NovelToon NovelToon
Suami Pengganti

Suami Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Paksaan Terbalik
Popularitas:112.2k
Nilai: 5
Nama Author: mawarjingga

Dihari yang telah ditetapkan dengan perencanaan yang matang dari dua pihak keluarga hampir saja berantakan, saat calon mempelai pria tidak datang untuk melangsungkan akad pernikahan.

Demi nama baik antara dua keluarga pernikahan tetap dilanjutkan, namun dengan pria yang berbeda.

Lalu bagaimana pasangan yang tidak saling mengenal itu mengarungi bahtera rumah tangganya.

Akankah berakhir dengan sebuah perpisahan, atau justru tumbuh benih-benih cinta seiring berjalannya waktu.

Suami Pengganti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mawarjingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nostalgia

"Dam,?" panggil Devina, saat Adam hendak kembali beranjak meninggalkan tempat tersebut.

Adam tak menjawab, namun pria itu menghentikan langkahnya memberi kesempatan Devina untuk berbicara.

"Adam? aku minta maaf soal waktu itu, aku sungguh sangat menyesal Dam, aku sangat menyesalinya hingga hari ini, bahkan mungkin seumur hidupku."

"Adam? sekali lagi."

"Apa tidak ada kesempatan sekali lagi, untuk aku memperbaiki semuanya." ucap Devina sembari memegangi tangan Adam, yang langsung ditepis pria itu dengan cepat.

"Maaf, saya harus pergi."

Dibelakangnya Devina terduduk lesu, sembari menatap punggung Adam yang perlahan menghilang dari pandangannya.

Dulu ia pikir Adam tidak akan menolaknya saat ia kembali, tetapi ternyata dugaannya salah, karena kini Adam benar-benar seperti tak menganggap dirinya penting lagi.

Namun meski begitu, Devina bertekad untuk mendapatkan Adam kembali, meski harus melakukan beribu cara untuk meluluhkannya.

*

Setelah bertemu dengan Devina, Adam tak langsung pulang, pria itu berkeliling menggunakan kendaraannya melewati beberapa tempat yang pernah ia datangi sepuluh tahun yang lalu.

Ia baru menyadari jika kepulangannya selama dua tahun terakhir ini dirinya sama sekali belum pernah melakukan apapun, atau sekedar bernostalgia, selain bertemu dengan ketiga sahabatnya, mengobrol, atau makan bersama setelah seharian lelah bekerja.

Tidak ada hal yang berarti baginya tentang Devina, namun ia hanya ingin mengingat beberapa kenangan yang pernah ia lewati bersama teman seangkatannya sewaktu SMA dulu, ditahun pertamanya ia berkuliah, hingga memutuskan untuk pindah ke luar negri.

Adam menepikan mobilnya tepat didepan sebuah kios bakso yang terpasang sepanduk berwarna hijau dengan tulisan 'Bakso Rudal, pak Gimin.'

"Pak, satu porsi ya, nggak pakai mie kuning." ujar Adam pada sipenjual bakso yang sedang merapikan mangkok disamping gerobak, kebetulan sore ini pembeli sedang sepi karena cuaca diluar sedang gerimis.

"Siap mas!"

Adam memilih duduk disalah satu kursi kayu yang paling depan.

Tak lama berselang, lelaki paruh baya yang biasa disapa pak Gimin itu menghampiri Adam dengan membawa semangkok bakso yang masih mengepulkan uap panas.

"Ini mas baksonya, silahkan dinikmati.''

"Terimakasih pak, oh iya ini penjualan baksonya kalau hari-hari biasa masih rame seperti dulu nggak?" ujar Adam sembari mulai menyendok bakso dan meniupnya perlahan yang kemudian ia kunyah.

"Masih selalu sama setiap hari, biasanya jam segini juga masih rame, mungkin sekarang karena lagi hujan saja jadi sepi."

Adam manggut-manggut.

"Hmmm... rasanya masih seperti dulu lho ini, apa sih rahasianya biar rasanya nggak berubah pak.?"

"Ya, rahasianya jangan mengubah bahan yang biasanya dibuat saja, oh iya mas ini_" Pak Gimin menatapnya serius, membuat Adam terkekeh.

"Saya Adam pak, bapak sudah lupa ini pasti."

"Eh mas Adam? jadi benar ini mas Adam? sebenarnya dari tadi saya mau bilang gitu lho, tapi takut salah mengenali, eh taunya malah emang beneran mas Adam."

"Kemana saja mas Adam selama ini, kenapa baru kelihatan sekarang, sehat kan?"

"Dulu saya pindah kuliah ke luar negri pak, baru dua tahunan saya balik lagi kesini, keadaan saya sehat sangat sehat, seperti yang bapak lihat."

"Oh begitu mas ceritanya, wah berarti sudah sukses dong ya sekarang, sudah punya istri juga.?"

"Belum sih pak, mohon doanya saja semoga kedepannya saya menjadi orang sukses, kalau soal istri, ya saya memang sudah punya istri baru menikah dua mingguan ini."

"Wah beneran? pengantin baru dong ya."

Adam tersenyum menanggapi.

"Kapan-kapan ajak istrinya kesini, saya teraktir bakso spesial untuk kalian berdua."

Adam tertawa, "wah boleh tuh pak, nanti kapan-kapan saya bawa dia makan disini."

Keduanya tertawa bersama, dan dilanjutkan dengan obrolan ringan membahas keseharian Adam selama berada diluar negri.

"Ngomong-ngomong istrinya mas Adam ini siapa? apa si eneng yang dulu sering makan bakso bareng disini?" karena setahunya dulu Adam sedang dekat dengan seorang gadis bernama Devina, bahkan semua teman-temannya mengetahui kedekatan Adam dengan gadis tersebut.

Adam tersenyum, "Bukan pak, dia jauh lebih muda dari saya, umurnya baru dua puluhan."

"Wah, jadi tambah penasaran saya kalau begini mas."

Lagi-lagi Adam tertawa, "Kapan-kapan saya pasti ajak dia kesini."

"Harus pokoknya mas, kalau nggak saya bakal mati karena penasaran." ujar pak Gimin, lalu keduanya tertawa bersama.

*

Adam pulang kerumah sudah hampir larut, bahkan ketika ia tiba Freeya sudah tertidur pulas sembari memeluk boneka kelinci kesayangannya yang diberi nama Michi.

Ia mengulas senyum tipis melihat pemandangan didepannya yang entah mengapa membuat hatinya merasa damai.

Tanpa sadar ia bergerak menghampiri tempat tidur seolah ada magnet yang menariknya kesana.

Adam duduk disisi ranjang tepat disamping Freeya, tangannya bergerak mengusap rambut gadis itu, rambut hitam legam yang begitu halus saat bersentuhan dengan kulit tangannya, yang kini bahkan menciptakan getaran asing didalam hatinya, terlebih saat ia mencium aroma harum yang menguar dari rambut gadis tersebut.

Setelah dua minggu mereka menikah dan tinggal bersama, ini untuk pertama kalinya ia memiliki keberanian menyentuh gadis itu dan memandanginya lebih dekat.

Gadis yang sebenarnya sedang berusaha ia hindari, untuk menjaga kemungkinan yang bisa terjadi kapan saja.

Karena dipertemuan pertamanya dengan gadis itu, sudah menciptakan perasaan lain dihatinya, meski ia sendiri tak mampu menjabarkannya, entah karena kagum atau memang timbul rasa suka, terlebih saat itu Freeya memang tampak mempesona dengan riasan pengantinnya.

Karena jika ia harus berkata jujur, dilihat dari sisi manapun Freeya memang sangat cantik, ditambah dengan kedua lesung di pipinya yang membuat gadis tersebut terlihat sangat manis.

Menit hingga jam berlalu, Adam tak merasa bosan sama sekali memandangi wajahnya dalam diam, pikirnya hanya saat dia sedang tertidur lah ia baru bisa memandanginya selama itu.

Karena ketika gadis itu bangun, jangankan untuk memandangnya berbicara lebih banyakpun ia merasa canggung, dan hanya bisa menampilkan ekspresi dinginnya setiap hari.

Jam menunjukkan hampir jam dua belas malam, Adam pun beranjak menyelimuti tubuh Freeya, kemudian ikut berbaring disampingnya.

*

Pagi menyapa, saat Adam terbangun ia tak lagi menemukan Freeya disisinya, bahkan tempat tidur yang ditidurinya semalampun kini terasa dingin, yang menandakan bahwa gadis itu sudah lama pergi.

Setelah selesai mandi Adam keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan, disana sudah tersedia sarapan untuk dirinya, juga terdapat secarik kertas yang diganjal dibawah gelas yang berisi susu hangat yang hampir dingin untuk dirinya.

Maaf mas, saya pergi tidak menunggu mas bangun, saya juga tidak berani untuk membangunkan mas yang terlihat nyenyak, pagi ini saya sedang buru-buru ada banyak pesanan dibutik, yang harus selesai selama dua hari,

jangan lupa sarapannya dimakan.

Adam mengulas senyum, kemudian langsung memulai sarapannya, karena pagi ini ia juga harus buru-buru pergi kekantor.

*

*

1
Silla Aira
up lagi dong penasaran
Juliah Aja
kok putus sih ceritanya padahal LG seru
ipeeeeehhhhhh
lanjutttt makin seruu
Suarni parani
ceritanya bagus
Suarni parani
jgn lama2 up nya thor
Wirda Wati
lanjuut
Reni Anjarwani
semanggat doubel up thor
Aelisah Echa
Plis lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor
𝑮𝒊𝒖𝒍𝒊𝒂𝒏𝒐𝒗𝒂🌷
vanny kah 🤔
𝑮𝒊𝒖𝒍𝒊𝒂𝒏𝒐𝒗𝒂🌷
trnyata pesaing'y adlh adik'y sndiri ya 🙄
Leila
jgn blg ulah Devina thor 😡😡😡
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor
Emn Sc
masa depan Aya ya mas Adam .
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Rief Jay
semangat thor
Wirda Wati
🥰🥰🥰🥰🥰
Wirda Wati
lanjuut
Leila
salut sm Aya dewasa pemikirannya bisa nerima Adam langgeng trus yaaa 😍😍😍
Murnii
lanjut author ku yg baik hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!