Novel ini aku tulis berdasarkan kisah nyata dari seseorang, tapi disini aku menambahkan sedikit ceritanya..
Namaku Melati, aku memiliki seorang sahabat , Lani namanya, yang sudah ku anggap seperti saudara sendiri.
Tapi Lani dengan teganya mengkhianati aku. Ia menikah dengan suamiku secara diam diam.
Marah... benci dan kecewa... itu yang aku rasakan ketika aku mengetahui pengkhianatan suami dan sahabatku.
Aku mencoba bertahan dengan menerima Lani sebagai maduku karena ia lagi mengandung anak dari suamiku.
Akankah aku sanggup bertahan selamanya atau aku pergi meninggalkan suami dan sahabatku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua belas
Melati dipindahkan keruang perawatan setelah mendapat penanganan dokter.
Bayi perempuan yang sangat cantik ada disamping tempat tidur Melati.
Mama Willy datang bersama papanya. Ia langsung menggendong cucunya.
"Cantik banget cucu kita Pa... seperti papanya"ucap Mama sambil menggendong cucunya
"Menurut papa mirip Melati anaknya"
"Ya.. Pa.. Willy juga melihat mirip Melati"
"Anak cantik begini.. mirip Willy kecil kok"
"Melati kan juga cantik banget ma... jadi kalau anaknya cantik ya wajarlah"jawab papa Willy membuat mama cemberut.
Sementara mama dan papa asyik dengan cucunya, Willy menyuapi Melati makan.
"Sayang.. makan yang banyak ya, tenagamu sudah banyak terkuras buat lahiran putri cantik kita"
"Mas.. terima kasih karena terus mendampingi aku"
"Itu kan memang sudah kewajiban aku sebagai suami"
"Aku merasa kebahagiaan aku sudah makin lengkap dengan kehadiran buah hati kita"
"Ya... sayang.. aku akan menjaga dan menyayangi kalian berdua sepenuh hati"
Willy mengecup dahi Melati. Ia terus menyuapinya sampai nasi dipiring habis.
"Kamu harus banyak makan Melati.. biar nanti ASI nya banyak. Jangan nanti malas dan malu menyusui. Wanita sekarang pada manja nggak mau menyusui anak. Walau Willy mampu beli susu formula, jangan sampai kamu memberinya pada anakmu"
"Iya.. ma"ujar Melati pelan
"Anakmu cantik seperti kamu Melati"ucap papa Willy
"Anaknya cantik juga karena memiliki papa ganteng seperti Willy "ucap mama sinis
"Tentu dong anaknya cantik... perpaduan dari Ayah ganteng dan Bunda cantik"ucap Willy narsis
##################
Setelah tiga hari di rawat pasca melahirkan,hari ini Melati pulang ke rumah kembali.
Melati memberi nama bayinya NABILA TASYA SASQIA. Ketika bayinya,Melati pergi mandi.
Ponsel Melati yang terletak diatas malas berbunyi, ia cepat mengambilnya sebelum suara ponsel itu membangunkan putrinya.
Melati melihat ke layar ponselnya, ternyata Lani yang menghubunginya.
"Hallo sayangku.... apa kabar"
"Baik... kamu apa kabarnya Lani"
"Aku sih kurang baik tanpa kamu disisiku"
"Kamu... nanti didengar orang, bisa disalahkan artikan.. ntar kita dikira penyuka sesama lagi.. ha.. ha"
"Bagaimana rasanya jadi ibu muda.. "
"Menyenangkan banget... "
"Aku jadi pengin kawin juga nih.. "
"Jangan kawin yang kamu inginkan dulu... tapi nikahnya..."
"Ha.. ha... aku malah lebih penasaran ama kawinnya..."
"Awas Lu ya... kalau kawin sebelum nikah... gue nggak mau menegur Lu selama setahun."
"Sayangku jangan mengancam begitulah... aku jadi takut nih.. "
"Kapan kamu melihat ponakan kamu...udah aku nikah nggak hadir pas melahirkan juga nggak datang"
"Kangen banget ya ama gue... "
"Banget... "
"Kalau begitu besok gue meluncur ke kota lu"
"Serius Lan... nggak bercanda kan... "
"Asal gue dijemput ama Lu... gue pasti datang"
"Mana mungkin gue jemput Lu... gue saja baru lahiran... ntar gue minta mas Willy deh yang jemput Lu.. manja banget.. "
"Biasanya gue emang manjakan ama Lu... "
"Tapi sekarang Lu nggak bisa manja lagi ama gue... tapi Lu yang harus manjain gue.. karena gue baru lahiran.. nggak mungkin melayani lu"
"Baiklah tuan putri.. hamba siap melayani. Oh ya... Lu mau gue bawain apa"
"Semua oleh oleh dari sana.. "
"Baik nanti gue minta beliin papa dan mama.. pasti mereka dengan senang hati membelinya buat Lu"
"Papa Dan mama nggak sekalian ikut... Lan"
"Papa Dan mama mau pergi ke Singapura... papa ada buka bisnis sedikit di sana"
"Wuih.. kerennya papa ku.. "
"Itu papaku.. bukan papa kamu.....Mela"
"Itu papa aku juga... "
"Terserah Lu ngomong saja deh Mel... papa memang lebih sayang dengan Lu... terkadang aku berpikir apa aku dan kamu itu tertukar ya,yang anak kandung papa sebenarnya kamu... karena papa lebih sering banggain kamu sih.. "
"Ha.. ha... berarti kita putri yang tertukar ya*"
"Lagi ngobrol dengan siapa sayang... kok asyik benar"
"Dengan Lani... besok kamu pasti mengenalnya.. ia akan datang kesini"
"Setelah ngobrol.. kamu harus makan ya sayang... aku sudah masakan sup buat kamu"
"Ya....mas. Terima kasih "ujar Melati dan kembali meneruskan obrolannya dengan Lani
"Gue iri deh dengarnya... kelihatannya suami ku sangat sayang sama lu"
"Ya Lan.. mas Willy sangat sayang dan memanjakan aku.. Kamu tahu Lan... walau ia sibuk bekerja.. ia akan sempatkan memasak buat aku"
"Aku mau dong satu yang kayak gitu.. "
"Bisa Lu cari sendiri.. pasti masih ada lelaki seperti mas Willy ...asal jangan Lu embat mas Willy saja ya... kalau Lu embat laki gue... gue tak akan mau mengenal Lu lagi seumur hidup gue"
"Lu... jangan takut... gue tak mau bekas Lu... "
"Syukurlah kalau Lu nggak mau bekas gue"
"Sudah dulu ya zheyenk... gue mau beli oleh oleh buat Lu dulu.. ntar Lu ngambek kalau nggak dibawain oleh oleh"
'"Ya... zheyenk... selamat berbelanja... jangan lupa kado buat ponakan Lu.. "
"Jelas dong... papa dan mama juga sudah siapin kado buat si kecil"
"Oke... terima kasih"
Sambungan ponselnya dimatikan Melati. Ia melihat Nabila putrinya gelisah..
"Sayang bunda.. kenapa gelisah. Ngompol ya.. "ujar Melati sambil memegang pantat Nabila untuk memastikan.
"Ternyata memang ngompol putri bunda. Bunda ganti dulu ya popoknya"
Melati yang asyik mengganti popok bayi tak melihat Willy masuk. Ia langsung memeluk tubuh istrinya yang lagi membungkuk menggantikan popok si kecil dan mengecup pipi Melati.
"Sayang... kamu tambah cantik saja habis melahirkan "
"Mas.. jangan peluk peluk... nanti mas jadi pengin.. "
"Kamu tahu saja sayang... "
"Mas harus bisa menahannya sampai usia anak kita minimal 40 hari atau jika bisa sampai dua bulan.. "
"Mana sanggup mas menahan selama itu sayang"
"Ya.. harus sanggup mas.. "
"Oh... no.. "ucap Willy
"Mas... besok sahabatku Lani akan datang... kamu bisa menjemputnya"
"Aku tak mengenal wajahnya Mela"
"Mas bisa pakai papan nama menjemputnya... atau nanti aku kirim fotonya ke ponsel mas"
"Baiklah sayang... Apapun yang membuat kamu senang.. akan mas lakukan"
"Mas.. gombal terus"
"Mas serius sayang... bukan menggombal.."
"Iya.. aku percaya.. "
"Sayang.. aku berangkat kerja dulu ya... kamu nggak apa apa sendiri di rumah. Atau lebih baik kita pakai asisten rumah tangga saja bagaimana"
"Nggak usah mas.. seperti kata mama.. semua ini adalah kewajibanku.. aku harus menjalaninya dengan senang hati.. agar tak menjadi beban"
"Kamu memang istri yang baik.. mas pamit dulu ya.. Hati hati di rumah. Mas sudah masakan kamu.. kalau lapar kamu bisa mengambilnya kan... "
"Bisa mas... mas kamu bawa saja kunci rumah, aku juga punya kunci "
"Baik sayang... "ucap Willy dan mengecup dahi Melati sebelum melangkah pergi.
Melati kembali istirahat disamping putrinya,membaringkan tubuhnya
********************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini
ternyata ada ya, kisah nyata yg mirip kisah halu di dunia pernovelan..
ternyata main ku kurang jauh, hehehe..
semua memang telah ditakdirkan dan kita hanya tinggal menjalankan..
tetapi dalam menjalani kehidupan, kita jg diberi kesempatan untuk memilih mana jalan yg akan kita tempuh..
jadi walau semua telah ditakdirkan, tetapi kita jg tetap punya andil dalam memilih jalan yg akan dilalui..
rasanya bener2 gak habis pikir, sekeluarga dipenuhi dg laki2 yg suka mendua bahkan lebih..
semua perbuatan pasti ada balasannya..
dan semua tokoh telah mendapatkan balasannya sesuai dg perbuatan masing2..
semoga kita bisa menjadi pribadi yg selalu bersyukur dg apa yg kita punya dan terhindar dari penyakit hati, salah satunya iri dengki..
manusia memang tempatnya salah dan lupa..
tapi dengan belajar ilmu agama, kita bisa memilih jalan benar untuk ditempuh..
keren banget ceritanya mam..
kadang ikut kesel jg sama mama Elly terutama..
kok ada orang sesombong dan se-egois itu..
maunya menang sendiri dan gak mau disalahkan..
selalu berprasangka buruk dan keinginannya harus selalu dituruti..
oke deh mama, semoga sehat terus yaa..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕
cuss lanjut novel berikutnya.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️