Karena di sukai oleh kakak ipar nya membuat Aulia hidup dalam kegelisahan.
Aulia yang masih berstatus anak kuliahan bingung dengan kehidupan nya saat ini,dia ingin pergi dari rumah kakak nya tapi dia tak memiliki tempat tinggal bahkan uang sepeser pun selama ini kakak ipar nya lah yang membiayai hidup Aulia hingga membuat kakak ipar nya semena-mena pada diri nya.
Aulia memutuskan untuk mengajak Rendy sang kekasih menikah tapi saat mendatangi apartemen kekasih nya ini justru dia melihat perselingkuhan Rendy dengan teman kampusnya sendiri membuat Aulia kecewa berat.
Bagaimana kisah hidup Aulia selanjutnya akan kah dia bisa lari dari kejaran kakak ipar brengseknya itu atau dia justru menjadi madu untuk kakak kandungnya sendiri?
Yuuk baca kisah nya hanya di Nt🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesalahan
"Bagaimana bisa dia menyelesaikan komplain tamu dalam waktu lima menit?"tanya Ratih pada Mila
"Dia membeli makanan dari restoran dan memberikan nya pada tamu" jawab Mila
"Apa dia gila! Makanan di restoran sangat mahal"
"Kata manager restoran dia minta potong gaji" sahut Mila lagi.
"Seperti nya aku akan buat hal ini menjadi terbiasa agar dia tak mendapat kan gaji dan menyerah dengan sendirinya" batin Ratih sambil tersenyum licik.
"Mila" panggil Bu Yuni membuat Mila terkejut
"Ya mbak a-da apa?"
"Kamu tau salah kamu apa?" tanya bu Yuni dan di jawab gelengan oleh Mila.
"Bagaimana bisa kamu tidak mengantarkan makanan di kamar 202 tepat waktu?" tanya bu Yuni lagi
"Ma-af mbak tadi saya tiba-tiba sakit perut jadi saya titip pesan pada Aulia untuk mengkonfirmasi dengan tamu agar mereka tidak salah paham lalu minta Aulia menghubungi pihak dapur untuk mencari ganti layanan kamar"jawab Mila menunduk.
"Kamu pesan sama saya,kapan?" tanya Aulia bingung.
"Tadi saat kamu baru datang dan sedang mengobrol bersama petugas kebersihan di depan lobby" jawab Mila lagi membuat Aulia berpikir sejenak memang benar Mila berbicara dari jauh pada nya tapi hanya mengatakan dengan bahasa isyarat menunjuk jam Aulia pikir Mila mengingat kan nya untuk segera ke lobby karena sudah jam kerja.
"Belum 24 jam kok kamu sudah lupa Aulia,apa kamu sengaja mencari kesalahan ku"ucap Mila membuat Aulia terdiam,Mila benar-benar menjebak nya.
"Jadi ini salah kamu Aulia?" tanya Bu Yuni
"mbak sa-ya"
"Tapi Aulia sudah mengganti nya kan mbak,jadi dia tidak bisa di salahkan lagi" bela Vina
"Meskipun sudah mengganti nya hal ini tidak boleh terulang kembali Vina, bagaimana jika para pelanggan di luar sana banyak komplain karena merasa akan di berikan kompensasi makan enak apa Aulia sanggup mengganti nya terus menerus" ucap Ratna membuat bu Yuni berpikir sejenak.
"Saya janji tidak akan terulang kembali mbak" ujar Aulia cepat.
"Lain kali jangan ada kesalahan yang bisa mencoreng nama baik hotel, kejadian ini cukup sampai di sini jangan sampai terdengar atasan" ingat Bu Yuni lalu segera pergi,Ratna dan Mila sang tatap dengan senyuman licik.
"Ayo Lia kita pergi" ajak Vina dan diangguki Aulia.
*****
"Mas kenapa pulang selarut ini?" tanya Erika yang melihat sang suami baru pulang tengah malam.
"Kamu menunggu ku?" tanya balik Arya
"Aku belum bisa tidur mas kalau kamu belum pulang,aku coba hubungi ponsel mu tapi mati"jawab Erika
"Maaf ponsel ku kehabisan batrei,pekerjaan ku menumpuk sekali Erika kemungkinan dalam beberapa hari ini aku lembur dan pulang larut malam"
"Jadi kamu belum bisa menemui Aulia mas?"
"Aku belum sempat Erika pekerjaan ku menumpuk,aku juga ingin Aulia kembali secepatnya agar aku tenang saat pulang bisa melihat nya di rumah"jawab Arya dengan nada sedikit tinggi.
"Maaf mas ak-u aku hanya takut Aulia terjadi apa-apa di luar kamu tau sendiri bukan dia perempuan jika salah jalan aku akan menyesal seumur hidup ku mas" ucap Erika dengan nada pelan.
"Ya aku tau ketakutan mu,aku juga begitu tidak akan rela Aulia dengan lelaki lain" ceplos Arya membuat Erika menatap lekat sang suami.
"Maksud ku belum saat nya Aulia mengenal lelaki di luar sana, lelaki di luar sana itu brengsek Erika,dia pasti hanya memanfaatkan fisik Aulia saja"jelas Arya cepat agar sang istri tidak salah paham.
"Ya mas,aku mohon kamu secepatnya jemput Aulia ya,aku kangen dia mas"
"Ya aku pasti akan jemput dia,sabar ya,aku juga kangen sama Aulia setelah pekerjaan ku selesai aku jemput dia"ujar Arya dan diangguki Erika patuh.
"Aku mandi dulu tubuh ku benar-benar lelah"
"Mau aku siapkan mas"tawar Erika
"Tidak usah kamu istirahat saja pasti seharian ini kamu juga sudah lelah mengurus rumah dan Marsha"
"Iya mas, terimakasih aku tidur duluan ya"
"Iya" jawab Arya