NovelToon NovelToon
Dear Dave

Dear Dave

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Dave yakin guru tk para keponakannya adalah perempuan yang menjadikannya sebagai sasaran kekalahannya dalam permainan true or dare dua malam yang lalu.

Bisa bisanya perempuan yang suka clubbing jadi guru tk. Bagaimana nanti masa depan keponakan keponakannya?

Semoga suka♡♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tetap akan dijodohkan

"Mereka saling kenal, ya?" Rihana, Daiva dan Puspa saling tatap. Mereka sudah dikirim video rekaman cctv yang berada di parkiran oleh sekuriti.

Awalnya mereka menontonnya dengan sangat excited. Melihat kedatangan buru buru Dave yang disambut heboh cucunya dan cucu sepupu sepupunya.

Tapi kemudian terasa janggal ketika melihat perubahan sikap Dave dan Rhea.

"Aku juga merasa begitu," cetus Daiva. Sikap keduanya agak beda, seperti sudah pernah kenal dan mempunyai hubungan yang kurang baik di masa lalu.

Tapi entahlah.

Kalo Dave mungkin sengaja bersikap begitu untuk membuat perempuan yang dijodohkannya ilfeel.

Rhea mungkin kepancing dengan sikap Dave yang kurang bersahabat. Daiva sibuk menduga duga dalam hatinya.

Arah kamera cctv tidak menyoroti Rhea secara langsung. Hanya punggungnya saja. Lebih ke arah Dave. Karena memang begitu, mereka fokus ke penjemput, bukan gurunya yang mengantar anak didiknya pada keluarga yang menjemputnya.

Mungkin juga karena Rhea dan Dave berdiri pada posisi garis lurus dengan kamera. Kalo saja posisi berdirinya Rhea agak miring tiga puluh derajat, pasti bisa terlihat ekspresinya sekarang.

"Atau Dave sengaja?" Rihana seakan mengungkapkan kecurigaan Daiva.

"Sengaja?" Puspa tetap fokus ke layar ponselnya.

"Dave tau, kan, kalo mau dijodohkan dengan Rhea?"

Setelah Rihana mengatakannya, Puspa baru paham. Sedangkan Daiva menghela nafas panjang.

Selalu begitu, batinnya. Sekarang Daiva mengerti kenapa Opa Hendy sampai sering sakit sakitan, karena memikirkan Dave yang sulit dijodohkan.

"Sepertinya Rhea dan Dave mengatakan sesuatu?" ucap Rihana dengan tatapan lekatnya pada layar ponsel.

"Sayangnya tidak bjsa diakses suaranya karena keluarga penjemput tidak mau suara mereka terekam. Cukup video saja." Puspa menghela nafas kecewa. Padahal dia ingin tau apa yang dikatakan keduanya.

"Menurut kalian, sikap Dave kali ini berlebihan, nggak, sama Rhea?" Rihana menatap kedua kerabatnya.

"Entahlah. Dave sudah terlalu biasa bersikap menyebalkan. Aku beberapa kali menonton video kencan perjodohan Dave dan Xavi." Daiva menjawab lelah. Udah hampir setengah tahun ini Opa Hendy beristirahat mencarikan jodoh buat cucunya.

"Jadi gagal, dong?" Puspa juga menampakkan gestur kecewa.

Rihana tersenyum. Dia yang paling optimis di antara kedua kerabatnya.

Dia punya firasat aneh saat melihat tatapan tajam Dave untuk Rhea.

"Belum tentu. Gini aja, kita buat mereka sering ketemu secara kebetulan. Mungkin kalo sudah beberapa kali ketemu, progresnya akan kelihatan," usul Rihana memprovokasi Puspa dan Daiva dan sepertinya berhasil.

"Aku setuju," jawab keduanya berbarengan. Raut kecewa dan putus asa di wajah mereka berdua, perlahan memudar. Berganti binar harapan.

*

*

*

Dave membawa keponakan keponakannya di toko es krim dan membiarkan mereka memesan maksimal dua saja. Dave masih memikirkan omelan mami mami mereka.

"Bu Rhea ngajarnya apa?" tanya Dave kepo saat para ponakannya sedang menikmati es krimnya.

"Miss Rhea, om," koreksi Briella.

Dave tersenyum.

"Ya, Miss Rhea." Dave membetulkan ucapannya.

"Tadi belajar sopan santun sambil mewarnai," jawab Samiya.

"Oooh...." Dave terdiam, sambil terus berpikir, mencari ketaklayakan Rhea.

"Miss Rhea ngajarnya mudah dimengerti atau engga?"

Keempatnya menatap omnya.

"Sama seperti miss yang lain, om. Miss Rhea pintar juga." Bella yang menjawab.

Masa? decih Dave dalam hati. Dia sulit percaya.

Ternyata dia manipulatif juga sampai bisa bohongin anak kecil.

"Lebih suka belajar sopan santun atau mewarnai?"

"Dua duanya suka, om. Miss Rhea juga pandai bercerita. Itu loh om, cerita Malin Kundang yang dikutuk jadi batu karena ngga menghormati ibunya," jelas Briella panjang kebar.

Dave tertegun mendengarnya

Dia ngga lagi minum alkohol, kan?

"Memangnya ada, ya, om, manusia bisa jadi batu?' Samiya yang bertanya menyadarkannya.

"Itu, kan, ada. Kalo durhaka sama orang tua, kan," sergah Rangga yang menjawab.

Dave tersenyum.

"Batunya ada di pantai kota Padang."

Bola mata keempat keponakannya mebesar. Antara terkejut, takut dan ngeri yang bercampur jadi satu.

"Padang itu dimana, om?" tanya Rangga mewakili ketiga sepupunya yang masih terhenyak ngeri.

"Di pulau Sumatra. Jauh dari sini. Kalo kita tinggalnya di Jakarta, di Pulau Jawa."

Keponakannya manggut manggut tapi Dave sangat jelas menangkap ketakmengertian mereka.

Dia kemudian mengeluarkan ipad dengan layar sebelas inch dan mencari peta indonesia di sana. Setelah menemukannya, dia menunjukkan pada Rangga cs.

"Ini Pulau Jawa. Ini Pulau Sumatra." Keponakan keponakannya mulai kepo dan ikut memperhatikan.

"Ini pulau apa, om? Seperti ayam peliharaan oma," tanya Rangga.

"Iya." Briella menyahuti, kemudian terkekeh bersama Bella dan Samiya.

Dave tersenyum agak lebar. Tante Puspa memang memelihara empat ayam kate.

"Kalimantan."

"Kalo ini, om ? Seperti huruf K?" tunjuk Briella.

"Sulawesi. Dan ini Papua," sahut Dave.

Dia kemudian beralih ke Pulau Padang dan memetakan tempat batu malin kundang berada.

"Di sini batunya," tunjuk Dave.

"Aku mau pergi ke sana dan lihat batunya, om," tukas Samiya penasaran.

"Bilang papi mami, minggu besok jalan jalan ke Padang," senyum Dave.

"Horeee....!"

"Iya, om." Keempatnya menjawab antusias sambil terus mengamati layar ipad Dave.

Dave memijat keningnya. Gagal dia nyari bukti ketaklayakan Rhea sekarang.

*

*

*

"Bengong aja," tegur Yana.

Rhea yang.sedang bingung sekaligus masih marah, tersenyum menyembunyikan perasaan kagetnya.

Kerjaannya sudah selesai. Tadi beberapa menit yang lalu dia akui memang hanya diam saja. Merenung kejadian tak terduga hari ini.

Bayangkan saja. Dia yang sengaja disuruh pergi ke Jakarta untuk membuka lembaran hidup yang baru.Tapi kenyataannya, tetap saja lembar kejadian buruk itu yang terungkap.

"Wajah kamu tegang banget." Wita juga duduk di sisinya.

"Oh ya...." Memang Rhea merasa saraf sarafnya menegang. Mungkin karena perasaan marah yang belum tersalurkan.

Wajah laki laki itu terbayang lagi. Dia baru ingat, malam itu, laki laki itu mengenalkan dirinya sebagai Dave. Kenapa dia bjsa sampai lupa.

Aaarrhhh..... Dunia sempit sekali, keluhnya dalam hati.

Rhea berdiri mengambil sebotol minuman manis yang tersedia di dalam kulkas. Kemudian meneguknya hingga hampir habis untuk mengurangi uap panas kemarahan di dalam dadanya.

Memang cukup berhasil.

"Tadi lama juga, ya, dijemputnya?" Wita mencoba memahami kekesalan Rhea.

"Iya." Sebagian kecil kekesalannya memang karena itu.

"Kita kerja di sini dituntut harus punya sabar seluas samudera," sambung Yana menimbrung.

Rhea mengangguk sambil melemparkan senyum mengerti alias basa basi.

Mereka ngga tau aja yang sudah terjadi.

Kalo hanya masalah menunggu, Rhea ngga akan mungkin segedeg ini perasaannya.

Sekarang dia harus apa?

Tante Puspa adalah kerabat tepercaya laki laki kurang moral itu.

Kalo dia mengadu, habislah sudah nasib baiknya.

Ngga mungkin dia kembali ke rumah dan menerima saja perjodohan yang sudah diatur papa dan tantenya.

Padahal mama dan kakaknya sudah bersusah payah melarikannya.

Rhea menghabiskan lagi minumannya yang sudah tertinggal sedikit itu.

1
sleepyhead
Emg disturbing sih, kalau byk orang-orang yg grouping dan toxic di lingkungan kerja kita...
gimana yah.. rasanya tuh kaya digerogoti rayap hari ke hari yg hidupnya berkoloni utk menumbangkan kayu yg kokoh menunggu kayu itu keropos sampai tumbang..
kalau rayapnya sendirian mah gak ngeri. Yg ngeri itu kalau udah 1 koloni.
sama kayak orang toxic yg ngegennk..
Mereka tuh kuat karena rame.
Satu jd kompor, yg lain kipas-kipas. Targetnya ya "kayu kokoh" = orang yg kerja bener/jujur/gak ikut arus mereka...

Abaikan aja Rhe, anggep aja angin lalu, dia belum tau aja siapa kamu sebenernya..
faktanya kalau mereka tau kamu dr keluarga mana, mungkin mereka seperti kucing basah kena air hujan "Menggigil"
😂🤣
Rahma AR: 🤭🤣....
total 1 replies
Rahmawati
ayo dave cepetan sblm Rhea di temukan oleh papanya, km gk rela kan kl Rhea menikah dengan orang lain
Ranita Rani
q ikutan t3gang nie,,
Herman Lim
nazar nanti di pulangkan kllo dah jadi mantu Airlangga 😃😃
Lia Kiftia Usman: doa semoga lebih dulu dave bertemu rhea..🤲
total 1 replies
Herman Lim
Edwin mau rebut gebetan dave harus lwtin barisan para apak muda dulu
🔵MENTARY
Hahaha🤣🤣🤣Dave panik Rhea mau di jodohkan
Lusi Hariyani
klo sdh msk ke keluarga mereka g bakal bs lepas
Zea Rahmat
panik kan dave🤣🤣🤣🤣🤣
Zea Rahmat
masa keluarga Airlangga bisa di ancam... ancam. balik dong🤣🤣
🔵MENTARY
Rival Dave, Baskara dan Edwin 🤣🤣🤣
anggita
like 👍iklan☝☝
Rahmawati
ayo dave masak km gk mau deketin rhea jg, emg km rela Rhea sama Edwin?
sleepyhead
Good choices, Abaikan aj hahaa
sleepyhead
🤣🤣🤣🤣 Mereka semua Buaya ulung yg insaf bro, jangan bermain main 😝 berbahaya kalau sdh berurusan dgn mereka apalagi berani menyentuh yg sdh digariskan utk circle mereka..
belum tau aja di jidat Rhea itu sudah ada marker nya "Belong to Dave" dan hanya org beriman aja yg bs liat mark itu wkwkkk
Zea Rahmat: iya betulll🤭🤭
total 6 replies
Lusi Hariyani
dave sainganmu akn dtg lg lho jgn bnyk mikir ntar rhea pergi km nyesel
Paksi Winatha
typo thour ke jakarta bkn ke jakarat🫣🫣🫣🫣🤣🤣🤣/Curse//Curse//Curse//Curse//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Rahma AR: j😄......
total 1 replies
Evi Solina
Hayoloh Dave saingan Lo muncul di sekolah😆
Rahmawati
Edwin gercep eyy, langsung nyamperin Rhea ke sekolah
Lusi Hariyani
bpk y rhea bnr2 dech...🙏
🔵MENTARY
Melipir Erwin, Rhea udh di targetkan calon Bini Dave/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!