NovelToon NovelToon
TEROR LEAK (Jiwa Yang Tergadai)

TEROR LEAK (Jiwa Yang Tergadai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Mata Batin / Tumbal
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Putu Saraswati, seorang gadis yang tidak pernah percaya dengan mistis, harus dihadapkan pada sebuah kenyataan menyakitkan, dimana sepupunya Kadek Dwi, harus mengalami sakit keras setelah acara Metatah dan pernikahan yang dilaksanakan secara bersamaan.

Segala upaya di lakukan, dari dokter dan juga dukun, tetapi tidak ada yang sanggup mengobatinya...

Bagaiamana kondisi Kadek Dwi, dan perjuangan Putu Saraswati dalam mengungkap teror yang menimpa keluarga dan juga warga desanya...

ikuti kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian

Sementara itu, tanah di sekitaran mengalami retakan, lalu membentuk lingkaran, dan sebuah cahaya berpendar, hingga membuat tubuh Ni Luh terangkat pelan.

Bocah tersebut merasa gugup. Tetapi kehadiran Saraswati membuatnya merasa ada yang melindungi.

Tiba-tiba saja, sebuah pagar ghaib terbentuk untuk melindungi mereka.

Nafas Ni Luh yang tadi hampir saja habis, kini kembali stabil, wajahnya yang pucat tampak cerah kembali.

Akan tetapi, tidak untuk Saraswati. Ia jatuh berlutut di atas tanah. Darah mengalir dari hidungnya. Kepalanya berdenyut hebat, bagaikan ada ribuan jarum yang sedang menusuk kepalanya, dan denyutannya terasa semakin kuat, kali ini seperti di ketok menggunakan palu.

"Aaaaargh!" erang Saraswati dengan kesakitan, sembari menggigit bibirnya.

Matanya terasa berat, dan darah mengalir dari sudut mulutnya. Ia mencoba menjaga kesadarannya agar tidak pingsan, sebab itu sangat bahaya.

Ratri tersenyum dengan seringai. Ia melihat jika Saraswati terlalu berambisi dengan kemampuannya yang masih lemah.

"Dasar tolol! Kau kira berani saja sudah cukup?! Kau tidak tahu, jika di sebaliknya ada hal yang lebih berbahaya!"

Wayan Ratri mengangkat tangannya. Kuku panjangnya menghitam.

"Permainan belum selesai, Bocah! Aku masih punya satu!" ucapnya dengan lantang, dan ia menghentak kuat ke atas tanah.

Tiba-tiba saja bayangan hitam muncul dari atas tanah, dan itu adalah bayangan Ni Luh, dengan tatapan yang kosong, dan itu adalah bayangan ketakutan Ni Luh.

"Jika kau bunuh bayangan ini, maka Ni Luh akan melupakan semua kejadian yang ia lihat malam ini. Akan tetapi, kau akan kehilangan satu bagian dari ingatanmu!"

Wayan Ratri tersenyum. Ia sangat licik.

"Jadi.. Apakah kau membunuhnya, atau membiarkan anak itu trauma seumur hidupnya?"

Mendadak Wayan Ratri mengubah wujudnya menjadi Randa, Leak dengan wujud mengerikan. Lidahnya yang berwarna merah menjulur panjang hingga ke pinggang.

Ni Luh terpekik ketakutan, wajahnya memucat saat melihat perubahan Wayan Ratri dalam hitungan detik.

Mendadak Ni Luh jatuh pingsan. Ia tidak sanggup saat melihat kengerian wajah Leak tersebut.

Saraswati menatap trisula di genggamannya yang saat ini sedang menancap tanah.

Kemudian ia melirik ke arah Ni Luh yang pingsan di dalam pagar cahaya.

Ia harus memutuskan sekarang, semua sudah sangat begitu terjepit, dan tidak ada waktu lagi.

Ia mencabut trisulanya. Lalu berdiri dengan kepayahan, sembari menahan rasa sakit yang hampir meledakkan kepalanya.

Dengan tangan yang gemetar, ia mengangkat senjata tersebut dengan tinggi di udara.

Ia tidak akan menarik segala yang sudah di putuskan, meski ia harus menanggung semua resikonya.

"Tidak akan ada anak yang hidup dalam ketakutan! Jika aku harus membayarnya... Maka ambil saja ingatanku!"

Sumpah sudah di ucapkan, dan itu tidak lagi dapat di tarik.

Saraswati memutar tubuhnya, lalu menghujamkan ujungnya yang tajam ke pada bayangan hitam yang merupakan jiwa Ni Luh yang sudah tergadai.

Craaash!

Bayangan hitam itu retak bagaikan kaca, lalu berubah menjadi asap hitam, dan menghilang.

Byaaaar!

Mendadak kepala Saraswati kembali diserang ribuan jarum yang seolah berlomba menyakitinya.

Dalam sekejap, Wayan Shinta sang ibu. Kadek Arya sang Bapak, serta Kadek Dharma sang adik lelakinya, semua menghilang dalam sekejap saja, dan ia tak lagi mengingat apapun tentang mereka.

Perlahan semuanya menjadi gelap.

Wayan Ratri kembali tersenyum, dan ia menatap pada Saraswati yang sudah tak berdaya.

"Bagus, Saraswati! Langkah pertama sudah selesai, dan sekarang kau sudah menjadi targetku! Kita akan bertemu di lain waktu!"

Wayan Ratri melangkah mundur ke arah belakang.

"Kita akan bertemu tiga minggu lagi, saat malam bulan purnama, dan malam itu, aku tidak akan lagi bermain-main, semuanya sudah di sepakati!"

Lalu melesat menghilang ke arah kegelapan.

Angin mendadak berhenti bertiup. Cahaya biru di ukiran trisula meredup.

Ni Luh kembali tersadar, dan ia terbaring dengan selamat.

Sedangkan Saraswati, benar-benar lupa tentang siapa dirinya. Ia terdiam dalam kebingungan, dan matanya merapat.

Wuuussh!

Sosok pria tampan datang menghampirinya.

Di kejauhan, terlihat puluhan lampu senter sedang bergerak kesegala arah dan tak beraturan.

Suara-suara yang sedang berteriak memanggil nama Ni Luh menggema di langit malam.

Bahkan tangisan seorang wanita yang kehilangan puterinya terdengar memilukan.

Wayan Surya beranjak keluar dari Pura Dewi Sri. Ia yang sudah mengantuk mengucek matanya.

Jika bukan karena jatahnya yang mendapatkan subak malam ini, maka ia tak rela untuk bergadang.

Ia menghampiri puluhan warga yang berjalan beriringan di pematang sawah. Mereka berasal dari desa tetangga.

"Maaf, Bli. Apakah lihat anak kecil perempuan rambutnya segini, usianya sekitar tujuh tahun?" tanya Putu Satya dengan penuh harap.

Wayan Surya menggelengkan kepalanya.

"Maaf, Bli. Saya tidak lihat." sahutnya.

"Menurut arahan Balian Mangku Gede, katanya di sekitaran Pura tua, dimana letak Pura tua itu?" tanya seorang wanita yang matanya tampak sembab, karena terus saja menangis selama dua hari ini.

Wayan Surya terdiam sejenak. Ia menatap sejenak ke arah sisi timur.

"Disana. Tadi aku melihat ada cahaya biru tetapi juga disertai aroma daging busuk." ungkapnya, dengan bulu kuduk yang meremang.

Seluruh warga yang berjumlah sekitar sepuluh orang tersentak kaget.

Mereka saling pandang, dan wajah-wajah pucat tergambar jelas di wajah mereka.

"Terima kasih, Bli. Kami akan mencoba melihat kesana," sahut Putu Satya.

Kemudian mereka berjalan beriringan di pematang sawah, lalu masuk ke tepian hutan.

Mereka menemukan Pura tua, dan langsung menuju ke arah pohon kelapa gading.

"Itu... Itu disana!" teriak Putu Surya. Dan wajah mereka tampak sumringah.

"Ni Luh... Akhirnya kamu ketemu, Nak!" pekik wanita berusia empat puluh tahun.

Rambutnya di sanggul dengan asal, dan berlari mendekap puterinya.

"Ibu..." tangis Ni Luh dengan suara yang kencang.

"Siapa yang membawa kamu sampai kemari?" tanya salah satu warga yang merasa penasaran.

Ni Luh menggelengkan kepalanya. Ia benar-bemar tidak mengingat siapa yang sudah menculiknya.

"Sudah, kita bawa pulang saja. Ni Luh selamat itu sudah sangat bersyukur," sahut yang lainnya.

Mereka sepakat membawa Ni Luh pulang. Dan ini merupakan rasa syukur yang tak dapat mereka ungkapkan.

Sementara itu, Saraswati sudah berada di sebuah tempat. Ia tak sadarkan diri, dan tubuhnya cukup lemah.

Sedangkan di Pura Tua, langit mendadak menggelap, dan bulan kembali bersembunyi di balik awan hitam.

Rintik hujan mulai turun. Wayan Surya keluar dari Pura Sri Dewi. Wajahnya tampak cerah, dimana sawahnya akan mendapatkan air yang melimpah, dan itu berasal dari subak, serta dati langit.

"Makasih Sang Hyang Widhi," ucapnya dengan hati yang riang.

Mendadak hujan turun dengan deras. Sedangkan keluarga Ni Luh sudah membawa bocah itu kembali pulang ke rumah. Mereka akan mengadakan syukuran, dengan berbagi kepada para kaum sudra yang hidup dalam kemiskinan.

1
Desyi Alawiyah
Semoga hati Kadek Arya terketuk, dan mau menerima Chandra sebagai menantu serta memaafkan Saraswati.. 😌

Karena bagaimanapun Saraswati anaknya.. 🤧
Desyi Alawiyah
Tuyul? 😯😯😯
neni nuraeni
semoga Kadek Arya cepat luluh hati nya agar merestui pernikhn Saras dan chandra
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
edan ini si arya
hadeh punya bapak kok bisa ya memlilih kasta dr anak
aq bgg deh
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh aq mau si arya menyesal dengan sangat2
gila ya hany kasta yg di pandang nya gemblung

kyk keturunan ningrat ya kek gtu
tp skrg udah g sih hehehehe
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ggo opo kk 🤣🤣🤣
total 4 replies
Desyi Alawiyah
Udah deh Arya, jangan keras kepala... Gimanapun juga Saras kan anakmu.. masa kamu tega membenci anakmu sendiri.. 😥
Desyi Alawiyah
Kadek Dharma kali Kak 😄
neni nuraeni
iihhh seruuu lnjuttt
Anggita.🤗
mampir thor, lama gak baca jd kangen othor q. 🤭🤭
kmaren akun yg dulu khapus. 😌
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih, Kak
total 1 replies
neni nuraeni
hadeeh si Komang Sinta mlh nylhin anak dan menantunya,,, pdhl mereka mati"an ingin menyelamatkan Kadek darma, kalau memang benci knp DTG,,, kalau sayang restui aja,,, toh anakmu ga knp",,, ih aku ya kasian ma Ketut Chandra ma saras
kinoy
emh..alamat alamat ni mah..Komang sints yg td y baik dah ni mah slh paham ke Saras JD nyalahin dah
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
waduh malah jadi incaran saras jadi sasaran kemarahan sang ibu pula
hadeh smownkapan itu akan berkahir kasiham saras
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: hooh g cuma repot tp kuuues tenan
total 7 replies
Desyi Alawiyah
Wayan Ratri yah? 😫😫

Kayaknya Wayan Ratri nggak akan berhenti, sebelum mendapatkan apa yang ia mau.. 😌
Desyi Alawiyah
Waduh 🤣
kinoy
ea..ea..ea
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ini dadong nua si candra g abis2 bikin onar saja kapan matinya ya 🤣🤣
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: enak nya makan dong2 mbk ning kro di lutis
total 2 replies
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
gas pol ndangak can alah cemen kau 🤭🤭🤭
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: wehhh jadi harus pa dlu inu
total 2 replies
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
apakah ayah nya saras g akan menoleh ke anak nya
masa iya air lebih kental dr darah
weeh piye iki
ada ya pepatah mantan anak

ini gila deh
neni nuraeni
weeh udah MLM pertamanya nih,, semoga mereka bisa mngtasi setiap mslh termasuk mslh si leak
neni nuraeni: 💪💪💪 kak thor😁😁😁lnjut
total 2 replies
Desyi Alawiyah
Bilang aja sih ngga papa. Wayan Ratri juga tega kan, membunuh anaknya sendiri, istrinya pak Gantari.. 🤧
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: syok bapake😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!