Gadis kaya raya yang lugu dan kurang kasih sayang, harus menikah dengan rekan bisnis papanya, dan ternyata usia keduanya begitu jauh berbeda. Pernikahan paksa itu hanya untuk pernikahan Bisnis.
Akankah Gadis itu menemukan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemanan Gea dan Yoga
Jam kuliah gea selesai, gea pun bersiap untuk pulang.
"Ge, ikut aku yuk"
"Kemana syl?"
"Kerumah ku. Tadi mama bilang, aku disuruh ngajakin kamu kerumah"
"Emmm gimana yaa, aku belum izin sama om Angga"
"Ohh telfon aja"
"Bentar ya"
Gea mengambil ponselnya dan menelfon angga
Tuuuutttttt
Tuuuttttttt
Tutttttttttt
Angga tak mengangkat telfonnya, gea mengulangunya beberapa kali namun masih tak di angkat.
"Gimana ge??"
"Masih belum di angkat. Lagi sibuk kayaknya. Aku wa aja deh"
✉ Om, Gea main kerumah temen kelas gea ya om. Mungkin baliknya agak sorean.
Gea dan Syla menuju parkiran, disana sudah ada yoga menunggu mereka.
"Ayo masuk"
Gea dan syla masuk kedalam mobil kemudian mereka melaju kerumah Yoga.
Sepanjang perjalanan Syla selalu mengajak ngobrol gea, nampak Yoga sesekali melirik gea dari kaca mobilnya.
.
.
Sampainya di rumah Yoga......
Mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.
Tinggg tunggggg
Ceklek
"Assalamualaikum ma"
"Wa'alaikumsalam. Ayo masukkk.... mama udah masakin kalian banyak makanan"
"Iya ma"
"Gea apa kabar??"
"Baik dok. Dokter apa kabar??" Gea menyalami mama yoga.
"Jangan panggil gitu ah kalau dirumah. Panggil mama aja biar sama kayak anak anak mama".
"Heheheh iyahh"
Mereka langsung menuju ruang makan.
"Makan yang banyak ya gee, jangan malu malu"
"Hehe iyaaa terima kasih ma" Gea terlihat canggung saat itu karena Yoga duduk di sebelah gea.
"Kamu mau coba ini gak?? enak loh cumi cripsynya"
"Boleh kak".
Yoga mengambilkan nya untuk gea.
"Sering sering bawa gea kesini ya ga. Mama seneng gea bersama kalian"
"Iya ma"
Setelah mereka selesai makan, gea membereskan meja dan mencuci piring.
"Ehh biar mama aja yang cuci"
"Gak papa ma, gea udah biasa kok didapur. Dirumah gea sering masak juga"
"Waahh kamu bisa masak yaa?? baguss dong, anak cewek itu harusnya belajar masak biar jadi mantu idaman hehehe. Jangan kayak anak mama gadis itu, boro boro masak, cuci piring aja sering pecah piringnya hahah"
"Maaaaa syla denger lohhhh"
"Hahahaha" Mama dan gea tertawa bersama.
Setelah selesai mencuci piring mereka berkumpul di ruang keluarga sambil melanjutkan obrolan.
"Gea tinggal sama siapa??"
"Sama Om angga ma"
"Ohhh orang tua kamu??"
"Ada di kota ini juga ma tapi mereka sering keluar kota"
"Ohh jadi kamu kesepian ya?? makanya kamu tinggal sama om kamu?"
Gea hanya bisa tersenyum mendengar ucapan mama yoga.
"Oh iya ge, kamu mau gak mama jodohin sama anak mama ituuuu tuhh yang lagi sok sibuk belajar"
"Maksud mama kak yoga??"
"Iya heheeh"
"heheeh mama ada ada aja. Mana mau ma kak yoga sama cewek cupu kayak gea"
"Gak papa cupu yang penting bisa menjaga dirinya dari pria hidung belang"
"Mama jangan mulai dehhh. Yoga dan gea kan masih kuliah ma, jadi belum kepikiran buat nikah. Lulus jadi dokter aja belum" Yoga nyamperin mamanya dan juga 2 gadis yang tengah asyik nonton Kartun.
Yoga duduk di samping gea dan membuatnya gugup.
"Tuhhh kan cocok kalian berdua. Yang satu cantik yang satu ganteng. Hmmm pasti nanti cucu mama cantik dan ganteng juga".
"Mama udah dong, gak lihat apa pipi gea udah merah kayak tomat gini???"
"Heeheheh iya ma, jangan goda terus dong. Kasihan gea ma"
"Hahaha kalian ini.... baru mama mau bujukin gea supaya jadi mantu mama. Malah gitu"
"Hahahaha" Mereka pun tertawa bersama.
"Ma gea numpang sholat boleh?"
"Tentu sayang, ayo ikut ke kamar mama aja"
"Yaelah ke kamar syla aja kali ma"
"Udahhh ke kamar mama aja"
Mama yoga mengajak gea masuk ke kamarnya, kemudian gea sholat Ashar bersama mama Yoga.
"Ya allah ge,,, kamu itu beneran cantikkk seperti yang mama duga" mama Yoga melihat gea tanpa kacamata tebalnya.
"Makasih ma"
"Kenapa kamu gak pake softlanse aja sayang??"
"Gea lebih seneng kayak gini ma"
"Cantik hati lebih penting daripada cantik wajah ya"
"He'em".
Mereka pun keluar dari kamar
"Yogaaa"
"Iyaa ma" yoga baru turun dari kamarnya
"Tolong anter mantu mama pulang". Mama yoga tersenyum lebar sementara gea melebarkan matanya saat mama berbicara begitu.
"Iya ma. Ayo ge kak yoga anter"
"Ma, gea pulang dulu ya. Salam buat syla, mungkin dia ketiduran dari tadi gak keluar kamar"
"Iya sayang. Sering sering main kesini yaa"
Gea membalas dengan senyuman kepada mama yoga.
"Anter anak mama sampe kerumah dengan selamat ya. Awas kalau nakal, ntar mama jewer kamu"
"Iya iya maaaaa"
Yoga dan Gea masuk kedalam mobil dan melaju kerumah gea.
"Makasih ya ge"
"Untuk apa kak??"
"Untuk semuanya. Kamu udah nolongin aku saat kecelakaan, kamu udah baik sama syla dan mama. Aku minta maaf karena pernah jahat sama kamu".
"Hehe iya kak gak papa"
"Omongan mama gak usah terlalu dimasukan hati ya. Mama emang gitu orangnya"
"Iya kak hehehe".
Tak lama mereka pun sampai di rumah Angga.
"Udah sampai. Makasih ya kak udah anterin gea"
"Iya sama sama".
Gea akan turun dari mobil
"Ge"
"Iya kak?"
"Mau gak kita temenan??"
Gea mengangguk dan tersenyum kepada Yoga.
"Makasih"
Gea masuk kedalam rumah dan Yoga melajukan mobilnya meninggalkan gea.
.
.
.
.
.