NovelToon NovelToon
Tuan Muda Harta Langit

Tuan Muda Harta Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:95.9k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita Gao Rui, murid sekte terkuat yang sekaligus salah satu pemilik Kelompok Dagang Harta Langit. Salah satu kelompok dagang besar dan paling berkembang di Kekaisaran Zhou...
Simak petualangannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkunjung ke Toko Pakaian

Begitu rombongan itu mendekat ke dalam toko, beberapa pelayan yang berdiri rapi di kedua sisi langsung menyambut dengan wajah penuh antusias.

“Selamat datang!”

Nada suara mereka terdengar hangat, bahkan sedikit bersemangat. Namun saat mata mereka tertuju pada sosok di depan, ekspresi itu berubah menjadi lebih hormat.

“Nyonya Ya!”

Beberapa dari mereka bahkan langsung membungkuk dalam.

Jelas sekali mereka mengenal Lan Suya. Bukan hanya sekadar mengenal, tapi juga sangat menghormatinya. Seorang pelayan wanita yang tampak lebih senior segera melangkah maju, wajahnya dipenuhi senyum ramah.

“Sudah lama Nyonya tidak berkunjung ke toko kami. Kehadiran Anda benar-benar membawa kehormatan.”

Lan Suya tersenyum tipis. Tidak seperti saat ia berada di toko sebelumnya, kali ini senyumnya terlihat lebih santai.

“Beberapa waktu memang cukup sibuk,” jawabnya ringan.

Para pelayan itu langsung mengerubunginya dengan sikap penuh hormat.

“Nyonya terlihat semakin anggun hari ini.”

“Benar! Bahkan aura Anda terasa semakin luar biasa!”

“Gaun yang Anda kenakan juga sangat cocok dengan Anda!”

Pujian demi pujian mengalir tanpa henti.

Rou Xi yang berdiri di belakang hanya mengangkat alisnya sedikit, lalu berbisik pelan ke arah Bai Kai.

“Seperti biasa…”

Bai Kai tersenyum kecil, tidak mengatakan apa-apa.

Sementara itu, Lan Suya hanya tertawa kecil mendengar pujian-pujian tersebut. Ia tampak menikmati suasana itu, namun tidak terlihat berlebihan.

“Hanya kata-kata manis,” balasnya santai.

Namun suasana hangat itu perlahan berubah, saat salah satu pelayan akhirnya menyadari keberadaan sosok lain di samping Lan Suya.

Tatapan mereka serempak beralih. Ke arah Gao Rui. Untuk sesaat, ruangan itu menjadi sedikit hening.

Mereka memperhatikan bocah itu dengan seksama. Wajahnya biasa saja. Tidak tampan mencolok. Tidak juga memiliki ciri khas yang membuat orang langsung mengingatnya. Tubuhnya tinggi untuk seusianya, namun wajahnya tetap terlihat seperti anak berusia dua belas atau tiga belas tahun. Sederhana. Itulah kesan pertama.

Namun kemudian pandangan mereka perlahan turun ke pakaian yang dikenakan Gao Rui. Dalam sekejap, ekspresi mereka berubah. Salah satu pelayan yang berpengalaman bahkan tanpa sadar menarik napas pelan.

“…ini…”

Ia tidak melanjutkan ucapannya. Namun matanya menunjukkan keterkejutan. Pakaian itu memang terlihat sangat sederhana. Tanpa bordiran rumit. Tanpa hiasan mencolok. Bahkan warnanya pun cenderung biasa.

Namun ia tahu bahan kainnya. Seratnya halus, jatuhnya ringan, dan memantulkan cahaya dengan cara yang sangat lembut. Itu bukan kain biasa. Itu adalah jenis kain kelas atas yang bahkan jarang tersedia di toko seperti ini.

Beberapa pelayan saling melirik. Mereka semua memahami satu hal yang sama. Bocah ini bukan orang biasa.

Tatapan mereka terhadap Gao Rui perlahan berubah. Dari sekadar penasaran menjadi lebih hati-hati. Lebih hormat.

Sementara itu, Gao Rui sendiri hanya berdiri canggung di tempatnya. Ia bisa merasakan tatapan orang-orang itu, namun tidak benar-benar mengerti apa yang sedang mereka pikirkan.

Ia hanya menunduk sedikit, lalu berbisik pelan ke arah Lan Suya.

“Bibi Ya… kenapa mereka melihatku seperti itu…?”

Lan Suya melirik sekilas ke arah para pelayan itu, lalu tersenyum tipis.

“Karena mereka punya mata yang bagus,” jawabnya santai.

Lan Suya tertawa kecil mendengar pertanyaan Gao Rui, lalu melangkah sedikit ke depan, menarik perhatian para pelayan yang masih memperhatikan bocah itu dengan penuh rasa ingin tahu.

“Anak ini Gao Rui,” ucapnya ringan sambil menepuk bahu Gao Rui, “adalah keponakanku.”

Ucapan itu langsung membuat ekspresi para pelayan berubah lagi. Kali ini bukan hanya hormat… tapi juga sedikit terkejut.

“Keponakan… Nyonya Ya?”

Beberapa dari mereka saling berpandangan.

Salah satu pelayan wanita yang tadi sempat memperhatikan Gao Rui mengernyitkan alisnya, seperti sedang mengingat sesuatu.

“Gao Rui…” gumamnya pelan. “Nama itu… rasanya aku pernah mendengarnya…”

Ia terdiam sejenak, mencoba mengingat, namun akhirnya menggeleng pelan.

“Maaf, aku tidak ingat di mana…”

Meski begitu, ia tetap tersenyum ramah.

Pelayan-pelayan lain pun segera mengikuti.

“Selamat datang, Tuan Muda Rui”

“Silakan melihat-lihat dengan santai.”

Sikap mereka kini jauh lebih sopan dibanding sebelumnya.

Gao Rui hanya mengangguk canggung.

Lan Suya kemudian mengalihkan perhatian. Ia melirik ke arah pelayan senior tadi.

“Tunjukkan koleksi pakaian terbaru bulan ini.”

“Baik, Nyonya!”

Pelayan itu segera memberi isyarat. Beberapa pelayan lain bergerak cepat, membuka tirai dalam, memperlihatkan deretan pakaian yang tersusun rapi. Warna-warni kain berkualitas tinggi langsung memenuhi pandangan.

Lan Suya melirik ke arah Gao Rui.

“Pilih saja apa pun yang kau suka.”

Kemudian ia menoleh ke arah Bai Kai dan Rou Xi.

“Kalian juga. Ambil saja yang kalian mau.”

Bai Kai tersenyum lebar.

“Kalau begitu, aku tidak akan sungkan.”

Rou Xi hanya mengangguk santai, tapi matanya sudah mulai menelusuri deretan pakaian dengan penuh minat.

Sementara itu, Gao Rui segera didampingi oleh seorang pelayan wanita muda.

“Tuan Muda, silakan ikut saya. Saya akan menunjukkan beberapa pilihan yang cocok untuk Anda.”

Gao Rui mengangguk, lalu mengikuti.

Mereka berjalan melewati beberapa rak panjang. Di sana tergantung berbagai jenis pakaian, dari yang elegan untuk acara resmi, hingga yang ringan untuk aktivitas sehari-hari.

Motifnya beragam. Ada yang sederhana dengan warna polos, ada pula yang dihiasi bordiran halus berbentuk awan, naga, hingga pola pegunungan.

Gao Rui memperhatikan semuanya dengan serius. Namun pikirannya tidak tertarik pada yang terlalu mencolok.

“Aku butuh pakaian yang bisa kupakai untuk berlatih,” katanya jujur.

Pelayan itu langsung mengangguk mengerti.

“Kalau begitu, Tuan Muda bisa melihat di bagian ini.”

Ia membawa Gao Rui ke sudut lain toko. Di sana, pakaian yang dipajang terlihat lebih sederhana, namun jelas dibuat dengan bahan yang lebih fleksibel dan kuat.

Gao Rui mulai memilih. Tangannya menyentuh beberapa kain, merasakan teksturnya. Ia mengangkat satu pakaian, menimbang beratnya, lalu mengembalikannya. Mengambil yang lain, memperhatikan jahitannya.

Ia berkeliling cukup lama, mencoba menemukan yang paling cocok.

Hingga akhirnya ia berhenti di satu set pakaian berwarna abu-abu gelap dengan garis sederhana di bagian lengan. Tidak mencolok. Namun terlihat kokoh dan ringan.

“…yang ini,” gumamnya.

Pelayan itu tersenyum.

“Pilihan yang bagus, Tuan Muda. Tapi kami juga punya beberapa yang....”

Gao Rui menggeleng pelan.

“Tidak perlu. Yang ini sudah cukup.”

Ia tidak terlihat ragu.

Pelayan itu pun tidak memaksa.

“Baik.”

Setelah itu, Gao Rui berjalan ke arah bangku yang tersedia di dekat area tersebut, lalu duduk. Ia menghela napas ringan. Tidak lama kemudian, langkah kaki mendekat. Bai Kai datang, lalu duduk di sampingnya dengan santai.

“Sudah selesai?” tanya Gao Rui.

Bai Kai mengangguk.

“Ya.”

Gao Rui melirik ke arah dalam toko.

“Bibi Ya belum selesai memilih?”

Bai Kai terdiam sejenak, lalu tiba-tiba tertawa.

“Hahaha… kau baru pertama kali ikut berbelanja dengannya, ya?”

Gao Rui mengernyit.

“Memangnya kenapa?”

Bai Kai menyender santai di kursinya, lalu berkata dengan nada ringan,

“Kalau cepat… mungkin satu jam lagi baru selesai.”

Gao Rui membelalakkan mata.

“Hah…?”

Bai Kai tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi terkejut Gao Rui.

“Hahaha! Wajahmu itu…” katanya sambil menepuk lututnya pelan. “Kau seperti baru saja mendengar kabar buruk.”

Gao Rui masih menatap ke arah dalam toko dengan ekspresi tidak percaya.

“Satu jam…?” ulangnya pelan.

Bai Kai mengangguk santai, masih tersenyum.

“Itu kalau cepat,” tambahnya ringan.

Gao Rui menghela napas panjang, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Jelas sekali ia tidak menyangka berbelanja bisa memakan waktu selama itu.

Melihat reaksi itu, Bai Kai sedikit memiringkan kepalanya, lalu berkata dengan nada santai,

“Daripada duduk di sini menunggu, bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar di sekitar toko?”

Ia melirik ke arah luar, ke jalan yang tampak ramai di balik pintu masuk toko.

“Daerah sini lumayan menarik. Banyak kios kecil juga.”

Gao Rui langsung menoleh. Matanya sedikit berbinar, seolah usulan itu jauh lebih masuk akal dibanding hanya menunggu tanpa melakukan apa-apa.

“Ide bagus,” jawabnya cepat tanpa ragu.

Bai Kai tersenyum puas.

“Bagus. Ayo.”

Keduanya pun segera berdiri dari tempat duduk. Gao Rui melirik sekilas ke arah dalam toko, memastikan posisi Lan Suya yang masih sibuk memilih pakaian bersama para pelayan.

Melihat wanita itu masih tenggelam dalam deretan kain dan pujian, Gao Rui merasa tidak perlu mengganggu. Ia lalu berbalik. Bersama Bai Kai, mereka berjalan menuju pintu keluar toko, melangkah keluar ke jalanan kota yang ramai dan hidup.

1
adek Darma
kok up ny cmn keseringan 1eps truss thorrr
budiman_tulungagung
masih satu mawar 🌹
Armoire
Aduh duh duh duh duh... Author nya paling pinter bikin readers mati penasaran... Lagi seru2 nya malah "To be continued" 😭😭😭😭
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Rui emang numero uno 🔥🌽
Nanik S
Naga Baja... apakah akan mengubah Kerjasama Patriak Shoi dan Harta Langit terus berlanjut
Nanik S
Gao Rui... membuat kejutan gak main main....Bahkan tidak sebanding dg Emas dan Permata ..Baru Naga Baja
Arie Chaniago70
kapan Thor Gao rui ini melanglana buana seperti gurunya,,,masak main dikandang aja nggak paten,,,jadi kurang Greg ceritanya
Eka Haslinda
hadiah pertama.. hadiah kedua.. ketiga.. owalaahhhh buanyak.. gak payu lagi hadiah rumah dagang Naga Emas 🤣🤣🤣
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .............
tariii
ayo, Rui.. kamu mau kasih hadiah apa? yg pasti harus lebih wowwww dari si cincaooooo itu yaaa...😂😂
will
klo ada pil anti miskin..mau donk gao rui 🤭👍
Heri Victor Purba
maen kali ceritanya bah.. bikin dag dig dug ser.. jalan ceritanya macam jalan kelok 44 .. gas thor
y@y@
⭐👍🏾🌟👍🏾⭐
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...hadiah yg melebihi hadiah orang lain🤣👍👍
Zainal Arifin
joooooooosssss 😍😍🤭
indrawanto djiwanto
hadiah pertama berarti ada hadiah lanjutan. hadiah kedua pil utk membantu kultivasi, hadiah ketiga pil kecantikan.
Jeffie Firmansyah: Bisa jadi pil kecantikan tuk istrinya
total 1 replies
Maz Shell
lagi update terbaru
sam
Jagoan turun tangan
Arie Chaniago70
🙂🙂🙂🙂🙂👍👍👍👍💪💪💪💪🍩🍩🍩🍩☕☕☕🌹🌹🌹
y@y@
👍🏿💥👍🏼💥👍🏿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!