NovelToon NovelToon
MEMBURU ATAU DIBURU

MEMBURU ATAU DIBURU

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Zombie
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: zhar

Di tengah panas Kalimantan yang tak kunjung reda, Budi Santoso-seorang sales biasa di Palangkaraya menemukan kehidupan yang berubah drastis setelah sebuah “sistem” misterius muncul di kepalanya. Awalnya hanya alat untuk naik level dan bertahan hidup, sistem itu kini menjadi satu-satunya harapannya saat alam mulai bermutasi dengan kejam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Budi fokus banget, coba analisis situasi dunia dari kata-kata presenter. Di atas kontrakan, tetangga lagi ribut keras.

“Lu cuma bisa makan doang! Besok kita mati kelaparan kalau lu nggak bisa dapet beras!” suara cewek marah-marah.

“Lu pikir gue apa? Supermarket kosong, pasar basah nggak ada stok, pasar grosir tutup! Besok gue coba lagi, ya?” suara cowoknya ngeluh sambil mendesah.

“Lu suruh gue nunggu terus! Sampai kapan? Kita udah kehabisan beras! Gue bilang berulang kali belanja stok kemarin, lu nggak mau denger. Bilang nggak bisa cuti. Sekarang apa? Kantor lu tutup!”

Brak!

Suara gelas pecah, anak kecil nangis kenceng.

“Ya udah! Besok gue ke pasar gelap! Gue dapetin makanan apapun harganya, puas belum? Udah diem, malu-maluin!”

Suara mereka pelan-pelan reda.

Dua minggu terakhir dunia berubah drastis. Berita TV dan medsos rame soal tanaman tumbuh liar, hewan mutasi, stok makanan menipis, harga melambung. Pemerintah desak warga tenang, tapi malah makin panik. Perampokan, pemerkosaan, pembunuhan jadi berita harian. Budi nggak kaget dia udah stok makanan banyak, rompi kulit ular, pisau custom lagi di jalan. Dia siap.

HP berdering. Rina keluar dari dapur, mukanya capek tapi berusaha senyum.

“Mas Budi, makan malam yuk. Aku masak nasi goreng sisa.”

Budi matiin TV, duduk di meja. Rina taruh piring, tapi gerakannya pelan, kayak lagi mikir berat.

Dia mulai ngomong setelah makan beberapa suap. “Hari ini aku ke pasar lagi, Mas. Masih kosong. Beras, minyak, gula nggak ada.”

Budi angguk. “Lebih baik di rumah aja dulu. Pemerintah pasti gerak cepet. Nggak mungkin dibiarkan gini.”

“Perusahaan Mas gimana?” tanya Rina.

“Nggak tahu. Semua pada khawatir. Kerja nggak jalan. Entah berapa lama lagi gini,” jawab Budi sambil menghela napas.

Rina keliatan tertekan. “Aku rencana pulang kampung lusa. Aku khawatir sama orang tua di desa.”

Budi nggak kaget. Rina sering telpon orang tuanya akhir-akhir ini, mukanya selalu cemas. “Kapan berangkatnya?”

“Lusa. Kampungku di pinggiran Muara Teweh. Katanya desa-desa lagi bahaya, jadi aku harus pulang.”

Tiba-tiba bip di kepala Budi. Sistem aktif.

[Misi Level F+ Opsional: Pastikan Rina kembali ke kampung halamannya dengan selamat. Misi gagal jika dia mati. Tidak ada tenggat waktu. (Terima/Tolak)]

Budi kaku seketika.

Rina nengok. “Mas kenapa? Keliatan sakit.”

“Oh, nggak apa-apa. Kapan berangkat lagi?” Budi buru-buru tanya, alihkan perhatian.

“Lusa. Udah pesen tiket bus. Mas bisa simpen semua barang di sini. Jangan jadi orang asing ya,” kata Rina sambil senyum tipis.

Budi liat senyumnya, hati gelisah. Kalau tolak misi, Rina bisa mati di jalan. Dia nggak bisa biarin itu terjadi. Setelah diem bentar, Budi bilang, “Karena kamu baik banget, gimana kalau aku anter ke kampung?”

“Wah bagus dong! Aku bawa banyak barang, jangan ngeluh nanti ya.”

Rina nggak nolak, pikir Budi cuma anter ke terminal. Dia juga mau pulang selamanya, nggak balik Palangkaraya lagi. Meski udah buang banyak barang, masih banyak yang harus dibawa bahkan mikir kirim lewat ekspedisi.

Budi langsung bilang, “Kamu salah paham. Maksudku, aku ikut pulang ke kampungmu. Desa lagi bahaya banget. Nggak aman kalau kamu sendirian.”

Rina kaget. “Nggak usah, Mas. Nggak jauh kok, cuma satu jam bus. Aku bisa sendiri.”

“Pokoknya aku ikut. Udah, aku pesen tiket sekarang. Tujuan dan jam berangkatnya apa?”

“Desa Marang, jam 13.30.”

Rina tahu Budi bakal ngotot. Dia nggak keras kepala, plus berita-berita buruk di TV dan medsos bikin dia takut. Tapi dia bingung gimana jelasin ke orang tua soal Budi pacarnya baru mati, tiba-tiba bawa cowok lain pulang.

Budi tiba-tiba tanya, “Bisa berangkat besok nggak?”

“Sebenarnya aku pengen besok, tapi tiket nggak ada. Banyak orang asing balik kampung. Susah banget dapet.”

Budi geleng kepala. “Aku udah resign, jadwal kosong. Tinggal pesen tiket.”

Dia masuk kamar, buka aplikasi bus, pesen dua tiket besok pagi.

Setelah makan malam, Budi masuk kamar, buka kotak kayu panjang yang baru datang tadi sore. Di dalamnya ada pedang panjang modern, bilah tipis tapi kuat, gagang kayu sonokeling.

Dia tarik pelan dari sarungnya. Badan pedang datar, ujung melengkung tajam, keliatan serem. Beratnya pas di tangan 4,1 kg.

Budi aktifin Identifikasi.

Senjata Custom

[Bahan: Baja H13 Alloy]

[Kelangkaan: Biru Muda]

[Berat: 4,1 kg]

[Kekuatan: 16–20]

[Fungsi Sekunder: Kecepatan Serang +

[Persyaratan: Kekuatan 11]

[Keterangan: Senjata modern. Bisa nembus hampir semua material biasa, termasuk logam tipis.]

Budi ayun beberapa kali di kamar. Beratnya tarik ke depan karena gravitasi, tapi Ketangkasan 12 bikin gerakan lancar. Orang biasa pasti nggak bisa angkat lama. Budi latihan setengah jam, berhenti pas keringetan. Dia lap debu tak keliatan pake kain, masukin lagi ke sarung.

“Meski misi F+ selalu bahaya, kekuatanku naik terus. Ada 1 poin atribut baru, plus 5 poin skill belum dialokasi. Kalau aku tambahin semua ke skill pisau, mungkin cukup. Aku punya senjata ini sekarang!”

Budi terbangun karena suara klakson mobil pick-up yang lewat pelan di depan kontrakan. Masih subuh, matahari belum muncul, langit kelabu.

“Warga sekalian! Hari ini ada jatah pembelian makanan dan air minum terbatas untuk jaga stabilitas harga dan stok. Komite RW sudah siapkan beberapa titik di pasar induk Palangkaraya. Silakan datang bawa KTP! Saya ulangi, stok terbatas!”

Pengeras suara terus muter berulang-ulang sampai Budi benar-benar melek. Dia bangun, pakai baju seadanya, buka pintu.

Rina keluar dari kamar sambil menguap, masih pake bajh tidur. “Ada apa di luar, Mas?”

“Pemerintah mulai bagi jatah makanan. Kita bisa beli dalam jumlah tertentu,” jawab Budi senang. Meski stoknya udah banyak, sayur dan daging segar susah banget dicari belakangan. Semua habis cepet. Ini kabar bagus setidaknya sementara.

“Ayo kita cek. Mungkin bisa dapet dua kali lipat kalau berdua,” usul Rina.

“Ide bagus! Ganti baju dulu. Nggak usah sikat gigi, buruan. Nanti keburu rame,” kata Budi.

Rina langsung masuk kamar lagi. Sepuluh menit kemudian keluar wajahnya keliatan dipoles tipis, baju sederhana tapi rapi. Budi ngerasa agak nggak enak pas mereka keluar bareng. Di luar kontrakan udah rame.

Kompleks yang biasanya sepi sekarang penuh orang. Budi baru sadar jumlah tetangga sebanyak ini. Semua keliatan tergesa, bawa keranjang belanja, tas laundry, bahkan koper kecil. Ada yang naik motor, mobil, tapi kebanyakan jalan kaki. Lalu lintas macet parah klakson berbunyi terus, orang turun dari mobil karena nggak maju-maju.

Pas sampe jalan utama, Budi dan Rina kaget. Kerumunan lebih gila lagi. Orang berdesak-desakan, dorong-dorongan. Budi pegang tangan Rina erat biar nggak kehilangan. “Pegang kuat-kuat ya. Jangan lepas!”

Rina angguk, mukanya campur senang dan cemas. “Gila ya… aku kira orang kota ini dingin, nggak peduli satu sama lain. Tapi liat sekarang… kayak lagi perang rebutan makanan.”

1
Jack Strom
Lanjut... 😁
Jack Strom
Mantap... Lanjut lagi!!! 😁
Jack Strom
Mantap... Lanjuuut!!! 😁
Jack Strom
Waktunya berburu... 😁
Jack Strom
Asah terus skillnya sambil bertahan hidup... 😁
Jack Strom
Asem... Kirain tadi yang namanya Jali itu manusia, eh ternyata seekor anjing... hahaha 😁
Jack Strom
Cih... Pura² jual mahal... 😁
Jack Strom
Eh... Blong??? 😁
Jack Strom
Hah??? 😁
Jack Strom
Bertahan... 😁
Jack Strom
Wow... Seram 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Chaos!!! 😁
Jack Strom
Lanjuuut... 😁
Jack Strom
Masih hmmm 🤔
Jack Strom
Hmmm??? 🤔
Jack Strom
Tekan dong... 😁
Jack Strom
Hmmm??? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Era gede²... 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!