NovelToon NovelToon
Kamu Bukan Ahli Dokter

Kamu Bukan Ahli Dokter

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Dokter / Tamat
Popularitas:40k
Nilai: 5
Nama Author: Herwanti

Seorang pemuda yang bercerai dengan istrinya pergi ke desa untuk mengubah dirinya. Suatu hari saat pemuda itu membersihkan gudang belakang dia menemukan satu buku kuno yang berisi tentang jenis tanaman. Awaln perjalanan di mulai oleh pemuda itu dengan berbagai hal yang tidak disangka dia temukan hingga dia menemukan sang pujaan hatinya yang sesungguhnya. Jika ingin tahu ceritanya silakan baca jika ingin tahu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KBAD 12

Irfan dan Santo telah selesai dengan urusan mereka dimana Alina yang melihat mereka hendak pergi menyusulnya.”Kalian mau pergi kemana setelah dari pasar,”ucap Alina.

“Alina kenapa kamu ada disini?,”ucap Irfan.

“Soal itu tadi aku datang ke rumah kamu, tapi tidak ada orang. Jadi aku pergi ke sini, kalian mau pergi kemana aku bisa ikut juga,”kata Alina yang tersenyum.

“Sebenarnya kami ingin mencari kamu setelah ini mengajak kamu pergi ke toko,”ucap Santo.

“Toko!,”kata Alina yang tidak paham. Irfan menjelaskan kepada Alina kalau mereka ingin melihat toko yang dimiliki Santo. Dimana toko itu adalah warisan dari ibunya yang sudah meninggal. Alina yang mendengar penjelaskan itu dengan senang hati mengikuti mereka berdua. Di perjalanan mereka hanya bisa melihat jalur dimana mereka lewati. Tapi Alina yang merasa aneh sedikit curiga dengan tempat yang dikunjungi.

“Hai Santo apa kita tidak salah tempatnya?,”kata Alina yang berhati-hati.

“Kita tidak salah,”ucap santai Santo. Dimana mereka terus berjalan hingga sampai di tempat yang dituju dimana tidak ada bangunan tidak ada mobil yang lewat. Hanya ada rumput dan pohon saja membuat Alina melihat ke arah Santo.

“Di sini tempatnya, apa kamu yakin setelah melihat lokasinya Irfan. Apa kamu tidak mau mengubah pemikirkan kamu,”kata Santo yang tertunduk. Irfan yang berjalan melihat sekitarnya dimana hendak ingin masuk meminta Santo membuka kunci pintunya.

“Irfan kamu tidak sakitkan, jika kita membuka toko di sini. Kita tidak akan bisa laku terjula kita akan rugi besar nanti,”kata Alina.

“Kata siapa kita kana rugi besar. Jika kita tahu cara memasarkan produknya kita tidak akan rugi,”kata Irfan. Alina yang mendengar itu juga merasa apa yang dikatakan oleh Irfan ada benarnya. Tapi Alina hanya bisa menghela nafas saja.”Bagaimana jika kita berkeliling dulu dan memikirkan caranya bersama-sama. Bukan akan sayang jika tempat ini tidak digunakan dengan baik,”kata Irfan.

Keduanya yang mendengar itu hanya bisa terima dimana mereka masuk ke dalam dimana ada dua lantai disana. Irfan yang berpikir kalau dua lantai itu sudah cukup baginya dimana lantai dua bisa dijadikan salon kecantikan hanya untuk produk kecantikan saja. Untuk dibawahnya bisa digunakan untuk menjual obat yang lain dan tempat bersantai.

Irfan yang berjalan kembali membuka jendela di lantai dua dimana dia tampak halamaan yang belakang yang sudah ditumbuhi rumput. Santo yang dari belakang datang menghampirinya dan berkata,”Apa kamu yakin Irfan di sini bisa?.”

Irfan menoleh dan tersenyum sambil menujuk halaman belakangnya.”Kenapa kamu ohh halaman itu termasuk dari toko ini. Apa yang ingin kamu lakukan untuk halamannya,”ucap Santo.

“Jika bisa kita buat kebun bunga dan obat disana. Tapi aku tidak melihat pembatas pagarnya ya Santo,”ucap Irfan.

“Kamu tidak lihat pohon besar yang ada disana adalah pembatasnya,”kata Santo yang menujuk pohon besar yang membentu sebagai pembatas rumah yang bersegi empat mengelilingi toko. Irfan yang baru tahu tentang itu menganggu hingga dia melihat keluar dulu. Santo yang masih di atas melihat dari dalam saja. Dimana Irfan berjalan dimana dia melihat ada pembatas jeruji yang sudah menjadi bagian dari rumput.Membuat Irfan tidak bisa melihatnya tapi saat dia melihat memang ada tebing disana. Dari atas Santo berteriak kalau di sela jeruji pembatas ada anak tangga yang menuju ke bawah.

Irfan yang segera mencarinya dan menemukannya tapi dia melihat hal yang tidak terduga.”Jayadra bukan itu ayah dari Cika ya kenapa dia seperti dikejar seseorang siapa dia,”guman Irfan.

Tapi melihat dengan seksama Jayadra memang dalam kesulitan.”Apa yang kamu lihat Irfan,”ucap Santo.

“Itu benar,”ucap Alina yang menyelinap ingin melihat didepannya.

“Siapa dia bukan dia dalam bahaya,”kata Alina lagi setelah melihatnya.

“Santo apa kamu bisa membantu orang itu,”kata Irfan melirik ke arah Santo.

“Tentu saja bisa hanya saja melihat mereka membawa senjata itu cukup sulit. Tapi aku usahakan untuk membantu orang itu. Tunggu dulu apa kamu kenal dengan orang itu irfan,”kata Santo melihat ke arah Irfan. Irfan hanya tersenyum saja kepada Santo.

“Aku bantu dari belakang saja untuk senjata itu biar aku saja yang menangni. Tapi kamu bisa mengalihkan pandangan mereka. Alina kamu bisa membawa orang itu pergi untuk berlindung ke dalam toko nanti setelah kondisi orang yang mengikutinya sudah beralih melihat kita berdua,”ucap Irfan.

“Aku tahu, tapi kalian berdua harus berhati-hati jangan sampai terluka,”ucap Alina. Santo dan Irfan turun mencari tempat yang pas untuk menyerang di saat mereka berdua di tempat yang sama Alina mencari tempat terdekat.

Untuk membatu Jayadra setelah Santo dan Irfan beraksi untuk mengalihkan pandangan mereka. Karena posisi saat itu Jayadra dalam kondisi terhenti karena tidak bisa pergi kemana-mana hanya bisa mencoba melawan dengan apa yang dia miliki. Jayadra juga sempat bertanya kepada pembunuh itu siapa mereka sebenarnya tapi jawaban mereka membuat Jayadra marah.

Karena pembunuh itu hanya ingin Cika menikah dengan Jaya. Santo yang mendengar itu sangat terkejut dimana dia menatap ke arah pembunuh itu.”Jika kamu ingin tahu apa yang sedang terjadi hanya ada satu cara yaitu selamatkan orang itu bukan,”kata Irfan yang melihat ke arah Santo.

Tapi Santo yang kembali fokus mencari celah untuk masuk ke dalam kelompok mereka. Di waktu yang tepat Santo mulai menyusup disela mereka sementara Irfan dengan diam-diam menghempaskan jarum bius. Dimana saat Santo datang jarum itu sudah menusuk ke arah pembunuh. Tapi sangat disayangkan salah satu dari pembunuh itu sadar kalau ada yang aneh dengan kawan mereka.

Sehingga mereka melihat Santo membuat dua dari mereka pinsan. Santo yang sudah ketahuan segera mencari posisi yang tepat untuk berkelahi dengan mereka. Tapi pembunuh itu tidak segan menembakan peluru ke arah Santo. Irfan yang menyadari itu segera menolong Santo dengan melemparkan jarum dimana peluru menuju.

Di saat Santo melihat ada cela dia mulai menyerang di tempat lain pembunuh yang sedang sibuk. Alina menghampiri Jayadra dengan diam-diam menyuruh Jayadra mengikutinya. Jayadra yang tidak curiga mengikuti Alina. Irfan melihat mereka sudah keluar dari bahaya segera melepaskan semua jarum yang dia miliki dari belakang. Di saat semua sedang sibuk dengan Santo waku terus berlalu hingga semua pembunuh satu persatu jatuh ke tanah.”Santo apa kamu baik-baik saja,”ucap Irfan berjalan melewati pembunuh yang sudah di tanah.

“Aku baik saja, tapi apa yang sudah kamu lakukan?,”kata Santo. Irfan hanya tersenyum saja hingga mereka segera pergi dari tempat itu. Setelah semua bukti tentang mereka tidak ada Irfan dan Santo pergi meninggalkan mereka semua. Alina dan Jayadra yang sudah bersembunyi di dalam toko dihampiri oleh Irfan dan Santo yang sudah selesai dengan pembunuh.Tapi apa yang akan terjadi dengan Jayadra setelah itu?.

1
Nusa thotz
berhentilah mengajukan pertanyaan konyol di akhir bab..ente authornya jangan tanya reader
Aisyah Suyuti
seru
tmi lotus
mantap kak
Kang Comen
judul nya gk pas
Zikriendri Endri
uo
queen angelista: MC nya terkesan kek ingin ikut campur terus
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!