Petang menjelang fajar.seorang wanita terlelap dengan mimpinya,
namun apalah daya hanya karena kelaparan,dia malah keluar saat hujan deras mengguyur bumi
sambaran petir menggelegar sepanjang jalan,membuatnya menjadi mundur mencari tempat berteduh.
namun malang nasib seorang gadis bernama syalila,entah apa yang terjadi..petir malah membawanya menuju tempat yang asing.dan bertemu seorang penguasa d kerajaan langit.
penasan kelanjutannya yuk baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. kutemukan
Tak terasa, Kaisar Xion menemukan titik terang dimana keberadaan gadis penyegel.
"Apa mungkin dia, Zeus." ucap lirih Kaisar Xion.
"Saya kurang tau,tuan." jawab jendral Zeus.
"Maaf tuan, di mana tempat gadis itu." tanya Kaisar Langit pada para pria itu.
"Percuma tuan, kalaupun kau penasaran dengan gadis itu...dia tak akan bisa kau miliki." jawab para pria itu sembari menghela nafas panjang.
"Memang kenapa?" tanya Kaisar Xion.
"Karena Kaisar Fhelip sudah mengatakan gadis itu sebagai calon istrinya." jawab pria dengan lesu.
"Iya, kalau Kaisar sudah bilang begitu, berarti dia akan menjadikan gadis itu istrinya yang selanjutnya." jawab pria C.
Kaisar Xion dan Jendral Zeus saling memandang, kemudian Kaisar Xion bertanya lagi pada pria itu.
"Memang Kaisar Petir punya berapa istri?" tanya Kaisar Xion.
"Yaaa cuma satu, tapi permaisuri sudah meninggal dunia karena sakit. Jadi otomatis kalau gadis itu di jadikan istri selanjutnya." gerutu pria B.
Setelah mereka menunjukkan lokasi tempat tinggal Syalila. Kaisar Xion dan Jendral Zeus melanjutkan perjalanan, dan sesampainya mereka di sana mereka hanya melihat 2 pasangan tua itu.
Namun, beberapa saat kemudian, keluarlah seorang gadis cantik yang sedang tersenyum.Dengan segera, kaisar Xion turun dari kudanya dan menghampiri gadis itu yang tak lain adalah Syalila.
"Kau." seru Syalila yang terkejut dengan kedatangan Kaisar Xion.
"Akhirnya, aku bisa menemukan dirimu." seru kaisar Xion Sambil mencekal lengan Syalila.
"Siapa kau?" tanya Kakek dan Nenek pada kaisar Xion.
"Maaf Nek, kami hanya mau membawa mempelai wanita ini yang telah kabur." jawab jendral Zeus dari belakang Kaisar Xion.
Kakek dan Nenek saling menatap dengan tatapan yang tak terkata.
"Kalau kau tak ikut denganku, jangan salah kan Aku. Jika akan membunuh mereka." bisik Kaisar Xion di telinga Syalila.
"Kau." seru Syalila sambil melotot, demi apapun jika ada gentong besar lagi, pasti Syalila akan memukul mereka berdua.
"Pilih ikut atau mati." bisik Kaisar pada Syalila.
Dan hal itu membuat badan Syalila panas dingin, baru kemarin lepas dari Kaisar Negeri Awan. lhaaaaa..sekarang kena pawang segel.
"Hehhh." suara hembusan nafas Syalila yg berat. "Biarkan aku berpamitan pada mereka, dan jangan main kasar pada mereka." hardik Syalila.
"Baiklah." jawab Kaisar Xion, lalu Syalila menghampiri kedua orang tua itu. "Nek. Kek .maaf ya,aku harus kembali." ucap Syalila sambil menggenggam tangan mereka berdua.
"Tapi Nak." seru Nenek dan Kakek, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Aku mau menyelesaikan urusan cucumu ini dulu, kalau sudah selesai..maka aku akan kembali." jawab Syalila sambil memeluk mereka.
Tanpa bisa berkata lagi, kedua orang tua itu hanya bisa memandang sendu pada Syalila yang sudah mulai meninggalkan mereka.
"Cepat." seru Kaisar Xion.
"ya, kasar amat jadi cowok." seru Syalila yang mulai kesal.
"Cepat jalan." seru Kaisar Xion yang sudah naik kuda.
"lha..terus?" tanya Syalila yang sudah berkacak pinggang.
"Memang kau mau apa?" tanya jendral Zeus.
"Lha terus, kalian mau nangkring di kuda gitu, lalu aku di suruh jalan." tanya gadis itu.
"Ya, kau mau apa." seru Kaisar Xion.
"Dasar laki- laki tak berfaedah, tak ada otak, jalan fikiran buntu." gerutu Syalila sambil berkomat Kamit ria.
"Olah,males banget ikut kalau gitu." jawab enteng syalila.
"Hehhh Jendral, kau naik kuda dengan nya." perintah Kaisar Xion.
Jendral Zeus hanya bisa menuruti perkataan kaisarnya, toh di lawan pun tak akan bisa.
"Heh..aku hanya seorang bawahan menurut itu akan lebih baik dari pada Kaisar Xion akan murka tak karuan," guman jendral Zeus.
Wajah Jenderal Zeus nampak memerah dan jantungnya berdebar tidak karuan setelah Syalila bersikap manja padanya.
"Deg,''
jantung dan jendral Zeus nampak berdebar-debar, saat berada satu kuda dengannya Syalila.apalagi Syalila selalu berbicara tidak karuan.
"Rajamu, sungguh orang yang tidak mempunyai perasaan," gerutu Syalila kepada jendral Zeus. nampaak sang jenderal tidak menanggapi Perkataan wanita cantik yang ada bersamanya.
sedangkan mengeluarkan anak satu aja antara hidup dan mati apalagi ngeden untuk sampai tiga kali
nyelem🤣
apalagi disini langsung ke peran kaisar, dan kaisar itu pastinya sangat bijak dan berwibawa..