NovelToon NovelToon
Akhir Penantian Lau

Akhir Penantian Lau

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nyith S.

Semburat warna kasih dan rindu menjelma menjadi setumpuk asa yang membiru. ketika hati saling tertahan untuk mengungkap rasa karena masa, berharap sang pemilik rasa mempertemukan dengan dia yang pantas dan tepat untuk berbagi rasa.
Pernah ngga sih.., kamu suka seseorang tapi sebelum mengungkapnya orang itu udah pergi ke tempat yang jauh. Padahal kamu yakin cintamu tidak bertepuk sebelah tangan
Cinta yang tak terungkap di bangku kuliah diuji jarak dan waktu. Rasa Lau untuk Adrian yang tak lekang oleh waktu, hingga waktu berbaik hati mempertemukan. Tapi apalah daya sebuah ikatan menjadi penghalang. Akankah rasa itu berbalas dan menyatu.
Persahabatan, cinta, persaudaraan, dan kekonyoan berbaur membentuk pelangi keabadian nan indah.
Cinta yang tak terungkap membentuk warna yang unik, hingga lebih sulit dilupakan. Itu fakta menyebalkan tapi indah untuk dikenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyith S., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Luka Tak Berdarah

“Daddy.. daddy,,, daddyyyy.. akh...” desis Lau melempar kapas bekas dia membersihkan sisa makeup diwajahnya. Sejak pertemuan tadi dia terus berfikir keras mencari jawaban dari segudang pertanyaan diotaknya. Dia sudah sangat gelisah, namun dia tahan karena tak ingin mamanya khawatir.

Hingga sampai dikamarnya dia mulai merajut pikirannya yang sudah kemana-mana. Dia berusaha mengsugesti hatinya agar apapun yang terjadi dia harus bisa terima, karena semua yang terjadi pasti sudah atas kehendak Allah, walau mungkin akan sangat berat. Memikirkannya saja sudah membuatnya seperti benang kusut. Sedari tadi belum ketemu jawabannya.

“maksudnya apa.. Bang Rian sudah punya anak??, tapi bocah tadi seumuran Deinan. Masa iya dia pergi ke Belanda langsung nikah” Lau mulai bermonolog sendiri, kemudian menutup wajahnya yang berasa mulai menghangat.

Lau terdiam sesaat mencoba menenangkan pikirannya yang mulau berkecamuk. Mengatur nafas nya yang serasa sesak didada hingga berkali-kali dia menghembuskan nafasnya dengan berat.

“apa ini alasan Bang Rian tidak mau memberi kabar padaku selama ini,,” Lau mulai menerka-nerka kenyataan yang sedang dia hadapi dengan mata mulai berkaca-kaca. Ternyata dia tidak mampu melanjutkan pikirannya. Kini malah dia terisak-isak karena terkaannya sendiri.

Isakannya terdengar sangat memilukan, Lau memegang dadanya sambil terus menangis seorang diri.

“hiks.hiks. ya Allaah.. kenapa rasanya sakit banget.. “ ucapnya lagi ditengah isak tangis tak bersuara itu.

Dia merasakan sakit yang luar biasa, sakit tak berdarah. Hatinya serasa dihujam berkali-kali, dan ditindih dengan batu yang amat besar, membuat air matanya semakin deras mengucur.

Selama empat tahun terakhir dia dengan sabar menanti kabar dari Adrian, walau memang tidak pernah ada kabar beritanya. Dan Lau tidak mempermasalahkan, dia tetap bertahan menunggu dengan dan bahkan menutup hatinya pada setiap laki-laki yang ingin mendekatinya. bukan tanpa alasan, hatinya memang sungguh telah terpaut pada satu nama yaitu Abang Rian nya.

Rasa sakit yang dia rasakan sekarang ternyata berkali-kali lipat menyiksa dibanding penantiannya selama empat tahun kemarin.

“ayolah Lau., bukankah selama ini kamu bilang kamu hanya berusaha menunggu, kalau emang Bang Rian sudah jadi milik orang lain, berarti tidak berjodoh, dan harus mengikhlaskan” ujarnya berusaha menguatkan  hatinya sendiri yang justru malah membuatnya semakin tergugu dan kembali terisak.

Lau beristighfar ditengah-tengah tangisnya, dia terus menangis sampai tak sadar sudah terlelap dalam mimpinya.

Sementara Mamanya bertanya-tanya, dalam perjalanan pulang tadi sampai dirumah Lau banyak diam, tidak biasanya. Lau termasuk tipikal cerewet ketika bersama orang dekatnya. Mama Ayu tidak ingin berfikir berlebih, mungkin putrinya itu sedang merasa lelah.

Tapi tetap saja Mama Ayu khawatir, dia hendak menghampiri kamar putrinya untuk mengingatkan agar tidak lupa meminum vitaminnya. Akhir-akhir ini Lau selalu terlihat letih dan seperti banyak yang mengusik pikirannya. Samar-samar terdengar suara isak tangis yang memilukan, Mama Ayu bergegas mendekati pintu kamar putrinya, tapi kemudian terdengar sunyi.

“Lau.. sudah tidurkan Nak..” panggil Mama Lau tapi tidak ada sahutan, mungkin sudah tidur pikir mamanya.

Lau terbangun dengan kepala yang terasa berat, dia beranjak menuju kamar mandi dan mencuci mukanya. Seperti dugaannya, pagi ini matanya pasti membengkak. Pagi-pagi sekali Lau turun menuju dapur dan membuka freezer, dia mengambil semangkuk batu es. Ternyata dia ingin mengompres matanya yang bengkak karena terlalu lama menangis hingga ketiduran. Beruntung para Maid belum mulai aktifitas di dapur, secara jam baru menunjukan pukul setengah empat pagi. Jadi tidak ada yang memergokinya mengompres matanya.

Kan tidak lucu kalau dia berangkat ke Butik dalam kondisi mata segede jengkol. Lau menarik nafas berat, lalu meletakan mangkok es diwastafel dan mencucinya kemudian beranjak kembali kekamarnya untuk bersiap-siap. Lau menghubungi Santi karena rencananya dia berangkat ke Butik agak telat, mungkin sekitar jam sembilanan dan sudah diiyakan sekretaris lenje nya itu.

Suasana Butik pagi ini tiba-tiba riuh., sampe Lau terheran ada apa kah gerangan. Apalagi terlihat Santi yang berjingkrak-jingkrak seperti habis menang lotre.

“Assalamualaikum.. pagii semua..” sapa Lau saat membuka pintu butik dan hendak langsung berlalu ke ruangannya. Namun dicegat oleh sang sekretaris dengan senyum-senyum kemayunya.

“waalikumsalam mba bos.. ihhh,, kenapo sehh baru dateng, tadi ada cowok cucok meong kesini nyamperin tapi mba bos malah belum dateng” cerocos Santi tanpa koma membuat Lau menaikan alisnya bingung.

“Lhaa.. Santoo.. kan saya udeh bilang mau datang agak telat, gimana sih” ucap Lau sebal, ditambah suasana hatinya yang lagi tidak karuan.

Kali ini santi hanya cengengesan mendapat jawaban sebal dari boss nya tanpa protes dipanggil dengan nama aslinya karena dia bisa membaca raut muka boss nya yang seperti sedang tidak ingin diganggu. Kemudian dia menyampaikan kalau tadi ada laki-laki datang dan membawa bunga yang lumayan besar.

Lau menengok mawar putih dimeja resepsionis dan berfikir siapa yang sudah memberinya bunga mawar putih. Karena jarang yang tau kalau dia lebih suka mawar putih ketimbang bunga yang lain.

“tolong masukin ke ruangan saya aja ya” ucap Lau kepada Santi yang meng’oke’kan ucapannya bosnya sembari mengacungkan jempol.

Lau sudah duduk disofa dalam ruangan besarnya. Dia memandang buket bunga itu sambil masih berfikir siapa yang memberinya bunga itu, karena info dari Santi tidak valid. Dia hanya bilang dari laki-laki ganteng, sedang semua yang mendekati Laura rata-rata ganteng. Dan orang ganteng yang suka ngirim bunga juga tak terhitung, bahkan tidak hanya bunga. Yang lebih heboh dari bunga pun ada.

Lau menghirup aroma bunga favoritnya yang menenangkan dan memainkan kelopak bunga itu. Entahlah Lau begitu menyukai bunga mawar putih ketimbang bunga yang lain.

Bip..bip..bip... ponselnya bergetar tanda pesan masuk.

“assalamualaikum Lau, udah diterima bunganya Lau,, semoga suka ya.. maaf tidak bisa menunggu kamu datang tadi, abang buru-buru ke bandara mau ke Bali selama seminggu” Lau membaca pesan itu sambil mengrenyitkan alis dan mulai menyadari siapa pengirim pesan itu.

“waalikum salam, Bang Rian ya,. Makasih bunganya Bang. Lain kali tidak perlu repot-repot” balas Lau

“sama-sama, tidak repot kok, semoga harimu menyenangkan Dek Lau” Lau membaca balasan pesan itu dengan ekspresi aneh.

Entah dia harus senang atau sedih. “Dek Lau” ucap Lau lirih lalu tersenyum getir. Dia masih ingat betul, dulu Adrian pernah bertanya Lau ingin dipanggil apa olehnya. Karena Lau memanggilnya Bang Rian, dan tidak ada orang lain yang memanggil namanya dengan panggilan itu. Makanya Adrian ingin punya juga panggilan khusus untuk Lau. Kemudian Lau bilang ingin dipanggil Dek Lau saja.

Hatinya berdenyut ngilu, ada rasa nyeri yang tidak bisa digambarkan. Dulu dia bimbang karena ketiadaan kabar berita dari laki-laki itu, dan sekarang bimbang karena ketidakpastian status yang akan dijalaninya.

Jangankan status hubungan mereka, sedang status Adrian sendiri saja belum pasti Lau ketahui. Entah bagaimana Lau harus melangkah sekarang, dia bimbang, sungguh teramat bimbang.

1
Aya hana
Aamiin,,
Taki
Ga nyesel banget deh kalo habisin waktu buat habisin baca cerita ini. Best decision ever!
×Wanda×
Ekspektasi tinggi dari pembaca, kenapa nggak update-chapter?!
Aya hana
cinta pertama yang rumit.. huh.. lanjut Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!