Novel dalam revisi,
mohon maaf atas ketidaknyamanannya dalam membaca, Author sedang proses revisi novel ini, terima kasih
Aku menikahi seorang wanita cantik yang selama ini aku kejar.
aku harus banting tulang demi memenuhi kebiasaan hidup mewah istriku termasuk memaklumi kebiasaan buruknya yang suka menghambur-hamburkan uang , Shopping, nongkrong di cafe atau ke club malam
Mataku sudah terkunci rapat oleh cinta nya.
Sampai suati hari, Aku di paksa istriku menjadi suami sewaan untuk mantan pacarku sendiri.
Permintaan yang sangat gila, bagaimana mungkin aku bisa melakukannya, hanya dia wanita yang aku cintai selamanya.
Entah alasan apa yang membuat istriku terus membujukku untuk menikahi mantan pacar ku.
Hingga...
Keadaan dimana aku tak bisa lagi menolak.
Di lain sisi aku ingin membantu wanita itu, tapi di lain sisi aku tak ingin menyakiti istriku
Dan Akhirnya aku menikahi wanita itu, hingga sesuatu yang tak pernah ku duga terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berubah
Bobby mengejar Widya yang berjalan cepat menuju jalan raya. Bobby mengumpat kesal karena Widya tidak berhenti walaupun ia sudah memanggil Widya berkali-kali, memintanya untuk berhenti
Bobby langsung menuju parkiran basemen mall, ia menyalahkan mesin motornya dan berharap Widya masih berada di dekat jalan raya.
Beruntungnya saat itu sudah memasuki jam pulang kantor, sehingga Widya kesulitan memperoleh taxi, ia masih berdiri diam ditepi jalan, Widya melupakan motornya, pikirannya entah kemana
"Sayang tunggu dong kamu kenapa kok langsung pergi aja?aku kan belom makan"gerutu Bobby
Widya tetap berjalan tanpa mengindahkan perkataan bobby, ia berjalan menuju parkiran basemen mall karena teringat oleh motor yang ia kendarai saat menuju ke sini.
Bobby yang melihat Widya malah berjalan ke arah parkiran menggeram kesal, ia menarik tangan Widya
"Sayang kamu kenapa diajak ngomong malah jalan aja" ucap Bobby berusaha lembut walau dalam hatinya kesal
"Lepasin Bob, aku lagi gak mau ngomong sama kamu ya" ucap Widya sinis
"Lah kok aku gak tau apa-apa kamu ambekin????"ucap bobby bingung
"Please lepasin aku, aku mau pulang" ucap Widya setengah berteriak, ia memandang kesal kearah tangan Bobby yang mencengkram tangannya kuat hingga sakit
"Maaf, maaf, tapi jelasin dulu dong sayang kamu kenapa? apa aku ada salah ?"tanya Bobby melihat pergelangan tangan Widya yang merah karena ulahnya
"Aku cuma mau pulang, lepasin" Widya mulai meninggikan suara nya lagi dan berusaha melepaskan pegangan tangan bobby yang kembali mencengkeramnya walau tak sekencang tadi
"Aku gak akan lepasin kamu baby, ayolah katakan dulu kamu kenapa" Bobby berusaha sabar
"Aku cuma lagi mau sendiri, kamu gak salah apa-apa" Widya melunak
Memang pada kenyataannya Bobby tidak salah apa-apa. widya hanya kesal dan cemburu melihat suaminya sedang berdua makan siang dengan seorang wanita
dan Widya penasaran mengapa suaminya bisa makan siang dengan wanita itu .
Widya tidak senang melihat suaminya akrab Bahakan terlihat sangat bahagia saat bersama wanita itu, senyum terus menghias wajahnya, entah apa yang mereka bicarakan, intinya Widya tidak suka dan marah.
Widya tak pernah melihat Satria tertawa lepas dengan senyum begitu tulus padanya selama pernikahan mereka, atau memang Widya yang tak pernah memperhatikan suaminya. yang jelas kini ia merasa gusar , takut dan cemburu.
widya belum menyadari nya atau tepat nya menyangkal jika dirinya sekarang sedang termakan oleh api cemburu
yang dia tahu mood nya berubah jadi buruk dan merasa di khianati oleh suami nya yang di nilai pria paling setia di muka bumi
"Beb... hallo beb kamu denger gak si aku ngomong?" ucapan Bobby menyadarkan Widya
"Eh iya Bob, maaf aku lagi banyak pikiran dan kayanya aku gak enak badan juga" ucap Widya mencari alasan
"hufh sudah la aku berbusa bicara dari tadi kamu cuma bengong" saut Bobby kesel
"Ayo kita pulang, aku antar kamu kerumah, sepertinya benar kamu sedang sakit" saut Bobby kesal
Bobby hendak menggandeng Widya menuju motor nya namun Widya mengelak
"Sorry Bob, aku bawa motor sendiri, Btw thanks.
aku pulang dulu” ucap Widya pelan
"Beb kamu gak cium aku dulu?"protes bobby melihat Widya melenggang pergi langsung menuju parkiran tanpa menoleh ke arah Bobby
"Dasar cewe lagi pms kayanya jadi aneh gitu gak biasanya dia jutek dan cuek sama gue, apa dia ada masalah ya??? dari tadi bengong aj"gumam bobby dalam hati masih menatap punggung Widya yang semakin menjauh.
Bobby lalu menyalahkan mesin motornya dan pergi meninggalkan mall tersebut, berbuat dengan kendaraan lain.
Di tempat lain Widya yang sedang kesel mencengkram kemudi motornya lalu melajukan motornya meninggalkan mall tersebut untuk kembali kerumah.
Sesampainya di rumah ia juga tidak melihat mobil Satria, sepertinya suaminya memang belum pulang, ia melempar tasnya ke sembarang arah lalu masuk ke dalam kamar, membanting pintu kamar, seolah dengan begitu bisa meredakan emosinya.
Widya menghempaskan tubuhnya ke kasur, ia menangis, kemudian ia melempar bantal ke segala arah
"Satria aku benci kamu.... kamu jahat huhuhu”
tangis Widya mulai makin kencang, entah mengapa hatinya terasa sakit, ia tak tahu mengapa ia harus menangis, saat ini Widya hanya ingin menangis menumpahkan sesak di hatinya hingga akhirnya ia tertidur karena kelelahan menangis sejak dua jam lalu.
untuk saat ini dia hanya ingin menangis.
Satria memarkirkan kendaraannya, ia tersenyum melihat motor istrinya masih terparkir rapih di samping rumah.
Satria sangat senang karena Widya beberapa hari ini lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah, ia juga melihat jika Widya sedang belajar memasak, Satria tak akan berkata apa-apa walau bahan makanan di kulkas habis karena Widya.
Satria memungut tas Widya yang berada di lantai, ia mengerutkan alisnya karena Widya tak pernah meninggalkan tasnya di ruang tamu, terlebih ini adalah tas kesukaannya.
Satria meletakkan dua bungkusan yang ia basa, Satu dia letakkan di meja makan dan satunya lagi ia sembunyikan di belakang tubuhnya.
Satria sengaja membelikan hadiah kecil, sepatu yang di idam-idamkan Widya beberapa bulan lalu berhasil satria beli dengan hasil menabung, menghemat makan siang. terkadang dia hanya makan siang dengan roti manis sekedar mengganjal perut lapar nya, demi mewujudkan keinginan Widya.
cinta yang bisa membuat orang melakukan apapun bahkan bisa membuat orang rela berkorban bahkan dengan nyawanya sendiri.
Satria membuka pintu kamar dan terkejut melihat bantal guling yang berhamburan di lantai, kamarnya seperti kapal pecah karena Widya membuang semua yang ada diatas kasur, termasuk boneka kesayangannya yang biasa ia bawa di samping bantalnya
"Apa yang terjadi?? mengapa kamar ini berantakan sekali???” gumam Satria memunguti bantal dan guling satu persatu.
Satria meletakkan hadiahnya di meja dekat tempat tidur, lalu ia mendekati istrinya yang berada di atas kasur.
Nampak nafas teratur Widya, ia tertidur
Satria makin bingung melihat wajah Widya yang pucat dan hidungnya yang memerah serta mata Widya sembab seperti habis menangis dalam waktu lama
"Kamu kenapa sayang" bisik Satria mengelus kepala istrinya yang tertidur.
Satria mengecup kening Widya, membuat Widya menggeliat karena kumis Satria yang mulai pancang menusuk keningnya
Satria mengambil selimut, lalu menyelimuti istrinya.
Kemudian ia membuka pakaian kerjanya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setengah jam kemudian ia sudah berganti pakaian dan wangi.
Satria mendekati tempat tidur dan naik ke atasnya, ia memeluk tubuh istrinya tersebut.
Widya yang merasa tubuhnya di peluk terbangun dan melihat Suaminya sedang memeluknya sambil tersenyum
"Putri tidurku sudah bangun, hei ada apa dengan matamu sayang? kamu habis menangis???” tanya Satria menangkup wajah Widya, sementara Widya berusaha mengalihkan pandangannya
tapi dengan Ridwan dan kakek nenek dia ingat.
padahal yg kenal lebih dahulu dengan satria itu kan dengan Anggi.
Mungkin novelku tidak kalah menarik bacalah Pesona Putri Kayla
💪💪💪 thor
Dulu orangtuanya yang disia²kan, sekarang satria yg digituin, emang benar sifat manusia kalo masih ada di sia²kan, kalo sudah meninggal di tangisain dan disesalLin😥😥😥😥😥