NovelToon NovelToon
Azzura

Azzura

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.5
Nama Author: Rani

Dialah Azzura. Wanita yang gagal dalam pernikahannya. Dia ditalak setelah kata sah yang diucapkan oleh para saksi. Wanita yang menyandang status istri belum genap satu menit saja. Bahkan, harus kehilangan nyawa sang ayah karena tuduhan kejam yang suaminya lontarkan.

Namun, dia tidak pernah bersedia untuk menyerah. Kegagalan itu ia jadikan sebagai senjata terbesar untuk bangkit agar bisa membalaskan rasa sakit hatinya pada orang-orang yang sudah menyakiti dia.

Bagaimana kisah Azzura selanjutnya? Akankah mantan suami akan menyesali kata talak yang telah ia ucap? Mungkinkah Azzura mampu membalas rasa sakitnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Bab 12

Senyum lebar Zura perlihatkan. Tangannya juga tak lupa memberikan isyarat pada kedua pengawalnya untuk melepaskan tante juga sepupunya itu.

"Ingat, tante. Jangan permainkan aku lagi sekarang. Karena aku yang sekarang, bukan aku yang dulu yang bisa tante bohongi. Satu minggu lagi, aku akan kembali. Rumah itu harus sudah kembali ke tanganku ketika aku datang satu minggu lagi."

"Sekarang. Bereskan barang-barang pamanku atau barang-barang kalian yang akan aku bereskan. Kalian tinggal pilih yang mana yang kalian inginkan."

"Baiklah. Baik. Aku akan bereskan barang-barang pamanmu yang tidak berharga itu."

"Tidak berharga menurut tante, tapi sangat berharga menurut aku."

"Lakukan dengan cepat! Jangan buat aku berubah pikiran."

Dengan wajah yang sangat kesal, mama Mirna meninggalkan ruang tamu rumahnya menuju kamar. Sedangkan Mirna mengikuti dia dari belakang.

Niatnya, Mirna akan menghubungi Reno untuk meminta bantuan. Tapi nyatanya, Zura tidak mengizinkan Mirna melakukan hal tersebut. Karena Zura sudah cukup hafal siapa tante juga sepupunya ini.

"Mirna! Kamu tetap saja di sini. Jangan buat aku semakin kesal padamu."

"Apa maksud kamu, Zura? Kenapa kamu harus kesal padaku, ha? Seharusnya, aku yang kesal padamu karena kamu sudah menampar aku."

"Oh, kalau begitu, kau ingin aku tampar lagi sekarang? Boleh. Tinggal aku suruh saja dua temanku itu melakukannya lagi untuk yang kali ini. Aku tidak perlu turun tangan."

Mirna melihat ke arah dua pria yang saat ini sedang berdiri tak jauh darinya. Ia langsung meneguk saliva dengan susah payah. Rasa ngeri menyelinap ke dalam hatinya. Jangankan tangan kekar itu yang memberikan tamparan. Tangan mulus Zura saja sangat sakit rasanya. Bahkan, rasa sakit akibat bekas tamparan itu saja masih terasa hingga detik ini.

'Kurang ajar kamu, Azzura. Tunggu dan lihat saja nanti. Aku akan pastikan kamu tidak akan pernah bisa lolos dariku. Akan aku kembalikan padamu tamparan ini berkali-kali lipat. Dasar perempuan yang dibuang suami belum genap satu menit berstatus sebagai istri. Siapa yang tertarik padamu dengan statusmu itu. Cih!' Mirna berkata dalam hati sambil menahan perasaan kesal.

Beberapa saat menunggu, akhirnya muncul juga mama Mirna dengan koper kecil di tangannya. Dia menyerahkan koper itu dengan malas.

"Itu semua barang-barang pamanmu. Harusnya, jika kami benar-benar sudah jadi orang kaya, tidak perlu mengambil barang-barang rongsokan ini, bukan? Tinggal beli yang baru saja apa susahnya."

Zura langsung bangun dari duduknya.

"Terima kasih, tante. Tapi sepertinya, aku tidak membutuhkan kata-kata tante barusan itu untuk menasehati ku. Karena kelak, aku tidak ingin sedikitpun milik paman tertinggal di tempat yang tidak jelas seperti kalian ini."

Membulat mata mama Mirna mendengar perkataan Zura. Tapi sepertinya, Zura sama sekali tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Dia langsung mengajak dua anak buahnya itu pergi meninggalkan rumah si paman.

Ibu dan anak itu terus menatap kepergian Zura. Rasa kesal tentu saja tidak bisa mereka hilangkan. Setelah Zura memasuki mobil mewah miliknya, ibu dan anak itu tidak bisa menahan lagi.

"Benar-benar kurang ajar itu si Zura. Ssshhh ... sakit sekali wajahku, Ma."

"Iya. Mama tahu. Kamu harus segera menghubungi Reno untuk mengadukan semua yang terjadi hari ini padanya. Minta dia membantu kamu untuk menyelidiki latar belakang Zura sekarang. Dengan begitu, kita akan mudah untuk membalas perlakuannya hari ini, Mirna."

"Tentu saja, Ma. Aku yakin, Zura pasti sudah menjadi simpanan pria tajir sekarang. Jika tidak, dari mana ia dapatkan uang untuk membayar pria kekar yang begitu kasar padaku tadi. Dan juga, dari mana juga uang yang ia dapatkan untuk merawat dirinya sehingga bisa sangat cantik seperti sekarang."

Dengan tidak ia sadari, Mirna baru saja mengakui kalau sekarang, Zura adalah wanita yang sempurna. Wanita yang punya kecantikan melebihi dirinya. Rasa iri yang dulunya sempat menghilang, kini malah datang kembali.

Mirna pun langsung menghubungi tuan muda Sanjaya yang kini sudah menjadi tunangannya. Sementara itu, Zura yang saat ini ada di dalam mobil malah terdiam memikirkan apa yang saat ini telah terjadi.

Sebenarnya, hati Zura merasa tidak enak karena telah memukul Mirna. Tapi bagaimanapun, Mirna memang harus diberikan pelajaran. Jika tidak, mamanya juga tidak akan menganggap indah ancaman yang Zura berikan.

Mobil bergerak, tanpa sengaja, di jalanan itu pula mobil Zura dan mobil Angga berpas-pasan. Angga yang sedang memperhatikan jalan yang ia lewati langsung melihat Zura yang ada di kursi penumpang. Sayangnya, dia hanya melihat sekilas saja. Hatinya pun tidak yakin kalau yang ia lihat adalah Zura.

"Dia .... "

"Ada apa, tuan muda?"

"Tidak ada. Hanya salah lihat saja."

"Oh. Saya pikir melihat sesuatu yang sangat penting."

"Tidak."

"Oh iya, tuan muda. Menurut informasi yang saya terima, tuan muda Iyan malah sudah bertemu dengan asisten desainer Yura sekarang."

"Apa! Bagaimana mungkin?"

"Asisten desainer Yura sedang mengadakan pertemuan kemarin. Saya minta maaf, tuan muda. Saya sangat menyesal karena telah melewatkan hal penting ini dari informasi yang saya terima."

Hembusan napas berat langsung terdengar dari mulut Angga. "Tidak apa-apa. Cari tahu informasi yang lebih akurat sekarang, Adya. Kita membutuhkan kerja sama dengan desainer Yura jika ingin berhasil di luar negeri. Karena desainer Yura adalah gerbang utama untuk kita memasuki pasar global."

"Saya mengerti, tuan muda. Dua minggu lagi adalah pameran utama Hani Adinda di kota S. Menurut info yang sama terima, sebagian dari pameran Hani Adinda nanti adalah karya desainer Yura. Sudah bisa dipastikan kalau desainer Yura ada di pameran tersebut, Tuan muda."

"Itu adalah hal bagus, Adya. Kita akan pergi ke pameran itu nanti."

"Sayangnya, kita ada sedikit masalah, tuan muda."

"Masalah? Masalah apa?"

"Setiap pameran, Hani Adinda tidak pernah melayangkan surat undangan pada Anggara Grup, tuan muda."

"Apa? Maksudnya bagaimana? Apa mungkin karena kita adalah perusahaan terbesar yang ada di kota yang berbeda? Karena itu kita tidak pernah menerima surat undangan dari butik terkenal seperti Hani Adinda, Adya?"

"Tunggu! Hani Adinda itu adalah butik terkenal yang ada di kota S bukan? Butik yang pernah aku ajak kerja sama dua tahun yang lalu, tapi dia menolaknya dengan alasan yang sama sekali tidak masuk akal."

Angga baru menyadarinya sekarang. Dia pernah mengajak butik terkenal itu untuk bekerja sama dengan kontrak yang sangat menguntungkan. Sayangnya, ajakan itu malah langsung di tolak oleh si pemilik butik tanpa pertimbangan.

"Ya ... itulah masalahnya, Tuan muda. Entah apa yang salah dengan Hani Adinda, kita selalu mereka abaikan. Bahkan, saat orang lain menerima undangan untuk pameran, kita malah tidak menerima satu kali pun. Padahal, kita adalah perusahaan terbesar yang tidak seharusnya mereka abaikan. Sementara perusahaan kecil lainnya, selalu menerima undangan dari mereka."

1
umi istilatun
👍
Mamah Dini11
makasih Thor ceritanya bagus keren sehat slalu Thor semangat di tunggu cerita berikutnya , 🙏💪👍👍
Rani: makasih banyak buat kamu yg udah mau baca karya aku. 😍😍😍😍
total 1 replies
Mamah Dini11
tdk sia2 pengorbananmu anggara selamat untuk kalian berdua semoga samawa angga jaga berlianmu baik2.
Mamah Dini11
sembuhkan traumamu zura itu penting berobatlah biar hilang trauma itu
Mamah Dini11
akhirnya apa yg angga mau kesampean juga, maaf zura senyum zura telah angga dapatkan, sekarang semangat untuk sembuh angga kmu sudah dapatkan semuanya dari zura,ayo cepet sembuh
Mamah Dini11
gercep banget Thor ,, makasih cerita nya keren gk bertele tele
Mamah Dini11
itu baru iyan, satu lagi tuh buat si tania samakan kayak iyan Thor biar mereka sadar diri
Mamah Dini11
Naah makan tuh ke jahatanmu iyan tania, bentar lgi karma akan jemput kalian
Mamah Dini11
mama macam apa itu, jahat banget
Mamah Dini11
ayo adya cari tau kejadian nya seperti apa, ko malahan kmu diam ayo tanya zura awal mula kejadian, dgn itu kmu bakalan tau penyebabnya gerak cepat adya.
Mamah Dini11
semoga pelaku nya cepat terbongkar dn dapat karmanya
Mamah Dini11
bagus angga gerak cepat, si tania sedang mengawasimu ingin menjalankan aksinya, ayo angga harus bisa melawan si tania dn saudara Tirimu si iyan gagalkan semua rencananya , mereka berdua orang 2 licik, kalau bisa balas dgn cara elegan.
Mamah Dini11
b ternyata oh ternyata si iyan itu bukan orang baik, aduuuhhh zura kmu salah berteman sm si iyan hati hati kmu.
Mamah Dini11
angga kmu itu ngeyel bingit udh biarkan aja, maunya zura kan kmu jgn ganggu hidupnya lgi fi coba doong siapa tau dgn sikapmu begitu zura juga gk terlalu jutek angga, semoga zura juga secepatnya tau prilaku si iya tulus apa enggak sm kmu atau hanya sekedar manas2in si angga atau sikap manis nya sm kmu zura ada maksud tertentu di blk itu
Mamah Dini11
paman tdi sebut rumah paman waktu ngusir angga, lupa ya paman itu rumah mana hani, ya mungkin kalau nanti udh resmi paman menikah dgn mana hani bisa juga itu jadi rumah paman, baru sebut rumah paman.
Mamah Dini11
angga kmu udh bisa bicara sm zura udh bisa meluapkan isi hatimu, sekarang lbh baik kmu pergi dgn baik2 daripada nanti di usir secara paksa ayo angga jaga sopan santunmu, mungkin itu lbh baik untuk sekarang, luka yg kau torehkan terlalu dlm buat zura, pergilah tenangkan hatidn pikiranmu, jgn memaksakan diri jgn mengejar yg gk mau di kejar paham kmu angga, tata hidupmu lbh baik lagi kalau emang msh berjodoh pasti tdk akan ke mana, tpi kalau tdk jgn paksakan angga ngerti kmu,
Mamah Dini11
paling si iyan Andika cowok yg merasa dirinya ganteng pdahal biasa aja he he kayak tau wajahnya di kira 2 aja Thor maaf 🙏
Mamah Dini11
iya si adya buat si lula aja Thor biar mereka berjodoh jabatan nya juga hampir sm cocok tuh!!
Mamah Dini11
kasian juga kmu angga, moga aja lain waktu atau lain kali kmu di beri kesempatan ke dua sm juta untuk sekedar minta permohonan maafmu dn untuk yg lainnya hanya author yg tau, sabar ya angga emang itu ke salahanmu yg patal tpiii bekerja keraslah dgn tulus mungkin akan berubah manis akhirnya, semangat.
Mamah Dini11
dasar perempuan gila, itu hasil kerja kerasmu tania sekarang kmu memanen nya nikmati saja perempuan licik, kalau bisa bertobatlah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!