Hidup dengan kekayaan yang luar biasa dan membuatnya menjadi pengusaha sukses Nomer satu di Negaranya serta beberapa Hotel terbesar di Negara lain yang dikelola adik keduanya. Namun siapa sangka jika Maharani telah menjalai kehidupan pahit serta masalalu yang menyakitkan.
Kejadian tak terduga membuat hidupnya kembali bahagia
" Aku sangat sangat mencintaimu Mira "
" Aku juga "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Agustiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Ragu-ragu akhirnya Mira berbalik dan menatap Shaka kemudian Ia menundukan kepalanya
" Hiks hiks aku.. aku wanita kotor Ka.. aku kotor. Aku tak pantas untukmu. Maafkan aku Shaka " tubuh Mira merosot dan terduduk dilantai selimutnya pun masih menempel ditubuh wanita itu.
" hiks hiks aku kotor. Sangat kotor. Bahkan melihat tubuh ini rasanya jijik sekali. Aku kotor Ka.. aku minta maaf. Aku bukan wanita baik-baik. Kau bisa pergi mencari wanita lain yang suci bukan kotor seperti ku. Hiks hiks.. " tangis Mira
Shaka berjongkok dan memeluk tubuh Itu
" Aku terima apapun kamu sayang. Kamu jangan berfikir jika aku akan mencari wanita lain. Kau selalu ada dihatiku selamanya. Entah kau Mira ataupun.. " ucapan Shaka terhenti " Tasya " Sambungnya.
Yah Tasya. Alter ego yang tak sengaja Mira ciptakan saat ia lemah dan berada didasar yang tak mampu mengendalikan dirinya. Hingga terciptalah Anastasya Alter ego dari Mira. Ini yang Ara Fer dan seluruh pengikutnya takutkan jika Tasya bangkit maka semua yang menyakiti Mira akan habis oleh tangan Tasya.
Shaka mengetahui Mira mempunyai Alter ego setelah Fer menjelaskan jika Anastasya sangat berbahaya. Ia bisa berubah menjadi iblis saat keluarga dan ketenangannya diusik.
" Tidak Ka.. aku kotor. Tubuh ini, pipi ini, mulut ini, dada ini, perut ini dan inti tubuhku kotor Ka. " Mira mengambil alih tubuhnya saat Shaka datang dan memeluknya. Tubuh Mira melemah dan pandangannya sedikit kabur, itu karena dokter yang datang bersama Shaka menyuntikan bius agar Mira tak histeris seperti tadi.
Shaka menggendong Mira ke Helikopter milik Mira dan membawanya pulang ke Negara L. Itu pun karena Fer menyarankan menggunakan helikopter Mira daripada harus ke bandara. Tak lupa Shaka membayar mahal yang ada dilokasi kejadian agar menutup mulut. Jika ada satu saja yang bocor maka saat itu juga akan mati.
Mira tertidur dipelukan Shaka masih dengan selimut yang membungkus tubuh Mira.
Helikopter perlahan mulai turun di atap rumah Mira dan segera Ia menggendong Mira menuju kamarnya, kedua adiknya Ara dan Fer sudah menangis saat Darren sadar dan memintanya memberitahu Shaka jika Mira dibawa oleh Nathan.
Shaka membaringkan tubuh Mira dengan pelan dan meminta Ara mengelap tubuh Mira serta memakaikan pakaian. Shaka keluar menemui Fer dan juga Darren yang masih diobati oleh dokter.
" Tuan Shaka. Syukurlah Anda datang tepat waktu. Jika tidak sudah pasti Nona Tasya akan membunuh pria brengsek itu. " ucap Darren
" Tidak masalah. Mira adalah hidupku, dan aku yang seharusnya berterima kasih padamu karena saat sadar kau langsung memberitahuku. " ucap Shaka.
" 2 hari kedepan aku akan menikahi Mira. " ucapan Shaka membuat Fer dan Darren terkejut
" Kakak Serius ?" Tanya Fer dengan nada tidak percaya.
" Aku kira kakak akan meninggalkan kak Mira begitu tau jika kak Mira.. " ucapan Fer terhenti
" Aku sangat mencintai Mira Fer. Apapun keadaannya aku terima. Bahkan jika dia hamil pun aku akan tetap menerimanya. Sudah cukup bertahun-tahun aku kehilangan Mira. Kini aku tak ingin kehilangan lagi. " ucap Shaka.
" Baiklah. Akan lebih baik jika kakak bicara lagi dengan kak Mira. " ucap Fer
" Kak Shaka.. kak Mira mencarimu " ucap Ara yang sudah selesai mengelap tubuh Mira serta memakai pakaiannya.
" Aku menemui Mira dulu " ucap Shaka dan dibalas anggukan oleh ke tiganya.
*
*
*
*
Di Kamarnya Mira sedang melamun matanya menatap dinding dengan pandangan kosong. Kedua kakinya ditekuk. Apakah Ia akan kehilangan orang yang dicintainya lagi.?
" Apakah aku akan kehilangan Shaka lagi ? " ucap Mira. " kenapa kau memberiku cobaan seperti ini.. aku kehilangan Shaka kecil kedua orang tuaku juga Nathan. Apa aku harus kehilangan Shaka lagi ??" Ucapnya lalu menenggelamkan kepalanya dikedua lututnya.
" Kenapa sejahat ini hiks hiks. Pasti Shaka akan pergi. Apalagi saat Shaka melihat Tasya bangkit. Dia pasti akan menganggapku gila " sambungnya.
Shaka sedari awal mendengar ucapan Mira tanpa sadar meneteskan air mata. Perlahan Shaka masuk dan mengunci pintu dan duduk disamping Mira yang masih menenggelamkan wajahnya. Shaka menarik tubuh Mira dan memeluknya
" Aku tidak akan meninggalkanmu Mir. Tidak akan.. jika kau hamil pun kita akan merawatnya " ucapan Shaka sukses membuat Mira melihat Shaka. Mira kira bahwa yang duduk disampingnya adalah Ara namun suara Shaka membuat Mira mendongak ke arah Shaka.
" Tapi aku kotor ka.. " ucap Mira lirih
Shaka duduk didepan Mira kedua tangannya meraih kepala Mira dan menatapnya. " Dimana dia mencium mu sayang ? " tanya Shaka
Mira hanya menunjuk pipi kanan dan kiri, bibirnya, lehernya, dadanya dan terakhir perutnya.
' Dia menciumi Mira namun tidak ada bekas dileher Mira. ' Batin Shaka.
Perlahan Shaka mendekat mencium kedua pipi Mira, semakin turun ke bibir dan **********, semakin turun ke bagian lehernya. Shaka mencium leher Mira dari kiri hingga kanan semuanya Ia cium tanpa celah. Kemudian Ia melirik Mira meminta ijin dan Mira mengangguk. Shaka membuka kancing baju Mira dan melepas Branya. Terlihat ada beberapa bekas cup*ng disana. Shaka kemudian menghisap bagian bekas cup*ng Nathan disana
" Mmmm " tangan Mira meremas rambut Shaka saat Ia masih menghisap bekas Nathan. Selesai di dadanya kemudian turun diperut Mira.
' Disini juga tidak ada bekas. Mungkin brengsek itu hanya mencium tidak menghisap ' Shaka membaringkan tubuh Mira dengan pelan kemudian Ia turun menciumi seluruh permukaan perut Mira.
" Ahh Shakaa " desah Mira
" Sayang apa ada lagi yang dia cium ? " tanya Shaka
" Euumm ituu adaa. Tapi tapi ituu.. bagian ini bawah " ucap Mira gugup sekaligus malu.
Shaka membuka rok Mira serta Cdnya. Ia menghisap Inti Mira dengan lembut sembari memberi gigitan kecil
" Aahh Shakaa ummhh " desah Mira.
Shaka pria normal jika mendengar desahan seperti itu membuat dibawahnya bangun. Shaka membuka kancing serta resleting celana bahannya dan menurunkannya sedikit hingga adik kecil keluar dari persembunyiannya. Tanpa diketahui Mira Ia memasukkan perlahan di Inti Mira.
Mira menyernyit saat merasakan ada sesuatu yang masuk diinti tubuhnya
" Aaahh perih Ka ahh ahh. " desah Mira.
" Besok kita menikah dan kita resepsi di belakang rumah ini. Kau ingin yang bertema Taman kan? Iqbal dan Darren akan mengurus semuanya. " ucap Shaka disela-sela pompaannya yang lembut
Mira hanya mengangguk lalu Shaka ******* bibir Mira yang sedikit terbuka
Shaka bermain dengan pelan tidak sekasar Nathan.
" ahh ahh Ka Aakuu.." ucapan Mira terputus saat ciuman Shaka membungkam mulut Mira. Bisa Shaka rasakan jika tubuh Mira bergetar Ia pun bergetar menuju puncak dan
" Aaaaahhhh sayang " lenguh keduanya. Shaka semakin menekan masuk miliknya saat pelepasan. Mira menarik kepala Shaka agar menenggelamkannya di gunung kembar miliknya.
.
.
.
.
Terima kasih sudah membaca. 😊🤗❤
Tinggalkan jejaknya yaa 🙏
Maaf jika cerita ini membosankan 😊🙏