NovelToon NovelToon
Pianis Di Tengah Hujan

Pianis Di Tengah Hujan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Identitas Tersembunyi / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cintapertama / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Anonimity

Kasta yang berbeda mengharuskan mereka berdua berpisah. Meski kenyataan sangat sulit di tentang. Keduanya Hidup dalam senyuman palsu. Yessica hanya anak dari seorang penjahit, sedangkan Ara adalah seorang pangeran kerajaan. Takdir memang sangat kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Anonimity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12 : Kinjirareta Futari Di Malam Bulan Darah

Sejak Ara membaca surat misterius yang dikirimkan Gagak Hitam, Ara diam diam keluar dari istana tanpa sepengetahuan siapapun. Dini hari seperti ini, Biasanya penjaga akan bergantian Untuk *Shif*. Hal ini dimanfaatkan oleh Ara Untuk pergi ke kandang Kuda. Tempat yang dia tuju adalah tempat yang hanya dia Dan Yessica yang tau.

Ara diam-diam menyusup ke kandang Kuda dan mengambil kuda Putih kesayangannya. Hanya butuh beberapa menit Untuk Ara melaju meninggalkan istana. Sialnya Ara lupa membawa lentera Untuk menerangi perjalanannya. Alhasil, Kuda Putih bernama '*Light*' itu hampir terperosok kedalam lubang. Nasib baik Ara segera menyadarinya dan menarik kekang kudanya.

Belajar dari pengalaman pertama, Kali ini Ara tidak terlalu terburu buru. Keanehan lain terjadi, saat jalan yang Ara lalui semakin jauh semakin banyak warna merah yang mendominasi. Ara sangat yakin bahwa dia berada di jalan yang benar. Tapi pemandangannya berbeda dari yang biasa dia tau. Di sepanjang jalan yang di lewati Ara, pohon berdaun merah berbaris di setiap sisi membentuk sebuah jalan. Pohon itu seakan mengarahkan Ara Untuk terus maju memberi jalan. Karena ranting dan daun yang terlalu lebat, Alhasil pohon-pohon itu terlihat seperti membentuk sebuah terowongan dengan daun daun kering yang berjatuhan di tanah.

Pemandangan cantik itu tidak membuat Ara Goyah. Dia meyakinkan Hatinya Untuk terus maju menemui orang yang tengah menunggunya. Tidak Butuh waktu lama sejak Ara melewati jalan pohon merah, Ara sudah Tiba di tempat tujuan. Bukit Padang Violet dengan Bunga dan tanaman yang berbaris rapi membentang berwarna Ungu. Meski Bulan purnama berwarna merah, warna Ungu dari Padang Violet tidak kalah mendominasi.

Ditengah Padang itu, Ara bisa melihat seorang Gadis bergaun merah sedang duduk di hadapan sebuah Piano Hitam. Rambut Putih dengan Anak rambut yang terbius angin. Ara Turun dari kudanya dan menghampiri Gadis misterius itu.

"Yessica..." Gumamnya.

"Aku pikir kau tidak akan datang..." Ucap Yessica tanpa berbalik.

"Maaf.."

"Untuk apa?" Tanya Yessica balik.

"Untuk semuanya..."

"Hoh..setelah kau tau identitasku sebagai Putri Bulan dan Putri Kerajaan Kagami, Apa sekarang kau menyesal?"

"Aku tau semuanya tidak bisa di ulang lagi. Tapi—"

"Meski bisa di ulang lagi, Aku tetap tidak ingin kembali padamu...."

Ara menunduk, memang salahnya yang membuat Yessica marah. Ara tidak bisa memungkiri, siapa yang tidak akan kecewa, jika orang yang dia Cintai Justru mengkhianatinya.

"Apa yang bisa kulakukan untuk mendapatkan maafmu?"

"Kau masih mencintaiku?" Tanya Yessica.

"Ya..Aku tidak perduli kau akan percaya atau tidak. Tapi saat itu, bukan keinginanku untuk mengakhiri Hubungan kita. Ayahku mengancam akan menyakitimu dan keluargamu jika aku tidak melakukannya. Aku tidak ingin—"

"Kau tidak ingin aku terluka kan?" Potong Yessica lagi.

"Ya, Aku tidak berdaya. hanya itu yang bisa kulakukan." Ucap Ara sendu.

"Jika aku melakukan kesalahan yang fatal padamu, apa kau akan memaafkan ku?"

"Lakukan apapun yang kamu mau, selama itu bisa mengobati sakit hatimu."

"Sekalipun aku membunuhmu?" Ucap Yessica dingin.

"Lakukanlah, Setidaknya aku bisa mati dengan tenang, ditangan orang yang kucintai."

Yessica tidak menjawab lagi. Sebagai gantinya, Ara mendengar nada dari piano yang di mainkan Yessica. Ara tidak berniat untuk berbicara kembali atau sekedar bertanya. Dia Tau Yessica mengundangnya kesini bukan hanya untuk mengobrol dan membahas masa lalu. Ara akan membiarkan Yessica selesai dengan Lagunya. Tapi Ara merasa, Ini akan menjadi perpisahan selamanya dengan Yessica.

*Pepohonan embun pagi Bagaikan desahan seseorang Danau yang tidak ada di peta Airnya tenang bagaikan tertidur*~

Kehilangan kata-kata Kesedihan yang terlalu sepi Di ujung akhir kenangan ini Tempat yang dahulu ingin kudatangi~

Sampai mana pun dirimu kucintai Sampai kapan pun dirimu dicintai Saling mempercayai keabadian Dosanya pertemuan kita~

Kumohon Maafkanlah cinta kita ini yang tak terkabul Sembunyikan dalam hati Kumohon Kepada takdir yang kejam ini berserah diri Kita berdua yang terlarang~

Bagaikan melempar batu ke danau Di hatiku riak air meluas Tak bisa dengan orang lain Apakah ini tak boleh~

Kapal di tepian danau Diikat tali yang sangat erat Jika menghindari keramaian Harus pergi ke dunia yang amat jauh~

Jangan kau salahkan dirimu sendiri Janganlah kamu menangis sendirian Saling memahami kebahagiaan~

Ara merasa kepalanya berdenyut, sedikit pusing dan matanya berkunang kunang. Yessica masih asik dengan iramanya tanpa menghiraukan Ara. Tanpa sadar Ara masuk ke alam bawah sadarnya. Lagi-lagi dia bertemu dengan siluet Hitam yang mirip dengan Yessica. Sama seperti sebelumnya. Siluet itu kembali menerkamnya.

Ciuman ikatan yang erat~

Jikalau Dahulu aku tidak terlahir seperti ini~

Tak akan pernah berpisah~

Jikalau Dahulu aku tidak terlahir seperti ini~

Kita berdua kan terikat~

Sampai mana pun dirimu kucintai Sampai kapan pun dirimu dicintai Saling mempercayai keabadian Dosanya pertemuan kita~

Kumohon ~

kumohon~

Maafkanlah cinta kita ini yang tak terkabul~

Sembunyikan dalam hati~

Kumohon Kepada takdir yang kejam ini berserah diri Kita berdua yang terlarang~

Dahulu aku tidak terlahir seperti ini~

Tak akan pernah berpisah Jikalau~

Dahulu aku tidak terlahir seperti ini Kita berdua kan terikat~

Yuk kita naik kapal ke danau Kalau kau lelah mendayung Tidurlah dalam dekapanku ~

Karena di dalam mimpi, Kita akan terus saling mencinta~

Siluet Hitam Yessica berniat menerkam Ara di alam bawah sadarnya. Tapi semburat Cahaya Putih muncul di hadapan Ara dan menangkis serangan siluet itu. Cahaya Putih itu membentuk sebuah bayangan dan sosok yessica dengan rambut Putih dengan mahkota Kristal muncul di hadapan Ara.

"Ye-yessica..."

"Maaf, selama ini aku terlalu naif. setelah hari dimana Hubungan kita berakhir, Aku selalu memasang senyuman palsu pada diriku. Aku selalu menyangkal Bahwa aku tidak marah dan tidak sakit. Tapi saat tubuh Bulan suciku bangun, jiwa negatif dalam diriku juga bangun dan memanfaatkan Rasa benci dalam jiwaku menjadi roh jahat."

"Yessica, apa maksudmu?" Tanya Ara tidak mengerti.

"Lagu terakhir yang kumainkan di malam Pernikahanmu, Adalah lagu jiwa yang berisi energi jahat yang menyerangmu. Itulah kenapa, beberapa malam ini.....kau selalu bermimpi buruk tentang hal yang sama. Energi itu menyerap Kesadaranmu dan seiring berjalannya waktu, Akal sehatmu akan terkuras habis dan kau akan menjadi Gila bahkan mati. Dan itu semua karena aku." Ucap Yessica sendu.

"Jadi itu penyebab mimpi aneh itu..." Ara menghampiri Yessica dan menariknya kedalam dekapannya. "Apapun yang kamu lakukan, mau itu perbuatan baik atau buruk, tidak masalah untuku selama kau tidak menghilangkan nyawa orang yang tidak bersalah. Aku tidak keberatan mati di tanganmu. Sebaliknya, aku sangat senang. Daripada harus mati di tangan orang lain."

"Ara....."

Kembali ke dunia nyata. Yessica masih memainkan pianonya dengan penuh penghayatan. Kali ini dia benar-benar mendalami sampai tak sadar, sedari tadi air matanya tak kunjung berhenti mengalir.

Sekarang sang pianis hujan~

Sedang melantunkan asmara~

Di tengah kota pun Dia mainkan melodi yang sedih~

Jemari tetesan air~

Menekan window di keyboard-nya~

Concerto yang hanya untukku~

Dengan kata-kata lembut, Diputuskan Sayonara~

Terlalu tiba-tiba~

Di pinggiran sofa, aku Hanya duduk dan terdiam, Menggigit kuku jemariku~

Ku yakin akan ada yang lebih baik untukmu Tatapanmu s'perti melihat anak kecil Terulang kembali takdir masa depanku Yang selalu membuatku takut~

Sekarang sang pianis hujan Mulai bermain dengan pelan Pernah aku dengar Lagu perpisahan dari Shofan~

Air mata deras mengalir Sambil mengusap pipi ini Di dalam dadaku BGM~

Saat kau memunggungiku Dan mulai bersikap dingin Itu tanda menyerah~

Dirimu yang t'lah dewasa Selalu dengan senyuman Hanya meyakinkanku saja~

Walaupun kau bilang bahwa dirimu lah yang salah Cinta seharusnya antara kita berdua Harus bagaimana di saat s'perti ini? Pada pengalaman yang pertama~

Sekarang sang pianis hujan Sedang melantunkan asmara Di tengah kota pun Dia mainkan melodi yang sedih~

Jemari tetesan Air~

Menekan window di keyboard-nya Concerto yang hanya untukku~

Sekarang sang pianis hujan Mulai bermain dengan pelan Pernah aku dengar Lagu perpisahan dari Shofa ~

Air mata deras mengalir Sambil mengusap pipi ini Di dalam dadaku BGM~

Mainkanlah lagu yang lain~

Yessica berhenti memainkan lagunya dan menghela nafas pelan.

"Apa aku berhasil?"

"Benar putri, jiwa jahat dalam tubuh Pangeran Ara sudah di netralisir. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Aya.

Yessica menghapus air mata di wajahnya. Dia berdiri dan menoleh ke belakang. Di lihatnya, Ara sudah tidak sadarkan diri. Yessica mendekati Tubuh Ara lalu berjongkok membelai wajahnya. "Nona Aya bisa kembali dulu.." ucap Yessica tanpa menoleh pada Aya.

"Lalu bagaiman dengan Anda, Putri?"

"Aku akan disini sejenak...." Aya yang mengerti, tidak banyak bertanya lagi. Dia pamit undur diri dan menghilang dalam kegelapan. Setelah Aya pergi, Yessica menaruh kepala Ara di kedua pahanya. Kembali membelai wajah tampan itu. "Ini adalah pertemuan terakhir kita. Akhirnya aku bisa melepaskanmu Untuk gadis lain. Pesawat yang kita Tumpangi terbang terlalu tinggi, saking tingginya....Kita sampai Lupa bahwa tekanan Gravitasi begitu kuat. Sampai akhirnya pesawat kita terjatuh dan hancur. Maaf jika selama ini aku pernah membuat kesalahan. Terima kasih sudah hadir dalam Hidupku. Mewarnai Hariku meski hanya Untuk sementara." Yessica terisak menetaskan air mata yang jatuh di pipi Ara.

"Ingatlah untuk menjadi pangeran sekaligus suami yang baik untuk istrimu. Namun, Ijinkan aku untuk bersamamu malam ini. Untuk yang terakhir kalinya." Yessica menunduk, mendekatkan wajahnya dengan Ara. Bibir merahnya menempel dengan sempurna di bibir Ara. Bulan darah menjadi saksi dari kisah Cinta yang sudah berakhir sepenuhnya. Setelah malam ini, Yessica siap untuk melepaskan segalanya dan Mulai Hidup dengan statusnya yang baru.

1
wah..keempatnya sudah berkumpul yeyyyy
Atha Diyuta
next
wahh...bahagianya bisa berkumpul lagi dengan keluarga yg lengkap..
masalah datang bertubi2, itulah kehidupan
menarik..semakin seru...👍👍👍👍
marrydiana
hmmm gantung😌
Miss Anonimity: Sehari satu chapter kak
total 1 replies
bunda mampir pakai akun ini😁😁
semangat yaa
Remiliya
semangat thor/Good/
marrydiana
seru banget, semangat updatenya thor😄
feedback di karya aku juga ya😆
ceritanya bagus..👍👍
wah...kebenaan akan terkuak yaaa...
👍👍👍👍👍
bagus ceritanya.
imlvrc_y.•'より'•.K
sugee!!... the best banget cerita mu kak

buat author↓↓
ganbatte kudasaii
Miss Anonimity: makasih kak ☺️☺️
total 1 replies
marrydiana
🌹 buat author biar makin semangat, feedback ya thor😆
Atha Diyuta
puisinya bagus,next ka smngt
sedih /Sob//Sob//Sob/...di jaman sekarangpun masih ada koq yg seperti itu
Atha Diyuta
next
marrydiana
ihh lucu banget shanju ketahuan bohong😅
Anonim
Semangat kakak, mampir yuk ke cerita ku. Hehehe
marrydiana
🌹untuk author biar makin semangat!!
Miss Anonimity: makasih banyak kakak ☺️☺️☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!