NovelToon NovelToon
Penyesalan Terdalam Sang Suami

Penyesalan Terdalam Sang Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:92.4k
Nilai: 5
Nama Author: dona rachma

Kehidupan yang dijalani Acha tidak pernah benar baik baik saja . kekacauan hidupnya dimulai saat Acha melihat dan menyaksikan bapak dan ibunya terkapar bersimbah darah dijalanan akibat ulah penabrak mobil yang tidak bertanggung jawab .
Dewangga yang mencoba berpura pura mendekati Acha untuk tidak ketahuan bahwa dirinya lah yang menjadi penyebab kedua orang tua Acha tiada memberanikan diri untuk menikahinya , walau dengan sangat terpaksa .
Acha yang tidak sengaja mendengar percakapan antara Dewangga dan Sang Mertua , benar benar syok dan tidak menyangka. selama ini dia hidup dengan seorang pembunuh kedua orang tuanya .
Acha memutuskan untuk pergi dari kehidupan Dewangga setelah mengetahui itu semua , dan disaat itu pula , terciptala buah hati mereka di dalam rahim Acha .
tanpa Acha sadari , Dewangga telah jatuh pada pesonanya . Akankan Dewangga jujur mengenai dirinya yang telah memyebabkan kedua orang tua Acha meninggal ?
Bagaimanakah nasib pernikahan Dewangga dan Acha ? simak terus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dona rachma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab12

Hampir tiga jam Acha melakukan perawatan untuk dirinya. Tidak tanggung-tanggung Shiren begitu memanjakannya untuk bertemu dengan Dewa.

"Ma, Acha sudah selesai atau belum? Mengapa lama sekali." Tanya Ravendra yang sudah sangat tidak sabar untuk melihat Acha kali ini.

"Sabar Pa, mungkin sebentar lagi akan selesai." Jawab Shiren sembari membalikan majalah yang dia baca di dalam kamar.

"Ini sudah tiga jam loh Ma."

"Papa berisik sekali." Shiren menutup majalah yang dia baca sambil menatap Suaminya. "Yang namanya perawatan dan di make over itu lama Pa. Biarkan saja Acha terlihat beda ketika nanti bertemu Dewa. Mama ingin lihat reaksi Dewa nanti ketika melihat Acha." Wajah Shiren berbinar sekali jika membicarakan Dewa dengan Acha.

"Baiklah Papa mengalah kali ini." Pasrah, iya Ravendra pasrah kali ini. Tidak akan ada ujungnya jika saat ini dirinya membantah Shiren sang Istri tercinta.

"Mama mau keluar ke kamar Acha, ingi lihat hasilnya seperti apa. Karena sebentar lagi Dewa akan tiba." Shiren dengan senang meninggalkan Suaminya.

Ravendra hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat wajah Istrinya yang sangat bahagia. Berbeda sekali jika bertemu dengan Menantunya, Renata. Iya , Shiren akan memasang wajah tidak bersahabat jika Dewa kerap kali membawanya kerumah ini.

Aneh memang jika Shiren bahagia saat kedatangan Acha ke dalam rumah ini. Padahal Istri Dewa adalah Renata tetapi, Shiren sangatlah tidak suka padanya. Ravendra pun tidak ambil pusing selama Renata tidak menyakiti Dewa dan juga Istrinya.

Shiren yang saat ini sudah berjalan menuju kamar Acha tersenyum senang, pasalnya kurang dari satu jam lagi Dewa akan pulang. Shiren berencana memasak makanan kesukaan Dewa dengan Acha.

Tanpa aba-aba Shiren sudah masuk ke dalam kamar Acha.

Mereka yang berada di dalam kamar Acha tertegun mendapati Shiren berada di sana.

"Selamat Sore Nyonya." Ucap salah satu senior saat melihat Shiren.

"Sore, bagaimana hasilnya? Saya sudah sangat tidak sabar untuk melihatnya." Jawab Shiren kepada senior tersebut.

"Sebentar lagi akan selesai Nyonya. Non Acha saat ini sedang mengganti baju setelah tadi membersihkan diri." Ucap mereka berdua yang saat ini tengah merapikan peralatan yang mereka bawa.

Shiren menganggukan kepalanya tanda mengerti.

Tidak selang lama , Acha keluar dari dalam Walk In Closet. Shiren termangu melihat perubahan Acha. Tidak ada lagi Acha yang tomboy mengenakan celana jeans dan kaos oblong. Acha benar-benar berubah saat ini. Menjelma seperti gadis sesungguhnya.

Shiren termangu menatap Acha, dia tidak menyangka Acha akan secantik ini mengenakan dress berwarna biru muda yang sangat kontras dengan warna kulit Acha yang putih bersih.

"Cantik sekali sayang." Ucap Shiren yang saat ini berada di depan Acha.

Acha masih diam menundukan kepalanya. Dia tidak berani menatap wajah Shiren.

"Jangan menunduk terus, lihat Mama sini." Shiren mengangkat dagu Acha.

"Acha jelek ya Ma?."

Shiren menggelengkan kepalanya. "No. Tidak sama sekali, Acha sangat cantik. Mama sampai terpukau melihatnya."

"Acha tidak biasa pakai pakaian seperti ini Ma." Jawab Acha ragu-ragu.

"Mulai sekarang di biasakan ya sayang. Mama suka lihat penampilan Acha yang lebih feminim seperti ini." Ucap Shiren sambil mencubit pipi Acha.

"Acha usahakan ya Ma." Jawab Acha pasrah dia tidak ingin membuat Shiren sedih.

"Terimakasih sayang."

Saking terpukaunya Shiren dengan Acha. Dia tidak memperhatikan para pekerja yang membuat Acha seperti ini.

"Nyonya kami semua pamit undur diri dulu. Terimakasih sudah selalu setia dengan pelayanan kami." Ucap senior tersebut.

"Oh iya maaf sekali Berta saya terpukau dengan hasil Kamu yang satu ini. Pelayanan kalian memang tidak mengecewakan." Ucap Shiren kepada Berta. Ya , Berta salah satu senior yang membuat Acha menjadi seperti sekarang.

"Sama-sama Nyonya itu memang sudah menjadi tugas kami." Jawab Berta dengan senyum tulusnya. Dan beranjak pergi meninggalkan Acha serya Shiren dari kamar tersebut.

"Kita turun untuk meyiapkan makan Dewa bagaimana? Acha bisa masak kan?."

"Bisa Ma, Acha bisa masak."

"Kalau begitu kita masak makanan kesukaan Dewa, ya Cha. Mama sudah tidak sabar menunggu Dewa datang. Jarang sekali memang Dewa pulang ke rumah ini Cha, jadi Mama senang rasanya saat Dewa mau pulang ke sini." Shiren sangat antusias menceritakan itu semua kepada Acha.

Mereka saat ini sudah berada di dalam lift untuk turun menuju dapur dan segera memasak untuk Dewa.

*****

Dewa yang saat ini masih melihat beberapa dokumen untuk di pelajari hanya bisa diam saat di depannya sudah ada Renata. Ya, Renata datang satu jam yang lalu. Entah untuk apa dia tiba-tiba datang ke perusahaan Dewa.

"Kenapa diam saja sih Wa. Aku bosan sedari tadi kamu diam saja seperti ini." Rengek Renata kepada Dewa.

Dewa hanya diam dan tersenyum sinis tanpa Renata tahu.

"Untuk apa Kamu datang kemari? Tidak biasanya Kamu mau datang ke sini Re." Ucap Dewa yang masih setia tidak melihat Renata.

"Apa salahnya aku mengunjungi Suamiku sendiri di perusahaannya? Kamu keberatan aku datang Wa?" Tanya Renata.

"Suami? Baru ingat punya Suami Re? Kemana saja selama ini?." Sarkas Dewa kepada Renata. Dirinya sudah muak dengan Renata yang selalu mementingkan kariernya di bandingkan Suaminya sendiri.

"Ayolah Wa jangan seperti anak kecil begini. Kamu tahu kan profesi yang aku geluti saat ini tidak mudah. Aku mendapatkannya dengan susah payah, Wa. Menjadi model papan atas adalah cita-citaku Wa. Seharusnya kamu jadi Suami mendukung aku, bukannya marah begini." Umpat Renata kepada Dewa.

Dewa menaikan satu alisnya dan memandang Renata. "Aku kurang mendukung Kamu seperti apa Re?. Sambil menunjuk dirinta Dewa berkata.

"Lima tahun aku diam saja seperti orang bodoh dan mengikuti apa maumu ya Re. Sekarang aku minta Kamu berhenti dari dunia model apakah bisa? Aku ingin memiliki anak Re."

Renata menegang mendengar ucapan Dewa. Mengapa tiba-tiba dia ingin memiliki Anak. Padahal dahulu Dewa tidak mempermasalahkan untuk dirinya memiliki anak atau tidak. Tetapi, mengapa saat ini Dewa berubah fikiran. Dewa tidak boleh tahu bahwa dia tidak mempunyai rahim lagi. Bisa-bisa dia di ceraikan oleh Dewa.

"Apa Kamu bilang Anak? Ayolah Wa, kita sudah sepakat untuk menundanya sampai kontrak ku benar-benar selesai." Kilah Renata yang mencoba menutupi kegugupannya.

"Apa Kamu tidak ingin memiliki anak dariku Re?." Tanya Dewa yang saat ini tengah melihat Renata.

Pertanyaan menjebak dari Dewa membuatnya bungkam. Bagaimana bisa Renata memberikan anak, sedangkan rahim saja dia tidak punya.

"Bu.. Bukan begitu Dewa sayang. Aku masih terikat kontrak dengan salah satu brand dua tahun lagi. Apa Kamu mau menunggu selama itu?." Jawab Renata dengan asal.

"Aku akan membayar pinalti dirimu dengan brand tersebut." Ucap Dewa dengan tegas.

Renata gugup akan menjawab apa saat Dewa menanyakan seperti itu.

"Tidak... Ehm maksud aku pinaltinya sangat besar Wa, aku tidak mau kamu harus membayarnya sebanyak itu. Akan di cap apa aku oleh Mama dan Papa Kamu, Wa. Mereka kan sangat membenci aku." Jawab Renata dengan masih menyembunyikan ke gugupannya.

Dewa menghela nafasnya, percuma saja mendebar Renata saat ini. Dia tahu betapa keras kepalanya Renata. Dewa beranjak dari kursinya lalu mengambil jasnya yang untuk di pakai.

"Kamu tidak ingin mengandung benihku? Baik, Aku akan mencari Wanita lain yang akan sudi menanmpung benihku Re." Ucap Dewa dengan berjalan menjauhi Renata.

Keputusannya sudah bulat untuk menerima tawaran Papanya menikahi Acha.

"Apa Kamu bilang Wa? Jangan berani macam-macam ya Wa. Aku tidak sudi Kamu menikah lagi." Teriak Acha saat Dewa sudah keluar dari ruangannya.

Dewa menebalkan kupingnya dan segera berjalan memasuki lift. Dewa memijit pelipisnya saat berada di dalam lift. Dirinya tidak akan memaksa Renata memiliki anak, jika Shiren tidak memaksanya seperti ini.

Renata yang masih setia di dalam ruangan Dewa pun gusar. Tidak, Dewa tidak boleh menikahi Wanita lain. Hanya dia yang boleh menjadi Istrinya.

"Sialan, ini tidak bisa di biarkan begitu saja. Dewa tidak boleh memiliki Wanita lain. Bisa-bisa rencana yang Renata susun tidak bisa berjalan begitu saja. Harta Dewa hanya akan jadi miliknya, dia tidak ingin menjadi gembel. Bagaimanapun Renata akan menggagalkan rencana Dewa untuk memiliki Istri selain dirinya.

Renata tidak tahu saja, bahwa saat ini di rumah Dewa sudah ada Wanita cantik nan elegan yang akan memikat Dewa. Memikat? Mungkin bukan Acha yang akan memikat, tetapi Dewa yang akan terpikat saat melihatnya nanti.

Bersambung . . .

1
Soraya
masih nyimak thor
Soraya
lanjut thor semangat
Soraya
lanjut thor
Sulistia Anggraini
kalau dpt upnya banyak thor
Jenong Nong
disini hnya neneknya yg berpikir waras yg lain edan kbeh ....❤❤🙏🙏
Hanisah Nisa
lanjut
Erisya Ris
iya setuju/Smile/
Hanisah Nisa
lanjut
Linda Yohana
Bagus novelnya
Jenong Nong
jgn sampai acha jatuh cinta terlebih dulu thor .....😁😁❤❤🙏🙏
Hanisah Nisa
lanjut
Jenong Nong
sampai lupa ..kirain g dilanjutin ..❤❤🙏🙏
Cahayax Gisel
jangan. lama update kak udah mulai lupa sama ceritanya 😅 semangat 💪 lanjut 🙏
Juliyanah Yanah
ko belum berlanjut2 sie crtanya .
Hasna
bagus
Jenong Nong
maaf ya thor klo bs jgn terlalu slow ..sebenarnya alurnya bgus cm terlalu lmbat konflik boleh memng itu pnting sebab klo ada konflik datar aja yg bca jg bosen tpi klo konfliknya mbulet2 kelamaan dewa yg tak kunjung sadar dgn bahwa dia bersalah renata yg tak kunjung ketahuan belangnya acha yg kyak orang bodoh terpaku pda kebaikan ravebdra dn keluarga pdahal mereka lah yg akan menancapkan luka yg menganga yg mungkin tak akan bisa tersembuhkan ravendra yg munafik sok2an mnyesal dn merasa bersalah dgn orang tua acha tpi mndudung aja kelakuan dewa tama dn mm shiren yg katanya tahu rahasia renata tpi merela diam tdk berbuat sesuatu utk mnyadarkan dn mmbuka mata dewa ..semua itu blom ada satupun yg terselesaikan thor padahal udah bab sekian takutnya kita jd jenuh dihadapkan konflik yg tak kunjung ada titik terang sedikit apalgi kn g setiap hari up jd rasanya lma sekali gtu lho utk mnuju titik terang ...maaf ya thor semoga kritikan sy bs sedikit jd masukan yg bermanfaat dri segi kta2 dn penulisan udah bgus bngt cm ya itu terlalu slow aja ...🙏🙏❤❤
Lilis Indriyani
cepetan d bongkar k blusukan istri tercinta'y dewa donk ka. biar makin semangat buat baca'y
Cahayax Gisel
sorry kak malass sudah mau tengok kak. terlalu banyak drama kak..gk seru 🙏
Iniidona: terimakasih komennya kaka
total 1 replies
Sri Darlina
lupa thor jalan ceritanya karena terlalu lama update nya
Iniidona: sory, karena bukan satu novel ini aja yg author tulis. terimakasih komennya ya . jangan bosen mampir
total 1 replies
Linda Yohana
lanjut thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!