NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Lama Sang Billionaire

Jerat Cinta Lama Sang Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Pembantu / Mantan
Popularitas:41.7k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Arum

Cerita ini adalah fiktif belaka, semua yang terjadi adalah khayalan Author semata, nama pemeran dan lokasi hanyalah sebuah karangan Author.

Utari Candra Kirana bertemu kembali dengan orang yang selama ini dia benci. Selama mereka berpisah tidak pernah lagi mendengar bahkan bertemu dengan laki-laki yang sudah menyakiti hati nya begitu dalam. Disaat hidupnya mulai damai dan bahagia bersama sang putri, tiba-tiba harus berhadapan dengan laki-laki yang sudah menorehkan luka di hati Tari. Sialnya dia harus bertemu sepanjang hari dan berusaha berinteraksi dengan nya walaupun masih ada kebencian yang terpancar dari sorot mata nya.

Reksa Arya Nugraha laki-laki yang sudah menggores luka di hati seorang wanita yang dulu mencintai nya dengan tulus. Karena sebuah ide konyol para sahabatnya, dia melakukan sebuah tindakan yang fatal dan bahkan membuat perempuan itu membencinya.

" Kamu tahu, orang paling aku benci? jawabannya adalah KAMU, REKSA ARYA NUGRAHA !!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Dengan Rasa Yang Sama (R)

"Sofia !" sebuah suara seseorang membuat perhatian empat orang yang di meja makan itu pun langsung menoleh ke sumber suara.

Terlihat Tari melangkah mendekat ke meja makan ke arah putrinya. Terlihat sekilas Tari melirik ke arah Reksa.

"Ada apa Tari?" Hanum menatap Tari yang ada di samping Sofia.

"Maaf nyonya, tuan besar, tuan muda, saya akan bawa Sofia kebelakang" dengan menundukkan kepalanya dengan sopan. Lalu terlihat Tari menatap sang putri. "Sofia, ayo ikut bunda !!" Sofia menoleh ke tiga orang lainnya di sana.

"Tunggu, kamu mau bawa kemana Sofia ? Dia bahkan belum selesai makannya. Biarkan dulu anak kamu makan sampai selesai. Lagi pula kami nggak terganggu sama sekali dengan adanya Sofia, iya kan ma, pa?" Tari menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Reksa dan kedua orang tuanya.

"Benar kata Reksa Tar. Biarkan Sofia selesaikan sarapannya dulu. Lagi pula kami yang suruh dia makan sama kita. Kamu ini kenapa?" Hanum menatap Tari dengan intens.

"Maaf nyonya, saya cuma__

"Cuma malas dengar ucapan orang yang ngomongin kamu? Ya sudah, cuekin saja. Gampang kan?"

Pram hanya tersenyum tipis sedangkan Reksa hanya bisa geleng-geleng kepala dan Tari dari ujung matanya dia bisa melihat jika Reksa pun terlihat mencuri pandang ke arahnya.

"Maaf nyonya jika saya tidak tahu diri, saya cuma takut Sofia mengganggu kenyamanan keluarga tuan dan nyonya."

"Mama tadi jelas bilang kalau kami tidak terganggu sama sekali dengan keberadaan anak kamu. Jadi, nggak masalah kan?" tiba-tiba saja Reksa memberikan reaksi dengan ucapan Tari yang dia anggap sebagai alasan saja agar anaknya tidak dekat-dekat dengan orang tua nya terutama dirinya.

"Maaf tuan muda, saya...

"Duduk Fia, habiskan makannya..!" dengan tegas Reksa meminta Fia untuk kembali duduk dan menghabiskan makanannya.

Fia pun akhirnya menurut dan kembali meneruskan makannya yang belum selesai.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Malam kian larut, para pekerja di mansion utama sudah kembali ke paviliun. Begitu juga dengan Tari. Terlihat Tari baru saja selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi.

"Hahh..rasanya hari ini lelah sekali. Apalagi dia sudah kembali. Aku nggak mungkin terus ada di sini.."

Tari menatap cermin yang ada di hadapannya dan mulai berfikir untuk mencari pekerjaan lain agar bisa keluar dari rumah besar milik keluarga mantan kekasihnya itu.

Tari beranjak dari kursi yang dia duduki dan melangkah mendekat ke arah ranjang dan ikut bergabung dengan sang Sofia yang sudah tertidur pulas di atas tempat tidur.

Dia mengecup kening Sofia dengan pelan dan memeluknya dengan erat. "Maafkan bunda sayang, kita harus pergi secepatnya dari sini. Bunda nggak mau kalau laki-laki itu ambil kamu dari bunda. Bunda benar-benar takut jika dia tahu siapa kamu.." Tari benar-benar tak rela jika kebenaran itu akan terbongkar dan pastinya Reksa tidak akan tinggal diam dan bahkan hal yang paling menakutkan bagi Tari adalah jika Reksa merebut Sofia darinya.

Sedangkan di sisi lain, Reksa terlihat masih ada di balkon kamarnya dengan sebatang rokok di tangannya. Tatapan mata nya tertuju pada area paviliun. Terlihat ada beberapa pekerja yang masih terlihat ngobrol di teras paviliun.

Pagi hari di mana Reksa sudah siap dengan pakaian rapi. Aura kewibawaan nya terpancar dari penampilan dan wajah dingin yang dia pancarkan.

"Pagi mah, pah.."

Reksa menyapa kedua orang tuanya saat baru saja bergabung dengan mereka untuk sarapan.

"Pagi.."

"Pagi sayang, kamu mau makan nasi atau...

"Roti saja ma ." belum sempet Hanum selesai bicara,Reksa pun menentukan sarapan pagi nya.

Hanum mengangguk dan kemudian menyiapkan apa yang putranya inginkan.

"Kamu yakin mau mulai hari ini Sa?" Pram mulai membuka obrolan antara dirinya dan Reksa.

"Ya pa, jenuh juga di rumah. Lebih baik aku ke kantor. Tapi hari ini Reksa coba buat perkenalan saja dulu pah.."

Pram mengangguk sambil memasukkan makanannya ke dalam mulutnya.

"Kamu juga butuh istirahat Sa, mama tahu kamu gila kerja, tapi kamu juga harus ingat kesehatan juga ingat umur." Reksa menghela nafas panjang mendengar penuturan sang mama.

"Ma, soal pernikahan mama nggak perlu khawatir. Aku akan nikah dengan orang yang aku rasa tepat." Reksa menatap Hanum dan matanya sempat melirik ke rah Tari yang kebetulan sedang membawa teh pesanan Hanum.

"Oke, mama akan ingat ucapan kamu. Tapi mama nggak mau kamu lama-lama buat cari istri. " Hanum hanya bisa mendes*h pasrah.

"Maaf nyonya, teh nya." Tari meletakkan secangkir teh hijau pesanan Hanum.

"Terimakasih Tar." tak lupa Hanum mengucapkan terimakasih pada Tari.

"Sama-sama nyonya.." dengan senyum manisnya, Tari pun merespon ucapan Hanum.

"Bii...bibi...bi Marni !!" suara teriakan Reksa membuat Tari, Hanum dan Pram langsung mengalihkan pandangannya ke arah Reksa yang sedang memanggil Marni.

"Reksa, kamu apa-apaan sih panggil bibi kayak di hutan." Hanum pun langsung protes dengan sikap putranya yang tidak biasa.

Reksa hanya diam tak merespon teguran dari Hanum.

"Iya tuan muda, ada yang bisa saya bantu?" Bi Marni dengan tergopoh-gopoh mendekat ke arah Reksa.

"Siapa yang buat kopi saya? " dengan wajah kesal Reksa meletakkan cangkir kopi yang ada di tangannya dengan sedikit kasar.

"Ma_maaf tuan muda, tadi bibi suruh mba yang lain buat." dengan tak enak hati bi Marni menjawab pertanyaan Reksa.

"Ganti bi, saya nggak suka. Kamu..!!" Reksa tiba-tiba saja menunjuk ke arah Tari.

"Sa_saya tuan muda?" Tari terkejut saat Reksa menunjuk dirinya.

"Iya, kamu. Buatkan saya kopi, kamu bisa kan?" Tari menarik nafas pelan berusaha untuk mengendalikan dirinya. Dia tahu jika Reksa sedang berusaha untuk mengerjainya.

Tari terlihat menganggukkan kepalanya.

"Baik tuan. Biar saya buat yang baru tuan, tolong tunggu sebentar.." Tari bergegas menuju dapur dan segera membuatkan kopi pesanan Reksa.

Tak butuh waktu lama,Tari kembali ke ruang makan dengan secangkir kopi yang dia buat untuk Reksa. "Silahkan tuan muda, kopinya.." Tari dengan pelan meletakkan cangkir yang dia bawa ke arah Reksa.

Reksa dengan perlahan mulai menyesap kopi yang Tari buat. Tari terlihat menunggu reaksi Reksa saat merasakan kopi buatnya.

"Ternyata dia masih ingat selera ku ."

Bersambung

1
Nar Sih
wahh nih seperti nya sofia pasti sgra punya adik ☺️
Herlina Rahman
bagusss
Wulan
lanjut Thor
Nazwa Azzahra
lanjut
Alia Chans
lanjut kk😣

like + 🌹✍️😉
Nar Sih
sdh siap buat mlm pertama yg tertunda ,ya tari lanjutt kak 👍
Nia nurhayati
ayo tari reksa gaspoll ajaa biar ade nya sofia cepet launcing🤣🤣
Puspa Arum: Gas polll...jangan kasih kendor😄
total 1 replies
Nar Sih
semagatt ya mas reksa dan tari buat nyicil bikin adik buat sofia ☺️
Nazwa Azzahra
lanjut
Nia nurhayati
alhamdulilah setelah semua badai dan cobaan menguji cinta kalian akhirnya kebahagiaan lah juga yang datang menghampiri kalean hapy weding tari reksa semoga samawa yaa
Nia nurhayati
😂😂😂🤣 koacian kamuu reksaa
Nazwa Azzahra
lanjut
Nar Sih
alhamdulilah sdh sah ,semawa buat tari dan reksa,🙏ya kak puspa udah lanjut lgi cerita ini
Nar Sih: amiin kak ,semoga kak puspa sekeluarga tetap sehat biar lacar nulis cerita juga rezeki nya
total 2 replies
Nar Sih
hahaha 😂😂gagak deh mau cium ibu nya ketahuan ank nya☺️lanjutt kak up yg sering yaa🙏🥰
Meri Meri
bagus
Elly Maryani
sabar sa,,langsung nyosor aja,,halalin dulu,,,😅
Nar Sih
amiin ,semoga kak puspa slalu di berikan keshatan dan lanjutt up nya kak ,walau ngk tiap hri yg moga bisa up hingga end🙏
Nar Sih
kok manggil nya maih om ,harus ny kmu jujur aja reksa dgn sofia
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💋🅹🆄🅽👻ᴸᴷ : pelan2 anak seusia Sofia butuh penjelasan masuk akal bukan asal bilang aja klo Reksa Ayah kandungnya dengan bertambahnya usia Sofia bisa ngerti apalagi dulu pernah trauma dengan mantan Ayah sambungnya yang mengabaikan nya dan menyakiti Bundanya
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya tari tau juga kan klau reksa cinta sama dia,semoga tari trrima pinangan reksa demi sofia
Nar Sih
cerita nya bagus kak puspa cuma up nya jarang,,☺️
Puspa Arum: Iya maaf, sekarang Hp nya kadang di bawa anak sekolah buat ulangan. Kalau udah begitu sering lupa nya🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!