NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Tuan Ares

Istri Rahasia Tuan Ares

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Kekasih Lyra tiba-tiba menghilang seminggu sebelum pernikahan, membuat Lyra frustrasi apalagi kedua keluarga sepakat mengganti pengantin pria demi mempertahankan keuntungan masing-masing.

Lyra ingin menolak apalagi pengantin prianya adalah Ares-Kakak kekasihnya yang terkenal arogan, licik, penuh tipu muslihat, orang-orang menyebutnya Pangeran kegelapan. Selain itu, Ares juga memiliki kekasih seorang model papan atas. Akan tetapi, baik perasaan Lyra ataupun Ares tidak penting di depan keuntungan kedua keluarga sehingga keduanya terpaksa menikah meski menjadi pernikahan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Haruskah Melepaskan?

“Ryan?”

Lyra berlari secepat mungkin saat melihat Ryan akan tumbang. “Kamu kenapa?” Ia berhasil menangkap Ryan tepat waktu sehingga pria itu jatuh dalam pelukannya. “Apa yang terjadi, Ryan?” Lyra menyentuh wajah sang kekasih hati yang babak belur seakan baru saja dikeroyok belasan preman, air matanya jatuh hingga membasahi pipi Ryan yang menatapnya dengan penuh rindu.

“A-aku_” Ryan tampak kesulitan bernapas, pria itu juga terlihat kesakitan.

Melihat itu, Lyra panik dan langsung berteriak pada Ares. “Tolong panggil ambulance, Ares. Aku mohon.”

Ares masih mematung di tempatnya semula, kedua tangannya terkepal melihat wanita yang ia cintai memeluk pria lain, menangisi pria lain, bahkan memerintahnya untuk pria lain.

“Ares, aku mohon!” teriak Lyra yang sudah tidak tahu harus berbuat apa.

Ryan hanya tersenyum lemah, tangannya terulur untuk menyentuh wajah Lyra. “Aku sepertinya bermimpi.” Ryan menggumam lirih, air mata mengalir dari sudut matanya.

“Kamu nggak mimpi.” Lyra menyentuh tangan Ryan yang masih membelai pipinya, bahkan mengecupnya dengan penuh kasih sayang sambil meminta pria itu bertahan. “Aku akan bawa kamu ke rumah sakit.”

Ryan tersenyum lemah lalu perlahan ia menutup mata, pria itu kembali kehilangan kesadarannya dalam pelukan Lyra.

********

“Sebenarnya apa yang terjadi?”

“Dokter, putraku baik-baik aja, kan?”

Tuan Tama dan istrinya datang ke rumah sakit dengan wajah panik, bahkan Nyonya Yuna menangis tersedu-sedu meski belum melihat kondisi Ryan.

“Saat ini kami hanya bisa memastikan bahwa Tuan Ryan mengalami cedera yang cukup parah. Sedangkan untuk kondisi lebih detailnya akan kami ketahui setelah melakukan pemeriksaan secara keseluruhan juga setelah dia sadar nanti,” terang dr. Bagas yang menangani Ryan.

“Tolong selamatkan putraku, Dok,” pinta Tuan Tama.

“Tenang saja, Tuan Tama. Untuk saat ini, saya yakin luka Tuan Ryan tidak mengancam nyawa.” Kedua orang tua Ryan menghela napas lega, pun dengan Lyra, beda halnya dengan Ares yang sejak tadi memasang wajah tegang seolah akan pergi ke medan perang.

Sorot mata pria itu sedingin es, ekspresi wajahnya datar, rahangnya mengatup keras.

“Ares, cari tahu apa yang sebenarnya terjadi,” titah Tuan Tama. “Selama ini kita sudah mengerahkan banyak orang untuk mencari Ryan tapi nggak pernah ada hasilnya. Meskipun dia kecelakaan di suatu tempat, seharusnya polisi menghubungi keluarganya. Papa yakin, ada yang nggak beres dengan kecelakaan yang Ryan alami. Jadi cari tahu di mana dia kecelakaan, bagaimana kecelakaan itu terjadi dan di rumah sakit mana selama ini Ryan dirawat. Cari tahu semuanya tanpa melewatkan hal sekecil apa pun.”

Ares mengepalkan kedua tangan, matanya yang dingin kini berubah berapi-api apalagi saat melihat tatapan Lyra yang penuh kecemasan, bahkan sejak tadi istrinya itu terus memandangi Ryan yang terbaring, tangannya masih menggenggam tangan pria itu dengan erat seakan takut dipisahkan.

“Ares, lalukan perintah Papa sekarang!”

Ares tersenyum samar, ia menundukkan kepala lalu berkata, “Baik, Pa.”

“Jangan-jangan ini ulah musuh kita, Pa,” rengek Nyonya Yuna sambil bersandar di Pundak sang suami. “Bagaimana ini, Pa. Sekarang mereka menargetkan putra kita.”

“Jangan khawatir, Ma.” Tuan Tama memeluk sang istri. “Siapa pun yang berani menyentuh putra kita, mereka akan membayar harganya.”

Sebelum pergi, Ares menoleh, menatap Lyra sekali lagi yang masih terus memandangi Ryan, wanita itu tidak menoleh sedikit pun padanya.

“Tunggu saja, Lily. Ini akan segera berakhir.”

*********

“Aku mencari tahu bagaimana Ryan datang ke kantor Lyra, rupanya dia naik taksi.” Ares menyerahkan foto dari rekaman cctv saat Ares turun dari taksi di depan kantor Lyra pada kedua orang tuanya. “Lalu aku mencari sopir taksi itu dan bertanya dari mana dia membawa Ryan. Ternyata dari rumah sakit Harapan Baru. Aku juga sudah menemukan dokter yang merawatnya selama ini.”

Ares menyerahkan semua informasi yang berhasil dia kumpulkan hanya dalam satu 24 jam.

“Ryan dibawa ke rumah sakit pada tanggal 10, empat hari sebelum hari pernikahan.” Pria itu melirik Lyra yang juga memeriksa foto-foto Ryan dari rekaman cctv. “Menurut keterangan dokter, polisi sudah datang untuk menangani kasus itu tapi mereka nggak bisa menemukan identitas Ryan. Selain itu, Ryan mengalami pendarahan otak dan melakukan operasi. Operasinya berhasil tapi dia koma. Dua hari yang lalu, Ryan sadar sebentar dan bertanya di mana dia berada. Tapi nggak sampai satu menit, Ryan kembali pingsan lalu_”

Ares menarik napas panjang, pandangannya kembali tertuju pada Lyra yang saat ini juga menatapnya. Akan tetapi, itu bukan tatapan seperti yang Ares inginkan.

Lyra menatapnya untuk Ryan.

Wanita itu sangat penasaran dengan informasi tentang Ryan.

“Kemarin dia sadar lagi, saat bangun dia langsung mencari keluarganya tapi dokter dan perawat memberi tahu nggak ada keluarga yang bisa dihubungi. Jadi Ryan kabur dari rumah sakit, naik taksi, lalu meminta sopir taksi mengantarnya ke kantor Lyra. Setelah itu, kita semua tahu apa yang terjadi.”

Lyra terdiam seribu kata, merasa sulit mencerna informasi yang diberikan oleh Ares.

Sementara mertuanya justru semakin yakin bahwa apa yang terjadi pada Ryan adalah ulah dari musuh bisnis mereka. Apalagi hal seperti ini bukan kali pertama terjadi.

Tuan Tama menghela napas panjang sambil memijit pelipisnya. “Ares, apa pun caranya, temukan dalang di balik semua yang terjadi sama Ryan.”

“Papa tenang aja, aku sudah mengerahkan orang-orangku untuk menyelidiki kecelakaan Ryan.”

Tuan Tama mengulum senyum lalu berkata, “Terima kasih, Nak. Papa tahu kamu pasti bisa diandalkan.”

Lyra mendongak, menatap mata Ares yang tampak berbeda. Sekali lagi ia kembali melihat kabut di sana, kabut yang lebih gelap dari sebelumnya.

“Sebaiknya sekarang Papa dan Mama pulang, kalian sudah di sini dari kemarin, sekarang perlu istirahat. Biar aku yang menjaga Ryan di sini.”

“Baiklah, Nak.” Tuan Tama beranjak berdiri, ia menepuk Pundak Ares. “Tolong jaga adikmu.”

Ares hanya mengangguk. Setelah orang tua angkatnya keluar dari ruang rawat Ryan, Ares menatap Lyra dengan dingin lalu berkata, “Kamu juga boleh pulang.”

“Aku ingin di sini.” Lyra menolak tegas. Tanpa ragu, wanita itu kembali duduk di sisi Ryan lalu menggenggam tangannya dengan mesra. “Aku mau menunggu Ryan bangun.”

Ares merasa darahnya mendidih mendengar apa yang Lyra katakan, dadanya bergejolak hebat, bahkan ia sudah melangkah mendekati Lyra untuk untuk menyeret wanita itu pergi tapi tindakannya terhentikan oleh kedatangan Vano.

“Ada apa?” tanya Ares dengan suara beratnya.

“Ada masalah di perusahaan, Tuan Lian memerintahkan saya menjemput Anda.”

“Sial!” umpat Ares. Ia menoleh pada Lyra yang yang kini sedang merapikan rambut Ryan. “Kamu di sini saja, Vano. Jaga Nyonya, jangan biarkan siapa pun mendekati ruangan ini.”

Dengan berat hati, Ares meninggalkan Lyra setelah memberikan perintah tegas pada Vano untuk menjaga sang istri meski ia tahu istri yang dikhawatirkan kini justru mengkhawatirkan pria lain.

“Ryan ….” Lyra menyentuh memar di tulang pipi kanan Ryan. “Sebenarnya kamu nggak kabur dari pernikahan, kan? Kamu menghilang karena dicelakai orang. Iya, kan?”

Lyra teringat kembali dengan jaket kesayangan pria itu yang ada di lemari Cahaya, juga foto mereka yang berpelukan. “Sebenarnya kamu setia sama aku, kan? Kamu nggak mungkin ada main dengan wanita lain. Buktinya, saat sadar dari koma yang kamu ingat cuma aku. Yang kamu cari adalah aku.”

Ada keraguan dalam hati Lyra tentang hubungan Ryan dengan Cahaya, tetapi saat pria itu muncul di hadapannya, saat Ares mengatakan orang pertama yang Ryan cari setelah sadar dari koma adalah dirinya, keraguan itu musnah seketika.

Apa pun alasan di balik foto dan jaket itu, Lyra tak lagi ingin peduli karena yang terpenting saat ini adalah hati Ryan.

Lyra menghapus air matanya, ia mengecup tangan sang kekasih lalu berkata, “Karena sekarang kamu sudah pulang, maka aku akan bercerai dengan Ares lalu kita menikah. Bagaimana?”

1
Indra Kusuma
kayak nya si Ares ini pemilik dahar harta keluarga jatmika dehhh🤣
Arsyad Algifari.
jadi Ares anak kandung tuan tama
Mei 71
Apakah Ryan anak kandung juga?
Mei 71
Hubungan saling menguntungkan tapi tidak tulus...
🌺 Tati 🐙
wah ternyata ares anak kandung,...sampe sejauh ini belum ketebak alurnya,masih banyak pertanyaan😅
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
nah kan Ares anak dari tuan Tama,

duh giliran ada gratisan langsung ok hehwhe
Nata Abas
lanjut kak penasaran lanjutan y
Arsyad Algifari.
seperti ada dendam pribadi Ares pada keluarga Ryan
yulithong
tambah penisirin kita....lanjut kak
Milla
Lanjut thorrr cerita mu bagus kok g banyak yang baca yaa ??? 🥺😔 apa belum tau aja para pemirsah pembaca ini yaaaa 😔
Mei 71
Keren Lyra 👍
Kudukung kamu..
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
ada dendam apa kamu sama kluarga Ryan, kurasa bukan hanya kamu mencintai lyra ,, TPI ada hal lain di balik semua ini
Indra Kusuma
kayak nya novel ini bertema balas dendam yg tersebung dehh ,,, curiga nya GK habis"🤭
🌺 Tati 🐙
yang dikira baik belum tentu baik,yg dikira jahat blm tentu jahat...yg pasti aku penasaran di balik semua ini...lanjut
Arsyad Algifari.
gimana ini ly yang satu suamimu yang satu mantanmu .tapi sebaik baiknya Ryan dia tetap mantanmu
apa iya . hilangnya Ryan hari itu ulah ortunya lira
💥💚 Sany ❤💕
Jangan goyah ya Ly...., ingat apapun dan gimanapun sikap Ryan ke kamu tetap aja dia mantan.
💥💚 Sany ❤💕
Waduh... gawat ni, yang satu merasa masih kekasih Lyra dan yang satu emang suaminya.
💥💚 Sany ❤💕
Lyra dah mulai ada rasa ne ma Ares, cuma blom nyadar aja.
💥💚 Sany ❤💕
Balas aja Ly...., tangan ada nanti Ares rezeki banyak 😂😂😂
💥💚 Sany ❤💕
suka banget ma karakter Sena, enerjik dan lucu 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!