Percintaan yang tidak direstui diantara samudera dan cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danira16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masuk BK (Bimbingan Konseling)
Sudah 3 hari Andre tidak masuk sekolah, dan itu membuat hari-hari Sinta begitu indah dan menyenangkan, tak ada lagi paksaan atau gertakan dari Andre.
Namun di sisi lain Sinta sempat berpikir manusia kulkas itu kenapa tidak kunjung masuk sekolah.
" Apa dia pindah sekolah ?? Aah...rasanya tidak mungkin, tapi andaikan dia pindah sekolah pun itu bagus. " Monolog Sinta.
Dan selama Andre tidak masuk sekolah Sinta kerap sekali membolos jika ada pelajaran yang tidak ia sukai, Sinta selalu memanjat pintu gerbang sekolah.
Sampai teman sebangkunya hanya bisa geleng kepala, sampai pada suatu ketika ia bolos dan kepergok oleh Jesica sedang naik pagar. Dan tanpa Sinta tahu Jessica melaporkannya kepada guru BK.
" Eh Sinta...kamu dipanggil pak guru tuh diruang BK " ujar salah satu siswa teman sekelas Sinta.
" Ada apa sih ??" kening Sinta kini mengerut.
" Gak tau saya sih, coba kamu kesana saja " jawab seorang siswa
" oke, gue akan kesana " ucapnya.
Tak lama pada Sinta mengetuk pintu ruang BK, ia pun disuruh duduk oleh salah satu guru BK wanita seumuran mama Linda, ibu kandung Sinta.
" iya buw, ada apa memanggil saya ??" tanya Sinta.
" Kenapa kamu sering sekali membolos sekolah, hari ini susah ada tercatat 2 guru yang komplen karena ketidak hadiranmu dikelas."
" Maaf Bu saya lagi mules pas pelajaran itu, jadi setelah saya selesai buang air besar saya lupa kembali kekelas " ucap Sinta yang berbohong dengan mencari alasan.
" Oke untuk hal itu mungkin masih bisa ditolerir karena kamu sedang sakit, tapi tadi ketika pelajaran pak Anton ada yang melaporkan ke saya bahwa kamu sedang manjat pagar " ucap guru BK wanita dengan sedikit mengeraskan suaranya.
Deg...!!!
" Kurang ajar siapa sih yang laporin gue, anjir....padahal udah gak ada Andre masih aja ada yang ngusik kesenangan gue " keluhnya dalam hati.
" Sinta...kamu mendengarkan ibu kan ? Jadi apa alasanmu ??" cecar guru BK itu dengan kini terlihat raut wajahnya terlihat memerah karena marah.
" Aah itu...itu saya memang naik pagar tapi karena tadi saya membantu kucing yang terjebak pingin keluar Bu."
" Bohong "
Braaakkk
Guru BK wanita itu menggebrak meja dan kesal dengan alasan Sinta yang gak masuk diakal itu.
" Ya sudah kalo gak percaya tanya saja sama kucingnya Bu kantin."
" Kamu ini ya memang benar-benar anak nakal, pantas saja kamu dipindahkan disini oleh orang tuamu, karena kamu dijakarta nakal " bentak guru itu yang terpancing emosinya karena Sinta.
" Oke, saya minta maaf, sudah kan, oiya ini sudah masuk makan siang saya buk, boleh saya ke kantin ??" ucap Sinta dengan terpaksa menyungingkan senyumannya pada guru BK yang galak itu.
" Huufftt....coba saya kalo ada Andre pasti tidak jadi seperti ini " keluh guru BK itu yang bernama Bu Amel.
" Sialan Andre...Andre Mulu, kenapa sih semua orang pada suka tuh kulkas " dengusnya dalam hati.
" Sudah sana keluar, kalo sekali lagi kamu melakukan itu, saya akan tindak tegas, bukan hanya menghukum kamu tapi juga akan memanggil orang tua kamu, paham !!!" sentak Bu Amel ketus.
" Iya Bu " jawab Sinta lemas
Selepas keluar Sinta berjalan ke kantin dia memang ingin sekali mengisi perutnya karena tadi pagi ia tak sempat sarapan karena bangun kesiangan.
Gadis itu pun memesan nasi dan lauk yang cukup komplit tak lupa juga jus jeruk kesukaannya. hingga tak terasa makanan yang ada dipiring itu habis seketika.
Sinta mengusap perutnya yang kekenyangan, ia pun akhirnya berdiri dan akan masuk kelas namun langkahnya dicegah oleh Jesica.
" Minggir lu...." sentak Sinta
" Gimana tadi enak gak dimarahi Bu Amel guru BK kita ??" sindir Jesica dan Arum teman dekatnya hanya tersenyum mengejek pada Sinta.
" Elo mata-matain gue ?? Kenapa elo bisa tau gue ke BK ??" tanya Sinta dengan mengerutkan alisnya
" Ya jelas Taulah, orang gue yang laporin elo " tutur Jesica dengan tertawa ngakak.
" Ohh jadi elo biang kumannya ?? Sialan mang Luh. " kesal Sinta.
Sinta berjalan dan mencengkeram kerah jesica ia tanpa sadar menarik kerah atasan putih Jesica hingga 2 kancing atasnya terlepas.
" Kurang ajar kamu. " Teriak Jessy kesal.
Gunung kembar Jessy menyembul dengan sempurna semua mata menatapnya, Jessy sontak menutupinya.
" Uppps sory, lagian Lo ya kalo sekolah itu pake kaos dalam donk, gue cuma heran aja, elo itu niat sekolah belajar atau mau jadi jalang sih " ucap Sinta dengan ketus dan mendorong bahu Jesica hingga gadis itu terhempas dan ditangkap tubuhnya oleh Arum temannya.
" Dasar kurang ajar. "
Plaaakkkk
Jesica marah dan melayangkan tamparan yang cukup keras dipipi Sinta, mata cinta terbelalak dan ia pun juga emosi.
" Sini jalang gue hajar baru tau Lo " Sinta mendekat dan langsung membogem wajah Jesica dengan keras hingga darah segar keluar dari hidung dan sudut bibir Jesica.
Semua yang melihat itu gaduh dan berhamburan untuk memisahkan keduanya yang saling mengunci tubuhnya satu sama lain.
" Cepat panggil Bu guru BK " teriak teman cowok yang kini sudah memisahkan keduanya.
Salah satu wakil ketua osis teman Andre yang melihat berlari mencari guru dikantor, sedangkan Jesica menutupi tubuh atasnya dengan jaket milik Arum temannya.
" Lepasin gue belum puas nabok dia, sialan " teriak Sinta dengan mulut racunnya mengeluarkan berbagai umpatan.
" Apa-apaan ini, kalian tidak malu perempuan berantem ?? Mana masih di lingkungan sekolah "
" Ini pak Jesy yang duluan mulutnya kayak mercon " jawab Sinta kekenanya.
" Eh kamu juga sama, dia bilang aku jalang pak, tampar aja tuh mulutnya emang gak pernah didik orang tuanya " cerocos Jesica tak mau kalah
" Sialan jangan bawa-bawa orang tua gue an*ing "
" Sinta...mulutmu." Teriak walau kelas Sinta yang marah.
Sinta langsung menutup mulutnya seketika " maaf pak " ujar Sinta menundukkan wajahnya.
" kalian ikut bapak keruang BK, sekarang !!" sentak wali kelas Sinta
Keduanya langsung terkejut dan berjalan mengekori pak guru hingga masuk keruang BK.
Sedangkan diruangan BK Bu Amel kembali mengelus dada dan menata jantungnya agar tidak terkena serangan jantung begitu ia melihat Sinta yang lagi-lagi berada diruangannya.
" Sinta lagi, masalah apa lagi ini ??" ujar Bu Amel mengelengkan kepalanya.
" Maaf Bu saya wali kelasnya Sinta tadi ada yang melaporkan kesaya bahwa keduanya berantem "
" Sekarang masalah apa lagi ??" tanya Bu Amel jengah
" Dia Bu bilangin saja jalang. "
" Emang elu jalang." jawab Sinta acuh.
" Sinta jaga bicaramu, ini disekolah." bentak guru BK itu.
" Ini enaknya bagaimana Bu supaya Sinta bisa jera " ucap wali kelas Sinta yang makin pusing anak didiknya suka cari masalah.
" Lebih baik panggil orang tuanya."
Jessy yang mendengar itu makin senang, ia tersenyum menyeringai seakan gadis itu mengejek Sinta.
" Jangan pak, orang tua saya sedang diluar kota. " ucap Sinta memohon.
Bersambung.......
Lega deh aku Sinta sudah Nikah,Jadi udah gak ada celah untuk MANTAN .