NovelToon NovelToon
Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Contest / Mafia / Balas Dendam / Time Travel / Anak Yatim Piatu / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:322.6k
Nilai: 4.5
Nama Author: meimei

Hallo readers,
ini novel pertamanya author, author harap kalian bisa suka sama novel ini.
Author juga minta dukungannya ya.
Terima kasih🙏
Cerita yang author ambil bergenre time travel atau juga bisa disebut perjalanan waktu.
Author terinspirasi dari beberapa novel time travel yang author baca.

-----
Jean adalah seorang anak yatim piatu, kedua orang tuanya telah meninggal dunia saat Jean berusia 7 tahun.

Saat berusia 10 tahun Jean di adopsi oleh seorang pria paru baya bernama Jorce.
Jean dilatih menjadi sosok yang sempurna, yang bisa melakukan apapun, seperti bisnis, bela diri, menembak, memanah, strategi, medis, dan masih banyak lagi yang di pelajari oleh Jean.

Jorce melatih Jean untuk menjadi penerusnya, saat Jean berusia 18 tahun Jean diangkat menjadi Quen Mafia Ruler Of Gold.

Hari ini Jean mendapatkan misi yang sulit, yang tanpa Jean sadari, misi yang Jean lakukan merenggut nyawanya.

-----------
Jean mengalami perjalanan waktu ke dunia lain, yang Jean yakini itu adalah zaman kerajaan.
Tubuh yang di tempati oleh Jean adalah seorang sampah bagi Ayah dan seluruh kekaisaran.

Apakah Jean dapat melewatinya?

Cerita yang author buat, murni dari pemikiran author sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meimei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 " Perpisahan "

Malam ini, adalah misi terakhir dari Jean. Jean membawa senjata seperti biasanya saat menjalankan misinya. Jean masuk ke sebuah gedung apartemen, ia berjalan naik menuju ke lantai 3 menggunakan tangga darurat, ia menekan kode pintu dari salah satu apartemen yang berada di lantai 3. Jean masuk ke dalam apartemen itu, ia menemukan seorang pria yang cukup tampan sedang tertidur pulas. Pria itu terbangun karena mendengar suara pintu.

" Siapa kau, " tanya pria itu.

" Jacob Li?, " Jean kembali bertanya.

" Dari mana kau tau namaku?, " tanya Jacob Li.

" Mengusik Ayahku, harus mati, " ucap Jean.

" kau..., " Jacob Li merasa ketakutan, ia sudah mengusik orang yang salah, benar-benar sebuah kesialan baginya.

" Aku minta maaf, mohon maafkan aku, " Jacob Li memohon kepada Jean, ia bersujud dan memegang kaki Jean.

Jean tidak merespon apa yang di katakan oleh Jacob Li. Jean mengambil pisau dan langsung melukai leher Jacob Li hingga tewas. Tepat pada saat Jean menyelesaikan tugasnya, banyak polisi yang sudah mengepung gedung apartemen itu, Jean tidak merasa takut dengan keberadaan polisi, tapi entah mengapa perasaannya benar-benar tak enak.

Jean keluar dari dalam apartemen jacob Li, ia berjalan menuju ke lantai 1, Jean keluar dari gedung apartemen. Tiba-tiba Jean terkena tembakan tepat di kepalanya. Tuan Jorce dan asisten Zhan yang melihat Jean dari monitor sangat terkejut, mereka berdua langsung pergi menemui Jean. Polisi yang menyuruh sniper untuk menembak berjalan menuju ke arah Jean yang sudah terjatuh ke tanah.

Polisi itu membuka topi dan masker yang di pakai Jean, ia sangat terkejut ternyata mereka salah target.

Datanglah Tuan Jorce dan asisten Zhan, mereka langsung menemui Jean. Tuan Jorce mendorong polisi yang berada di dekat Jean.

Semua polisi dan sniper yang menembaknya sangat ketakutan, mereka salah mengenali target dan malah menembak anak dari Tuan Jorce Wiliam, tamatlah riwayat mereka.

Sebenarnya para polisi mengepung gedung apartemen untuk menangkap buronan yang melakukan kejahatan besar, buronan itu terus melarikan diri dan para polisi mendapatkan informasi bahwa buronan itu tinggal di gedung apartemen ini. Mereka salah mengenali Jean sebagai buronan yang mereka cari, karena penampilan Jean yang sama persis dengan ciri-ciri yang di katakan oleh informan. Tapi selang beberapa menit, saat Jean telah jatuh ke tanah, ada 2 orang polisi dan 1 orang pria yang di pegangi oleh 2 orang polisi tersebut, saat mereka keluar dari gedung apartemen para polisi itu menyadari bahwa mereka telah salah mengenali target.

" Jean, "panggil Tuan Jorce dengan suara lirih. Ia mengangkat kepala Jean dan meletakannya di pangkuannya.

" Jean, bangun nak, ini Ayah, " panggil Tuan Jorce, menahan tangis.

Para anggota Ruler Of Gold yang mendengar berita duka itu langsung pergi menuju ke TKP.

Bulan yang terlihat terang kini perlahan berubah menjadi warna merah.

Jean yang sudah tak sadarkan diri (tewas), ia perlahan membuka matanya.

" Ay...ah, " Jean memanggil Tuan Jorce dengan menahan sakit di kepalanya, sebelum melanjutkan ucapannya, Jean memuntahkan seteguk darah segar.

" Jean, " Tuan Jorce memanggil nama anaknya dengan nada yang sedikit tinggi saat anaknya memuntahkan seteguk darah segar, ia merasa sangat khawatir.

Datanglah ambulance.

" Bertahanlah sayang, hiks...hiks" kata Tuan Jorce kepada Jean, Tuan Jorce menangis dalam diam, ia tak mengeluarkan suara tangisnya tapi air matanya terus mengalir, ia sangat khawatir, ia tak tau harus berbuat apa. Ia menggendong Jean masuk ke dalam mobil ambulance, ia terus menemani Jean dan menggenggam tangannya.

Selama perjalanan menuju ke rumah sakit Jean mengatakan selalu berusaha berbicara.

" Ay...ah, " panggil Jean terbata bata menahan sakit.

" Iya sayang, diamlah kau tak perlu banyak bicara, kita akan segera sampai ke rumah sakit, " kata Tuan Jorce dengan deraian air mata yang tak dapat ia bendung lagi.

" Wa...k...tu...ku tak ban...yak, " kata Jean, menahan sakit, Jean pun menangis karena melihat Ayahnya terus menangis disisinya.

" Ja...ngan me...na...ngis Ay...ah, " Jean kembali memuntahkan seteguk darah segar.

" Jean, diamlah sayang kita akan sampai ke rumah sakit, " Tuan Jorce menyuruh Jean untuk tak bicara lagi, ia semakin khawatir karena Jean kembali memuntahkan seteguk darah segar.

" Ay...ah kau me...mang be...nar han...ya yang ku..at...lah ya...ng bisa ber...ta...han hi...dup, " Jean tetap berbicara dengan terus menahan sakit.

" Iya sayang, Ayah tau tapi berhentilah berbicara, kau membuat Ayah semakin khawatir, " Tuan Jorce bertambah khawatir karena Jean terus berbicara.

Akhirnya mereka tiba di rumah sakit, Tuan Jorce langsung mengikuti Jean menuju ke ruang operasi

" Maaf Tuan, anda tidak boleh masuk, " kata Dokter.

" Kenapa? Saya adalah Ayahnya, " tanya Tuan Jorce.

" Maaf Tuan, ini adalah prosedur rumah sakit, mohon anda mematuhinya, " jawab Dokter.

" Baiklah, tapi jika ada apa-apa dengan anak saya, akan saya hancurkan rumah sakit ini, " Tuan Jorce mengeluarkan Aura membunuh yang sangat kuat, membuat Dokter itu menjadi ketakutan.

" Ba.. baik Tuan, kami akan melakukan yang terbaik, " Dokter itu menjawab dengan ketakutan, membuat ia sedikit gagap.

Dokter itu pergi meninggalkan Tuan Jorce, ia masuk ke ruang operasi, untuk mengeluarkan peluru yang ada di kepala Jean.

Selama operasi berlangsung, Tuan Jorce merasa tak tenang, ia sangat khawatir dengan kondisi Jean.

Datanglah asisten Zhan bersama beberapa anggota Ruler Of Gold, mereka langsung menemui Tuan Jorce.

" Bagaimana keadaan Nona, Tuan?, " tanya asisten Zhan, khawatir.

" Jean masih di operasi, " jawab Tuan Jorce, sedih.

" Sabarlah Tuan, Nona pasti baik-baik saja, Nona anak yang kuat, " hibur asisten Zhan, agar Tuannya tidak terlalu khawatir. Padahal ia sendiri sangat khawatir dengan kondisi Jean.

" Kau benar Zhan, dia anak yang kuat, " Tuan Jorce kembali menitikan air matanya, bagaimanapun Jean adalah anaknya, ia tak sanggup melihat Jean tak berdaya.

" Bagaimana?, " tanya Tuan Jorce kepada asistennya, Tuan Jorce menghapus air matanya dan mengeluarkan Aura membunuh yang mengintimidasi orang di sekitarnya, bahkan asisten Zhan sampai gemetar karna ketakutan, asisten Zhan tau saat ini Tuannya sangat marah.

" Sudah beres Tuan, kami sudah menghabisi buronan itu, lalu sniper dan polisi yang menyuruh sniper untuk menembak sudah kami bereskan, Tuan, " jelas asisten Zhan.

" Kerja bagus Zhan, " Tuan Jorce memuji asisten Zhan. ia kembali menarik Aura yang mengintimidasi orang disekitarnya.

Setelah menunggu dalam waktu yang cukup lama, akhirnya dokter keluar dari ruang operasi.

" Bagaimana Dok?, " tanya Tuan Jorce, Khawatir.

" Kami sudah berhasil mengeluarkan peluru yang berada di kepala Nona Jean, tapi untuk sekarang Nona Jean belum sadarkan diri, " jawab Dokter.

" Tapi anak saya baik-baik saja kan Dok? Jean masih bisa selamat kan?, " tanya Tuan Jorce.

Dokter sedikit ragu menjawab pertanyaan dari Tuan Jorce.

" Begini Tuan, sebelumnya saya minta maaf, saya akan menjelaskan tentang kondisi Nona. Dalam kasus Nona, ini sangat jarang terjadi, tembakan yang di dapatkan Nona tepat mengenai kepalanya, bagi orang lain yang mendapatkan tembakan seperti itu bisa di pastikan bahwa orang itu akan meninggal di tempat, tapi Nona, Nona bahkan masih sadar saat di bawa ke rumah sakit ini, bahkan sampai masuk ke ruang operasi Nona masih tetap sadar. Tapi sekarang kondisi Nona sangat kritis dan lemah, kami akan memindahkan Nona ke ruang ICU, agar mendapat perawatan yang lebih intensif, " jelas Dokter.

Tuan Jorce yang mendengar penjelasan dari dokter pun sangat terpukul, ia langsung terduduk di kursi ruang tunggu operasi.

" Apa saya bisa menemui anak saya Dok?, " tanya Tuan Jorce, sedih.

" Bisa Tuan, setelah kami memindahkan Nona ke ruang ICU, anda dapat menemui Nona, tapi anda harus mengenakan pakaian steril rumah sakit, " jelas Dokter

" Baik Dokter, " jawab Tuan Jorce.

Tuan Jorce mengenakan pakaian steril rumah sakit dan masuk ke ruang ICu. Karena Jean telah di pindahkan.

Di luar, bulan yang indah perlahan berubah menjadi warna merah, kini sudah hampir sepenuhnya berubah warna.

Jika kalian berpikir, mengapa tidak ada yang menyadari fenomena alam tersebut. Sebenarnya hanya Jean yang dapat melihat perubahan dari warna bulan itu, sedangkan yang lain tetap melihat bulan seperti biasanya.

" Ay...ah, " Jean memanggil ayahnya, menahan sakit.

" Jean, bukannya kau sedang kritis dan lemah?, " Tuan Jorce kaget karna Jean sudah sadar.

** jangan lupa vote, like dan koment ya readers😊**

1
yani
Hay kak ak mampir.
silahkan mampir juga di karya ku di jamin seru dan bikin mewek.

judul: perjalanan gadis buta
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
semoga dewi bulan akhirnya memiliki pasangan yang sama berkuasa dan saling tulus menyayangi
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
sampai akhir, dewi bulan masih tetap menyendiri ternyata
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
dewi bulan hanya menumpas sang pengkhianat bukan penghancur 3 dunia
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
akhirnya, hari yang ditunggu telah tiba
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kok semuanya harus disembunyikan ya
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
dikurangin dong dikit sikap sombong yueyin nya, sikap tegas nya harus dipertahankan
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
ayah yang gak ada akhlak 😒
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
ini yg kusuka, memiliki ruang dimensi
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
muncul lagi ayah yang malah gak peduli sama anak sah sendiri /Cry/
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
gak ada habis habisnya pengorbanan mu jean, tetap semangat ya /Cry/
yani: hallo kak, mampir juga dong di karya ku. tentang perjalanan gadis buta..
terimakasih..
total 1 replies
Aya Ozy
Lumayan
Aya Ozy
Biasa
Maureen
goood mantull
Nita123
Maaf Thor aku kurang srek sama end.y...karna salah satu sahabatnya mati dalam keadaan dendam 🥹😔😔🥲
Jade Meamoure
sebenarnya watak Yueyin sudah cocok hanya saja yg ucapan yg tak sopan itu agak gimana ya soalnya dia seorang dewi yg harus menjunjung tinggi adat dan kesopanan kurang setuju dengan sifatnya itu bukan sifat seorang dewi tapi sifat seorang iblis 🤣🤣🤣
Novi Nura
kalo ak udah disana ku ajak tiktok an dribble bagas
Alan Banghadi
Astaga 😱 jangan sampe Yueyin dan temannya ketahuan mengikuti mereka😱
Alan Banghadi
Dasar Bai Xixin arogan tapi salah orang🤦🏻
Dewi Ansyari
Jangan2 Desa itu ada iblisnya makanya mereka pada sembunyi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!