NovelToon NovelToon
Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / CEO / Tamat
Popularitas:351.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Punya rumah tangga bahagia adalah dambaan setiap orang. Apalagi bagi seorang wanita. Suami dan mertua yang baik adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Seperti itulah harapan Kyara Nawasena. Menikah dengan lelaki yang ia cintai dan mencintainya ternyata tidak menjamin rumah tangganya berjalan mulus.

"Mas, tidakkah kau punya sedikit pun rasa iba kepadaku? Aku ini istrimu, bukan seorang babu!"

"Kalau kau sudah tak mau menuruti semua perintahku, lebih baik kau keluar dari rumah ini! Aku capek dan muak setiap pulang kerja harus mendengar ocehanmu! Kau itu adalah istri yang menyusahkan dan pembangkang!" Doni menghardik Kyara seraya melemparkan bantal ke wajah istrinya.

Kyara tersenyum getir, "Jika aku istri pembangkang, berarti kau adalah suami yang tidak bertanggung jawab!"

"Kyaraaa!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Kyara bangun dari rebahannya. Ia mengucek mata, melirik jam dinding yang baru menunjukkan pukul sembilan lewat lima menit, tetapi ia sama sekali tidak mengantuk.

Kyara lalu duduk bersandar di kepala ranjang. Ia melirik ke kiri, kemudian membuka laci nakas, mengambil dompet. Kyara membuka dompet miliknya, mencabut kartu yang tadi diberikan suaminya.

Setelah itu ia menatap kartu debit berwarna gold tersebut. Kartu itu ia putar-putar di antara jari-jarinya, seolah sedang menimbang sesuatu. "Saldonya ada berapa ya?" bisiknya. Tatapan Kyara menjadi serius. "Besok pagi aku harus mengeceknya." Ia menarik napas pelan. "Pelan tapi pasti ... aku harus memindahkan saldo dari kartu debit ini ke rekeningku."

Namun beberapa detik kemudian Kyara menggeleng kecil. "Tapi aku tidak boleh gegabah." Ia sangat mengenal sifat Doni. Lelaki itu memang terlihat santai, tetapi dalam urusan uang ia cukup teliti.

"Sedikit-sedikit saja," lanjut Kyara lirih. "Karena kalau terlalu banyak, pasti Doni curiga." Ia kembali menatap kartu itu. "Aku yakin kartu debit ini pasti terhubung ke m-bankingnya Doni."

Kyara kembali memasukan kartu itu ke dalam dompet, dan menyimpan dompet tersebut di atas meja kecil di samping ranjang, lalu menyandarkan kepalanya ke sandaran ranjang. Pikirannya mulai melayang pada sepuluh tahun pernikahannya dengan Doni.

Waktu yang sangat panjang. Namun dalam sepuluh tahun itu, Kyara bahkan tidak pernah benar-benar merasakan kehidupan layaknya seorang istri yang dihargai. Ia bekerja setiap hari di rumah makan milik mertuanya dari pagi hingga malam. Tanpa gaji. Tanpa penghargaan. Bahkan sering dimarahi di depan orang lain. Dan yang paling menyakitkan ... selama sepuluh tahun menikah, ia bahkan tidak memiliki satu perhiasan emas pun.

Tidak satu pun.

Kyara menatap tangannya yang kosong.

Ia masih ingat bagaimana hampir setiap kali suaminya gajian, Hesti selalu mendapat perhiasan baru.

Gelang emas, kalung, cincin. Bahkan bulan kemarin, Kyara mengingatnya dengan sangat jelas.

Doni pulang membawa kotak kecil berwarna hitam. Ia kira itu untuknya. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Namun ternyata ...

"Cincin berlian ini untuk Mama," kata Doni saat itu dengan bangga.

Kyara masih ingat bagaimana wajah Hesti langsung berseri-seri saat mengenakan cincin mahal itu.

Sementara dirinya ... hanya berdiri di dapur, mencuci piring seperti biasa.

Kyara menutup matanya sejenak. Lalu ia kembali membuka mata dengan tatapan yang berbeda. Lebih tenang, lebih tajam. "Doni," gumamnya pelan. "Kini aku bukan Kyara yang dulu." Ia mengambil kembali kartu debit itu dan menggenggamnya. "Aku bukan lagi istri yang hanya bisa menangis dan tersakiti." Nada suaranya berubah lebih tegas. "Aku sudah bangkit." Kyara menatap lurus ke depan. "Menjadi istri yang lebih cerdik dan lebih pintar." Ia tahu apa yang ia lakukan mungkin akan membuat orang lain menilainya buruk.

Matre.

Licik.

Perhitungan.

Namun saat ini Kyara tidak lagi peduli.

"Terserah nanti orang-orang menganggapku apa," bisiknya. "Tapi aku memang butuh uang." Ia menatap kartu debit itu sekali lagi. "Uang untuk melanjutkan hidupku nanti."

Ingatan Kyara kembali pada percakapan yang ia dengar saat makan malam tadi. Saat Doni, Dini dan Hesti berbicara di ruang makan, mengira Kyara tidak mendengarnya.

Tentang rencana poligami, tentang rencana menjadikan Kyara sebagai istri pertama sekaligus babu seumur hidup.

Rahasia itu kini masih terngiang jelas di telinganya. Kyara menarik napas dalam-dalam. "Setelah mendengar obrolanmu dan keluargamu tadi ..." katanya lirih. "Aku yakin kau tidak main-main dengan keinginanmu untuk poligami." Tangannya mengepal pelan di atas selimut. "Dan aku ..." Tatapannya mengeras. "Aku tidak mau dimadu."

Ia tidak akan menunggu sampai hari itu benar-benar datang. Tidak akan menunggu sampai harga dirinya diinjak lebih dalam lagi. Kyara mematikan lampu kamar, menyisakan cahaya bulan yang masuk dari celah tirai.

Dalam kegelapan itu, satu keputusan sudah benar-benar bulat di hatinya. Ia akan mengambil kembali haknya. Sedikit demi sedikit. Diam-diam. Sampai ia memiliki cukup bekal untuk meninggalkan rumah ini.

______

Mobil Doni akhirnya berhenti di area parkir sebuah apartemen yang cukup mewah. Lampu-lampu gedung tinggi itu masih terang meski malam sudah mulai larut. Beberapa kendaraan lain terparkir rapi di sekitarnya.

Doni mematikan mesin mobil, lalu menatap ke arah gedung di depannya dengan senyum tipis yang tidak bisa ia sembunyikan.

Tanpa membuang waktu, ia keluar dari mobil dan berjalan menuju lift. Beberapa menit kemudian, ia sudah berdiri di depan sebuah pintu apartemen di lantai atas. Tangannya terangkat. Ia memencet bel itu pelan.

Tidak sampai dua detik, pintu langsung terbuka.

Seorang gadis berdiri di sana. Rambutnya bergelombang panjang dengan warna kecokelatan yang jatuh lembut di bahunya. Kulitnya cerah, dan bibirnya dipoles lipstik merah menyala. Yang paling membuat Doni terpana adalah pakaian yang dikenakan wanita itu.

"Lingerie itu sangat cocok di kamu, My Lovely," puji Doni yang langsung terdiam beberapa detik. Matanya membesar. Mulutnya sedikit menganga. Tatapannya menyapu dari kepala hingga kaki wanita itu tanpa berkedip. Air liurnya bahkan nyaris menetes karena terlalu terpana. "Sayang ..." katanya akhirnya dengan suara berat.

"Kamu sungguh memesona."

Wanita itu tertawa kecil, tampak senang melihat reaksi Doni. "Memangnya kapan aku nggak memesona?" godanya.

Doni tersadar dari keterpukauan nya. Ia segera melangkah masuk ke dalam apartemen itu, lalu menutup pintu di belakangnya.

Pintu terkunci. Begitu mereka hanya berdua di dalam ruangan itu, Doni langsung meraih tubuh wanita tersebut dan memeluknya erat. "Aku kangen banget sama kamu," bisiknya di dekat telinga wanita itu.

Sang wanita melingkarkan kedua tangannya di leher Doni dengan santai. "Aku juga," jawabnya lembut.

Doni menatap wajah wanitanya beberapa detik, lalu berkata dengan nada penuh hasrat,

"Kita ke kamar sekarang, ya. Aku udah nggak kuat pengen menyatu sama kamu."

Wanita itu kembali tertawa pelan, matanya berkilat nakal. "Gendong," katanya manja.

Doni tersenyum lebar. "Oke, Sayang." Tanpa ragu ia langsung mengangkat tubuh wanita itu dalam gendongan bridal style.

Wanita itu memekik kecil sambil tertawa, lalu melingkarkan lengannya lebih erat di leher Doni.

Sambil berjalan menuju kamar, Doni tak bisa menahan diri untuk mencium bibir merah menyala milik kekasih gelapnya itu.

Wanita itu membalas ciuman dengan penuh gairah, karena memang ia sudah menunggu kedatangan Doni sejak tadi.

Pintu kamar terbuka. Doni masuk sambil masih memagut bibir wanitanya. Lampu kamar yang redup membuat suasana terasa semakin intim.

Begitu sampai di dekat ranjang, Doni akhirnya menurunkan wanita itu perlahan. Mereka masih saling menatap dengan jarak yang sangat dekat. Wanita itu menyentuh dada Doni dengan ujung jarinya sambil tersenyum menggoda. "Kamu lama banget datangnya, Mas," katanya manja.

"Biasa, Sayang. Macet," jawab Doni sambil menyeringai. Ia menatap wanita itu dari dekat, jelas sekali menikmati setiap detik kebersamaan mereka. "Bisa kita mulai sekarang?" tanya Doni dengan suara serak.

"Tentu, Mas. Mimiw-ku sudah gatal dari tadi. Ingin segera kamu jilati," kekeh wanita itu sambil menarik tengkuk Doni, dan menyambar kembali bibir pria beristri itu.

Mereka berdua kembali saling memagut. Kali ini lebih liar dan ganas.

Doni mulai memasukkan tangannya ke balik lingerie, meremas dua bongkahan kenyal itu secara bergantian. "Dada Nayla memang tidak sebesar punya Kyara, tapi aku suka," batinnya penuh gairah. Ia menurunkan wajah, dan menyesap puncak itu secara bergantian tanpa membuka lingerie yang dipakai Nayla.

"Mas ..." Nayla mendesah rendah, sambil menjambak rambut Doni. "Kamu lahap sekali. Apakah istrimu yang galak itu tak pernah memberimu jatah?"

Doni mengangkat wajahnya sejenak, "Aku tidak nafsu sama dia, Nay. Dia itu jorok dan bau. Dadanya juga peot."

Nayla tertawa, lalu menarik lagi kepala Doni supaya melahap lagi gunung kembarnya. "Hisap yang dalam, Mas. Lupakan istri peot-mu itu. Karena malam ini ... kau milikku."

1
Marlina
✨always love you ✨
ceritanya gantung banget kak thor..tp gpp deh yg penting happy ending tokoh utama nya
Ama Apr: wkwkwk
total 5 replies
Marlina
✨always love you ✨
kalau sudah tiada baru terasa 😅 itulah yg di alami doni
Ama Apr: hoohh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
bertaubat lah sebelum ajal menjemput mu Don
Ama Apr: lanjut kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
akhirnya terungkap juga kematian nayla
Ama Apr: yappp🥲
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
karena kama ingin menikah mu secara resmi tanpa ada kesepakatan
Ama Apr: hehe betul
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
udh Din gak usah kebanyakan mikir.. mending nikah sama Roy jelas² pria baik tulus.. lagi pula km udh gak perawan juga kan
Ama Apr: hooj ya
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
klo Roy mau menerima dini apa adanya knp gak nikah aja
Marlina
✨always love you ✨
si Nayla udh metong dan di kubur sama dokter abal² tuh
Ama Apr: haha atut
total 3 replies
Marlina
✨always love you ✨
hahaha tuh kan bener perkutut nya Doni kurapan 🤣🤣🤣
Ama Apr: iuhhh jijik
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
hayolo udh mulai penyakit mu keluar Doni.. perkutut nya kudisan ya 🤣
Ama Apr: hooh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
ibu anda metong karena gak kuat anus nya keluar dan mengeluarkan banyak berlian 😅
Ama Apr: hahaha geuleuh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
azab di dunia aja udh mengenaskan gitu gmna di akhirat nya hiiiii... auzhuminzalik
Ama Apr: 🥲 amit2
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
astaghfirullah 🤮 aku gak ikut di situ ikut mual
Marlina
✨always love you ✨:
iyuuuhhhh gak deh 🤮
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
pasti syok berat tuh si Doni knp calon suami nya kyara bersama pak darta.. ternyata mantan istri yg kau sia sia kan akan menjadi ratu di keluarga sultan.. itu lah pembalasan bt setan seperti dirimu
Marlina
✨always love you ✨:
hu'umm
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
udh tau salah masih menyangkal aja tuh si Doni.. pengen ku geprek tuh pala nya
Marlina
✨always love you ✨
metong aja sekalian Hesti
Marlina
✨always love you ✨
kira" Doni jadi gila gak ya..klo si dini jelas tobat.. orang yg lu salah kan udh di kubur dokter abal² tuh udh metong Nayla nya 😅
Marlina
✨always love you ✨
selamat ya keluarga pezina dapat karma yg spektakuler 🤣🤣🤣🤣
Marlina
✨always love you ✨
nah puas banget aku sama kejutan hari ini buat keluarga pezina
Marlina
✨always love you ✨:
banget
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
hahaha ketakutan tuh si doni🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!