NovelToon NovelToon
The Tyrant King'S Love Obsession

The Tyrant King'S Love Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Tiana Ayu novita

Dimulai dari Evalia dan teman sekampusnya mendaki ke gunung untuk sekian lamanya, tidak menduga menjadi awal kehidupan yang berubah.

Evalia terbangun sebagai gadis desa di suatu negeri yang tidak dia kenali dengan wajah jauh berbeda, dan sialnya dia malah membangun obsesi sang tiran perang.

apakah hidupnya kali ini adalah kesempatan kedua atau sebaliknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiana Ayu novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 11

 Angin berhembus dengan pelan, debur air terjun yang seperti gemuruh indah ditambah nyanyian indah dari para burung membuat Eva damai berendam.

 Dingin nya air yang menjadi hangat oleh hangatnya mentari membuat otot Eva nyaman bukan main, lelahnya selama lima hari meracik obat dan berkeliling Ilos sudah terbayar sekarang.

 Eva masih belum bisa mengatakan pada kedua orang tuanya tentang pernikahannya, namun harinya hanya tersisa sedikit saja dan dia lebih takut jika Felix mencari alasan perang pada Ilos.

 Ilos unggul pada hutan yang menjaga, tapi sesuatu yang unggul belum tentu tidak ada kelemahannya kan. Terlebih mereka memang punya hutang dengan Odelions.

 "apa kau terbiasa melamun saat berendam?".

 Eva menoleh, Luantys tersenyum di samping nya. Dia hanya memasukkan airnya, tidak ikut masuk ke dalam air.

 "Yah jarang-jarang saja, kau tidak mengajak dua kerdil itu kan". Eva menatap tajam Luantys, dia hanya berbalut kain putih tipis saat berendam.

 Luantys terkekeh, menyentil kening Eva cukup kuat hingga gadis itu meringis.

 "jika ku bawa mereka, kau akan berubah jadi momok paling menakutkan untuk mereka nanti".

 Eva hanya cemberut ketika merasakan denyutan dari keningnya. Dia kembali tenang berendam, membiarkan Luantys asik dengan buku yang dia bawa.

 Eva menyelam ke air untuk lebih merasa nyaman, dan masuk ke balik air terjun karena dia ingin mengambil beberapa metalium lagi. Luantys masih melihat bukunya, namun lain dengan pikirannya.

 Dia hentak menanyakan hubungan Evanthe dengan pangeran tiran Odelions, namun dia tidak sanggup dengan jawaban yang entah kenapa dia bisa menebaknya.

 Luantys menghela nafas dengan raut penuh beban, dia ingin memastikan tapi_

 "siapa kamu?".

 Luantys menoleh, sosok asing baginya menatapnya awas. Melihat sekeliling seperti mencari sesuatu.

 Flery yang sudah lama dikurung akhirnya bisa kabur, memacukan kudanya menuju Ilos hanya untuk mengecek apa Eva baik-baik saja setelah wabah ofelion.

 Luantys mengeluarkan belati andalannya, mengambil posisi siaga. Dia ingat tempat itu sering muncul orang asing yang jahat, dan sialnya Evanth masih di dalam air.

 "aku yang seharusnya me_

 "FLERY !?".

 Luantys menoleh,ata biru Eva berkilau indah tanda dia senang melihat sosok Flery yang juga dibalas baik dengan lawannya itu.

 Flery membalikkan badan, dia tau kalau Eva berendam hanya dengan kain tipis. Selesai berpakaian dengan normal, Eva menghampiri Flery.

 "kalian saling kenal." heran Luantys.

 "iya, dia kan anggota desa yang baru itu loh, masa kamu lupa" Eva menatap Luantys.

 "*hah?! Sejak kapan orang desa yang baru itu pemuda, bukannya kakek-kakek. Dan_ kok dia mencurigakan bange*t". Batin Luantys.

 Flery menjelaskan pada Eva kalau dia tidak bisa menemuinya secara langsung karena dia demam setelah latihan, dia dirawat di rumah sakit perbatasan Odelions, padahal aslinya Eva tidak tau Flery adalah orang Odelions, dia pangeran, adik felix.

 Tatapan Luantys tidak lepas dari dua insan yang masih asik sekali berbincang, sebagai warga yang aktif, tentu dia akan mengenal Flery dengan mudah tapi beda sekali untuk sekarang, terlebih lokasi mereka memang tempat yang mudah di temukan lain diluar Ilos.

  Flery tentu sadar sekali tatapan pengawasan Luantys, asal dia tidak membawa atribut kerajaan dan token miliknya, identitas nya akan aman. sedikit orang yang tau wajahnya seperti apa, permaisuri terlalu protektif untuk menjaganya karena di anggap lemah.

 "yah aku senang saat wabah kau tidak berada disini, aku cemas ketika mengetuk rumahmu yang ternyata kosong". Eva menghela nafas lega.

 Flery tersenyum malu, tidak tau saja Eva seberapa senang nya pemuda itu mendengar Eva yang menghawatirkan nya.

 Luantys menarik Eva ketika Flery izin hendak mengambil beberapa barang, mengecek apakah ja****rak diantara mereka dengan pemuda itu sudah jauh.

 "kalian kenal sejak kapan?" Luantys menatap Eva.

 "sebelum wabah, ada yang salah?".

 Luantys diam sejenak, pasti ada yang salah. Ilos tidak mudah menerima pemuda baru karena takut mereka orang musuh seperti Odelions, terlebih lokasi air terjun ini sempat diketahui oleh pangeran tiran.

 Flery kembali membawa beberapa makanan, dia berniat berburu tapi ingat karena baru selesai wabah jadi batal berburu.

 Eva nyaman saja mengobrol dengan Flery, lain dengan Luantys yang masih mencurigai Flery.

 "aku harus waspada dengan dia" batin Flery ketika Luantys dan Eva mengobrol.

Angin lembut yang ringan terasa menenangkan, dengan perut yang terisi baik dan cuaca yang mendukung. Eva jatuh terlelap ketika Luantys kembali dari memetik blueberry yang ada di hutan untuk pencuci mulut, bersama Flery yang baru selesai berendam.

 Luantys duduk di samping Eva yang sedang lelap, dan entah kenapa seperti tersihir. Luantys juga ikut tertidur.

 Flery tersenyum kecil melihat kedua gadis yang terlelap itu, sejenak seperti saudara tidak sedarah. Mereka sangat akur sekali, tidak seperti dia dan kakaknya.

 Flery menoleh, bersembunyi kala mendengar suara dua pemuda yang saling berdebat. Di balik bayangan Flery melihat Glen dan Leo. yang mendekati kedua gadis itu sembari saling berdebat.

 "jangan ribut lagi, atau kita akan dimarahi putri tidur satu ini. Kau tau saja kan Eva paling tidak suka di ganggu tidurnya", Glen duduk di sisi lain Eva.

 Leo mencibir, duduk di sisi lain Luantys yang kosong.

 "yah putri tidur ini bikin orang panik saja, paman dan bibi panik mencarinya. Dia_malah santai tidur disini".

 Glen mengambil beberapa blueberry di keranjang, dan melahapnya santai. Dia mengeluarkan alat musik kecil dari sakunya.

 Glen memainkan beberapa melodi yang meneduhkan, permainan yang biasa namun indah dengan Susana yang mendukung. Leo sendiri asik membaca buku, tangannya tanpa sadar mengelus kepala Luantys.

 Flery mengawasi dari jauh, mungkin dia sedikit kesal ketika Glen mencoba mengusap kepala eva, namun Flery tau mereka seperti dekat dengan eva lama.

Setengah jam mereka seperti itu, dan pada akhirnya kedua cowok itu terlelap dengan posisi duduk. Flery siap keluar gagal ketika muncul sosok Izkye.

Izkye menghela nafas lega melihat putrinya yang masih terlelap, mirip kucing yang nyaman meringkuk. Disusul Ella yang hampir menjerit melihat putri, namun segera di tahan Izkye karena tau kalau Eva memang lelah belakangan ini.

"anak ini_ terkadang menggemaskan hingga aku tidak ingin dia pergi dari rumah, tapi ya ada aja sisi menyebalkan anak ini. Yap persis papanya". keluh Ella

"gadis cantik yang pemberani ini juga menurun dari siapa, jangan lupa sikapnya yang suka kabur itu" Izkye menarik turunkan alis. menggoda Ella.

Flery tetap mengawasi Ella dan Izkye, sekali lihat Flery tau mereka orang tua Eva. Karena ciri mereka menjelaskan sosok Evanthe yang jelas menurun dari siapa.

Izkye mengelus kepala Eva, tersenyum tipis.

"Belakang ini aku merasa putri kecilku sedang menyembunyikan sesuatu hal, aku harap itu tidak ada hubungan nya dengan mimpi buruk ku".

"mimpi buruk?" Ella menatap Izkye.

Izkye menatap debur air terjun, "mimpi dimana Evanthe kita akan pergi ke tempat yang paling ku takutkan. Tempat yang putri kecilku harus jauhi setelah kedewasaan nya".

"aku bermimpi Evanthe menikah dan memiliki keturunan berdarah Odelions dari garis kerajaan". Ella mematung tidak percaya.

Walau kekuatan sihir mereka lemah, ada satu hal yang selalu menjadi keunggulan Izkye dan Ella.

Bagi Ella untuk menyuburkan tanah dan manipulasi waktu adalah sihir terbaiknya yang punya harga tinggi di sihir manipulasi waktu, lain dengan Izkye. Dia satu-satunya penyihir yang bisa meramal dengan melihat bintang dan mimpi.

Jika dia bermimpi itu terkadang ramalan, jika bisa dikuatkan dengan pilihan kartu takdir. Izkye hanya perlu meminta Eva untuk memilih kartu takdir agar terlihat jelas.

Tapi Izkye takut_ takut kalau ramalan itu sungguhan. Yang mana leluhur mereka meminta mereka untuk menjauh dari Odelions, atau mereka yang menjadi keturunan terakhir akan lenyap semua.

Ella dan Izkye menoleh cepat mendengar suara patahan ranting kayu yang seperti di injak, memasang wajah waspada yang mereka tidak tau saja, kalau Flery berlari menjauh dengan wajah memerah bukan main.

"eva akan menikah dan memiliki keturunan dari darah kerajaan Odelions," batin Flery dengan hati riang.

...****************...

1
Alia Chans
saling support, sabi kali ya😍✍️👈
Wawan
Salam kenal Buat Eva ✍️
anggita
like iklan👍☝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!