Namaku Iqbal Alviansyah. Aku seorang Pria dewasa berusia 34 tahun saat ini. Profesiku seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Namun sesekali Aku membantu Papih di perusahaan manufactur milik keluargaku. Perawakanku memiliki wajah yang tampan, kulit putih dan tubuh yang tinggi.
Berawal dari sebuah aplikasi chatting yang booming pada tahun 2010. Saat itu usiaku baru 24 tahun. Dari sana Aku mengenal sosok wanita Cantik, dewasa dan keibuan bernama Lulu Wulansari.
Kami saling jatuh cinta bahkan Kami menikah. Namun perjalanan cinta Kami menuju komitmen pernikahan di penuhi Air mata, Amarah dan kekecewaan. Namun hal itu yang membuat pernikahan Kami kokoh hingga sekarang.
Penasaran dengan kisah Kami?
Baca terus ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana4444, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. PDKT Part II
Happy Reading All...
Mata Lulu terbelalak "Tapi Iqbal... Kamu_" Suara Lulu tertelan kembali saat menatap bola mata Iqbal yang terdapat kekesalan di dalam nya
"Sudahlah abaikan saja Dia dok, di sini Saya yang bertanggung jawab. Istri Saya tidak menceritakan apa pun pada Saya tentang kondisi mertua Saya. Jdi... Tolong jelaskan sedetail mungkin"
Dokter terlihat ragu. Dia menatap Lulu yang langsung menundukan. Dokter mengira sikap Lulu itu sebagai bentuk rasa bersalah karena menutupi kondisi Bapak nya dari Suami nya.
"Maaf, Saya bicara dengan siapa ?..." Dokter itu bertanya
"Saya Iqbal"
"Baiklah... Perkenalkan dulu, Saya Dokter Aryasatya. Tolong ikuti Saya, kita Bicara di ruangan Saya" Iqbal mengikuti langkah Dokter dari belakang.
"Mertua Anda sudah sejak 5 tahun yang lalu mengidap penyakit Diabetes Mellitus. Saya Dokter yang menangani nya sejak pertama kali beliau memeriksakan kondisi nya. Kondisi nya waktu itu bisa di bilang stabil. Tapi sejak 3 tahun lalu kondisi tubuh Pak Rahman mulai tidak stabil. Ada semacam emosi yang di rasakan Pak Rahman namun tidak beliau keluarkan" Ucap Dokter Aryasatya.
Lulu sempat tertegun dalam diamnya. Dia berfikir bahwa Bapak nya mulai tidak stabil kesehatannya sejak Dirinya bercerai dari Mario.
"Emosi terpendam itulah yang menjadi pemicu tejadi nya komplikasi di bagian Lever beliau. Gula darah yang mendadak tidak terkontrol, menyebabkan Parut pada bagain Lever yang di sebut dengan Sirosis atau lebih kenal dengan sebutan Kanker Hati. Resistensi insulin (sindrom X) adalah faktor pendorong berkembangnya risiko fatty liver (perlemakan hati). Resistensi insulin ini merupakan cikal bakal diabetes tipe 2 yang di idap Pak Rahman saat ini"
Iqbal yang notabene seorang mahasiswa kedokteran tingkat akhir. Tidak begitu merasa aneh dengan istilah-istilah kedokteran yang di ucapkan Dokter Aryasatya. Otak nya yang cukup cemerlang, membuat nya mampu dengan cepat memahami separah apa kondisi Ayah dari wanita yang selalu Dia rindukan itu.
"Semoga Anda bisa mencerna penjelasan Saya tadi Pak Iqbal" Ucap Dokter Aryasatya
"Tenang saja Dok. Kebetulan Saya ini Mahasiswa kedokteran tingkat akhir Universitas negri di kota Bandung. Skripsi Saya sudah rampung dan seminggu lagi akan menjalani sidang. Jadi Saya paham dengan istilah kedokteran yang baru saja Dokter jelaskan barusan" Iqbal tersenyum
"Ohiya... Kebetulan sekali kalau demikian"
Doktet Aryasatya merasa takjub. Kemudian menoleh ke arah Lulu
"Padahal Anda memiliki suami yang seorang calon Dokter. Kenapa tidak di konsultasikan saja dengan Suami Anda ?... Paling tidak Suami Anda tau apa yang harus di perbuat nya untuk mencegah komplikasi seperti skrng ini" Lulu hanya terdiam. Dirinya bingung harus menjawab apa.
Dokter Aryasatya kembali menoleh ke arah Iqbal.
"Tapi tadi Anda bilang baru 2 bulan menikah. Padahal perjalanan anda untuk menjadi seorang Doktet itu masih sangat panjang. Belum lagi Anda masih harus menjalani masa Koas yang membutuhkan waktu sampe 2 tahun lamanya."
Iqbal mematung sesaat. Dia menoleh ke arah Lulu yang memandang nya dengan tatapan bingung. Kebohongan ini Iqbal yang menciptakan. Jadi harus Iqbal juga yang menyelesaikan nya.
Ide konyol yang menurut Iqbal cemerlang kembali tercetus di fikiran nya.
"Iya nih Dok, Istri saya udh terlanjur hamil. Jadi Saya harus secepatnya menikahi nya. Maklum lah Dok anak muda" Bisik Iqbal
Lulu membelalakan mata nya. Mulut nya sedikit ternganga karena merasa Terkejut dengan ucapan Iqbal.
"Iqbal... Kamu itu apaan sih ? Sambil tangan mencubit pinggang Iqbal.
"Aw... Aw... Aw... Sakit Sayang" Sambil mengusap usap pinggang nya yang di cubit Lulu.
"Sudah... Sudah...Sudah... Itu privasi kalian. Tidak baik di umbar di sini" Ucap Doktet Aryasatya
"Tp Dok Dia_" Ucapan Lulu kembali tertelan saat Iqbal memotong ucapan nya.
"Sayang... Sudah dong..." Iqbal meraih tangan Lulu dan mengecup nya dengan lembut mengikuti alur perasaan nya.
"Kamu tidak boleh marah-marah seperti itu sayang. Nanti dede nya kenapa napa loh" Sambil mengusap usap perut Lulu yang sudah tidak bisa di katakan rata lagi itu.
"Dede baik-baik ya di dalam perut Mommy. Daddy sayaaaang sekali sama dede" Masih mengusap usap perut Lulu kemudian mengecup lagi tangan Lulu dengan sayang nya sambil menatap mata Lulu.
[Menang banyak nih si Iqbal.... Hahahaha... Modus tingkat pasar minggu]
Dokter Aryasatya hanya tersenyum masam sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah Absurd kedua anak muda yang ada di depan nya.
"Jadi bagaimana keputusan nya ?
Suara Dokter Aryasatya memecahkan suasana romantis pasangan Absurd Itu. Kedua nya tengah saling memandang. Iqbal memandang dengan perasaan sayang nya sedangkan Lulu memandang dengan perasaan jijik.
"Lakukan yang terbaik untuk mertua Saya, Dok. Kalau perlu keluarkan Dokter yang terbaik. Soal biaya, itu jadi urusan Saya. Uang segitu kecil buat Saya, Dok. Saya akan segera melunasi nya" Ucap Iqbal dengan gaya Sultan nya
"Baik Kalau begitu, Saya akan segera menyiapkan jadwal Operasi nya"
"Terima kasih banyak Dok. Pokonya lakukan yang terbaik untuk mertua Saya. Kalau begitu Kami permisi. Kami akan kebagian Administrasi untuk melunasi biaya Operasi nya" Ucap Iqbal pamit sambil menggiring Lulu dalam rangkulannya keluar dari ruangan Dokter Aryasatya.
*
"Kamu itu apa-apaan sih Iqbal ?" Sambil melepaskan tangan Iqbal yang sedang merangkul bahu nya
"Apa-apaan bagaimana ? Kamu tidak usah banyak mikir deh Lu. Yang penting sekarang Bapak Kamu bisa selamat"
"Tapi tidak perlu bilang Aku hamil juga, Iqbal. Kesannya Aku ini seperti perempuan gampangan. Pasti Dokter Aryasatya mikir jelek tentang Aku"
"Yaelah... Anggap saja Kita sedang maen Sinetron. Cuma tunggal akting depan kamera. Begitu saja di buat repot" Iqbal ketus.
"Tapi, apa harus sampai mencium tanganku dan memeluk ku. Mana pegang-pegang perut ku juga. Sudah begitu manggil Aku sayang juga. Kamu itu kelewatan modusnya"
"Lah... Yang peluk Aku duluan siapa ?... Kan Kamu, Lu"
"Itu kan Aku refleks Iqbal. Aku sedang bingung dan sedih lalu ada Kamu. Aku juga tidak mengerti kenapa langsung memeluk Kamu. Itu benar-benar di luar kesadaran ku" Lulu mencoba menjelaskan pada Iqbal.
"Memelukku dalam keadaan sadar juga Aku mau saja sayang"
"Itu sih mau nya Kamu. Lagipula, Aku tidak suka Kamu terus terusan memanggilku sayang. Jadi, berhenti memanggilku sayang. Rasanya telinga Saya geli sekali mendengarnya" Ucap Lulu dengan gaya judes nya.
"Sayang sayang sayang sayang sayaaaaaaang" Ucap Iqbal dengan sengaja sambil cengar cengir.
"Kamu itu becanda terus sih. Aku cubit lagi nih"
Lulu hendak melayangkan tangan nya ke arah perut Iqbal. Namun Iqbal segera menghalau tindakan Lulu. Akhir nya terjadi lah aksi saling cubit dan saling menghalau yang Unfaedah. Tanpa sadar, Lulu mulai terbawa suasana. Ada rasa nyaman yang menelusup ke hati Lulu. Mereka tertawa renyah dan lepas begitu saja.
Mereka melangkah menuju loket Administrasi. Iqbal mengeluarkan Credit Card Unlimitide nya. Segera saja Dia melunasi biaya Operasi dan biaya Rawat inap yang angka nya mencapai 8 digit.
Mereka berjalan kembali menuju ruang ICCU. Kemudian mereka duduk di kursi tunggu di depan ruang ICCU.
Hoaaaaammmp...
Iqbal menguap karena merasa mengantuk. Begitu juga Lulu yang ikut ikutan menguap. Lulu meraih ponsel dan melirik jam digital yang nampak di layar ponsel nya. Jam digital di ponsel itu menunjukan angka 03.20. Memang sudah sewajarnya mereka mengantuk.
"Duh... Aku mengantuk sekali sayang"
"Apa sih dari tadi manggil sayang terus. Dokter Aryasatya nya sudah tidak ada di sini. Sudahlah, jangan bercanda terus"
"Memangnya siapa yang bercanda ?"
"Ya Kamu lah Iqbal. Dari tadi yang ngomong terus itu kan Kamu" Wajah Lulu masih judes
"Kalau Aku bilang Aku serius, bagaimana ?"
"Serius apa nya ?"
"Serius sayang sama Kamu Lu"
Lulu terhenyak dengan ucapan Iqbal. Dia merasa ada yang salah dengan ucapan Iqbal. Bisa jadi karena pengaruh mengantuk, bicara Iqbal jadi ngaco.
"Dengar ya Lu, Aku tidak akan repot-repot datang tengah malam ke sini. Kalau bukan karena Aku sayang sama Kamu Lu"
Wajah judes Lulu berubah sendu. Tapi Lulu tidak akan percaya begitu saja.
"Gembel deh"
"Kok Gembel ? Aku serius Lulu" Ucap Iqbal sambil meraih tangan Lulu
Lulu akhir nya pasrah saja saat Iqbal menautkan jemari nya di sela jemari Lulu. Lalu mengecup lagi punggung tangan nya. Lulu diam saja dengan perlakuan Iqbal. Tidak bisa di pungkiri, hati Lulu menghangat mendapat perhatian Iqbal yang seperti itu. Lulu hanya menatap Iqbal dengan perasaan yang bingung.
"Aku titip ponsel, dompet sama kunci mobil ya di tas Kamu" Sambil menyodorkan barang-barang itu.
Lulu terkesiap mendengar suara Iqbal.
"Kamu tidak takut, semua ini Aku bawa kabur ? " Tanya Lulu.
"Aku akan mengejarmu kemana pun Kamu kabur. Meskipun harus ke ujung dunia sekalipun"
"Gembel lagi nih anak.
"Bisa tidak Kamu bicara yang benar. Aku merasa seperti jadi gelandangan di sebut gembel sama Kamu"
Lulu terkekeh mendengar ucapan Iqbal. Kemudian Iqbal mencubit ujung hidung Lulu dengan gemas nya. Iqbal segera merebahkan tubuh nya di kursi tunggu dan menempelkan kepala nya di paha Lulu.
"Eeh... Apa-apaan ini ?"
"Aku sudah bilang, Aku mengantuk sayang" Lalu menghadap ke arah perut Lulu dan memeluk pinggang Lulu dengan posessif. Tak lama nafas nya mulai teratur menandakan Iqbal sudah mulai terlelap.
Tanpa sadar Lulu mengusap usap rambut Iqbal hingga Iqbal semakin terlelap. Lulu menyandarkan kepala nya di sandaran kursi. Dia pun mulai terlelap juga.
*
*
*
*
*
Terima ksh untuk yg bersedia membaca novel saya ini.
Mohon bantun Like,komentar dan Vote nya.
Jangan lupa klik jg ikon 💟 dan rate bintang 5 nya ya
Ma Aciiiw...
bagus
sukses
semangat
sukses.....semangat
mksh