NovelToon NovelToon
Brondong Tajir Mengejar Janda

Brondong Tajir Mengejar Janda

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Berondong / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: cucu@suliani

IG. Suliani_Cucu

Seasen 1

Aksara Pramudiya adalah seorang pria muda yang kaya raya, dia menyukai seorang perempuan yang terlihat cantik dan sederhana.

Dilihat dari sisi manapun perempuan itu terlihat sangat cantik dan masih terlihat berusia dua puluh tahunan.

Sayangnya dia berbeda keyakinan dengan nya, bahkan ternyata dia sangat kaget jika perempuan yang dia sukai ternyata lebih tua lima tahun dari nya.

Lebih parah nya, perempuan itu ternyata adalah seorang janda beranak satu.

Season 2

Banyak anak membuat hidup Aksa dan juga Najma penuh warna, bahkan kisah anak-anak mereka pun begitu beragam.

Pastinya, diantara salah satu anak Aksa dqn Najma ada yang kecantol sama Janda.

Siapa ya?

Yuk kita kepoin kisah nya.

Mohon dukungan nya buat si aku penulis yang masih amatiran ini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengantar Callista Berobat

Selepas mengisi perutnya, Aksa langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia tidak langsung tidur, dia malah membuka pintu balkon dan menikmati udara malam di sana.

Pandangannya tertuju pada bintang yang sedang berkerlap kerlip di atas langit sana, begitu indah dan memanjakan mata. Ingatannya seketika tertuju pada Maria, kekasihnya yang sudah dia abaikan selama dua hari ini.

Aksa menjadi bertanya tanya di dalam hatinya, sedang apa dia sekarang. Apakah Maria merindukannya, apakah Maria juga sedang memikirkannya, pikirnya.

Beberapa pertanyaan muncul di dalam benaknya, dia juga merasa bersalah karena telah mengabaikannya beberapa hari ini. Namun, alasan dirinya untuk mengabaikan wanita itu begitu kuat.

"Kenapa bisa seperti ini?" tanya Aksa lirih.

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tetapi entah kenapa dia merasa rindu pada wanita itu dan ingin segera bertemu dengan Maria . Aksa pada akhirnya memutuskan untuk menemui kekasihnya itu, dengan sedikit berlari Aksa mengambil kunci motornya.

Setelahnya dia langsung berlari ke garasi, dia menaiki motor kesayangannya dan langsung melajukan motornya dengan cepat. Setelah itu, dia meminta pak Santoso membukakan pintu gerbang untuknya.

"Aku harus cepat sampai di sana, aku harus berbicara dengan Maria," ujar Aksa.

Hanya butuh waktu dua puluh menit untuk Aksa sampai di depan rumahnya Maria, dengan sedikit tergesa Aksa berteriak memanggil pak Herman agar dia mau membukakan pintu gerbang untuknya.

Akan tetapi, pada saat dia akan memanggil pak Herman, Aksa malah melihat Maria yang sedang asik mengobrol dengan Andrew di depan teras rumah wanita itu.

"Sial!! Dari tadi aku merindukannya, tapi dia malah asik berduaan dengan si Onta!" kesal Aksa.

Rasa rindu yang tadi hadir pun kini berubah menjadi rasa kesal, rasanya dia sangat kesal dan merasa hatinya sedang di permainkan.

Aksa kembali menaiki motor sportnya, sebelum dia pergi dia menekan klaksonnya sebanyak tiga kali.

Maria sempat menolehkan wajahnya kepadanya, Aksa bisa melihat raut wajah Maria yang tadinya ceria langsung berubah saat menyadari kedatangan Aksa.

Maria langsung berlari untuk menemui Aksa, tapi sayangnya Aksa langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Maria pun berdecak kesal, sungguh dia menyesal karena terlambat menyadari akan kehadiran Aksa.

"Heh! Aku terus saja memikirkan wanita itu, tapi ternyata dia malah lebih memilih untuk berduaan dengan pria lain," ujar Aksa.

Saat di perjalanan pulang Aksa hampir saja menabrak seorang wanita berkerudung yang sedang menggendong seorang anak kecil, Aksa pun segera menepikan motornya.

Dengan cepat Aksa menghampiri perempuan tersebut, karena dia takut jika wanita itu akan kenapa-kenapa.

"Apa kamu tidak apa apa?" tanya Aksa khawatir.

Perempuan itu mendongakkan kepalanya, tapi dia malah tersenyum saat melihat Aksa. Sedangkan Aksa yang menyadari jika orang yang hampir dia tabrak adalah Najma dan putrinya, dengan segera dia mengucapkan kata maaf.

"Maaf, aku tadi membawa motor dengan kecepatan tinggi, jadinya aku hampir menabrak kamu," ucap Aksa tulus.

"Tidak apa apa, aku mau minta tolong boleh?" tanya Najma.

"Apa?" tanya Aksa.

"Tolong antarkan aku ke klinik di depan sana, jaraknya cuma lima puluh meter dari sini," pinta Najma penuh permohonan

"Siapa yang sakit?" tanya Aksa.

"Putriku demam, bisakah kamu mengantarkan aku ke klinik?" tanya Najma penuh harap.

Aksa langsung menaiki motornya, ada raut kecewa di wajah Najma karena dia mengira jika Aksa akan meninggalkan mereka.

Aksa menyalakan mesin motornya, lalu dengan segera dia menghampiri Najma. Dia memakaikan helm kepada Najma dan berkata

"Ayo naik!" ajak Aksa kepada Najma.

Bukannya naik Najma malah melongo tak percaya, dia tidak percaya jika Aksa mengajak dirinya untuk segera pergi dari sana.

"Kenapa malah bengong? Naik cepet, kasian Icha," ucap Aksa.

Najma menganggukan kepalanya lalu dengan cepat dia menaiki motor milik Aksa, dia langsung mendekap tubuh mungil Callista dengan penuh kasih.

Motor Aksa yang di desain khusus untuk orang berpacaran terkesan sulit untuk Najma, karena tubuhnya terus merosot mendekati tubuh kekar Aksa.

Dengan terpaksa tangan kirinya memegang jaket Aksa dengan erat, sedangkan tangan kanannya mendekap erat tubuh Callista.

'Bismillah, ya Allah. Ampuni hambamu ini karena berboncengan dan berpegangan pada orang yang bukan mahram hamba ya Allah,' batin Najma.

Lima menit melakukan perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah klinik sederhana bertuliskan klinik dokter Asti .

Najma langsung turun dari motor Aksa, dengan sedikit berlari Najma membawa Callista masuk ke dalam klinik.

Aksa langsung mengekori langkah Najma dari belakang, entah kenapa melihat wajah pucat Callista membuatnya merasa sangat khawatir.

"Suster, tolongin anak saya sus. Badannya panas banget, saya khawatir sus," ucap Najma pada salah satu perawat yang ada di depan meja pendaftaran.

"Langsung masuk aja, Bu. Bawa anaknya langsung biar dapat penanganan. Tapi bapaknya di sini dulu, biar melakukan proses pendaftaran," ucap susternya.

Najma memandang Aksa yang ternyata ada di belakangnya, dia terlihat bingung dengan apa yang diucapkan oleh suster, Aksa yang paham langsung menggendong Callista.

"Kamu urus aja pendaftarannya, aku yang bawa Icha ke dalam duluan," ucap Aksa yang langsung masuk ke ruangan dokter Asti.

Bukannya Aksa tidak mau melakukan pendaftaran, tetapi masalahnya dia tidak mengetahui identitas diri dari Najma dan juga Callista. Maka dari itu dia lebih memilih membawa Callista ke dalam ruangan pemeriksaan.

Najma menurut, dia langsung melajukan apa yang di suruh oleh perawat tersebut . Sedangkan Callista langsung mendapatkan penanganan di dalam, saat Najma menyusul ke dalam Callista nampak sedang di gendong oleh Aksa, sedangkan seorang dokter sedang melakukan tindakan pada Callista.

Setelah selsai, dokter Asti menyuruh Aksa untuk merebahkan tubuh mungil Callista untuk istirahat sebentar. Setelahnya dokter meminta mereka berdua untuk duduk, karena dokter akan menjelaskan tentang kondisi pasien.

"Silahkan duduk Pak, Bu," titah Dokter Asti.

Najma dan Aksa langsung duduk sesuai instruksi dari dokter, keduanya terlihat duduk dengan begitu tegang.

"Bagaimana dengan anak saya, Dok?" tanya Najma.

"Putri Ibu mengalami demam tinggi, panasnya mencapai 40,5 derajat. Makanya saya tadi langsung memberikan obat penurun panas lewat belakang, Bu. Saya takut kalau anak ibu akan step," jelas Dokter.

"Lalu dia kenapa bisa demam seperti itu Dok?" tanya Najma.

"Sepertinya panasnya di picu dari radang tenggorokan Bu, anaknya jangan di kasih makanan yang banyak mengandung MSG Bu. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi es, biasakan kasih makanan buatan Ibu saja , jangan biarkan dia jajan sembarangan," jelas Dokter Asti.

"Maaf, Dok. Akhir akhir ini dia memang suka jajan di luar, maklum baru masuk TK. Dia suka jajan rame rame sama temannya," ujar Najma.

"Ya, saya paham. Tapi mulai besok di jaga ya Bu anaknya, kalau mau sekolah di bekelin aja dari rumah, jangan sampai jajan sembarangan lagi. Ini resepnya ya Bu, silakan di tebus di Apotek ya," jelas Dokter Asti.

"Terima kasih banyak, Dok," ucap Najma sambil bersalaman dengan dokter perempuan tersebut.

Aksa melakukan hal yang sama dengan Najma, setelahnya mereka langsung ke luar dari ruangan dokter Asti dengan Aksa yang menggendong Callista.

Najma dengan cepat menebus obat untuk anaknya, setelahnya dia segera mengambil Callista dari gendongan Aksa karena dia tahu jika Aksa harus mengemudikan motornya.

Waktu sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam, Aksa pun langsung melajukan motornya ke kediaman Najma.

Ruko dua lantai yang cukup besar, adalah tempat tinggal Najma sekaligus tempat usaha nya. Dia tinggal di lantai dua, sedangkan di bawah dia gunakan untuk berjualan kue.

"Yang sabar, jangan terlalu banyak pikiran." Aksa terlihat sedang berusaha untuk menyemangati.

1
untung untung
hebat Imajinasinya
FIRA_SHAFIRAH27
kok ngk ada si kak
Cucu Suliani: Oh, diganti judul jadi Hati Yang Kau Sakiti😊
total 3 replies
KIRANA
kok ngk ada ya
nuraeinieni
Luar biasa
falea sezi
lagian lu gatel amat itu kakak ipar lu mau jd pelakor yee dasar g sesuai ma nama lu yg bagus tp hati busuk
falea sezi
karma mu bas g inget anak istri meski amnesia biasa nya feeling nya kuat nah ini tergoda ama jalang kek Deby mampus deh hidup lu
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
🌹🪴eiv🪴🌹
sedang khusyuk baca ada yg garing "makaroni" 🤧
🌹🪴eiv🪴🌹
siapa Elsa 🙄
🌹🪴eiv🪴🌹
selalu
🌹🪴eiv🪴🌹
menoleh
🌹🪴eiv🪴🌹
menegur
🌹🪴eiv🪴🌹
merajut 🙈
🌹🪴eiv🪴🌹
bukannya semester 4
obrolan bunda sama ayah bilang kuliah 2 tahun udah belagak udah jadi dokter kalo ada yg sakit
🌹🪴eiv🪴🌹
mengurus
🌹🪴eiv🪴🌹
astoge,menggedor

menggoda 🤧
🌹🪴eiv🪴🌹
di biasain
🌹🪴eiv🪴🌹
humornya....?
🌹🪴eiv🪴🌹
wow
emezing kali 💃💃💃
🌹🪴eiv🪴🌹
tenang ayah Aksa ,bunda najma udah author jodohkan untukmu
he he he he
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!