NovelToon NovelToon
Tentangku & Hatiku

Tentangku & Hatiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:42.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wati Charoline H.

Bagaimana rasanya jika kekasih kita tiba-tiba mengajak kita menikah? Sedangkan, kita baru saja menjalani sebuah hubungan sepasang kekasih.

Hal ini terjadi dalam kisah (Karin) menjadi anak perantauan yang bertemu dengan kedua laki-laki yang hadir di dalam kehidupannya yang biasa. Dimana diantara salah satunya adalah orang dari negeri seberang (Malaysia).

Pertemuan yang awalnya tak pernah menganggapnya ada, malah harus mengukir luka diantara salah satunya (Herul) laki-laki yang begitu baik. Dan memilih laki-laki pilihannya (Musleh) yang malah berakhir dengan sebuah pengkhianatan di dalam pernikahan dan campur tangan dari kedua kakak iparnya yang mengakibatkan perceraian dengan sang suami.

Setelah beberapa tahun kemudian ... Orang yang pernah ia buat luka di hatinya (Herul), malah muncul kembali dan tetap menerimanya apa adanya dan ingin menjadikannya sebagai orang terakhir dalam hidup laki-laki tersebut.

Apakah si Karin akan menerima cintanya Herul? Saat dirinya dulu pernah melukai hati laki-laki tersebut? Atau bahkan sebaiknya, akibat trauma yang disebabkan oleh pilihannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wati Charoline H., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tersenyum Padanya.

"Hati-hati di jalan ya Karin."

"Hati-hati Rin."

"Hati-hati di jalan ya nak."

Para teman-teman Karin melambaikan tangannya saat Karin meninggalkan mereka, saat ia telah melakukan Sas Kad'. Karin menuju ke arah Bas Stop untuk menunggu bas-nya. Saat sedang menunggu di Bas Stop, terdengar suara klakson motor dari arah kanan jalan mencoba memanggil gadis yang terduduk itu.

Karin pun menolehkan kepalanya ke kanan dan melihat Musleh tengah menghampirinya. "Hai kakak."

Karin melihatnya lalu kembali memfokuskan pada layar ponsel yang di pegangnya. "Kak Rin ... kamu tidak memakai pemberian ku?"

Mendengar hal itu. Karin menghentikan acara main hp nya, gadis itu menatap wajah orang di depannya. Lalu mengeluarkan sebuah kotak di dalam tasnya yang kemarin laki-laki itu berikan kepadanya. Musleh melihat kotak tersebut yang telah Karin sodorkan padanya. "Ini kan ...?"

"Iya, ambillah! Aku tidak membutuhkannya," ucap Karin, lalu gadis itu meraih tangan laki-laki itu dan memberikan kotak tersebut.

"Karin ... Tapi." belum laki-laki itu menyelesaikan kalimatnya, Karin telah lebih dulu memotongnya. "Aku tidak ingin menerima apapun darimu. Jadi ... sebaiknya kamu simpan saja."

Setelah mengatakan itu, Karin segera memasuki bus tujuannya. Karena saat ia selesai mengatakan kalimatnya pada laki-laki di depannya. busnya jurusannya telah sampai di hadapannya, sehingga memudahkan Karin untuk cepat meninggalkan tempat itu.

Seperti biasa Karin mengambil tempat duduk paling belakang, saat ia melihat di dalam bus tidak begitu banyak orang sehingga membuatnya dapat memilih tempat duduk sesuka hati. Ia menduduki tempat yang ia duduki yaitu di samping jendela. Di sana ia dapat melihat laki-laki itu masih di posisinya sembari memegang kotak yang tadi ia kembalikan pada sang pemilik.

Gadis itu sebenarnya tidak enak, mengembalikan barang yang sudah ia terima sebelumnya. Tapi bagaimana pun ia harus mengembalikannya karena tidak ingin dianggap hanya memanfaatkan barang milik orang, sedangkan ia tidak menginginkan orang tersebut. Apalagi mengingat bahwa laki-laki itu adalah orang Melayu (Malaysia).

Bus pun akhirnya berjalan, sehingga laki-laki itu sudah tak terlihat lagi di pandangan Karin. Gadis itu mengambil ponselnya di dalam tasnya dan menyalakan musik.

Di perjalanan Karin hanya menatap ke arah luar, dengan telinganya yang mendengarkan musik. Mungkin karena jalan sedang padat (macet) membuatnya menutup matanya sembari menyandarkan kepalanya di jendela bus.

....

"Karin ... bangun, kita dah sampai." Karin yang tertidur itu membuka matanya, saat sebuah tangan menepuk pelan pipinya. Gadis itu menoleh ke arah orang yang membangunkannya dan segera menjauhkan diri. "Kamu! Kenapa ada di sini?"

Karin terkejut saat melihat orang tersebut yang tak lain adalah Musleh. Laki-laki itu tersenyum ke arah Karin. "Aku melihatmu sedang tertidur, jadi aku naik untuk membantumu tidur lebih pulas."

Karin terdiam sejenak. Memang benar bahwa ia saat terbangun dari tidurnya ia melihat dirinya sedang menyandarkan kepalanya pada bahu laki-laki di depannya. Tak ingin terus menatapnya, Karin pun keluar karena ia telah sampai di pemberhentian tempatnya tinggal.

"Tunggu! Kak Karin!" panggil Musleh, namun gadis itu mengabaikannya.

"Kak, tunggu!" ucap Musleh sembari menghentikan langkah gadis itu.

Karin menatapnya dengan tatapan penuh kesal ke arah laki-laki itu. "Boleh tak, kamu jangan mengikuti ku?"

"Aku tidak mengikutimu, hanya saj-" ucapan laki-laki itu terpotong saat ia melihat seseorang yang di kenalnya, "Karin ... bukannya itu Abangmu?"

Karin mengerutkan dahi dan membalikkan badannya melihat yang laki-laki itu arahkan. Dan seketika Karin membulatkan matanya saat melihat saudaranya sudah di tangkap oleh polis. Karin mencoba menghampirinya namun Musleh segera menahannya. "Lepas! Itu bang danum kena tangkap. Kenapa kamu malah menahan ku?"

"Kami tidak boleh kesana, jika kamu kesana itu sama saja kamu kena tangkap!" sahut Musleh.

"Tapi abangku," ucap Karin yang sudah menangis melihat saudaranya telah meninggalkan tempat itu bersama polis tersebut. Entah abangnya akan di bawa kemana oleh polis itu.

"Kamu tenang ya, biar aku akan membantu mencari Abangmu. Sebaiknya kamu aku antar balik rumah," ucap Musleh mencoba menenangkan gadis itu.

"Tap-tapi."

"Kamu kena percaya oke, Abangmu akan baik-baik saja. Kamu tidak perlu risau, aku akan membantumu." Musleh pun akhirnya menarik Karin ke dalam genggamannya untuk di antar ke rumah kontrakan gadis itu.

____

"Karin ... kamu tidak apa-apa dik? Danum dik ... Danum," ucap mbak Wenah khawatir sambil menangis di pelukan Karin. Karin yang terlihat begitu khawatir akan saudaranya itu hanya berdoa dalam hati.

Musleh yang berdiri di samping Karin, melihat mbak Wenah yang menangis menghampirinya. "Kak ... kakak jangan risau, saya akan bantu carikan Abang Danum."

Mbak Wenah yang masih memeluk Karin, akhirnya melepaskan pelukannya dan meraih tangan laki-laki di depannya. "Dik ... tolong! Tolong temukan adik saya dik."

Laki-laki itu mengangguk. "Iya akak, saya akan mencari bang Danum, saya berjanji akan membawanya kembali," ucapnya sembari tersenyum melihat ke arah Karin hanya bisa terdiam.

Musleh menggelengkan kepalanya pada gadis itu. Ia memberitahu bahwa ia menyuruh gadis itu untuk tidak menangis lagi. Karin yang tahu akan itu tindakan itu segera mengusap air matanya dan mengangguk sebagai tanda bahwa ia tidak akan menangis lagi.

Laki-laki itu tersenyum lalu berucap. "Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu kak, Rin."

Karin dan mbak Wenah mengangguk. "Hati-hati dik, akak mohon temukan saudara kakak."

"Pasti kak, akak jangan risau eyy," balas Musleh. Lalu laki-laki itu pergi meninggalkan keduanya.

Saat laki-laki itu telah tidak terlihat, mbak Wenah masuk ke dalam rumah. Sedangkan gadis itu masih bergeming di tempatnya. Lalu beberapa saat Karin berlari menghampiri laki-laki yang telah menjauh itu. Saat Karin melihat laki-laki itu. "TUNGGU!!"

Laki-laki itu menoleh ke arah belakang saat mendengar suara Karin. Musleh menghampiri gadis itu dan bertanya. "Kenapa kembali lagi? Kamu tidak lihat polis masih berkeliaran di sini. Sebaiknya kamu masuk, di sini berbahaya kamu tahu?"

"Terimakasih."

Musleh membulatkan matanya. "Hah?! U-untuk apa?"

"Terimakasih, kerana mau membantu," ucap Karin tanpa menatap wajah laki-laki di depannya.

Musleh meraih kedua bahu Karin. "Apapun, akan aku lakukan untuk orang yang aku sukai."

Karin yang awalnya hanya melihat ke arah kakinya, mendongakkan wajahnya menatap wajah laki-laki itu. Ia tahu bahwa laki-laki di depannya menyukainya, tapi ia berpura-pura tidak tahu akan hal itu, lebih tepatnya ia tak perduli.

"Sudah, sebaiknya kamu kembali ke rumah sekarang! Aku takut kamu pula yang akan kena tangkap," ucap Musleh sembari menunggu Karin meninggalkannya.

Karin mengangguk sembari tersenyum kecil ke arah laki-laki itu. Musleh yang melihat akan hal itu langsung tersenyum lebar. "Kamu tersenyum? Kamu tersenyum kepadaku?"

Gadis di hadapannya hanya terdiam dan pergi meninggalkan laki-laki itu. "Terimakasih Karin, terimakasih."

Karin yang sudah di balik tembok pembatas tempat Musleh berdiri, kembali tersenyum. Entah kenapa gadis itu tiba-tiba menampilkan senyumannya saat sekian lama tak menunjukkannya kepada orang lain selain keluarganya.

1
Mira Kader
bagaimn kabar mantan suami Karin di negeri Jiran apa kah dia bahagia atau sebaliknya
Mira Kader
kasihan sekali nasip mu Kiran
jenkaijen
kayaknya ini kisah nyata dari author, kok kayak masuk banget dalam fikiranku 😭
Mira Kader
kenapa abaang ya ditangkap
Ival Vander
pengganggu sekali emak mertua
Elkuna
wew, emaknya kak herul mengganggu saja 🤣
Janda Satu Set
mampir semangat
Lollipop Coklat
wkwkwk kyknya sikarin pengen deh! tapi suaminya herul gk peka dengan keringat dingin yang bercucuran di jidat karin 😂
Daniel Akbar
next partnya kak
Daniel Akbar
Udah tamat aj 😫
Elkuna
ya ampun aku ketinggalan banyak sekali 🤧.

waaaah, happy ending, aku senang bangett 😘. tapi kenapa authornya kek mau cepat2 habisinnya. belum puas lah sama akhirnya
Sila Anonymous
semoga terus bahagia
Muti☑️: jangan lupa liat cerpen aku ya kak
total 1 replies
Ival Vander
sdh end ya? semangat kak ku tunggu next season 2 nya
Mamanya Haikal
Sedih sekali ceritanya dik, semangat ya sayang jangan patah semangat hanya karena laki laki yg tidak bertanggung jawab
TK
cinta segitiga 👍😍
Wang Roy
menurutku emang jengkel klu harus berurusan dengan ipr
Wang Roy
seru juga semangat
Mamanya Haikal
semangat dik... kakak mendukung mu
Daniel Akbar
next kak
Daniel Akbar
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!