Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12 - Terjebak Di Lift
Setelah mematikan sambungan telefon,Rara pun melihat proses menyalin sudah selesai dan segera ia bersiap untuk pulang.
Rara lekas menyimpan semua barang - barang nya di tas nya dan segera keluar dari ruangan nya,ia merasa sudah sangat mengantuk dan lelah,ia sudah tak sabar untuk segera berbaring di tempat tidur nya yang empuk.
Saat Rara menuju lift dan menunggu pintu lift terbuka,ia lagi - lagi mendengar langkah kaki di sunyi nya lantai 4 ini. membuat Rara jadi merinding dan berfikir itu adalah sosok tak kasat mata. Rara pun perlahan menoleh ke belakang untuk melihat dan memastikan siapa itu.
Namun mata nya membulat karena ternyata itu adalah atasan nya. "Pak Rehan." Kata itu lolos begitu saja saat mengetahui siapa yang ada di belakang nya.
Rehan hanya diam dan menatap Rara yang terkejut melihat nya.Seketika pintu lift terbuka dan segera Rara masuk ke dalam di ikuti Rehan.
"Kenapa kamu masih di kantor?." Tanya Rehan.
"Lembur pak." jawab Rara dan Rehan hanya diam mendengar jawaban Rara dan pintu lift tertutup.
"Bapak kok masih ada di kantor semalam ini?." Tanya Rara. namun tidak di jawab oleh Rehan.
"Dicuekin,mahal banget kali ya,kalau harus ngomong sama dia."Gumam Rara cemberut.
Namun cemberut nya Rara tidak lama,karena saat lift sudah sampai di lantai dasar,pintu nya tidak terbuka dan membuat Rara menjadi heran dan juga takut pintu lift nya rusak.
"Kenapa gak terbuka lift nya." Ucap Rara panik. ia mengetuk - ngetuk pintu itu dan sama sekali tidak bisa di buka.
Rehan terlihat santai dan hanya diam saja melihat gadis itu panik.
"Bapak kenapa diam saja,ini bagaimana lift nya?." Tanya Rara menggerutu.
Rara lalu mengambil ponsel nya,namun baterai nya sudah sekarat dan akhir nya mati,sementara Rehan mengambil ponsel nya dan menghubungi satpam yang berjaga,tapi tidak mengangkat nya karena ketiduran di depan pintu utama yang sudah ia kunci untuk berjaga - jaga.
"Kemana dia." Gumam Rehan.
Ia lalu menghubungi Sekertaris Rans dan mendapatkan jawaban yang sama,tidak di angkat mengingat hari sudah malam.
"Gimana pak?." Tanya Rara.
"Tidak di angkat."Jawab Rehan singkat.
"aku coba buka pintu nya,kamu terus hubungin satpam itu."Ucap Rehan.
Rara mengiyakan dan mengambil ponsel Milik Rehan lalu mencoba menghubungi lagi satpam,ia terkejut karena melihat hanya ada 4 nama di kontak ponsel nya,Mama,Rans,Tarno.
"Kontak bapak cuman segini?." Tanya Rara dengan heran.
"Bapak gak punya teman lain yang bisa di hubungin?." Tanya Rara lagi,namun tidak di jawab Rehan.
"Nyebelin banget sih,udah kayak ngomong sama tembok saja." Gumam Rara lagi dengan kesal karena di cuekin Rehan.
Rehan terus mencoba membuka paksa pintu lift dengan tangan kosong,sementara Rara menghubungi terus pak Tarno,berharap ia mengangkat telefon,karena Rara pun tidak ingat dengan nomor telepon adik nya atau pun sahabat nya.
Kerjaan yang begitu banyak membuat Alasan Rara tak ingin menambah beban dengan mengingat nomor milik orang - orang terdekat nya di pikiran nya.
Hingga akhirnya,Rara pun putus aja,ia pun duduk di lantai sembari menekuk kaki nya dan melihat Rehan yang kesal karena pintu lift itu.
"Sudah lah pak,percuma saja,mendingan bapak duduk disini,menghemat tenaga dari pada buang - buang tenaga." Ucap Rara.
"Bertemu dengan kamu selalu saja sial." Ucap Rehan dengan kesal meninju pintu lift itu.
Rara yang mendengar pun cemberut,ingin rasa nya ia memaki pria ini dan balik menghina nya,namun ia tak punya keberanian ,mengingat ia masih sangat membutuhkan kerjaan ini.
Rehan pun menghentikan usaha nya dan duduk di lantai,sembari ia mencoba menghubungi kembali satpam yang berjaga,sementara Rara yang sudah sangat lelah,bersandar di dinding lift dan tertidur.