Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2.2: Pertukaran Kembali
Oh iya, semua itu ditutupi dengan kotak kaca besar dan dilapisi emas biar terlihat megah.
Sekelilingnya, terdapat banyak sekali anak yettri yang siap memangsa siapapun yang berani mencurinya.
Kalau sekadar memegang dan membawanya di sekitaran situ, mereka nggak akan menyerang orang tersebut.
Dan benar sekali! Di ruangan ini, ada sebuah mantra khusus yang membuat teleportasi takkan bisa dilakukan.
Agak disayangkan dan hal tersebut membuat ruangan ini begitu ketat penjagaannya.
Dan, sekarang aku sedang berdiri tepat di depan permata merah. “Wow! Cantik sekali. Harganya setara setengah bangunan Akademi Sihir Legnald kan, Takeuchi Hideki!”
[Kau benar sekali James Darren. Kurang lebih 100.000 fon harganya dan itu bisa membuat kehidupanmu meningkat drastis, kalau tak diambil oleh pihak-pihak hukum.]
“Ahaha, kau benar sekali. Rakyat jelata yang ingin naik takhta tidak diizinkan. Jika punya banyak harta akan disita oleh pihak hukum dan jika membangkang, bakal dieksekusi di tempat.”
[Salah satu hal yang mengerikan di dunia ‘Magiort’ adalah eksekusi. Bukan hanya bagi para ‘Clort’ dan orang-orang jahat saja, merubah status biar lebih tinggi saja akan membuat kita dieksekusi.]
“Aku sangat membenci hukum tersebut. Seperti... Kenapa harus sampai sejauh itu? Tapi lihatlah orang-orang atas sana! Mereka bisa melakukan apapun seenak jidat.”
[Hahaha.]
“Kenapa kau tertawa, Takeuchi Hideki!?”
[Itu sebuah pernyataan yang tepat sekali. Entah kenapa, jadi teringat sebuah negara. Namun... Kayaknya hanya perasaanku saja.]
“Negara apa memangnya?”
[Rahasia. Takutnya malah aku kenapa-kenapa nantinya.]
Salah satu negara di dunia asalnya terdengar agak gila. Sebentar!? Sepertinya cukup menarik untuk dibahas.
“Negara itu memangnya kayak gimana saja?”
[Kau tahu apa itu korupsi kan?]
“Ya, tentu saja. Mengambil sebuah jatah tidak sesuai dengan seharusnya.”
[Mudahnya, semisal kita diharuskan memakan satu tempe dan ini malah dua, jadinya ada yang nggak kebagian. Seperti itulah korupsi secara singkat dan... Negara tersebut kayak nggak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.]
“Gila sekali ya! Sepertinya lebih buruk daripada orang-orang atas di dunia ‘Magiort’. Kalau boleh tahu, korupsi banyak atau enggak?”
[Banyak sekali pastinya. Kau pasti akan tercengang dengan jumlahnya yang sangat banyak.]
“Seberapa banyak memangnya?”
[Ng-nggak akan ku lanjutkan. Sepertinya, diriku terlalu berlebihan dan permata merah ini ‘Patheic’ kan!]
“Ya, kau benar sekali.”
‘Patheic’ adalah permata merah. Bukan sekadar warnanya harus demikian saja, namun isinya pun harus begitu.
Jika tidak, akan dianggap barang palsu dan warna merahnya juga harus alami. ‘Patheic’ bisa dibilang sulit dicari.
Salah satu barang langka yang didapatkan oleh Bu Kepala Sekolah, Allison Imelda saat pergi ke dungeon paling berbahaya di sekitaran sini atau ku sebut saja ‘Omicoppu’.
Dungeon seharusnya berada di bawah tanah, namun kalau di dunia ‘Magiort’, ada di langit.
Kita bisa berjalan menaiki tangga menuju sana, tapi tidak disetiap waktu ada dungeon.
Hanya waktu-waktu yang diinginkannya saja agar mau muncul. Bahkan sebuah bangunan pun punya waktunya tersendiri ya!
Begitulah. Dan di dungeon kematian apapun bisa dilakukan. Kalau mau membunuh seseorang yang paling kau benci, di situ adalah tempat yang sangat direkomendasikan.
Segala kematian bisa dimisalkan kayak dibunuh oleh monster. ‘Bapak Agung’ kami paksa ke sana aja kali ya!
Tapi...
“Kalau kita pergi ke dungeon mengajak ‘Bapak Agung’, apakah bisa atau tidak?”
[Mana mungkin. Dia sendiri saja dikelilingi ‘Ekstroser’. Yang ada kau bisa mati dengan mudah kalau membunuhnya.]
“Benar juga ya! Mengalihkannya padamu pun mustahil, karena Takeuchi Hideki adalah aku. Maksudku... Kita saling berbagi tubuh yang sama.”
[Ya, benar sekali. Dan juga, kalau mau ke dungeon, mari saja! Di sini ada juga kan!]
“Ada. Tapi aku agak malas, karena harus menunggu pria kucing itu tidur terlelap, kalu nggak nanti dimarahi. Keluar-masuk harus disaat yang tepat, benar-benar merepotkan.”
[Kalau begitu, mau coba ke sana! Aku ingin tahu dungeon Akademi Sihir Legnald sebuas apa.]
“Menarik. Sebagai seorang ‘Clort’ diriku pasti akan menghindari hal-hal berbahaya, jadi melihatnya saja tak masalah bukan?”
[Tidak masalah kok, justru harus seperti itu, karena kita sama-sama ‘Clort’. Semisal mati... Kira-kira apa yang akan terjadi ya? Aku akan menggantikan tubuhmu dan James Darren berada diposisiku sekarang atau tubuhku yang ada di dunia tempat asalku diceritakan ada di sini serta diriku berada di dalam tubuh tersebut dan suaramu pun ada di dalam tubuhku?]
“Mu-mungkin begitu dan... A-agak pusing kalau harus membahas hal tersebut. Untuk sekarang, mari ku dungeon! Harusnya pria kucing itu lagi tertidur lelap.”
[Yosha! Itu baru namanya semangat. Aku akan memberitahu banyak hal semisal kau tak sengaja disadari keberadaan oleh para makhluk buas. Jadi, tenang saja oke!]
“Oke.”
Setelah memutuskan hal tersebut, aku meninggalkan ruangan ‘Talkom’ dan langsung bergegas ke Dungeon Tekto.
Dungeon satu-satunya yang ada di Akademi Sihir Legnald. Banyak sekali lorong yang harus ku lewati agar bisa sampai ke sana.
Waktunya cukup lama agar bisa sampai di Dungeon Tekto dan untung saja istirahat masih lama.
Yaahh... Kurang lebih, sekarang aku sudah berada di dalam Dungeon Tekto. Padang rumput luas terlihat di sepanjang penglihatanku.
Untungnya, pria kucing lagi tidur lelap bahkan sampai keluar iler, jadinya aku bisa ke sini dengan mudah.
“Cuman sebentar saja ya! Kalau lama-lama, nanti keburu dihukum oleh Ippo-sensei.”
[Bukan oleh pria kucing?]
“Ya. Kalau kita melanggar aturan, hukuman hanya akan diberikan olehnya saja kepada para pelanggar.”
[Guru lain berarti tidak bisa memberikan hukuman ya!]
“Ahaha, benar sekali. Lalu... Banyak sekali Orty berkeliaran ya!”
[Kau benar.]
Orty adalah hewan ganas berbentuk harimau bisa berdiri dengan badan kekar kaayak gorila, membuatnya cukup menakutkan.
Apalagi gigi mereka. Sangat tajam dan kalau nggak sengaja kena gigitan mereka walau hanya sekila saja, racun bakal langsung memenuhi tubuh kita dan jika dibiarkan selama 3 hari, kematian akan terjadi padanya.
Padahal Orty adalah hewan ganas terlemah dan nggak buas-buas amat dibandingkan lainnya.
Terus... Di sini sedang terjadi sebuah pertengkaran dan bentrok di manapun itu. Wohoho! Menarik banget!
Pertarungan antara Orty dan para murid pemberani menurutku sangat cocok untuk ditonton di waktu senggang seperti ini.
“Mau kembali ke kelas?”
[Boleh saja. Lagipula, sudah berakhir kan!]
“Ahaha, kau benar sekali. Hanya saja... Kalau nggak cepat-cepat nanti malah tasku hilang dan harus mengambilnya di tempat Ippo-sensei berada.”
[Hilang oleh tikus kecil itu kan!]
“Ya.”
[Oke deh. Ayo langsung ke kelas saja!]
“Siap.”
Aku berjalan menuju kelas dan begitu keluar dari ruangan ini, pria kucing masih tidur lelap dan aman-aman saja.
Saling support sabi kali ya😉