bu Siti sampai senyum-senyum melihat mereka.
Via mengangguk.
Setelah itu Via kembali pamit pada Pak Dulah dan Bu Siti.
"Mari Pak, Bu, kami permisi..."
Kata Via.
"Nggih, jumpa besok lagi."
Kata Bi Siti.
Via tersenyum, lalu menstarter motornya.
Mila berpegangan pada pinggang Via yang ramping.
Motor pun melaju menjauhi rumah Pak Dulah dan Bu Siti.
Sepeninggal Via, tampak Bayu senyum-senyum sambil menatap ponselnya, melihat foto profil aplikasi chat milik Via.
Foto Via yang sedang duduk di tangga Candi Borobudur.
Duduk santai sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
**------**
"Mbooook Naaaaaah... Aku pulaaaaang."
Via masuk ke dalam rumah sambil lari-lari, lalu saat mendapati Mbok Nah sedang menyetrika di ruang setrika, Via langsung memeluknya dan mencium pipinya.
"Lha Non, ada apa to? Habis ketemu Pak Jokowi apa bagaimana kok sampai girang sekali?"
Tanya Mbok Nah heran.
Via cekikikan.
"Adaaaaa deeeeh..."
Via lalu melepas pelukannya pada Mbok Nah, ia keluar dari ruang setrika dan berlari ke kamar tidurnya di lantai atas.
"Noooon makan duluuuuu..."
Mbok Nah berteriak dari lantai bawah.
"Udaaaaaah makaaaaaan Mbooook..."
Jawab Via balas berteriak dari dalam kamarnya.
Via di dalam kamar melempar tas selempangnya ke atas kasur, lalu ia meraih gitarnya.
Dibawanya gitar itu duduk di atas kasur sambil bersila.
Jreeeeng...
Via memulai pertunjukan.
"Aku jatuh cinta
Tuk kesekian kali
Baru kali ini kurasakan
cinta sesungguhnya...
Via tiba-tiba ingin menyanyikan lagu Dewa,
Lalu, tiba-tiba Via ingin mengganti foto profilnya, maka diraihnya tas selempangnya yang tergeletak di atas kasur di dekatnya untuk mengambil hp.
Cekrek...
Via berfoto selfi dengan gitarnya sambil tersenyum manis.
Bayu yang sedari tadi sedang berfikir ingin mengirim pesan apa pada Via melihat perubahan foto profil Via.
Ia klik foto itu agar bisa lebih jelas.
"Ayuuuuneeeee... muah muah."
Triono menggoda Bayu dari belakang Bayu, pemuda itu tampak membawa handuk menuju kamar mandi.
"Sialan."
Kata Bayu kaget, meskipun akhirnya tertawa juga.
Bayu akhirnya memberanikan diri mengirim Via pesan.
"Hai Vi, foto profilnya keren nih, bisa main gitar juga rupanya."
Tulis Bayu.
"Whoooi kerja whoooi..."
Slamet kali ini yang menggoda sambil berjalan menuju keluar rumah untuk merokok sebentar sebelum meneruskan tugas membungkus kedelai.
Via yang melihat ada pesan dari Bayu masuk langsung semangat membukanya, bibirnya terus saja senyum-senyum tak jelas.
"Bisa dong... Mau lihat ngga?"
Balas Via.
"Mau banget."
Bayu membalas lebih cepat.
Via kemudian mencari video saat ia perform di acara pentas seni saat Sekolah. Saat Via tampil sendirian menyanyikan lagu milik Erick Clapton, berjudul Tears In Heaven.
Via kemudian mengirimkannya ke nomor Bayu.
Dalam sekejap, video itupun sudah masuk ke hp Bayu, jelas saja Bayu langsung membukanya.
Terdengar tepuk tangan meriah saat nama Freliviana di sebut oleh MC di panggung.
Lalu tampak Via naik ke atas panggung dengan membawa gitarnya. Gadis itu hanya mengenakan celana blue jeans dan kaos hitam yang lengannya sedikit di lipat ke atas di atas siku, rambutnya yang panjang seperti biasa dikuncir kuda.
Tapi... Pesonanya memang luar biasa. Terutama saat ia tersenyum manis pada semua yang menonton pertunjukannya.
Via duduk di atas kursi di depan dua mic, satu untuk ia bernyanyi, dan yang satu untuk gitarnya.
Setelah memastikan suaranya dan suara gitarnya bisa didengar jelas, Via mulai penampilannya.
Lagu Tears In Heaven mengalir dengan merdu, senada dengan petikan senar gitarnya yang syahdu.
Bayu menatap layar ponselnya dengan perasaan yang semakin meluap-luap.
Benar-benar pandai memilih yah.
Tiba-tiba Slamet dan Cipto sudah ada di belakang Bayu, mereka ikut melihat video penampilan Via di hp Bayu.
"Udahlah, sikat saja Yu, barang langka nih."
Ujar Cipto.
Dalam hati Bayu setuju.
Yah, rasanya Bayu sekarang makin jatuh hati pada Via.
Gadis itu harus ia miliki.
Bukan hanya karena Bayu butuh pacar untuk menyingkirkan semua gadis yang mengganggunya selama ini, tapi kali ini, Bayu merasa memang merasa jika Via adalah sosok yang benar-benar ia impikan.
**-------**
ya jelas to ceritanya masih berhubungan dgn novel mistis yg judulnya Zizi maupun Pandawa
wong emang othor nya sama kok 😅
oh iya Thor di sini banyak bgt foto para tokoh nya
tapi kenapa kok di cerita Pandawa ga ada sh
padahal saya kan pengen liat anaknya Zizi bontot dan kakak nya
pasti unyu unyu banget deh 😅😅😅