NovelToon NovelToon
Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Dari Hidup Santai Ke Drama Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa Fantasi
Popularitas:132.5k
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Claire Sophia-- seorang Nona muda yang tidak pernah memikirkan hidup. Baginya untuk apa bekerja toh dia sudah kaya sejak lahir. Namun suatu hari saat dia memberikan pelajaran bagi sang kekasih yang telah berani berselingkuh darinya.

Claire mendapatkan sebuah notifikasi..

[Notifikasi: Tekan YA untuk Masuk!]

Untuk mengubah takdir dan alur hidup nya di drama itu. Claire memutuskan untuk merelakan Suaminya untuk pemeran Protagonis.

Namun satu yang Claire tidak tau-- alur dan peran yang berubah akan mengacaukan jalan cerita--juga mengungkapkan sebuah rahasia yang tidak pernah di sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mirip

Di tengah hiruk-pikuk gemerlap lampu mall pusat perbelanjaan yang megah, Claire melangkah dengan anggun, memegang erat tangan kedua anak kembarnya, Michel dan Mikael, yang mencerminkan kontras kepribadian—Michel menatap sekeliling dengan mata berbinar penuh rasa ingin tahu, sementara Mikael menatap datar, dingin, dan acuh tak acuh.

Claire merencanakan kunjungan ini dengan teliti, sebuah persiapan matang di balik senyum tipisnya, untuk memberikan kejutan yang akan mengguncang pertemuan keluarga Lergan malam ini, di mana dia siap bertransformasi menjadi ratu Antagonis yang sesungguhnya dan menghancurkan panggung kekuasaan mereka.

Langkah kakinya tegas menuju butik-butik mewah, merencanakan setiap skenario pertunjukan panggung yang akan membuat keluarga Lergan tak berkutik. Dia tidak peduli lagi dengan citra menantu yang penurut--- malam ini, skenario balas dendamnya akan dimulai, menjadikan dirinya Antagonis utama yang paling ditakuti.

Dengan tangan yang menggandeng erat kedua putranya, sang "Ratu Antagonis" telah siap menyuguhkan pertunjukan yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup.

" Selamat datang, Nyonya. Ada yang bisa kami bantu?" seorang pelayan butik mendekat dengan senyum yang dipaksakan, tampak terintimidasi oleh aura yang dibawa Claire.

Claire berhenti tepat di tengah ruangan, tidak sudi menoleh sedikit pun. "Perlihatkan gaun terbaik kalian padaku!" titahnya dengan suara rendah namun menusuk. "Aku tidak punya waktu untuk melihat koleksi musiman yang biasa-biasa saja. Aku ingin sesuatu yang akan membuat semua orang berhenti bernapas saat aku melangkah masuk menggunakan gaun itu."

"Tentu, Nyonya. Kami memiliki koleksi haute couture terbaru dari Paris yang—"

"Aku tidak butuh penjelasan tentang asal-usulnya," potong Claire cepat, jemarinya yang lentur mengelus kepala Mikael dengan gerakan mekanis. "Aku ingin gaun itu sempurna tanpa cela. Jahitan yang tidak presisi satu milimeter pun akan menjadi penghinaan bagiku. Malam ini bukan sekadar jamuan makan malam, ini adalah panggung pertunjukan ku, dan aku adalah sutradaranya."

Michel menarik ujung blazer Claire, suaranya cempreng namun penuh antusias. " Mommy, apa Mommy akan memakai baju yang belcinal cepelti bintang? Cepelti yang dipakai latu jahat di buku celitaku?"

Claire tersenyum tipis, sebuah senyum yang tidak mencapai matanya. "Lebih dari sekadar bersinar, Sayang. Mommy akan menjadi kegelapan yang menelan cahaya mereka semua."

Mikael akhirnya bersuara, nadanya datar tanpa emosi, kontras dengan saudaranya. "Mereka akan semakin membencimu.. apa yang kau rencanakan?"

Claire tertawa kecil, suara tawanya terdengar seperti denting kristal yang pecah. Ia berlutut sebentar, mensejajarkan wajahnya dengan Mikael, lalu membisikkan sesuatu yang hanya bisa didengar oleh mereka bertiga.

"Kebencian adalah bentuk pengakuan yang paling jujur, Mikael. Biarkan mereka membenci. Karena saat mereka sibuk dengan amarahnya, mereka tidak akan sadar bahwa aku sudah mengambil alih kekuasaan yang mereka banggakan.

Ia berdiri kembali, menatap pelayan butik yang kini mematung. "Tunggu apa lagi? Bawa gaunnya sekarang. Dan pastikan warnanya semerah darah yang mendidih, karena malam ini, Keluarga Lergan akan mengingat nama Claire sebagai akhir dari kedamaian mereka."

Saat Claire menghilang di balik tirai ruang ganti, Michel mulai menggoyangkan kakinya yang menggantung, merasa jenuh dengan keheningan butik yang kaku.

Michel menghela napas panjang, bicara dengan cadel khasnya. "Membocankan... tidak ada cecuatu yang menalik di cini, huh? Kenapa Mommy lama cekali?"

Mikael menjawab tanpa menoleh, suaranya datar. "Mommy sedang memilih zirah, Michel. Bukan sekadar baju."

Michel mengerutkan kening bingung. "Zilah? Cepelti ksatlia di buku celita? Tapi Mommy kan mau ke pesta kelualga Lelgan, bukan mau tanding pedang."

Mikael menatap saudarinya dengan mata tajam. "Di keluarga itu, kata-kata adalah pedang. Dan Mommy ingin memastikan pedangnya paling tajam. Kau lihat matanya tadi? Mommy akan menghancurkan mereka semua malam ini."

Michel terdiam sejenak, lalu tersenyum lebar. "Ah! Jadi Mommy akan jadi Latunya? Kalau Mommy jadi Latu, aku mau jadi Nona Putli yang makan banyak kue di pesta nanti!"

Mikael melirik datar tanpa mengalihkan pandangan dari majalah fashion yang ia pegang terbalik. "Jangan pikirkan makanan terus. Perutmu itu sudah semakin lebar, kancing celanamu hampir menyerah."

Michel melotot kaget, tangannya langsung memegang perut. "KAU CEMBALANGAN! Ini nama nya cemok... BODY CEMOK! Kata olang, Micel itu menggemackan!"

Mikael mendengus sinis. "Semok itu artinya gendut, Michel. Jangan menghibur diri sendiri dengan istilah keren."

Mata Michel mulai berkaca-kaca, bibirnya melengkung ke bawah. "Kau... PLET PLET... KAN! KAN! Kalena mu menghina body cemok Micel, Micel jadi na cakit pelut... HUWAAA! Ndak tahan... pengen kecepilit!"

Mikael yang semula tenang langsung memucat. Ia tahu benar ancaman saudaranya bukan main-main.

Mikael berseru panik. "Hei! Kau... jangan macam-macam, Michel! Ingat ya, kotoran mu itu bau sekali, bisa merusak reputasi kita di butik mahal ini! Sana, cepat pergi ke toilet!"

Michel cemberut sambil menahan perutnya yang bergejolak. "Hiks hiks... jahat na... Kau yang menghina, kau pula yang ndak mau beltanggung jawab."

Tanpa menunggu komando, Michel berlari keluar butik dengan langkah pendek-pendek yang terburu-buru, meninggalkan Mikael yang terpaku.

Mikael menggaruk kepala, menatap pintu toilet yang sebenarnya hanya berjarak lima meter di sudut butik. "Ngapain dia keluar? Padahal toilet ada di sebelah situ... Dasar anak aneh."

Michel berlari menyusuri koridor mall, matanya mencari-cari papan petunjuk toilet, namun pandangannya terhalang oleh air mata dramatisnya.

BRAKK!

Tubuh kecil itu terpental dan jatuh terduduk di atas lantai marmer yang dingin.

"Aduhh! HEH! KAU PUNYA MATA DI TALUH DIMANA?!" bentak Michel tanpa melihat siapa yang ia tabrak. Ia mendongak dengan wajah merah padam, siap melanjutkan omelannya.

Namun, saat matanya bertemu dengan sosok pria jangkung di hadapannya, kemarahannya menguap seketika. Mulutnya sedikit terbuka, dan matanya yang besar kembali berbinar-binar.

Hatinya berteriak. " "HEH! GANTENG NA.. Plet plet!!! Hiks Hiks.. ndak tahan, cudah mentok ini kotolan na."

Di sisi lain, pria itu—yang baru saja merapikan jas mahalnya—terpaku. Ia menunduk menatap bocah perempuan kecil di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat.

"Wajah anak ini... mustahil. Bagaimana mungkin ada anak kecil yang sangat mirip dengan Tuan Muda saat masih kecil? Struktur mata itu, garis rahangnya... ini seperti melihat Tuan Muda versi wanita."

Michel, menyadari pria itu terus menatapnya tanpa suara, langsung merapikan poninya dan memasang wajah angkuh yang dipelajari dari ibunya.

“Kenapa liat-liat? Om modus ya?” tanya Michel galak, menaruh kedua tangan di pinggang. “Cengaja tablak Micel buat cali cimpati, ya kan? Maap ya Om, ndak lepel kita. Micel ini mahal!”

Pria itu melongo. Rasa keterkejutan karena kemiripan wajah itu seketika buyar digantikan rasa heran luar biasa. Anak kecil berusia empat tahun ini baru saja menuduhnya melakukan 'modus'?

“Bocah kecil... kau bicara apa?” gumam pria itu masih dalam kondisi syok.

“Ndak ucah pula-pula budek, Om! Cudah, Micel mau ke toilet, ulucan kita celecai! Jangan kejal Micel, Micel bukan pedangdut yang cuka olang dewaca, "

Michel berbalik dan berlari pergi, meninggalkan pria itu yang masih berdiri mematung dengan mulut menganga di tengah keramaian mall, mencoba mencerna apakah dia baru saja bertemu dengan reinkarnasi bosnya atau hanya anak kecil paling narsis sedunia.

" Pedangdut? Pedofil kali ya?"

Pria itu menghela napas panjang, sedikit senyum kaku muncul di sudut bibirnya. " Kan! Sifat menyebalkan nya juga sama. Benar-benar cetakan Tuan Muda yang membuat ku harus bersabar."

BERSAMBUNG

1
Anime aikō-kā
...
wi chayank u
lanjut
Putri Amalia
Hiatus kah?
Ellina Seraphine
siapa tuuh....
Anita Abil
🤣🤣🤣
Putri Amalia
ini Hiatus kah?
lin sya
claire kan udh balik kedunia nyatanya, cari bkti selidiki diam2 secara rapi tnpa ketahuan,klo prlu cari sekutu biar memuluskan rencana lo biar bsa ngebales ortua serakah itu, bikin hdup gk tenang tp bikin gk waras jg kyk nasib julian🤭💪
Anne
rayden masuk ke barisan suami takut istri nih... lucu banget sihhh.. gemessss😄
paijo londo
Waaah Ares hebat ayo rebut Claire dari Julian aduuh baru kali ini q mendukung antagonis ye kan
lin sya
claire dan ares hrs waspada julian bneran jdi skit mental, krn terobsesi, krn udh ditinggalin tp gk berkaca diri atas kesalahannya, tp klo julian ttp mengusik retas aj cctv atas pembunuhan liora, klo prlu msukin rmh skit jiwa bneran🤭
lin sya
pasangan serasi, sama2 emosian, sama2 jahat, sama2 serakah dan tidak tau malu, gw dukung klo julian mau gelut sm liora, jgn ada yg misahin thor🤭
paijo londo
mungkin Yasmin terlibat hubungan one night stand dgn julian trus julian TDK mengakui mangkanya dendam
paijo londo
tuuh kaaaan pasti si Ares asli bpk bo iologisnya si kembar
paijo londo
asyik akhirnya michel punya ayah yg sebenarnya 🤭🤭
lin sya
biar netizen yg bertindak krn kekuatan netizen lbih ampu, siapa tau liora dicabut gelar sbgai dokter trus mentalnya trpuruk plus keguguran krn diserang netizen, jd utk smntara wktu dia gk usik claire, biar claire fokus sm ares dan anak2nya😍
paijo londo
🤣🤣🤣🤣Michel lucu
aku
akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa 😭😭 aku terharuuu 😭😭😭
aku
🌹🌹 lope yu sakebon torrrr 🤗🤗
lin sya
ngegantung lgi,
aku
semoga videonya fyp smpe sebulan, tagar teratas pencarian d gugel.dan itu video liora sendiri yg lg ngangkangggg 🤣🤣🤣 asekkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!