NovelToon NovelToon
Tanah Berdebu

Tanah Berdebu

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Warning !!!
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau alur, Adalah Hasil Imajinasi Penulis, Murni Kebetulan Semata. Interpretasi agama dalam cerita ini merupakan bagian dari pengembangan karakter dan tidak dimaksudkan untuk mengubah ajaran atau akidah yang ada. Terimakasih 🙏

Di balik jubah sucinya sebagai pewaris pesantren, Zavier El-Shaarawy menjalani kehidupan ganda yang gelap di gemerlap Kota A. Sebagai pria liar yang haus kebebasan, ia terjerat dalam asmara membara bersama Zaheera Bareeka, gadis kota yang menjadi pusat dunianya. Namun, rahasia itu runtuh saat takdir menyeret mereka kembali ke tembok pesantren yang kaku.
Demi menutupi dosa dan menyelamatkan kehormatan keluarga, Zavier nekat membawa Zaheera masuk ke dunianya. Di bawah pengawasan Keluarga, sebuah pernikahan rahasia dilangsungkan demi menghalalkan sentuhan yang terlanjur melampaui batas.

Happy Reading Dear 🤗🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25

Suara derit pintu yang tertutup menandai kepergian Gus Azlan dari ruang perawatan. Kakak tertua Zavier itu akhirnya luluh setelah dipaksa Umi Hannah untuk pulang sejenak guna memimpin pengajian ashar di pesantren.

Kini, di dalam ruangan bernomor 302 itu, hanya tersisa keheningan yang dibalut aroma antiseptik dan bunyi detak jam dinding yang teratur.

Zavier, yang sedari tadi berpura-pura memejamkan mata di depan kakaknya, perlahan membuka kelopak matanya. Ia menoleh ke samping, menatap Zaheera yang masih duduk kaku di kursi kayu, tangannya masih setia menggenggam jemari Zavier yang tidak terpasang infus.

"Sudah pergi Singa-nya, Sayang?" bisik Zavier dengan suara parau namun dihiasi cengiran kecil yang jahil.

Zaheera tersentak, lalu mencubit pelan lengan suaminya yang tidak sakit. "Mas! Jangan panggil Mas Azlan begitu. Kalau dia dengar, bisa-bisa infusmu dipindahkan ke hidung."

Zavier terkekeh, meski dadanya masih terasa sedikit sesak. Ia menarik tangan Zaheera, membawanya ke bibirnya, lalu mengecup punggung tangan itu lama sekali. Matanya yang sayu menatap dalam ke netra cokelat istrinya.

"Kemarilah, Zee. Dekat sedikit. Mas sedang tidak punya tenaga untuk bicara keras-keras," pinta Zavier.

Zaheera menggeser kursinya hingga lututnya bersentuhan dengan tepian ranjang rumah sakit. Ia merapikan rambut Zavier yang sedikit berantakan di dahi. "Kenapa, Mas? Ada yang sakit lagi? Mau panggil suster?"

Zavier menggeleng. Ia meraih tangan Zaheera, menuntunnya untuk mengusap pipinya yang masih pucat. "Tahu tidak, apa yang paling menyakitkan dari jatuh di tangga tadi pagi?"

"Kepalamu terbentur?" tebak Zaheera cemas.

"Bukan," Zavier tersenyum tipis, sorot matanya berubah menjadi sangat lembut dan dalam. "Yang paling sakit adalah melihatmu menangis di hari pertama kita halal. Mas merasa gagal. Seharusnya pagi ini Mas membawamu jalan-jalan keliling pesantren, mengenalkan mu pada santri-santri sebagai ratu di hati Mas. Tapi Mas malah membuatmu harus mencium bau obat-obatan seperti ini."

Air mata Zaheera kembali menggenang. "Mas, jangan bicara begitu. Aku tidak peduli di mana kita berada, asal aku bersamamu."

Zavier terdiam sejenak, membiarkan ibu jarinya mengusap air mata yang jatuh di pipi istrinya. "Zee, dengarkan Mas. Mas jatuh sakit mungkin memang cara Allah untuk mengistirahatkan kita dari hiruk-pikuk dunia. Di Kota A, kita tidak pernah berhenti berlari. Kita mengejar kesenangan sampai lupa caranya bernapas dengan tenang."

Ia menjeda, mengambil napas dalam-seolah setiap kata yang ia ucapkan adalah bagian dari taubatnya.

"Terima kasih ya, sudah mau tetap di sini. Mas tahu, bagimu ini sangat sulit. Dari apartemen mewah ke kamar pesantren yang sederhana, lalu sekarang berakhir di rumah sakit desa. Tapi demi Allah, Zee... melihatmu memakai jilbab itu di samping tempat tidurku, Mas merasa menjadi pria paling kaya di dunia. Mas tidak butuh penthouse lagi, Mas cuma butuh doa-doamu di akhir shalat kita."

Zaheera terisak pelan, ia menundukkan kepalanya di atas dada Zavier, berhati-hati agar tidak mengganggu selang infus. "Aku yang berterima kasih, Mas. Kalau bukan karena Mas yang keras kepala membawaku pulang, mungkin aku sudah hancur di sana."

Zavier mengusap kepala istrinya dengan sayang. "Mas berjanji, setelah Mas sembuh, Mas akan mengajarimu segala hal yang Mas tahu tentang cara mencintai Allah. Kita akan mulai dari nol. Kita buang semua memori tentang 'pengaman' atau 'pil' yang kamu bilang semalam. Kita ganti dengan harapan-harapan baru. Mas ingin anak kita nanti, kalau dia hadir, dia bangga punya Ibu sehebat kamu."

Zaheera mendongak, wajahnya merona merah namun penuh haru. "Mas benar-benar berubah ya..."

Zavier tersenyum menggoda, kembali memunculkan sisi jahilnya. "Berubah jadi lebih tampan maksudmu? Memang. Tapi ada satu hal yang tidak berubah, Zee."

"Apa?"

Zavier menarik wajah Zaheera mendekat hingga hidung mereka bersentuhan. Aroma parfum Zaheera yang lembut bercampur dengan bau obat, namun bagi Zavier itu adalah wangi yang paling ia rindukan.

"Mas masih tetap pria yang sama, yang tidak akan pernah melepaskan mu. Dulu Mas mengejar mu karena nafsu, tapi sekarang Mas menjagamu karena tanggung jawab pada Daddy dan Tuhan. Jadi, siap-siap saja... setelah infus ini lepas dan kita pulang ke rumah, Mas tidak akan membiarkanmu jauh-jauh dari pandangan Mas. Mengerti, Makmumku?"

Zaheera tersenyum manis, sebuah senyuman tulus yang memancarkan kedamaian. Ia mengecup pipi Zavier dengan cepat sebelum suaminya itu sempat protes karena malu. Di ruang putih yang sunyi itu, romansa mereka tidak lagi meledak-ledak seperti di kelab malam, melainkan mengalir tenang seperti air sungai yang menyucikan, membawa mereka berdua menuju dermaga kehidupan yang baru.

1
winpar
lnjuttttttt💪💪💪💪💪lnjuttttttt
Ros🍂: Okay kak🥰
total 1 replies
winpar
thorrrr lnjut ceritanya thorrrr
Ros🍂: ashiappp kak🥰
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
semangat thor 💪💪💪
Ros🍂: Jangan lupa di-like ya kak🙏 biar Author semangat, ma'aciww 🥰
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
di tggu up ny ya thor jgn lm2 ,, aku nggak sanggup nggu lm2 🤣🤣🤣
Ros🍂: persis Zavier 🤣 nggak kuat lama-lama 🥰🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!